Berburu Sambal ala Jepang

26 02 2009

Beginilah nasib orang katrok waktu tiba di negeri orang. Makanannya boleh cocok, tapi tetap kurang nendang kalau tidak ada sambal.

Tapi seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, maka meskipun sambal bajak dan sambal ulek botolan produksi Indonesia bisa ditemui di sini, saya mencoba untuk menjunjung langit di tempat saya berpijak saat ini dengan mencari apa padanan sambalnya orang Jepang.

Paling tidak hingga saat ini pencarian itu berujung pada dua temuan. Wasabi dan Kanzuri. Mari saya ceritakan satu persatu..

WASABI
Benda ‘jahanam’ ini sebenarnya tidak bisa disebut sambal, tapi ya cara makannya mirip sambal. Dicocol atau dicampur dengan sushi atau sashimi atau makanan lainnya, lebih enak lagi kalau dicampur kecap ala Jepang. Anda yang biasa ke restoran Jepang pasti tahu wasabi. Ia dibuat dari sejenis umbi-umbian. Warnanya hijau muda, menggiurkan, tapi rasanya tidak seindah warnanya. Saya sebut jahanam karena efeknya benar-benar jahanam. Hidung rasanya seperti terbakar, mata seperti mau mencelat keluar sampai berair. Paling tidak itulah yang saya rasakan.

Awalnya setiap pesan sushi di kantin kantor, saya jadi terbiasa bilang; Sabi-nuki kudasai yang kurang lebih berarti: Bang, awas ye.. Berani kasi wasabi, ente ane cekek hehe.. Tapi menurut cerita beberapa kawan, wasabi ini mengandung zat yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Karena itu dia biasanya dimakan bersama dengan sushi atau sashimi yang menggunakan bahan ikan mentah. Maksudnya tentu untuk membunuh bakteri atau racun yang mungkin terdapat dalam daging ikan mentah itu. Jadi daripada berisiko cacingan atau malah keracunan, saya paksa makan wasabi ini. Ya, lama-lama terbiasa juga.

KANZURI
Nah, kalau yang ini wujud dan rasanya benar-benar sambal. Bahannya utamanya juga dari cabe, dicampur yuzu atau sejenis jeruk nipis atau lemon Jepang, garam dan sedikit ragi.

Yang unik adalah cara mengolahnya, karena awalnya cabe merahnya di tebar atau dijemur di atas salju sebelum diracik. Konon untuk menjinakkan rasa pedasnya. Konon pula kanzuri ini tahan lama, bahkan semakin bertahun-tahun usianya, semakin enak rasanya. Ia adalah makanan khas dari Propinsi Nigata. Biasanya kanzuri dinikmati dengan sake untuk menghangatkan tubuh di musim dingin.

Rasanya asin, asam, pedas dan ada aroma khas yang mungkin dari jeruk yuzu atau raginya. Dan ternyata, dimakan ala Indonesia juga enak, yaitu di makan dengan nasi panas yang masih mengepul plus tempe goreng. Dahsyattt.. Mertua sampai nggak kelihatan. Ya iyalah.. mertua ente pan di Indonesia, bang hehehe..

Ya begitulah. Sekedar informasi dari hasil berburu sambal di Jepang. Konon ada lagi sejenis sambal ala Jepang yang disebut Yuzu Shoku.. Waaahh.. ini kudu dicoba lagi nih..

Permisi ah.. Jadi laper ngomongin sambal.. 🙂


Actions

Information

3 responses

27 02 2009
kang aips

wuih…. lagi semangat nih Boz hehe, dari pada kebeleut sambal gak dapet yang pas ” nih saya kasih resep ya.
Ada cabe rawit gak [ pokonya peudeus ]. uleuk aja pake garam dan sedikit gula. tapi cabenya banyakin ya!! gampang kan. ” itu namanya sambal goang “

27 02 2009
Fairuz

saya ga suka sambel, kalo pedes merica masih mending, tapi kalo sambel sih nggak😀

27 02 2009
gimbal

Kalo saya suka tapi gak terlalu.. hanya pelengkap saja.. saya lebih suka cabai rawit atau merica – ikutan komen diatas saya.

Btw Salam Kenal bro
*senyum*
*jabat tangan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: