Digitalisasi Perjalanan Hidup

24 09 2008

GondrongApakah anda termasuk seorang penulis buku catatan harian seperti saya dan kesulitan mengarsipnya? Saya punya 20 lebih buku catatan harian, yang paling tua tercatat tahun 1979.

Saat tengah membenahi barang-barang lama, terpikirkan untuk memulai sebuah proyek pribadi yaitu digitalisasi semua catatan-catatan harian saya itu. Tidak semua memang. Saya hanya memilih yang penting-penting saja, kemudian saya scan terutama kalau ada gambarnya, sementara tulisannya saya salin ke software Mac Journal di laptop. Untuk mengantisipasi sekiranya laptop itu rusak, maka saya juga membackupnya dalam bentuk PDF dan menyalinnya ke CD ROM.

Ide ini sebenarnya muncul saat tengah memilah barang-barang yang harus saya buang agar tidak memenuhi lemari. Maklum saya ini manusia setengah tikus, yang suka menyimpan barang-barang jadul. Buku-buku harian ini termasuk yang saya pikir harus dibuang. Tentu saja agar catatan perjalanan hidup saya itu tidak ikut terbuang, terpikirkanlah ide ini. Tentu tidak semua sekaligus. Saya lakukan sedikit demi sedikit, dan itu sangat saya nikmati karena ibarat perjalanan menembus lorong waktu. Ini ada beberapa diantaranya yang bikin saya senyum bahkan ngakak, meski kadang manyun juga hehehe

Boleh percaya boleh tidak, sampai masuk SMA saya kemana-mana bercelana pendek. Celana panjang saat itu adalah sebuah kemewahan buat saya. Karena itu ketika ada saudara yang menjual celana jinsnya -yang katanya asli Amerika-, langsung saya sambar saja. Uang tabungan sebesar 14 ribu perak pun melayang. Itu jumlah yang sangat besar untuk masa itu. Dan itu saya abadikan di catatan harian sebagai salah satu momen penting dalam hidup: punya celana jins! hahaha

Salah satu momen penting dalam hidup saya adalah ketika akhirnya lulus SMP. Wuah bangganya. Kemana-mana saya pamer NEM (Nilai Ebtanas Murni) saya yang 45.06. Konon saat itu sudah lumayan besar. Sayang saya tidak pernah cerita berapa nilai per mata pelajarannya karena sebenarnya ada 4 dan 3. Saya tertolong sama Bahasa Inggris yang dapat 9 hehehe.. Sekolah unggulan pun terbayang di mata. Tapi kemudian orang tua memutuskan untuk menyekolahkan saya di SMA terdekat saja..

Momen penting lain dalam hidup saya adalah punya SIM-C. Beberapa hari setelah berulang tahun, orang tua saya memutuskan untuk menghadiahi saya SIM-C (SIM motor). Bangga sekali rasanya punya SIM-C walaupun konsekuensinya saya harus mau disuruh ini itu, termasuk belanja rutin ke pasar Pondok Gede yang beceknya minta ampun dengan Vespa butut keluaran tahun 76. Tidak apa-apa, yang penting gaya. Bisa pamer ke teman-teman.. hehe

Momen SMA banyak terlewati tanpa menulis catatan harian. Hanya ada satu buku saja, itupun tidak penuh. Mungkin lagi sibuk naksir sana sini, meskipun juga ditolak sana-sini hihihi.. Tapi ketika masuk kuliah, saya memulai lagi kebiasaan itu. Saat itu saya juga terbiasa menggambar di catatan harian, termasuk gambar ini ketika mengikuti Penataran P4 di kampus yang super membosankan. Saking bosannya, sampai saya sempat corat-coret di buku harian..

Masuk Universitas Indonesia (UI) adalah impian kami kala itu. Saya beruntung bisa diterima meskipun bukan di fakultas impian saya, yaitu Ilmu Komputer. Alih-alih, saya diterima di jurusan Komunikasi, FISIP yang merupakan pilihan ketiga. Sempat ‘syok’ juga. Maklum, dari SMA belajar ilmu eksakta, tiba-tiba masuk ke fakultas sosial. Hasil semester pertama pun sangat mengejutkan. Sangaaattt. mengejutkaaann!!!!😦  

Gambar-gambar ini hanya bagian kecil dari buku harian yang sudah saya scan. Saya masih mencicil buku-buku harian yang lain. Mungkin bisa jadi kenangan buat anak saya nanti, atau siapa tahu nanti saya jadi Presiden. Kan ini bisa masuk musium nasional. Eh, tapi malu juga ya, masak presiden IP nya 2.11. bahasa Indonesianya saja dapat E. Pengantar Ilmu Politik (PIP) juga E hehehehehe..

Oya, gambar paling atas adalah foto saya waktu kuliah. Seperti ini nih tampang si mahasiswa yang IP nya 2 itu hehe.. Saya temukan foto ini tertempel di salah satu buku harian masa kuliah. Gondrong dan masih kurussss.. Duh, jadi malu membandingkan dengan ukuran sekarang..

Oya, bagaimana dengan anda? Apa anda punya buku harian? Momen penting apa saja yang pernah anda catatat di buku harian anda? Ayo bagi-bagi cerita🙂

Salam
JaF


Actions

Information

12 responses

24 09 2008
.\Gojo

Aku mau nyombong ah… dulu lulus SMP NEM-nya 49,44 … hehehehehe… eh tapi jangan2 jumlah pelajarannya berbeda ya?

hihihihihi…

24 09 2008
amril

Hahahaha…Pak Rane waktu masih muda mirip Ricky Jo lho! Guanteng! Pasti jadi pemuda harapan pemudi waktu itu..

Jadi ingat juga masa muda saya dulu. Foto2 jadul saya sudah saya bukukan di blog http://www.fotojadulmasakuliah.wordpress.com

Ayo mari kita digitalisasikan kenangan2 masa jadul dulu!

Hidup Gondrong! Hidup Jadul!

Perut Maju..Pantang Mundur!😀

24 09 2008
iorme

Pak Rane di poto keren banget, bener-bener jadul banget

sayangnya saya gak suka nulis buku harian, jadi gak ada yang perlu didigitalisasi😛

24 09 2008
Fairuz Azzahra

“Ide ini sebenarnya muncul saat tengah memilah barang-barang yang harus saya buang agar tidak memenuhi lemari. Maklum saya ini manusia setengah tikus, yang suka menyimpan barang-barang jadul.”

Ternyata bukan saya saja yang suka ga tega ngebuang barang-barang lama. Entah dengan tujuan apa, ada aja alasannya supaya barang itu ga dibuang.

24 09 2008
ichsan

beneran mas, itu pic pas kuliah dulu ???? hah… kok jaauh ya ama yang sekarang hiks3…

24 09 2008
aLex wawo

kalo dulu ada film judulnya “catatan si boy”,

mungkin selain di digitalisasi, bisa di filmkan juga dengan judul catatan si JaF..hehe…

dulu saya pernah nulis catatan harian, tapi gara2 pindah san pincah sini…akhirnya catatan itu entah terdampar dimana….hanya tersisa di ingatan saja…

26 09 2008
Endang

Kaos ituuuuuuu……….udah gak ada di lemari gue…
Pengantar Ilmu Politik? Edib Muslim yak dosennya……….bagus tuh gueee……..

29 09 2008
augustmist

Halah neee..kan gue bilang lo waktu masih muda mirim si Om RS ituuuu..hehehe…
Gue masih nyimpen tuh gambar2 kartun lo yang teriak ‘Pulaaaang’ waktu kuliah Tekom…..Seharusnya gue digitalisasi juga yak, buat screen saver bagus2 tuh Ne…

30 09 2008
iLm@N

karena saya masih muda (ehm :P), jadi perjalanan hidup saya banyak yang udah terdigitalisasi secara tidak langsung lewat blog, facebook, maupun servis2 web 2.0 lainnya

26 10 2008
Dony Alfan S

Wah, saya belum pernah tuh punya buku harian, tapi akhirnya saya ngeblog juga.
Hehe, ternyata ada yang nilai PIP-nya lebih parah dari saya😀

28 10 2008
the tukang nggedeblues

si om ganteng euy, waktu masih muda …. ck ck ck ck ck

30 10 2008
Hielmy

oh… begitu toh muda-nya idang rasyidi!😀

*kabur ah…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: