Tusuk Saya?

30 08 2008

Membaca laporan detik.com tentang pernyataan Ibu Megawati Sukarnoputri  Jumat kemarin, saya hanya bisa tertawa miris.

Ceritanya, saat berada di Sumatera Selatan, mantan dan sekaligus calon presiden kita ini agaknya ingin berterimakasih kepada kader partainya yang masih mempercayai beliau untuk mencalonkan diri di Pemilu 2009. Ini kutipan kata-kata beliau seperti yang ditulis oleh detik.com:

“Terimakasih kepada mereka mendoakan dan mengelus saya menjadi calon presiden. Tapi, bukan saya meniadakan doa, yang terpenting itu kan juga menusuk (memilih) saya. Ya, berdoa dan menusuk saya.”

Bu Mega, apa kata “tusuk saya” itu tidak aneh karena bisa berkonotasi macam-macam? Buat saya sih itu aneh dan ‘mengerikan’. Ya ‘lucu’ juga sih kalau yang bicara itu Julia Perez atau Dewi Persik hahahaha.. (duh maap.. mau puasa.. holy thoughts.. holy thoughts…🙂 )

Lebih dari itu, bagi saya pernyataan ini lagi-lagi hanya membuktikan bahwa capres-capres kita -catat saya menggunakan kata ‘capres’ dalam bentuk jamak ya- perlu memperhatikan benar ucapan-ucapannya di muka umum, karena besar kemungkinan itu akan dikutip oleh media dan justru berbalik menjadi bumerang dan merugikan citra dirinya. Padahal citra adalah penting bagi seorang calon presiden, bukan? Bu Mega sendiri harusnya.. sekali lagi harusnya.. sadar itu, terutama kalau kita ingat beberapa pernyataan beliau. Masih ingat kasus pernyataan “Nabi saja bukan sarjana” yang pernah beliau sampaikan? Itu salah satunya!

Manusia memang bisa salah ucap. “Selip of de tong” kata Tukul. Justru karena itu misalnya seorang Barack Obama yang juga capres, punya orang-orang pintar di belakangnya untuk membantunya menjaga omongan dan sikap tingkah laku di depan umum. Maaf saya akhirnya tidak bisa tidak membanding-bandingkan capres kita dan capresnya orang Amerika sana. Bagaimana tidak? Saya yang bukan orang Amerika saja sampai hapal kata-katanya yang satu ini:

I’m asking you to believe. Not just my ability to bring about real change in Washington.  I’m asking you to believe in yours.

Obama memang pintar, tapi saya ragu kalau rangkaian kata-kata dahsyat itu keluar secara spontan dari mulutnya. Pasti sudah disiapkan dengan sangat rapi.

Time for a change! Bukan hanya di Amerika sana tapi juga di Indonesia sini. Saya rindu dengan (calon) pemimpin yang bisa membuat saya ‘merinding’ kagum dengan ucapan-ucapannya, bukan merinding ngeri.

Yaaaa paling tidak adalah sedikit harapan karena sudah ada capres yang sudah mencoba, walau masih sebatas mengutip kata-kata penyair legendaris kita, atau mempelesetkan gaya Bung Karno yang tengah membaca proklamasi dengan cara yang tidak kreatif walaupun pesannya bagus, atau juga menggunakan jargon keren tapi berbahasa Inggris, padahal ini kampanye presiden Indonesia hehe (tebak sendiri lah siapa-siapa yang saya maksud)

Oya Bu Mega. Ngomong-ngomong ibu lupa ya kalau di pemilu 2009 tidak ada tusuk-tusukan atau coblos-coblosan? Hayooo.. lupa yaaa.. hayooo..  hayoooo..  (Kalau lupa, lihat tautan di bawah artikel ini ya bu.. hehehehehe)

Ayolah para capresku.. Kreatif.. Kreatif..!!

Oya, maaf lahir batin, selamat berpuasa. Doa saya, semoga di bulan suci ini para capres kita diberi ilham untuk muncul dengan kampanye-kampanye yang menggerakkan hati dan juga perbuatan rakyat..

Salam,
JaF/ Rane
(yang belum memutuskan mendukung capres manapun. Belum lho, bukan tidak mau!)

~~~

Tautan terkait:


Actions

Information

8 responses

31 08 2008
amriltg

Saya sepakat soal capres mesti kreatif dalam mengolah kata serta menyajikannya secara elegan,cerdas dan bermartabat kepada publik.

Tapi soal “tusuk menusuk” dan “elus-mengelus” kayaknya no comment deh, entar bisa batal deh puasa saya..hehehe

Bissaa..aja si Daeng ini😀

1 09 2008
aNdRa

Kalo kedengeran Ryan bisa diambilin piso…apa malah linggis.. hihihi…

1 09 2008
aRuL

iyah2… capres perlu belajar memberikan komentar.
tapi kayak JK itu, ceplas-ceplos hehehe

2 09 2008
Cm4nk

Bukankah kita butuh dagelan di tengah himpitan ekonomi yg makin buruk kang??
*ngakak guling-guling*

3 09 2008
andre

oligarki politik hari ini yang bercokol di hampir semua partai politik yang ada hari ini. kepentingannya tunggal yakni mempertahan kekuasaan dan share/pembagian sekaligus persaingan kalangan sendiri untuk memperebutkan rente ekonomi dari penggadaian kekayaan alam negeri ini. Kalau pun ada pernentangan dan sikap yang seolah-olah opisisi sesungguhnya hanya permainan politik dan sirkulasi elit atau oligarki politik-ekonomi.

3 09 2008
wahyu

humor khas gaya mega.
bikin ‘ketawa..’
ha..ha..

4 09 2008
nie

huehehehehhe..
aku langsung senyum sendiri begitu baca “tusuk saya”. emang janggal. masi kurang kreatif ya klo milih kata-kata?

yakin deh klo Julia Perez yang ngomong pasti cowo2 pikirannya langsung mesum. Hihihihi… Uups, bulan puasa :p

8 09 2008
Riyogarta

Hihihihi, bener Mas … saya juga lucu mendengarnya.
Pertama karena kata tusuk itu sendiri, yang kedua karena ketidaktahuan dia dengan tata cara pemilu 2009 nanti :))

Sepakat. Kapan ya capres kita bisa berbicara dimuka umum sebagai orator yang handal yang kata-katanya bisa membangun semangat dan memberikan banyak inspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: