Bang Jack Jadi Presiden? Apa Kata Dunia?

26 02 2009

Kecewaaa!! Itu komentar saya ketika seorang kawan sesama mantan anggota dewan tingkat kampus🙂 pagi tadi meninggalkan pesan di facebook: “Rane, tuh bidan PPT mau jadi capres.” Ya, Pak Haji alias Bang Jack alias Nagabonar alias Deddy Mizwar mau mencalonkan diri jadi presiden dan reaksi spontan saya adalah kekecewaan.

Kawan itupun senang karena berharap saya akan kembali meneruskan hobi misah-misuh ngomel-ngomel di blog, apalagi kalau sudah bicara politik. Tapi setelah menenangkan diri, saya berusaha menulis dengan lebih bijak, walau tidak bisa sebijak tulisan si kawan itu tentang hal ini di blognya hahaha

Jelas komentar awal saya adalah kecewa. Saya sudah cukup kecewa dengan idola masa lalu saya, Gus Dur. Orang hebat nan bijak yang ketika jadi presiden malah mengecewakan. Boleh dong saya kecewa. Saya kan juga rakyat! Eh, sekarang rakyat yang satu ini malah kembali kecewa mendengar kabar bahwa satu lagi idolanya mencalonkan diri.

Oke, ini eranya perubahan dan demi Tuhan (ya, untuk urusan ini saya harus bawa nama Tuhan) saya sudah bersumpah untuk memilih presiden baru, bukan presiden bau. Bau masa lalu! Terserah kalau Pak Sutiyoso pernah bilang di TV bahwa tidak semua orang lama itu jelek dan harus diberi kesempatan. Masa bodo! Sudah cukup saya memberikan mereka kesempatan. Buat saya kini yang penting capres saya harus sama sekali baru, setelah itu baru kita lihat kualitasnya! Orang-orang lama itu sudah terlalu menyengat baunya sehingga mendekat pun saya tidak mau. Saya sebagai rakyat pun mulai mencari sosok baru. Mulai dari ketua partai yang bisanya cuma bermodal kutipan puisi Chairil Anwar, calon yang awalnya mau save the nation eh malah tidak bisa men ‘save’ diri sendiri dan mundur prematur sebelum bertempur, sampai ke mantan tapol jaman Suharto yang cuma bisa gigit jari karena tidak bisa maju sebagai calon independen. Semua saya teliti. Tak satupun yang mampu kembali menggetarkan hati.

Tapi kini mimpi saya jadi nyata. Sosok yang saya idolakan, mencalonkan diri. Saya tidak kenal secara pribadi dengan beliau. Tapi melihat idealisme di film-film karyanya yang menyejukkan hati bahkan mampu menggelorakan kembali jiwa nasionalisme, harusnya saya senang dan mulai segera ‘mengasah’ pulpen untuk mencontreng fotonya di kertas suara pada Juli nanti.

Tapi ini dunia politik Indonesia, Bung!  Presiden di negara ini dipilih langsung oleh rakyat dalam proses pemilu yang diakui dunia sebagai pemilu yang sangat demokratis. Tapi pada akhirnya si presiden lebih sibuk mengakomodir kepentingan partai dan pihak yang katanya sih berjasa mendukungnya. Heh?? Yang milih siapa, yang lebih dipikirin siapa? Logika saya serasa diobok-obok atau mungkin saya saja yang goblok. 

Nah, lantas bagaimana dengan idola saya yang belakangan dikenal sebagai sutradara terkenal itu? Di film dia boleh tampil dengan segala idealismenya yang nyeleneh tapi hebat. Film-filmnya menentang arus trend tapi biskop seluruh Indonesia nyaris jebol dipenuhi penonton. Sinetronnya berani memberontak dari pakem tapi berhasil membuat orang-orang tertawa sekaligus menangis sekaligus merenung di depan televisi setiap ramadhan. Ya harusnya saya senang karena kalau dia nanti jadi “sutradara” di negara ini, saya bisa berharap dia bisa menjawab kerinduan kita pada sebuah film hebat bernama “Indonesia!”

Tapi dengan sistem politik Indonesia seperti sekarang, apa bisa Bang Jack menjadi sutradara yang dominan seperti di film-filmnya, sehingga idealismenya benar-benar akan membawa perubahan di negara yang sangat amat saya cintai ini? Akankah ia bisa menentang arus kehendak partai yang nanti akan merasa.. sekali lagi merasa punya jasa mendukungnya ke kursi RI-1? Saya nyaris pesimis.. Maaf ya..  

Dalam hati terbersit imajinasi, jangan-jangan rencana deklarasi pencalonan Bang Jack hari Jumat besok di TIM sebenarnya adalah bagian dari promosi sequel film Nagabonar 3:  Nagabonar Jadi Presiden!

Toh akhirnya meski sedikit, tapi saya tetap menyisakan sebersit harapan kalau-kalau saja deklarasi pencalonan Bang Jack di TIM hari Jumat nanti terbukti bukan promosi film, dan ternyata dia serius menjadi calon presiden. Ya melihat calon yang ada sampai sekarang, Insya Allah saya akan dukung beliau. Itu juga kalau tidak ada calon lain yang menurut saya lebih bagus.

Paling tidak bolehlah saya bermimpi bahwa beliau akan benar-benar mengeluarkan segenap idealismenya untuk merubah negara ini persis seperti ketika dia menentang arus dunia film dan sinetron Indonesia dan terbukti berhasil.

Kalau memang benar beliau ingin maju dan terpilih jadi presiden, saya bermimpi dia akan berteriak di depan sidang paripurna DPR/MPR dengan gayanya yang khas: “Hai tuan-tuan partai yang terhormat! Terimakasih sudah mewakili rakyat untuk melantik aku. Tapi ingin kutegaskan disini, langsung di depan muka-muka klimis kelian itu, bahwa aku dipilih langsung oleh rakyat! Bukan oleh partai kelian-kelian semua. Jadi sekarang akulah presiden rakyat, bukan presiden partai. Paham kelian?? Bagus! Sekarang persetan dengan semua upacara-upacara ini. Mari kita mulai kerja!!”

Berani begitu, Bang? Kalau abang tak berani, bah apa kata duniaaaaa!!!

– Tokyo, 24 Februari 2009


Actions

Information

5 responses

26 02 2009
Donny Reza

Kalau saya malah seneng, lebih baik banyak pilihan daripada yang udah bau-bau itu. Bosen lihat nenek penggerutu, bosen lihat aki-aki peragu, mudah-mudahan yang ini bisa menjawab harapan, meskipun saya juga ragu si Bang Jack bisa menang. Apalagi setelah baca sebuah buku, ternyata kondisi politik kita bener-bener mengerikan…

26 02 2009
kang aips

apa kabar mas ” ternyata doyan ngomel ya ” aku sih sudah budek barangkali dengan ‘ Smart Lobbying ” yang cuma omong besar ” barangkali lebih banyak boong dan sombongnya hehe atau cuma ngibulin orang2 miskin ilmu.coba saja bayangin pada musim menjelang pemilu ini lingkungan kita jadi kotor dengan iklan mulut2 besar itu. Jadi kalou ada seorang jendral nagabonar mencalonkan diri jadi Presiden RI. kita lihat saja nanti.

26 02 2009
'ndang

kalau memang benar jadinya, saya merasa kasihan dengan beliau. tetapi kalau ternyata hanya promosi film terbarunya, saya salut dengan beliau yg sudah membuat heboh semua orang dgn berbagai komentarnya.

Tp hati kecil saya mengatakan, ini hanya promosi film saja deh….

28 02 2009
redaksi

……. KARENA JENDRAL NAGABONAR

Karena pemilu 2009 memberi sebuah mahkota, demikian juga dia akan memberimu sebuah kuasa, demi semua itu Jendral Nagabonar ( Dedi Mizwar) mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden.

……………………………..

Dalam kancah perpolitikan, menurutku… Jendral Nagabonar terlampau cepat mengutarakan jalannya. Sedang ia belum mahir benar mengendalikan kaki, sehingga mudah sekali dia sakit dan terjatuh.

Ketahuailah Jendral!!!

Diantara lipatan-lipatan jubahmu, sesungguhnya… orang terkucil menggantungkan harapannya , orang yang tercampakkan menaruh seluruh bebannya, dan wanita yang gagal dalam hidupnya mencurahkan segala keputus-asaan-nya.

…………………………….

Maafkan aku Jendral!!!

Aku tak dapat memberi dukungan kepadamu, sebelum engkau bicara padaku dan memberiku kebenaran janji kampanyemu.

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

1 03 2009
munawar am

salam kenal,
ini posting tinjauannya sangat mendalam, beda dengan posting saya tentang topik yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: