Pilih Popok Baru atau Bau?

21 07 2008

Politicians are a lot like diapers. They should be changed frequently, and for the same reason.”

Ini adalah kutipan salah seorang Bapak Pendiri Amerika, Benjamin Franklin. Politisi itu mirip seperti popok bayi, katanya. Harus rajin diganti karena alasan yang sama: Bau! hehe

Bisa jadi inilah alasan mengapa ketika nama itu-itu lagi yang muncul sebagai calon presiden Indonesia, tidak sedikit yang buru-buru ‘menutup hidung’ sambil geleng-geleng kepala, syukur-syukur tidak pingsan. Bukan apa-apa.. Baunya itu loh. Sudah kelewatan. Mau dicuci seperti apa juga, tetap aja bau! Mengutip judul lagunya Om Franky Sahilatua, “Aku Mau Presiden Baru”, bukan presiden bau! Bau masa lalu yang bikin bulu kuduk merinding.

Masalahnya, adakah ‘popok-popok’ baru dan segar di luar sana. Entah bagaimana saya yakin ada. Paling tidak sudah ada satu yang terang-terangan berani bilang siap! Katanya sih dia masih muda, segar dan tidak ada bau masa lalu. Katanya…

Sayang -menurut saya- caranya memperkenalkan diri ke masyarakat masih mirip dengan cara jualan ‘popok-popok’ lama itu, melalui iklan-iklan yang biaya produksinya menyakiti hati rakyat yang tengah melarat bahkan banyak yang sudah sekarat. Dilengkapi pula dengan janji-janji yang mirip dengan iklan si anu yang mengaku mewakili petani Indonesia atau juga si itu yang berulang-ulang bilang “Hidup adalah perbuatan!” sambil nyengir di layar televisi dan lembaran koran. Huh! Masih untung dia tidak (atau belum) latah beriklan yang isinya kayak si itu yang sok mengkritik kebijakan presiden berkuasa tapi lupa kalau dia juga pernah menjadi bagian dari mereka.

Ah, mungkin juga karena dia masih baru. Ibarat baru belajar naik sepeda, masih belum ketemu selahnya. Toh paling tidak dia sudah mulai menggunakan cara baru di internet. Cara yang mirip dengan Tuan Obama di Amerika sana, yang sukses berkampanye di internet, salah satunya di facebook. Diapun punya facebook. Oke deeh..

Sosok muda ini juga mengingatkan saya pada Tom Dobbs, tokoh khayalan di film ala Hollywood yang diperankan oleh Robin Williams. Dia juga pembawa acara talk show terkenal di televisi. Dicalonkan sebagai presiden Amerika dan langsung jumawa meskipun awalnya dia sempat latah meniru gaya calon-calon lain yang sudah bau. Untung dia segera sadar. Dikuasainya massa dengan pembawaannya yang lain dari yang sudah ada. Segar, kocak, nyeleneh alias berani tampil beda dan itu disukai masyarakat. Istilah kerennya, dia punya karakter, punya kepribadian. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh ‘popok-popok’ bau yang sudah waktunya diganti itu. (Para politisi harus nonton film ini. Harus!)

Jadi, selamat datang Daeng Rizal Mallarangeng di pentas Pilpres 2009. Selamat berjuang. Ditunggu pula ‘popok-popok’ baru yang lain, yang saya yakin masih ada di luar sana. Masa sih dari 2 juta lebih orang Indonesia tidak ada yang berani maju!

Kami memang mau presiden baru, tapi kami perlu banyak alternatif. Betul kan, Daeng?

Merdeka!!

Link Terkait:

Para politisi Indonesia di facebook*:

* Catatan: didapat berdasarkan penelusuran di facebook. Tidak jelas apakah account itu dibuat oleh yang bersangkutan atau orang lain.


Actions

Information

8 responses

21 07 2008
akokow

mari kita tunggu saja..

22 07 2008
amril

Sebagai sesama Daeng, saya siap mendukung!!

Ditunggu kehadiran blognya Daeng Rizal!😀

22 07 2008
antok

siip… ewako daeng..

22 07 2008
aRuL

kita liat perkembangannya aja…tapi selain kampanye bukti nyata dia juga harus ditampilkan ;D

23 07 2008
Riyogarta

Kalau tidak salah Ratna Sarumpaet juga mencalonkan diri jadi capres tuh …

23 07 2008
Riyogarta

Lha … udah ke klik😦
terusin …
Kami mau presiden baru, asal jangan yang penting baru🙂
**jadi ingat pilpres kemarin, yang penting bukan M hehehe.

29 11 2008
christmas sites for teen

kidbrotherorsister

26 02 2009
Bang Jack Jadi Presiden? Apa Kata Dunia? « JaF’s The Name

[…] urusan ini saya harus bawa nama Tuhan) saya sudah bersumpah untuk memilih presiden baru, bukan presiden bau. Bau masa lalu! Terserah kalau Pak Sutiyoso pernah bilang di TV bahwa tidak semua orang lama itu […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: