Orde Capek Deh!

19 04 2008

Selamat datang di era ORCA. Dalam opininya di Kompas, A’a Effendi Ghazali menyebut ORCA sebagai Orde Capek Antri yang dicirikan dengan antrian panjang dimana-mana mulai dari beli minyak tanah, minyak goreng, gas, beras, pekerjaan, semuanya antri! Saya sih lebih suka menyebutnya Orde Capek Deh! 

Entah siapa yang memulai, tapi ungkapan capek deh biasanya diikuti dengan gaya menempelkan punggung tangan yang terbuka di jidat, mirip gaya orang yang menghapus peluh di dahi. Biar lebih pas lagi diikuti dengan ekspresi wajah yang merupakan gabungan antara bosan, penat dan kesal. Silahkan coba sendiri!🙂

Capek deh bukan sekedar ekspresi kepenatan biasa. Ia adalah ekspresi kepenatan yang sudah nyaris kronis atau istilahnya sudah sampai di ubun-ubun capeknya. Nah, ketika seseorang sudah sampai pada tingkat ini, meskipun ada yang tidak ambil perduli, tapi tidak sedikit yang lantas melawan. Capek gitu loh. Masa diam saja.

Tapi melawan, hei kawan-kawan,  bukan hanya berarti memberontak apalagi bersikap anarki. Ketika kita sudah sampai di tahap capek deh, tidak sedikit yang kemudian melawan dengan tidak lagi memperdulikan saja si penyebab capek deh itu dan berusaha bangkit sendiri untuk memperbaiki keadaan.

Contoh..

Siapa yang tidak sebal melihat sosok yang mengaku wakil rakyat tapi ketimbang mengurusi rakyat malah sibuk mengurusi kehormatannya sendiri gara-gara merasa dipeloroti oleh sebuah lagu dari Slank. Rakyatpun  bangkit mendukung pihak yang mereka anggap benar, mulai slankers di seluruh Indonesia bahkan luar, sampai ke ribuan pengacara yang siap pasang badan. 

Kenapa bisa begitu? Capek deh lihat ulah si wakil kita itu.. Baru wakil saja sudah begitu🙂

Siapa pula yang tidak penat melihat nyawa manusia bergelimpangan gara-gara kelaparan dan yang seharusnya bertanggung jawab hanya bisa bertindak dengan menyebar kata-kata “Ini bukan kelaparan, ini gizi buruk!”.  Akhirnya tidak sedikit anggota masyarakat yang kemudian mengambil tindakan dengan cara menggerakkan sesama untuk saling bantu dengan berbagai macam cara dan kemampuan yang mereka miliki. 

Kenapa mereka melakukannya? Capek deh mendengar omongan yang lebih banyak dari tindakan.

Terakhir, dan ini pastinya menarik. Akhir-akhir ini bermunculanlah kembali muka-muka lama yang mencalonkan diri sebagai pemimpin, entah di tingkat nasional maupun tingkat pilkada. Dengan kapasitas dan kemampuan yang terbukti telah membawa masyarakat sampai ke situasi seperti yang kita alami sekarang ini, kok ya mereka bisa dengan yakinnya mencalonkan diri kembali di berbagai posisi bahkan untuk posisi yang lebih rendah dari posisi yang pernah mereka pegang dulu sekalipun?

Nah, hebatnya, rakyat rupa-rupanya tidak lagi mau tinggal diam. Dimana-mana muncul tuntutan agar wajah-wajah baru lah yang harus mencalonkan diri sebagai pemimpin. Bahkan lebih dari sekedar menuntut, di beberapa pilkada, rakyat sudah bertindak langsung dengan tidak lagi memperdulikan muka-muka lama itu. Mau jendral kek, mau mantan preman kek, mau pengusaha kaya kek, mau mantan gubernur kek, masa bodoh! Sosok baru lah yang kemudian mereka angkat ramai-ramai ke tampuk kekuasaan.  

Yang terjadi di Propinsi Jawa Barat dan juga sebelumnya di Kabupaten Tangerang menurut saya bukan kemenangan selebriti. Yang terjadi di Propinsi Sumatera Utara juga bukan kemenangan PKS. Itu adalah kemenangan rakyat! Kebetulan saja alternatif muka baru itu ada di PKS dan selebriti.

Kenapa rakyat jadi begitu? Karena mereka.. -mari kita jawab bersama.. satu.. dua.. tiga..!

CAPEK DEEEEEHHHH!!!!

🙂

 

– JaF
Pengamat (bukan pakar) ORCA


Actions

Information

19 responses

22 04 2008
rama

kayaknya kalo dijelaskan secara lisan susah bgt ya.. maybe chinta lauwra can help us :p

22 04 2008
yusdi

wah ikutan deh pak….

50+50=cepek deeehhhhh…!!!

22 04 2008
orangutanz

Wakakakaka… nice logo!

22 04 2008
IndraPr

Hehehe.. akibat ditempatkan di Jakarta/Indonesia, makanya keluar deh postingan ini…🙂🙂 Karena bisa lebih dekat dengan fakta di lapangan…🙂🙂

24 04 2008
antown

hehehe.. koyok gambare logo PDIP yoh

24 04 2008
toim

postingan ini jg ngingetin aq ke seorang penulis di koran kompas yg bilang klo calon2 di pilkada itu banyak yg 4L (Lu Lagi, Lu Lagi)🙂

24 04 2008
WaM MacLeod

hahaha… kalo orde capek deh, om JaF yg jadi presiden-nya.. hohohoho..

25 04 2008
Donny Reza

Duh, baca tulisan ini … capek deh *kaboooorrr* btw, om, kok jadi nggak pernah bales komen lagi? ;;) capek deh….😛

25 04 2008
Bajangkirek

Kalo Om JaF jd presiden Orde Capek Deh, saya mau daftar jadi MESUM (Menteri Urusan Umum), hehe..

25 04 2008
Donny Reza

Bhahaha, maksud saya … kenapa sekarang nggak pernah jawab komen-komen yang masuk ke blog ini lagi? gitu….😉

27 04 2008
aRuL

betul2 Capek Dee….😀

29 04 2008
-tikabanget-

mungkin usaha paling manjur dan mujarab sekarang ini adalah griya shiatsu, panti pijat, dan refleksi.
lha semua semua sekarang rasanya bikin capek..
wekekekk…

30 04 2008
mbah joyo

Om JaF jadi mentrinya aja…capek deh

3 05 2008
Aa Nata

Hehehe tragis ya kang, perasaan jaman saya kecil (akhir 70an – awal 80an) doang liat antrian (malah cenderung udah ga pernah liat), tapi kok ya di umur baya gini kejadian gitu mbalik lagi😦 dooohhhh….

3 05 2008
Aa Nata

-tikabanget- (12:57:55) :
mungkin usaha paling manjur dan mujarab sekarang ini adalah griya shiatsu, panti pijat, dan refleksi.
lha semua semua sekarang rasanya bikin capek..
wekekekk…

=> Wakakaka… bener tik, pinter situ menangkap peluang😀 berkedok batere? *ngacirrrr

7 05 2008
bangsari

jadi warga negara indonesia juga cape deh… ndak maju maju, barang barang naik, susah cari kerja, susah hidup tentram. cape deh…😛

16 05 2008
domba garut!

Kayaknya perlu dekrit presiden macam tahun 1959 dulu..😀
Change is good.. kata si Obama benar juga: Change we believe in…

sisanya —> Cabe deh…! , Eh, maksudnya: Cape deh!

16 05 2008
Silly

Kalo saya lagi ada disitu dia ngomong cape dehhh… saya pasti bilang,

“CAPEK???… Pulang gihh… tidur sono, kalo gak ke panti pijat, katanya capek”

biar yang muda2 dan energinya masih banyak, gak gampang capek, dan hatinya masih bersih yang menggantikan tempat anda.

HAyo, pulang sana… hush… hush… hushh…😀

14 05 2009
NadiNe

makin ga jelas deh nasib kita2 ini ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: