Kembalikan Bajang Kirek !

19 05 2008

Gara-gara kekalahan Tim Thomas dan Uber Indonesia saya jadi teringat pada sosok Bajang Kirek. Pernah ada yang dengar namanya? Dia ini bintang bulutangkis dunia tahun 1995, pada saat Indonesia merayakan ulang tahunnya ke 50. Tidak ada yang tahu darimana dia berasal. Saat kejuaraan bulu tangkis dunia di Arab Saudi, Bajang Kirek muncul mewakili dirinya sendiri tanpa embel-embel sponsor sepeserpun.

Meski demikian, pemain bulu tangkis berambut gondrong yang selalu di ikat dengan kain merah putih itu langsung menggebrak. Dewa-dewa bulu tangkis masa itu seperti Abdul Mahdun dari Arab Saudi, Owen Edwards dari Inggris, Sizeki Hondo dari Jepang, Patrick Hou dari Cina, Kim Jong Kim dari Korea dan Teguh Bondowoso dari Indonesia, semua di babat habis.

Bajang Kirek juga yang memperkenalkan permainan bulu tangkis kreatif yang sangat menghibur, sehingga seorang promotor dari Amerika bahkan rela membayar mahal untuk pertandingannya. Ia bisa main dengan tangan kiri atau kanan, main dengan dua raket bahkan satu raket pendek dan satu panjang. Otot pergelangan tangannya luar biasa lentur dan ini membuat lawannya selalu takut bermain net karena kedutannya yang hebat.

Bajang Kirek juga dikenal nyentrik. Melawan Hondo dari Jepang dia memegang raketnya dengan dua tangan bak seorang samurai yang membuat si Jepun itu keder. Ia juga menolak menggunakan segala bentuk atribut dan peralatan buatan Jepang dan lebih memilih yang tidak bermerek. Ketika melawan Owen dari Inggris, dengan sengaja ia beberapa kali membuang shuttlecock ke arah panggung di mana Raja Inggris, Charles dan anaknya Pangeran William sedang menonton. Saat istirahat pergantian set, ia malah push up di tengah lapangan. Kaosnya juga selalu bertuliskan INDONESEAN, karena menurutnya Indonesia adalah sebuah negara besar sehingga ASEAN pun pantas disebut Indonesean.

Singkat kata Bajang Kirek membuat bulutangkis menjadi sebuah pertandingan yang menarik bagi dunia. Saking menariknya, sampai ia bersedia dibayar mahal untuk sebuah pertandingan melawan B-2025 yang tidak lain adalah robot super canggih yang telah diprogram untuk menguasai segala jenis teknik permainan kelas dunia, termasuk juga teknik seorang Rudy Hartono atau King Smash ala Liem Swie King.

Dunia khayal, nih!

Mungkin banyak yang akan bilang begitu dan itu tidak salah. Bajang Kirek memang cuma tokoh khayalan dalam novel Opera Bulutangkis 1995 terbitan tahun 1985. Pengarangnya bernama Titi Nginung yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mas Arswendo Atmowiloto.

Nah, ketika tim bulu tangkis Indonesia kalah di kandang sendiri baru-baru ini, banyak yang mungkin seperti saya: sedih dan kecewa dan berharap era Bajang Kirek itu akan kembali lagi. Sebuah era yang walau tidak mirip benar dengan apa yang ditulis Mas Wendo di cerita itu, tapi tetap saja ia adalah era keemasan bulu tangkis Indonesia. Sebuah era yang walau mungkin saat itu honornya tidak besar, tapi nasionalisme dan semangat juang pemainnya tetap tinggi. Sebuah era yang walau mungkin fasilitas tidak memadai, tapi mereka tetap keras berlatih, bahkan tidak jarang ada pemain yang menggunakan waktu pribadinya untuk terus berlatih dan mengembangkan teknik permainan mereka. Era itulah yang melahirkan seorang Rudy, Tjuntun, Christian Hadinata, Liem Swie King, Hastomo Arbi, Icuk Sugiarto, Joko Suprianto dan masih banyak lagi.

Karena itulah sebagai penggemar bulu tangkis, saya hanya bisa berharap agar Bajang Kirek bisa kembali lagi!

Oya, sebagai penggemar Mas Wendo, saya juga berharap Bajang Kirek bisa juga kembali lagi, diterbitkan lagi, karena di novel itu saya merasa masih menemukan kebanggaan itu, walau cuma di dunia khayal !

🙂

_______________

NB: Terimakasih buat Bajang Kirek palsu yang telah bersedia meminjamkan kembali novel ini, walaupun sembilan halaman pertamanya sudah hilang, dan novel itu baunya sudah tidak karuan hahaha..


Actions

Information

13 responses

19 05 2008
ManusiaSuper

saya kira beneran ada pak… *kecewa*

Saya taunya komik tahun begituan yang tokohnya gareng petruk saja..:mrgreen:

Aahhh, masa kalah lagi seh itu tim thomas dan uber? Sengaja ya? Biar ga dipake sebagai alat kampanye bos PBSI??

20 05 2008
yusdi

iya ya,,kukirain beneran ada…
tp kayaknya bagus tuh,, boleh pinjem ga pak?:mrgreen:

atau operanya dipentaskan, pasti keren

20 05 2008
Iman Brotoseno

saya ingat novel arswendo itu tahun 80an…( dengan nama samaran Titi Nginung )

20 05 2008
Yoyo

yang paling saya ingat dan tahu mengenai Mas Wendo adalah ketika melaksanakan jejak pendapat mengenai orang yang paling dikagumi pembaca Tabloid Monitor dan menempatkan Nabi Muhammad pada posisi ke-11, jauh di bawah Presiden Soeharto yang menempati peringkat pertama atau Iwan Fals yang menempati posisi ke-4. Saya nggak respect apalagi kagum sama beliau !

21 05 2008
torasham

yah….kira’in betulan…..

@yoyo
Karakter seseorang hanya bisa di telusuri dari apa yang dilakukannya dan apa peninggalannya…..
tidak perlu pusing masalah jajak pendapat.

22 05 2008
Donny Reza

Wah, baru denger … kalau ada novelnya, pengen beli juga😀

27 05 2008
paman tyo

Set dah! Bisa punya buku ini! Hebat! Saya dulu cuma ngikutin cerber. Jenderal Ambyar, Ciseeng Super, Klaten, ah, ah, masih ingat saya.

29 05 2008
Hedwig™

Cerita ini saya dengar waktu masih SD.. terima kasih telah mengingatkannya kembali🙂

31 05 2008
Poetoe

Wah, saya belum pernah baca. Klo mau nyari cerita2 kyk gitu dimana ya

4 06 2008
wahyu

Anjrit..!!

Saya pikir beneran. Pantesan koq gak pernah denger nama kayak gitu. Sampe di tengah2 baca nyari ‘bajang kirek’ di om google..

Cappek deeh….

16 10 2008
will

iya.. di kirain beneran. haha

wah tahun-tahun segitu sih kayanya saya belum lahir deh.
pengen baca ceritanya.. kayaknya bagus tuh..
ada ga ya cerita2 atau novel2 lain yang sejenis kayak gitu? maksudnya yang certinya tentang bulutangkis?

14 07 2009
pasarireng

scan dan diupload dong supaya kita2, baik yg pernah baca ataupuin belum, bisa ikut menikmati.. dan saran saya di-upload-nya ke http://www.indowebster.com aja, karena enak sekali DL dari situ pake IDM,.. bisa resume dlsb..hehe..terima kasih sebelumnya..

O ya waktu jaman ini kl tdk salah juga ada semacam kisah novel yg hampir serupa, tapi ttg sepakbola..apa ya judul/pengarang/tokohnya?..saya lupa…

17 05 2010
zuhdi darma

kalau nggak salah pernah dibuat sebagai cerita bersambung dikoran, saya lupa korannya, soalnya udah lama sekali…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: