Mari Bermain Fisbuk

3 03 2009

Si Abah, teman saya yang calon Gubernur Lampung itu🙂 ujug-ujug meninggalkan pesan di ‘dinding’ facebook saya: “Kang, kenapa orang pada maen facebook, sih?” Pertanyaan ini, entah serius entah main-main, jadi mengingatkan saya pada beberapa kawan lain yang agaknya ingin sekali ikut ‘gaul’ di facebook tapi tidak berani atau tidak tahu mahluk apa itu facebook.

Buat saya sih hanya ada dua penyebab utama mengapa facebook jadi laku keras, dan menjamurnya layanan Blackberry si Indonesia dengan harga tetap nan murah bukan salah satunya. Itu cuma efek hehe..

IMSTO (In My Sok Tau Opinion, atau lawannya IMHO), facebook jadi laku bak ojek payung di musim hujan adalah karena dua naluri dasar manusia yaitu :

1. Manusia pada dasarnya punya naluri kuat untuk menjadi narsis atau saudara kembarnya, pamer!
2. Manusia pada dasarnya punya naluri kuat untuk selalu mau tahu urusan orang lain

Narsis? Pamer? Ya, anda mungkin TIDAK merasa seperti itu. Anda mungkin merasa punya facebook untuk sekedar komunikasi saja karena semua kawan-kawan anda ada di facebook, tanpa harus memajang foto profile atau rajin mengupdate status mulai dari sekedar tulisan “is at the office!” sampai ke “is OMG, dia ngasih aku combro goreng.. Ah co cweeettt.. ” Tapi janganlah ngomel-ngomel kalau ada orang di lingkaran pertemanan anda yang rajin mengupdate statusnya dengan hal-hal yang menurut anda tidak penting dan menurut anda ada hal lain yang lebih penting.  Lagian anda sendiri kan yang meng add dia ke lingkaran pertemanan anda bukan?

Mau tahu urusan orang lain? Oh, anda yakin anda bukan tipe seperti itu ya? Bagus.. bagus.. Tapi pernahkah anda mengklik nama seseorang yang di account facebook teman anda — karena tertarik ingin tahu siapa dia, kok bisa kenal teman anda, atau karena foto profilenya yang seksi — tapi kemudian anda kecele karena ternyata facebook orang itu hanya untuk kalangan temannya saja. Hayooo.. pernahkah? Apa? Tidak sengaja? Hallah.. akui saja. Di bawah sadar, naluri mau tahu urusan orang lain andapun tengah aktif.

***

Terserah kalau anda menganggap saya mengada-ada. Tapi saya yakin 98 persen (1 persen sisanya terserah Tuhan dan 1 persen lagi buat pamer ke Roy Suryo) kalau Bang Mark Zuckerberg tidak mengembangkan facebook dengan keinginan untuk sekedar membuat orang bisa menjalin komunikasi satu sama lain. Kalau ya, mungkin sekarang facebook masih sekedar beredar di tingkat universitasnya dia saja di Harvard sana.

Saya tidak mengatakan facebook jelek. Saya juga punya account facebook dan selalu rajin mengupdate status, foto, video, dan lain sebagainya, walaupun tidak pernah merespon macam-macam undang aplikasi yang bikin pusing itu. Oya saya juga tidak pernah merespons orang yang minta di add tapi tidak meninggalkan pesan apapun karena mungkin merasa saya pasti kenal.

Saya cuma mau bilang, facebook itu hanya alat! Sikap narsis, keinginan pamer dan mau tahu urusan orang lain dijelmakan oleh si penemunya menjadi sebuah sarana jejaring sosial yang canggih sekaligus bisa membuat penemunya kaya raya dan sebaliknya bisa juga anda jelmakan menjadi sesuai dengan kebutuhan anda..

Ya, facebook bukannya tidak bisa bermanfaat. Saya pikir banyak juga yang bisa memberikan testimoni dari manfaat facebook ini.

Memang dampak negatifnya juga banyak. Tapi ingat sekali lagi, facebook itu cuma alat! Andalah yang mengaturnya. Bukan anda yang diatur oleh facebook.

Anda mungkin pernah dengar ada orang yang di Inggris yang membunuh istrinya karena si istri mengubah statusnya menjadi “Single”? Ya itu memang dampak negatif. Tapi berapa orang sih yang gila kayak si laki-laki Inggris itu?

Anda tidak suka data penting anda diumbar ke orang lain? Ya set lah account anda itu supaya hanya bisa diakses teman dalam jaringan anda saja. Jangan pula meng add orang yang tidak anda kenal karena ia bisa membuka diri anda ke jaringan pertemanan yang lebih luas lagi. Atau mau yang paling mudah? Jangan pasang alamat lengkap, nomor handphone dan data penting lainnya di profile anda.

Anda tidak suka dengan aplikasi aneh-aneh mulai dari sekedar “poke” atau kiriman kopi dan kue atau malah pelukan virtual atau ajakan bergabung dengan ’cause’ untuk menghapus kemiskinan di dunia? Tinggal klik ignore saja. Beres, kan?

Coba klik setting di kanan atas, di sebelah kanan nama anda atau sebelah kiri tulisan “log out“. Di situ ada pilihan “account settings” untuk mengatur data-data pribadi anda. Lalu ada “privacy setting” untuk mengatur tingkat privasi account facebook anda. Ada juga “application setting” untuk mengatur aplikasi yang pernah anda gunakan. Semua sudah diatur.

Masih merasa tidak sreg juga? Ya gampang! Batalkan saja account facebook anda dengan cara mengklik “deactivate account” di bagian “account setting“.

Beres kan, bos!! Ingat.. ingat.. facebook itu cuma alat. Anda lah yang mengatur facebook. Bukan sebaliknya!

Udah ah. Mau update status dulu menjadi: “Rane is needing his beauty sleep… aaahh co cweeeeettt!!

Tautan Terkait;


Actions

Information

13 responses

4 03 2009
Dhil

wah facebook ya, baru bikin kemarin2 nih,
tapi bisa menghubungkan kita dengan teman lama lho, heheheh

4 03 2009
kang aips

he he he he bisa aza.

4 03 2009
augustmist

uuuuh…naneeee…to tweeeet….kemarin gue baru makan sop tulang di beach road ne. Trus untuk pertamakalinya dalam sejarah gue bolbal ke singapur, gue akhirnya nyampe ke Geylang Serai (dan geylag lorong2 genap itu).

Sekarang ada lagi teman makan macam kau di singapur. Hilang kau, datanglah bang ali..heheheheheheheeh

4 03 2009
mbelGedez™

.
Lhadalah….
Ternyata ada juga manusia yang sepaham sama sayah…..
😀

***kapan nge add sayah…???***

4 03 2009
the tukang nggedeblues

hakakakakakakakaka … bener, bang ,,,, kita yang mengatur, bukan FB yang mengatur

nikmati saja sisi positifnya, menjaga tali silaturahmi …

10 03 2009
rio2000

yang saya suka dari FB itu adalah dpt “bertemu lagi” dgn teman2 saya yg dulu….😀
bahkan saudara saya yg sudah lama ga ketemu…ketemuan lagi di FB😀

16 03 2009
Donny Reza

Kalo caper masuknya kemana om, narsis ya? :))

31 03 2009
Dony Alfan

Benar2 posting yang mencerahkan. Mungkin ada beberapa pemilik akun facebook yang menganggapnya sama dengan friendster. Menurut saya facebook dan friendster itu punya attitude yang berbeda

1 05 2009
Di4z

Sama aja lah, pengen tahu urusan orang lain, wehehe, gurau aja! Canda!

Oya menta izin copas IMSTO nya, saya jadikan header! Dan judul halaman, hehe… Tapi saya udah sebutkan sumbernya ke blog ini, kalau bung JaF keberatan, akan sy hapus.

23 08 2010
junaidi

ah hati-hati main fisbuk

8 10 2010
junaidi

presiden jangan cengeng deh

8 10 2010
junaidi

semoga saudara-saudaraku yang kena musibah di papua barat bisa tabah dan tawakal kepada tuhan

8 10 2010
junaidi

ketua DPR jangan sok hebat, padahal anda itu lebih bodok dari yang bodok di dunia ini. apa yang anda banggakan padahal anda akan menjadi santapan cacing dan hulat tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: