Berburu Sambal ala Jepang

26 02 2009

Beginilah nasib orang katrok waktu tiba di negeri orang. Makanannya boleh cocok, tapi tetap kurang nendang kalau tidak ada sambal.

Tapi seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, maka meskipun sambal bajak dan sambal ulek botolan produksi Indonesia bisa ditemui di sini, saya mencoba untuk menjunjung langit di tempat saya berpijak saat ini dengan mencari apa padanan sambalnya orang Jepang.

Paling tidak hingga saat ini pencarian itu berujung pada dua temuan. Wasabi dan Kanzuri. Mari saya ceritakan satu persatu.. Read the rest of this entry »

Advertisements




Keitai Shosetsu: Novel Ponsel ala Jepang

17 02 2009

Novel yang diterbitkan melalui telepon seluler bukanlah hal baru. Tahun lalu Dewi Lestari pernah melakukannya ketika ia menerbitkan novel berjudul Perahu Kertas bekerjasama dengan beberapa provider ponsel terkenal. Idenya sederhana saja. Novel 12 bab itu bisa di unduh melalui ponsel lalu dibaca. Simple!

Tapi di Jepang ternyata sejak beberapa tahun terakhir sudah muncul trend serupa yang dikenal dengan nama Keitai Shosetsu yang artinya ya.. novel ponsel!. Idenya buat saya lebih gila lagi. Lebih dari sekedar bisa dibaca melalui ponsel, novel semacam ini bahkan ditulis dengan menggunakan ponsel. Read the rest of this entry »





I’m A Legal Alien..

5 01 2009

“I’m an alien, I’m a legal alien..”

Refrain lagunya Abang Sting itu otomatis terputar di kepala saat pertama kali melangkah masuk ke kantor Pemda kota Meguro, Tokyo untuk mengurus Alien Card atau Alien Registration Card yang merupakan KTP nya orang asing di Jepang. 

Ada yang terasa aneh di telinga waktu pertama kali mendengar istilah “Alien” karena otomatis langsung teringat pada mahluk-mahluk aneh dari planet lain seperti ET atau Alf. Tapi ternyata istilah alien ini adalah istilah legal/hukum yang dipakai banyak negara untuk mengacu pada seorang warga dari negara lain atau warga asing.  

Yes! I’m an alien. Tapi berhubung punya KTP setempat, jadilah Legal Alien hehe.. Ya begitulah, sudah hampir tiga minggu berselang sejak saya dan keluarga mengucapkan “Assalamu alaikum” saat pertama turun dari pesawat di Bandara Narita, Tokyo dan langsung disapa dengan udara musim dingin yang menggigit. Disinilah untuk masa beberapa tahun ke depan kami akan gantungkan nafkah kehidupan kami.. Bismillah! Read the rest of this entry »