Bersama KAMI Bisa!

15 03 2008

bisa.jpgPemerintah baru-baru ini mengeluarkan peraturan yang intinya membuka peluang bagi pembukaan hutan lindung, diantaranya untuk kegiatan pertambangan, dengan biaya sewa sekitar 300 perak per meter persegi per tahun. 300 perak! Apa artinya? Konon ini artinya sama dengan melicinkan jalan bagi musnahnya 900 ribu hektar hutan lindung di seluruh Indonesia. Anda bisa baca informasi selengkapnya di sini, karena kali ini saya ingin lebih fokus pada reaksi berbagai kalangan masyarakat terhadap peraturan ini.

Semuanya diawali oleh LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, WALHI, yang kemudian menggelar kampanye yang unik. Idenya sederhana saja: Kalau memang pemerintah butuh tambahan uang dari hasil penyewaan hutan itu, maka ketimbang jatuh ke tangan pertambangan yang berpotensi merusak hutan lindung, LSM itu lantas mengajak rakyat untuk mengumpulkan dana guna ikut menyewa hutan-hutan tersebut agar dapat terus dilestarikan. Hasilnya? Luar biasa. Dalam waktu singkat mereka kabarnya berhasil mengumpulkan uang sekitar 1,4 milyar rupiah lebih untuk menyewa lebih dari 15 ribu hektar hutan.

Apa artinya? Buat saya itu berarti: Bersama Kita Bisa!

Ya, bersama kita bisa! Di tengah keprihatinan tentang berbagai isu yang terjadi mulai dari global warming yang kini mulai terlihat secara langsung dampaknya pada hidup sehari-hari, ibu dan anak yang mati karena lapar, harga-harga yang membumbung tinggi dan hidup yang makin menghimpit, ternyata kita.. ya saya, anda, panjenengan, kitorang, kita semua bersama bisa berbuat sesuatu yang kongkrit.. kongkrit.. kongkrit.. dalam waktu cepat tanpa harus sidang-sidangan, rapat-rapatan, politik-politikan atau malah demo-demoan dan gerebek-gerebekan yang tak jarang malah menghamburkan uang dan merugikan rakyat kecil.

WALHI bukan yang pertama! Banyak yang lain yang berani dan bisa berbuat sesuatu buat sekitarnya tanpa harus banyak cingcong. Ambil contoh apa yang dilakukan para penghuni alam cyber berikut ini:

bloggers4bangsari05.gifMelihat kenyataan bahwa tidak semua anak beruntung bisa sekolah dengan nyaman, beberapa waktu lalu sekelompok blogger bergerak bersama mengumpulkan uang untuk membeli kambing-kambing yang kemudian di ‘pinjamkan’ kepada sejumlah anak sekolah di sebuah desa di Cilacap guna membantu biaya sekolah mereka.

bebersih1.jpgAda lagi contoh kongkrit dimana sejumlah blogger lain tergerak untuk melakukan aksi bersih-bersih di kota mereka yang dulu sempat terkenal sebagai kota sampah.

picture-3.pngSementara itu ketika banyak yang menyambut Valentine’s Day dengan hura-hura, sekumpulan blogger nun jauh di Makassar sana memutuskan berbagi kasih dengan cara berbagi buku buat mereka yang memerlukan.

travel_warning_red.gifDan sebelum pemerintah mencanangkan Visit Indonesia Year 2008 yang menghabiskan biaya promosi yang saya yakin milyaran, sepasang blogger sudah lebih dulu menghabiskan biaya dan waktu untuk mempromosikan gerakan Indonesia Bertindak yang lebih dikenal dengan stiker “Travel Warning: Indonesia Dangerously Beautiful” nya yang sudah sampai kemana-mana mulai dari pelosok negeri sampai ke mancanegara.

picture-5.pngYang terbaru (paling tidak yang saya baru tahu), ada sekelompok blogger lain yang agaknya teramat trenyuh dengan tumbangnya banyak nyawa anak negeri ini karena lapar (atau bahasa pejabatnya: gizi buruk), kemudian mereka mencoba menggalang pencarian dana lewat kampanye “Tahun Antikelaparan dan Gizi Buruk 2008“.

Ah, terlalu banyak contoh, terlalu sedikit ruang untuk cerita disini, tapi sangat amat banyak cara dan kesempatan untuk melakukan sesuatu bersama.

Ya, bersama kita bisa!

Oh maaf, saya tidak sedang kampanye! Meskipun di tahun 2004 lalu saya adalah salah satu dari 69.266.350 orang yang memilih pasangan yang mengusung slogan “Bersama Kita Bisa” untuk jadi pemimpin negeri ini, tapi hampir empat tahun kemudian saya melihat bahwa ‘si kita‘ itu tidak bisa berbuat banyak walaupun data-data statistik yang tidak saya pahami maknanya konon menunjukkan banyak perubahan.

Ataukah mungkin slogan itu sudah harus diganti menjadi: Bersama KAMI Bisa ?


Actions

Information

20 responses

16 03 2008
rumahkayubekas

Yup…Yuk lakukan sesuatu demi kita- kita semua juga.
Sekecil apapun, mulai dari kita dan sekarang juga,

16 03 2008
quelopi

wah kirain salah satu acara nih di RSI, ternyata cuap-ciap pak JaF.

17 03 2008
endangpurwani

kalo KAMI….kan ada yg gak ikut, pak……ya tetap KITA dong…..biar yg gak bisa atau belum bisa lalu ikutan bisa juga…..

17 03 2008
tikabanget™

bersama kita bisa.. ^^
indah, om.. ^^

17 03 2008
Hedwig™

kata presidennya, kita harus membabat hutan agar bisa seperti negara-negara maju.

17 03 2008
bangsari

ya begitulah bung JAF! karena pemerintah tak bisa diharapkan selama bertahun tahun, kita harus bergerak sendiri. ya, harus bergerak tanpa mereka.

17 03 2008
gadisbintang

mari,
cepat bergerak!🙂

18 03 2008
aNdRa

OOT: Dulu aku pernah punya dosen di S1, kalo ngajar menggunakan kata ganti ‘Kami’ untuk menyebut dirinya sendiri dan/atau suatu materi kuliah. Mahasiswanya pada ketakutan, grogi duluan. Habisnya dia braninya bawa bala bantuan. Lha mahasiswa kan sendiri2…😀

18 03 2008
huseinisme

komunitas internet punya kekuatan tersendiri untuk ‘menggerakan tenaga rakyat’. Ayo sama2 kita bergerak dan sama2 kita yakin kalau kita BISA!

18 03 2008
nonadita

*tetap memilih kata ganti “kita”*

Kenapa? Supaya pihak lain merasa dilibatkan dan memberi efek psikologis: partisipatif.

18 03 2008
Okta Sihotang

bersama kita bisa, udah kayak seuntai lirik lagu (opo toh iki🙂 ) memang dah saatnya pak para blogger bercuap2 ttg masalah ini, kali aja ada manfaatnya , acem ga??

19 03 2008
Catatan ATG » BINAR MATA BOCAH KECIL YANG MENGGIGIL

[…] – Bersama Kami Bisa! […]

19 03 2008
21 03 2008
iin

wih…semangatnya terasa ketika membaca postingan ini. wih mau dong stiker Dangerously Beautiful….

21 03 2008
Donny Reza

Saya kok malah mikirnya ke Zakat ya?😀 Potensi zakat Indonesia itu -kalau pada sadar dan mau bayar- sebetulnya luar biasa sekali.

Apalagi ya? Banyak deh sebetulnya yang ‘bisa’ kami eh kita perbuat😀

24 03 2008
Kelaparan… apakah kita peduli « Sillystupidlife’s Weblog

[…] Bersama Kami Bisa […]

24 03 2008
Thamrin

Kadang bisa juga kita bersama miskin… 🙂

25 03 2008
arham

kami… berasa ada backingan heheheh😉

8 04 2008
24 05 2008
gempur

meski belum kehabisan momentum, tahun ini masih tetap menjadi tahun anti kelaparan dan gizi buruk, “kami” terbukti gagal memakmurkan rakyat, menyelematkan mereka dari kelaparan dan gizi buruk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: