Dan Putri Pun Ikut Berpuisi Dengan ‘Nyelaw’

9 09 2007

putri.jpgPuisi itu apa sih, bun?” tanya tuan putri kecil saya pada Bundanya suatu hari belum lama berselang. Sebuah pertanyaan yang rupanya membuka wawasannya kepada dunia puisi. Sang Bunda pun menyambut dengan senang hati. Maklum istri saya suka sekali berpuisi. Sebuah buku puisi pun dibelikan untuknya dan salah satunya dibacakan kepada saya melalui telepon dengan penuh perasaan. Tapi minatnya pada puisi tidak berhenti di situ. Di kesempatan lain ia pun memamerkan puisi yang dikarangnya sendiri berjudul “Bintangku” yang dibacakannya melalui telepon kepada ayahnya di seberang lautan sini😦

Bintangku

Bintang yang cerah
Tolong temani aku tidur
dan dimana saja
terus bisa menyinari
di malam hari

Wah wah.. Mau jadi penyair nih, Put? Saya jadi ingat beberapa waktu lalu saat masih tinggal di Singapura, istri saya pernah bertanya: “Emang sayang Putri ke bunda seberapa luas?“. Dengan wajah serius, spontan dia menjawab..

“Bunda, cintaku padamu luasnya mulai dari ujung jendela dapur, sampai ke rumah kita di Bekasi..”

Heh? Kenapa harus jendela? Kenapa bukan dari Singapur ke Bekasi ? Entahlah. Penyair kata-katanya memang sering susah dipahami hahaha.. Yang jelas ia punya satu diary yang penuh dengan coret-coretan termasuk puisi-puisinya atau kata-kata lain yang ia dapat entah dari mana. Rupanya jalinan kata-kata indah sangat menarik perhatiannya, termasuk ketika sang Bunda kepincut berat dengan lagu “Sebelum Cahaya” nya Letto yang liriknya memang luar biasa. Ada satu kalimat di lirik lagu itu yang menarik minatnya..

Ingatlah engkau kepada,
Angin yang berhembus mesra
Yang Kan membelaimu Cinta

(lirik lengkap ada di blog mereka)

Angin yang berhembus mesra itu apa sih, dek?” tanya saya.

Begini,” di ujung telepon sana ia memulai penjelasannya, “angin kan ada yang kenceng tuh. Nah angin yang berhembus mesra itu artinya anginnya nyelauw gitu niupnya hi hi hi..

Nyelauw?? Hallah! Ternyata, bukan kata indah dan puitis saja yang menempel di kepalanya. Bahasa prokem juga ikut merasuk hahahaha

Put.. Put.. ada-ada aja..

~~~~~
* Catatan: Yang mau dengar Putri berpuisi, rekamannya sudah saya upload di multiply saya, termasuk dialog ‘nyelaw’ di atas hehe. Ada juga satu puisi lama karya istri saya yang saya aransemen menjadi karya musikalisasi puisi. Ciee.. Ceritanya mau ikut-ikutan Mbak yang ini hahaha..


Actions

Information

8 responses

9 09 2007
aRuL

hebat yah… pasti orang tuanya hebat juga…🙂

10 09 2007
jeng Endang

nah looo….bentar lagi bapaknya mbikinin blog deh tuh biar anaknya punya ruang khusus nerbitin puisi….

btw, gue tambah kurus? diliat dari sedotan? hahahah, efek baju kaliii…biasa aja rasanya…apalagi angkat berat gini..wiiih…

10 09 2007
Anang

nyoba ndenger ah

10 09 2007
Riyogarta

Setuju dengan jeng Endang, buatin blog🙂

11 09 2007
Hedi

Jadi kalo nanti Indonesia punya pujangga baru bernama Putri, saya ga kaget😀

15 09 2007
satriabatubara

Aih.. putri semakin oke aja tuh. Mas jadi ceritanya ngejomblo lagi di singapura ya… Kasian kali aku….

21 09 2007
CL

Canggih banget Putri
gimana tuh caranya ngajarin anak biar bisa corat-coret?
gue ngajarin anak nulis huruf a-b-c aja susehnya minta ampun hahaha

emang faktor gen do matters kali ya wakakakakkak

15 10 2007
Fairy

Apa tu nyelauw?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: