Dengan Semangat Bla Bla Bla

18 08 2009

Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 kita tingkatkan kedewasaan kehidupan berpolitik dan berdemokrasi serta kita percepat pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia yang bersatu, aman, adil, demokratis dan sejahtera.”

Jalinan kata-kata di atas adalah tema perayaan Hari Kemerdekaan kita tahun ini. Saya pertama kali menemukannya di bagian header situs pribadi Pak Beye[1]. Lalu saat upacara di KBRI Tokyo, ada spanduk lebar membentang di lokasi upacara dengan kata-katanya persis sama dan ternyata.. oh ternyata itu konon kabarnya adalah ‘titah’ dari Sekretariat Negara yang dikeluarkan bersamaan dengan logo HUT RI ke 64.

Ya sudah kalau begitu. Lanjutkan! Saya sih cuma penasaran saja ingin tahu siapa gerangan “copy writer” di setneg atau dimanapun yang muncul dengan susunan kalimat seperti ini? Apa pertimbangan pemilihan kata-kata seperti itu? Mengapa jalinan katanya harus seperti itu? Apakah ada aturan tertentu? Atau jangan-jangan ada template tertentu? Apa artinya? Apa artinya? Apa artinya? (Kalau ada yang bisa jawab tolong kasih tahu saya ya)

Ini mungkin tidak penting bagi anda. Tapi dari dulu model tema seperti ini selalu bikin saya bertanya-tanya karena sudah ‘menular’ ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Modelnya selalu sama. Diawali kata-kata “Dengan semangat bla bla” dilanjutkan dengan “kita tingkatkan” atau “kita sukseskan bla bla” dan biar lebih mantap lagi, lanjutkan dengan kata-kata “Menuju masyarakat yang bla bla bla“. Sering sekali saya berdiri di depan spanduk dengan tulisan semacam ini sambil memeras otak berusaha memahami apa artinya. Ah, mungkin saya saja yang bodoh.

Mulai dari penataran P4, seminar dan workshop, perayaan hari besar agama sampai ke rapat RT/RW sekalipun temanya selalu model seperti ini. Bahkan pernah saat diminta berbicara soal Komunikasi dan Public Speaking dalam Latihan Dasar Kepemimpinan senat mahasiswa sebuah universitas di Jakarta bertahun-tahun silam, hal pertama yang langsung saya pertanyakan adalah tema di spanduk mereka yang padat dengan kata-kata “dengan semangat”, “kita sukseskan” dan lain sebagainya. Saat itu jawaban yang saya dapat hanya ‘cengiran‘ dan tidak ada satupun mahasiswa yang katanya kritis itu yang bisa menjawab apa arti tema tersebut. Jangan-jangan dibuatkan oleh tukang spanduk.

Lagi-lagi ini mungkin tidak penting bagi anda. Tapi buat saya tema-tema model ini sudah waktunya diganti. Mengapa?

Pertama, gaya seperti ini sangat berbau ‘rezim’ masa lalu yang memang sangat doyan memberondong masyarakat dengan jargon-jargon klise yang kosong makna.

Kedua, tema memang penting karena ia berfungsi merangkum sesuatu tujuan tertentu. Dan yang namanya merangkum ya harus singkat tapi padat dan yang terpenting mudah dimengerti. Bukan sampai satu paragraf. Bayangkan tema itu ditulis di spanduk di jalanan dan anda berusaha membacanya sambil melintas naik motor. Baru terbaca sampai kata “Dengan semangat proklamasi 17 Agustus…” saja motor anda mungkin sudah keburu masuk got!

Saya tidak terlalu suka membanding-bandingkan, tapi ketika bicara tema hari kemerdekaan, saya jadi merasa harus mengacu pada dua negara tetangga kita Singapura dan Malaysia yang juga punya hobi bikin tema setiap hari kemerdekaan. Tema hari kemerdekaan Malaysia[2] tahun ini adalah “Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan“. Sementara tema National Day Singapura [3]tahun ini adalah “Come Together – Reaching Out. Reaching Up“. Ada memang warga di kedua negara yang menganggap tema-tema seperti ini cuma omong kosong belaka. Tapi paling tidak menurut saya jauh lebih jelas dan singkat. Oya, di tautan terkait di bawah anda juga bisa temukan tema-tema kemerdekaan kedua negara sepanjang sejarah.

Oke! Supaya tidak dibilang asal bunyi, saya juga mau coba mengusulkan tema untuk Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini yaitu: “Lupakan Perbedaan. Satukan Tekad”. Bukankah ini sejalan dengan imbauan Pak Beye yang meminta semua melupakan perbedaan pasca pemilu dan bersama bangkit dari krisis?

Ya.. ya.. mungkin kalimat itu tidak terlalu bagus. Tapi saya yakin banyak “copy writer” hebat di luar sana, termasuk yang ada di lingkaran para politisi kita. Coba lihat saja pemilu kemarin, betapa populernya jargon “Lebih cepat lebih baik“. Malah satu kata sakti “Lanjutkan!” terbukti ikut berperan menggerakkan 60 persen lebih pemilih. Nah kalau kalimat itu saja bisa memotivasi rakyat untuk mencoblos, mengapa tidak cari tema bagus yang bisa menyemangati rakyat untuk melanjutkan kehidupan mereka pasca pilpres. Apalagi Pak Beye waktu pilpres kemarin katanya punya tim komunikasi politik hebat yang akan selalu dikenang sepanjang sejarah, yang namanya “Serigala Indonesia” atau “Rubah Indonesia” atau apa ya? Maaf saya sudah lupa tuh!

Merdeka !

—-

Tautan terkait:

[1.] Situs Presiden SBY

[2.] Tema-Tema Hari Kebangsaan Malaysia

[3.] Tema-Tema Hari Nasional Singapura


Actions

Information

9 responses

18 08 2009
ammar

maz Rane emang benar-benar kritiz, kalo saya emang benar, kalo jarang juga menelaah kata-kata yang seperti itu. ide tema nya mantab juga maz, tapi kalo saya pribadi mezky satu kata dengan lupakan perbedaan, tapi tetap punya batazan-batazan juga,. ibaratnya seperti rangkaian warna pelangi itu, pada tiap tepi warna pasti ada gariz batasnya. jika satukan tekad, ini emang harus, karna tidak dapat di capai suatu kejayaan, kecuali dengan sikap kebersamaan, dan juga persatuan tekad.

3 09 2013
togeljitu772013

prediksi sgp rabu
04.09.2013
*********
77 – 92 – 42
**********
14 – 63 – 46
dan untuk
mengetahui
lebih lanjut
silahkan
KLIK DISINI
di jamin anda akan lihat hasilnya.

19 08 2009
ManusiaSuper

Bukannya itu memang diambil dari Preambule UUD dan juga teks proklamasi itu sendiri pak?

Atas dasar dengan blablabla gitu kan…

20 08 2009
kang aips

semangat proklamasi Bro .. 17 agust 45

hayah,,gmana lg tuch,,apa mesti pake kata gauL ala budi anduk … coy .. 🙂

mantaps mas ,, !!

20 08 2009
Rane/ JaF

@ammar: terimakasih. ayo satukan tekad🙂

@manusia super: ya iya sih.. tapi preambule itu bahasa dari tahun berapa? Lagian kan itu cuma panduan. operasionalnya harus ikut jaman doong hehehe

@kang ariep: kenapa enggak? merdeka coy!!

10 09 2009
bung BONAFIT

bos ana numpang nulis aja Oke .

ana mau beri tau kalau ada program Bonafit system yang membuat kita tau apa itu tinggi badan dan bagaimana caranya bisa tinggi

13 10 2009
Kardus Bekas

fuih

bener-bener bertolak belakang dengan guru bahasa indonesia saya waktu SMP
singkat, padat, dan jelas

klo di spanduk itu, malah
panjang, longgar, dan ga jelas

fuih

19 09 2011
our partners

Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book in it or something. I think that you can do with a few pics to drive the message home a bit, but other than that, this is magnificent blog. A great read. I will certainly be back.

9 10 2014
teleconferencing equipment

I don’t know if it’s just me or if perhaps everyone else experiencing issues with your blog.
It appears as though some of the text in your content are running off the
screen. Can someone else please provide feedback and let me know if this is happening
to them too? This could be a issue with my internet browser because I’ve had this
happen before. Kudos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: