Hollywoodnya Asia Tenggara ?

29 06 2007

ceceps.jpgIndonesia tu dah macam Hollywoodnya Asia Tenggara, lah!” kata seorang warga Melayu Singapura yang taksinya saya tumpangi beberapa waktu silam dalam perjalanan ke kantor. Suara Ian Kasela dan kawan-kawan Radja nya mengalun keras dari cd player di dashboardnya, sementara di bawahnya bertumpuk CD-CD lagu Indonesia terbaru. Ketika tahu saya orang Indonesia, berceritalah dia tentang kesukaannya pada budaya populer Indonesia lengkap dengan logat ala Jakarte’ yang bikin saya menahan geli karena caranya menyelipkan “deh”, “dong”, “bangad (maksudnya banget)”, “gue” dan kata ‘gaul’ lain di sela-sela kalimatnya.

Kamu lihat dong gue punya CD!” katanya bersemangat. “Ni gue beli di Batam deh! Pokoknyah gue suka bangad sama artis-artis Indon, gitu dong..” Dia juga cerita betapa setiap Senin malam dia dan istrinya tak pernah melewatkan sinetron yang diputar ulang di stasiun televisi berbahasa melayu di Singapura, Suria. Hampir setiap malam pula ia menonton beragam sinetron di RCTI dan SCTV yang bisa ditangkap dengan jelas disini. “Artis-artis sinetron tu.. phuihhh.. Jambu punya, beb..” katanya sambil mengacungkan jempol ke saya melalui kaca spion. Penat rupanya dia berlogat Jakarte karena malah saya ladeni dengan logat Melayu. (Oya, “Jambu” itu istilah gaul anak-anak disini yang kurang lebih sama artinya dengan molek, sexy, cantik atau bahenol kata orang Betawi)

Si Abang Teksi ini bukan satu-satunya orang Melayu di Singapura yang menggemari budaya Indonesia. Beberapa kali saya mendengar anak-anak nongkrong di bawah blok rumah sedang asik gitaran membawakan lagu Raja, Peter Pan, Dewa, Ungu dan teman-temannya. Mereka bahkan sudah berhenti memanggil saya dengan panggilan Pak Cik begitu tahu saya orang Indonesia hehe. Lagu Indonesia juga sudah tidak asing di radio-radio Melayu disini seperti halnya sinetron Indonesia yang diputar di televisi berbahasa Melayu. Sinetron Hikmah yang dibintangi Tante Tamara Blezinsky adalah salah satunya yang tengah hits. Sebelumnya, banyak orang Singapura yang tergila-gila pada sinetron Dia. Bahkan ketika Ari Wibowo datang ke Singapura, 30 ribu orang hadir dalam sebuah acara jumpa fans di Plaza Singapura. Edun!

Situasi serupa juga terjadi di Malaysia. Farah Mahdzan, seorang blogger asal Malaysia bahkan bercerita di situs webnya bagaimana ia bisa mendapatkan proyek untuk mengerjakan subtitle Bahasa Melayu untuk sinetron Indonesia yang akan ditayangkan bagi pelanggan Astro di Malaysia. Malaysia memang dikenal ketat dalam aturan kebahasaan dan konsekuensinya, semua acara yang tidak menggunakan Bahasa Melayu harus dibuatkan subtitle agar masyarakat bisa memahaminya. Kapasitas Farah sendiri rasanya juga tak diragukan. Sejak umur 15 tahun, budak Petaling Jaya ini🙂 tertarik pada segala hal berbau Indonesia yang dituangkannya dalam situs web myindo.com. Salut!

Salut juga karena makin banyaklah sinetron Indonesia masuk ke negeri jiran kita itu. Namun sebagai orang Indonesia haruskah kita berbangga atau sebaliknya?

Ya siapa sih yang tidak bangga dengan keberhasilan putra Indonesia di luar negaranya? Tapi ketika bicara sinetron Indonesia yang kini juga mulai digemari di luar negara, saya tak tahu harus berkata apa karena ini menyangkut selera. Sejauh ini yang saya amati, sinetron Indonesia yang beredar di luar negeri adalah yang model itu-itu saja. Yang saya maksud disini adalah jenis sinetron yang menjual absurditas, kemewahan berlebihan, kekasaran berbahasa dan bersikap terhadap sesama, bahkan sampai yang mengkomersialkan Tuhan dan Setan dengan cara yang menggelikan (untuk tidak menyebutnya menggelisahkan). Oya, tahukah anda bahwa ‘sinetron kuburan’ atau istilahnya Chaidir disebut setantron ala Indonesia itu kini diperjual belikan dalam cakram VCD dan konon kabarnya cukup laku keras di kalangan masyarakat Melayu di Singapura.

Nah, haruskah kita bangga dengan itu?

Tidak! Saya tidak bangga!!

Bagaimana dengan anda?

Lebih jauh lagi, banggakah anda ketika ada yang mengatakan Indonesia itu bak Hollywoodnya Asia Tenggara?

Saya tidak! Kenapa pula harus dibandingkan dengan Hollywood?

Bagaimana dengan anda?

~~~~

* foto ilustrasi saya ‘pinjam’ dari blognya Farah Mahdzan.


Actions

Information

39 responses

29 06 2007
IndraPr

Memang dua sisi:
– dari dulu memang tidak suka dengan sinetron-sinetron Indonesia, walaupun suka dengan lagu-lagu Indonesia sekarang; walaupun demikian,
– tetap ikut senang dengan laku-nya sinetron-sinetron dan lagu-lagu Indonesia di Asia Tenggara.

JaF: Asal jangan sinetron yang serem2 aja pak.. Kesian tetangga kita hahaha

29 06 2007
Anang

baguslah…

JaF: bagus apanya Nang?🙂

29 06 2007
Hedi

Lagi-lagi populer karena sebuah produk yang justru dari segi estetika suatu karya seni sangat rendah. Sudah pasti enggak bangga bangad, deh😀

JaF: selamat datang di dunia komersial. Kadang mikir, apa kita juga yang bikin mereka memproduksi sinetron begituan ya?🙂 Jangan-jangan itu cermin kita semua? Hallah.. nggak bangad dah!!🙂

29 06 2007
arul

tapi sama ajah.. sinetron2 indonesiakan plagiat….
blum pantas dijadikan Hollywood deh..🙂
JaF: Hollywoodnya aja sekarang nggak mutu kok hehe

29 06 2007
Hany

Hehehehhe… semalem dan bakal diteruskan seharian ini, di blok sebelah riuh ramai karaokean dalam rangka hajatan. Lagunya semuaaaaa Indonesia punya. Dari Radja, Dian Piscesa, sampai lagu jadul a la Rachmat Kartolo.

JaF: Hajatan? Masih untung mbak’e. Tetangga bawah rumahku malah tiap weekend bikin karaokean lagu-lagu Indonesia. Lantai rumah sampe bergetar saking kencengnya. Udah dilaporan polisi sama tetangga sebelahnya, tetap aja nggak kapok gitu loh..

30 06 2007
Fairy

Jaf, seharusnya industri perfileman Indonesia dibilang <B>B</B>ollywoodnya Asia Tenggara bukan Hollywood. Setahu saya banyak sinetron Indonesia diarah director India! Contoh besar, Wah Cantiknya 2 itu.🙂

JaF: Yup.. betul sekali. The Punjabi’s is practically rulling the sinetron world.. Tapi mereka bukan India dalam arti kebangsaan ya. Lucunya, director India, sinetronnya kebanyakan adaptasi film Jepang dan Korea.. Ape jer… haha

1 07 2007
Fairy

Btw I’m no longer a budak lah. A nice smart young lady would have been a more welcoming modifier for me.🙂

JaF: Alamak.. Maaf eh.. Saye lupa lah kalau Cik Fairy nih dah besar and smart sekarang hahaha.. Guess no fried oreo’s and teh botol for me then hahahaha

1 07 2007
Riyogarta

Bangga gak ya?
Bangga karena produk dalam negeri ternyata disukai di luar negeri
Tetapi bingung … karena apa yang diceritakan dalam sinetron lebih banyak tidak menggambarkan masyarakat Indonesia secara umum.
Mmm, bangga sih jika seandainya sinetron itu seperti sinetron Si Doel🙂

JaF: Si Doel kalau ndak salah udah pernah tayang di Malaysia deh.. Kalau soal karena tidak menggambarkan masyarakat Indonesia, saya jadi curiga lho.. jangan2 sinetron itu emang gambaran kita ya.. Buktinya kok masih laku

1 07 2007
MaIDeN

Orang indonesia itu penggemar semua sinteron dan setantron yang dijual sama tipi-tipi swasta. Situ aja yang nggak😛 …. termasuk saya😀 hehehe …
Buktinya ?
Halah… masak musti dicari buktinya.
Buktinya sampai sekarang sinetron dan setantron tsb masih bisa berkibar dengan aman🙂
… betulllll ?????

JaF: Tuh kan kecurigaan MaIDeN juga begitu. Jangan-jangan emang digemari yak hehehe

1 07 2007
nico

hehe..apalagi kalo nonton indosiar(maaf🙂 sinetron banyak ngayalnya n ga mutu..untung TV tuner rusak, jadi nonton tv sesekali aja…

JaF: heh? bukannya ada yang lebih banyak sinetronnya dibanding RCTI ama SCTV? oh no… :0

2 07 2007
riyogarta

<blockquote>Jaf tulis:
Kalau soal karena tidak menggambarkan masyarakat Indonesia, saya jadi curiga lho.. jangan2 sinetron itu emang gambaran kita ya.. Buktinya kok masih laku</blockquote>
Yang tepat bukan gambaran kita, tetapi angan-angan kebanyakan orang Indonesia hehehe.
Kalau kita melihat kartun Jepang, tokoh2-nya memiliki bola mata yang besar padahal kenyataannya orang Jepang umumnya memiliki bola mata yang kecil. Sama seperti sinetron kita😉

JaF bales nulis:
Wah.. logic yang menarik.. Bener juga ya.. Cuma jadi ngeri ngebayangin angan2 kita yang tercermin dari sinetron2 itu. Masih mending berangan-angan punya mata belo ketimbang berangan-angan ala Setantron itu.. hehe

3 07 2007
Jennie

Well, lucky me. I’ve never watched those kinda crap.🙂 Nggak nyampe ke sini. I watch nice shows, he he he… at least more bermutu. Perhaps it’s gonna be my “culture shock” when I pulkam someday. Can’t stop smiling now. ;D

JaF: Nice show? You mean you only watch Oprah and nothing else all this time?? hahahaha… Your time will come, Jen.. Wait till you pulkam.. just wait.. HAHAHA

5 07 2007
subadri

Wah betul sekali, tapi kalau memang hollywoodnya indonesia kenapa tidak ada film atau tayangan-tayangan hiburan yang bermutu?? Lalu apakah karena pembajak meraja lela, jadinya pemerintah diam saja dan tidak tau harus bagaimana?
Lalu, seberapa populernya film indonesia kedepan?

JaF: Andai aku bisa menjawab pertanyaanmu, Ri 🙂

5 07 2007
Muhamad Ikhsan

Sebentar lagi bakal jadi Bolliwood Asia Tenggara juga Mas…
Lihat aja sinetron di Indosiar, India bener…
“Tak ada rotan rampunjabi”
<i>maksa.com</i>

JaF: Hua ha ha ha ha ha.. Tak ada rotan, rampunjabi.. HAHAHAHAHA… Sumpeh lucu HAHAHAHA..

9 07 2007
bobbyc

ooh sinetron dan lagu indonesia terkenal di singapura dan malaysia ya….
wah hebat…hebat

orang singapura dan malay boleh-boleh aja ngefans atau ngikutin budaya indonesia
asal nasibnya jangan kayak batik, rendang, wayang dan keris yah…
yang saking membudayanya dipatennin sama malaysia

huh.

10 07 2007
itikkecil

bang Jaf,
sama… saya juga gak bangga tuh… Hollywood lagi, soalnya artis di sini kan sudah kayak artis Hollywood, kawin cerai mulu…..

16 07 2007
Fajar

nice story !!
🙂

16 07 2007
jeng Endang

repot njawabna….tp kalo disamain ama Hollywood, kok gue malah malu? Rasanya kita msh lbh berbudaya, kalo kitanya mau lebih sadar…

17 07 2007
Kopral Geddoe

“Kamu lihat dong gue punya CD!” katanya bersemangat. “Ni gue beli di Batam deh! Pokoknyah gue suka bangad sama artis-artis Indon, gitu dong..”

😆

18 07 2007
Neo Forty-Nine

Itulah Indonesia Pak

22 07 2007
m-nure_cikoko js

wah salut deh!! kita bisa penetrasi seni kita ke negare seberang. jadi inget2 cerita thn 70an yakni “british invasion” now “indonesian invasion” with musik dan filem of course. saya pernah baca berita tv kalo karyawan seni malay tu cemburu sangat ! ketika malay bikin filem, orang malay sendiri tak mau tengok filemnya, tetapi ketika ada filem indonesia masuk sana maka berduyun2 bahkan rela berdesakan tuk nonton “filem indon” //pak jaf salute blognya..!

23 07 2007
Fitra

Saya juga sama sekali tidak bangga untuk Sinetron Indonesia…Kalo musik indonesia digemari di LN saya cukup bisa bangga…walaupun saya enggak suka sama musik2 Raja….

10 03 2014
murty | pa.Adit

Sinetron indo bnyak Ÿª♌g gak masuk akal ..kalo film indo masih mending ‎​∂ï bndingin dg sinetron jaman skrng .. Kalo music indo sy sangat bangga skali ..artis indo lebih kreatif dn mnciptakan music2 baru . Gak salah kalo negara tetangga aja sampe incar lagu2 dr ondo .
Indonesia jos Gandossssssss !!!

23 07 2007
thia

hai…………………
salam kenal
aku nggak nyangka dunia hiburan indonesia menginvasi negara tetangga

23 07 2007
areta

gak bangga sama barang2 sejuta umat!
tp seneng jg krn indonesia lumayan eksis.

25 07 2007
annots

Tapi sayangnya, sinetron indonesia kok jiplakan film luar semua. Yang murni cuma pilemnya si Entong sama pilem yang bau dukun, hehehehe….

30 07 2007
mansur

Oh….begitu………. baiklah ……kalo begitu…………

2 08 2007
CINGGARONG 77

ORANG INDON KO KEJI TETAPI MUZIK/FILEM INDON KO PUJA JUGAK !

Ahh…malaysia,malaysia….

13 08 2007
byotenega

tidak bangga jika berhasil mengekspor ‘racun’ bagi bangsa lain…
terutama sinetron sinetron nya itu loh…

-Tiada Rotan Raampunjabi- uheuheuhee…

22 08 2007
kawansyam

wah… kesiaaan malaysia😀

2 09 2007
dinie

Masa siiiih segitunya orang Malaysia ma sinetron Indon? Waaa, kenapa mereka tega serang wasit asal Indon yak?

Hmm, kira-kira setelah ada tindak dan aksi GANYANG Malaysia, akankah mereka masih suka sama sinetron Indonesia? Saya aja kadang eneg liad sinetron Indon yang ceritanya rata-rata nyontek. Pyuuuwh… Indonesia capedeee… However, I stil LUPH Indonesia so MUCH. *emang saya mau tinggal di mana lagi kalo bukan di Indonesia? di Australi nanti jadi gembel*

21 09 2007
Timothy I Malachi

hemmm senang karena produk indonesia laku di sana tapi malu mengingat sinetron yang laku dijual itu sangat berselera rendah

21 09 2007
CL

ya gapapa deh Pak
paling ngga ada juga sekelompok manusia yang berkiblat ke Indo hehehehe

25 09 2007
zipoe

eke juga bentji sebentji-bentjinya sama sinetron indo.. sebenernya sinetron “asli” indo gak parah-parah amat… yang justru nambah “racun” tuh ya “rotanpunjabi” itu…!

26 09 2007
ashar erwe

Hehhehe…..
Bang JaF, emang parah kok tayangan televisi kita. Karena tema-tema yang diangkat banyak ( kalau tidak mau dikatakan semua) tidak mendidik. Dan sayangnya ini di negeri kita juga dianut dan sedang menjadi lifestyle. Celakanya lagi orang-orang selalu melihat sisi luar dari sebuah tayangan tanpa mengkonsumsi pelajaran yang bisa dipetik dari tayangan tersebut. But gimana lagi ya… masalahnya…. money talk……
Tapi klo kapan-kapan Bang JaF sempat datang ke Jogja, disini masih banyak anak-anak muda yang memegang teguh idealisme, salah satunya lewat komunitas film indie.

10 10 2007
ubr

Gak ada yang merhatiin ya kalau iklannya tv indonesia itu ampun, banyak, diulang ulang dan sering banget.

12 11 2007
angga

GUA GA SETUJU TUH. SOALNYA GW TINGGAL DI INDO,JD TAU MACAM SITERNYA KITA BANDINGKAN SINETRON INDO AND MALAY/S”PURA MANA YANG BAGUS??????????? BERANI JAWAB ………… BUKTINYA YOU KNOW GA BAHWA SITER bawang merah bawang putih diTONTON 3,5 JUTA RAKYAT M”SIA TAHUUUUUUUUUUUUUUUUUU

2 06 2012
salamduajari

Hallo Kak Jaf’s, saya minta izinn tullisannya saya unggah juga di website blog saya salamduajari.com yah🙂 tentu link Kak Jaf akan saya lampirkan. Makasiih sebelumnya, nice article!

14 04 2014
toko buku online murah

I’m extremely impressed with your writing skills and also with the layout
on your blog. Is this a paid theme or did you customize it yourself?
Anyway keep up the excellent quality writing, it’s rare
to see a nice blog like this one nowadays.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: