Puting Beliung dan Iklan Garing

15 05 2007

beliung.jpgMomen mudik seminggu terakhir kemarin saya puas-puaskan untuk nonton semua channel televisi sampai ke iklan-iklannya sekalian. Maklum disini saya cuma bisa menonton dua saluran televisi Indonesia. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan munculnya serangkaian ‘breaking news’ tentang mobil-mobil yang ‘nyangsang‘ di atap rumah, di atas halte bis, di atas pohon, di pantai sampai nyangkut di atas crane. Di hampir semua saluran menyiarkan ‘berita’ ini dengan gaya amat meyakinkan, bahkan kalau diperhatikan, pembaca beritanya berbeda-beda di setiap saluran. Puncaknya beberapa hari kemudian ada berita tentang angin puting beliung (tornado) yang menyeret puluhan mobil merek tertentu. Mobil-mobil mulus itu berjatuhan dan dikerumuni oleh orang-orang yang bukannya lari dari terjangan tornado tapi malah ramai-ramai mendekat. Bisa ditebak, ini iklan. Hebat! Tapi ..

~~~

Untung Beliung” itu nama produknya. Sebuah produk perbankan yang memberikan hadiah belasan mobil baru kepada para nasabahnya yang diundi setiap minggu di sejumlah kota besar di Indonesia. Konon-kononnya, si bank yang terkenal sebagai bank Ndeso ini memang lagi menggeber segmen perkotaan. Kenapa? Ah, manalah saya tahu. Saya bukan ahli strategi perbankan.

Saya lebih tertarik untuk membahas rentetan kampanye iklan mereka yang pastinya menghabiskan biaya yang luar biasa mahalnya. Beruntunglah biro iklan eh.. maksud saya advertising agency (kan istilah kerennya begitu, biar ndak saru dengan biro iklan pinggir jalan yang merangkap layanan pembuatan plat nomer mobil) yang mendapat klien dari bank itu. Namun sayang, biaya yang pastinya besar untuk membuat rentetan iklan itu menghasilkan sebuah kampanye yang.. apa ya istilah yang tepat.. mm.. ah.. garing! Ya, garing!!

Harus diakui bahwa kampanye iklan ini berhasil menarik perhatian orang. Banyak orang bertanya-tanya, apa gerangan yang tengah terjadi? Betapa tidak? Dia ditayangkan berulang-ulang di berbagai saluran televisi dengan pembawa acara yang berbeda-beda dan nampak profesional, dengan musik yang bernuansakan berita penting ala liputan 6  terkini dan kemasan yang membuat siapapun yang pertama melihatnya akan mengira itu ‘breaking news’ betulan. Padahal kalau diperhatikan lebih seksama, di pojok kanan bawah ada rangkaian tulisan dengan huruf kecil berwarna putih yang menjelaskan kalau ini hanya iklan! –ya kalau pakai televisi 14 inchi memang nyaris tak terlihat–

Sayang, menurut saya iklan ini terlalu diulur-ulur, berlama-lama, sehingga dua atau tiga hari saja sudah membosankan. Akibatnya, ketika rangkaian iklan terakhir yang harusnya menjadi puncak dari semua rangkaian kampanye itu muncul, yang terjadi malah anti klimaks, atau kalau istilah saya ya garing! Garing bangetttt!! Laporan ‘reporter’ di lapangan yang lari-lari menyongsong tornado hebat dengan gaya yang tidak jelas antara ingin melucu atau serius dan efek gambar yang kurang meyakinkan membuatnya betul-betul garing. Garing!

Garing atau dalam bahasa Inggris saya terjemahkan sebagai corny adalah sebuah istilah bahasa pergaulan sehari-hari untuk mengungkapkan sesuatu yang diniatkan sebagai ide orisinil atau lucu atau hebat tapi justru nampak membosankan, lemah (lame), nggak lucu, norak atau ada juga yang menyebutnya kampungan. Semua itu dirangkum dengan satu kata yang menurut saya cocok untuk mengomentari iklan bank tersebut yakni Garing. (Oya, bicara soal Garing, Enda pernah panjang lebar mengupas anatomi kegaringan ini dengan sangat menarik dalam salah satu posting blognya disini).

Sekali lagi, saya amat tidak ragu bahwa iklan itu berhasil menarik perhatian penonton karena eksposenya yang berulang-ulang di berbagai saluran televisi dan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Tapi dengan biaya produksi yang pastinya sangat mahal (biaya pasang iklan di beberapa saluran televisi saja rasanya sudah berpuluh-puluh juta perak) harusnya iklan itu bisa dibuat lebih ‘cakep‘. Apalagi katanya si produk bank itu mau menembak segmen perkotaan yang saya asumsikan sebagai segmen menengah ke atas dengan pendidikan yang lebih tinggi dari segmen awal bank mereka yang kata si direktur bank itu sendiri disebut ndeso.

‘Cakep’ disini bisa berarti macam-macam. Bisa dari unsur produksi yang menggunakan efek-efek canggih dan musik apik atau hanya sekedar copy atau tagline atau penggunaan kata-kata yang langsung nempel dan susah lari dari ingatan.

Dulu ketika saluran televisi cuma ada satu dan iklannya pun di lokalisir dalam acara Mana Suka Siaran Niaga, para pengiklan terpacu memproduksi iklan-iklan cakep yang bahkan sampai sekarang masih menempel di kepala seperti Iklan Mandom, Vicks, Sarung Cap Gajah, Supermi dan lain-lain. Kalau iklan jaman sekarang, saya suka sekali dengan iklan minuman yang membuat peminumnya jadi punya sayap dan bisa lompat dari gedung bertingkat. Tidak ada kata-kata panjang lebar yang garing. Cukup mengandalkan kekuatan efek gambar. Hebat!

Yah, itulah analisa-analisaan saya yang jaman kuliah dulu cuma dapat nilai C dari Mata Kuliah Ilmu Periklanan hehe.. Tapi lebih dari semua analisa-analisaan di atas, ada satu hal lagi yang menurut saya tidak kalah penting yakni sensitifitas.

Di tengah berbagai bencana alam yang terus melanda negeri ini, buat saya menggunakan imaji angin puting beliung yang menerbangkan mobil-mobil mewah ditingkahi histeria kegembiraan orang ramai yang malah lari mendekat sangatlah amat tidak sensitif. Coba saja tanya pada saudara-saudara kita di Medan, Jogja, Bantul atau Aceh yang rumahnya pernah di acak-acak angin puting beliung.

Dan ketika kegaringan itu sudah membosankan dan tidak lucu, maka istilah garing akan memunculkan ungkapan baru yang sekarang lagi trend dan rasanya pantas mewakili ekspresi saya sebagai penonton televisi: “Capek Deeeh“.

– JaF


Actions

Information

20 responses

15 05 2007
Anang

Ah memang garing itu iklannya…. tapi menarik dan aneh juga beritanya… bisa kejadian juga ga ya di dunia nyata.. hihihi…

JaF: iya juga sih. sebenarnya mereka bisa dibilang sukses kalau untuk sekedar bikin nempel di kepala orang aja🙂

15 05 2007
arul

tapi kreatif banget idenya ketimbang iklan2 lain yg nyiplak doang./..

JaF: kreatif yang relatif🙂

16 05 2007
cahyo

garing=jayus?
halo mas jaf sesama dapat nilai c dulu di matkul yang sama..;-)

Toossss!!! hahaha.. HIdup C!!!

16 05 2007
Hedi

buat saya, garing dari segi pembuatan iklan (storyboard)…maksa banget😀

Yup.. penasaran euy, agency mana yang ngerjain ini..

16 05 2007
Ollie

Ortu ku malah mengira itu berita beneran. Gubraks.

16 05 2007
Agam

@ Ollie : Sama, Ortuku juga ngira itu berita beneran.

17 05 2007
Siska

@ Ollie & Agam
Sama dong … ortu sy juga gitu.
Padahal sekali liat juga dah ketauan banget kalo ini iklan .. bahkan sebelum iklan itu berakhir dengan sang reporter menyebutkan “Sekian BritaUtama hari ini” (or something like that)
Iiih … jelas banget kan
Huhuhu … dah gitu pas sy kasih penjelasan kalo itu iklan … huaaa gak ada yang percaya … termasuk para tetangga yg kebetulan ada disitu

To Olie, Agam and Siska: Mertua saya juga mikirnya begitu🙂

17 05 2007
suep

ihhh… ga suka deh iklan itu dengan segala versinya. garing abis. njiji’i

JaF: Hahaha.. njiji’i.. saya suka istilah itu..

18 05 2007
ryosaeba

“lihat berita kemarin di tv ada mobil nyangkut di anu…?”
itu percakapan yang benar-benar terjadi di shuttle bus sewaktu pulang kerja. saya langsung tersenyum menahan ketawa sambil menerangkan kalau itu cuma iklan, hehe.
jadi kayaknya memang banyak juga yang “tertipu” dan menyangka itu berita beneran.


JaF- Nah, ketipu model gitu itu baik nggak ya? Baiknya paling dari sisi iklannya berhasil nempel di kepala orang..

18 05 2007
Budi "bucin" Santoso

Karena di kuliah Pengantar Ilmu Periklanan kebetulan saya dapat A, maka saya bisa memberi jawaban: biro iklannya adalah biro iklan lokal besar yang terletak di bilangan kuningan.

JaF-Bwa ha ha ha.. ada orang iklan.. Iye..iye.. lu dapet A.. Gue pan anak KOMPEM hehehe.. Oh, jadi yang di kuningan itu ya. Oke deh. Ngerti!

Masalah garing nggaknya, no comment deh. Takut bias. Baju eke masih basah terciprat limbah industri iklan soalnya :p

Jangan-jangan elo kerja di biro yang di kuningan itu juga, bos.. hehe

BTW, pulang gak laporan. Kan kita bisa ngopi2 sambil ngomongin nama belakangnya vokalis Dewa 19 yang pertama :))

Dih.. ogah! Ngapain ngomongin cowok, apalagi dikaitin dengan nama Ari Laso… eh Lasso.. HAHAHA..

BTW, colekan gitar elo di Achtung30! nya Dave masih mantap aja bos.. …

19 05 2007
endang

gw juga dapet C kayaknya, makanya gak diterima ama Harry Tanjung waktu itu…hahahahhaha, makanya lagi gw jg gak suka iklan ini…

JaF-Ah.. subyektip niih.. Gue aduin ama Harry lo..🙂

19 05 2007
Yuliazmi

Emang iklan garing…, mending nonton OB (office Boy).

Yes!! OB emang toppp…

Wah mudik nih…, bawa oleh2 apa aja pulang dari mudik? Long wiken ini mudik lagi gak?

Oleh2 indomi satu kardus hehehe… Disini mah nggak long wiken, Yul.. Lagian baru cuti mana dikasih cuti lagi..🙂

BTW, Salam sama Riyo. Gue doain cepet sembuh ya..

21 05 2007
mpokb

paling nggak asik iklan yg jelek2in produk lain.. anak kecil aja tau, menjelekkan orang lain nggak boleh. lah ini malah dijadikan cara untuk cari duit. gimana yak?

21 05 2007
AudreyCornu

Awalnya saya kira juga beneran… Hahaha.

Garing.. Ya.. Maksa.

Harusnya dibikin variasi, mungkin?
Gimana pendapat soal iklan layanan masyarakat TransTV yang ttg nasionalisme itu? Suka banget iklan2 kayak begitu…😉

Ya, iklan Sprite ‘segar’ banget…

22 05 2007
gadisbintang

iya, pak JaF, garing!
saya suka sebel kalo ada iklan–ato lawakan, ato apalah–yang mengeksploitasi bencana–atau kekurangan (baca: cacat) orang lain yang tak bersalah. =((
kayak nggak ada bahan yang lebih beradab aja. huh!
hehehe… ^_^

22 05 2007
endang

elo tau gak…di Jkt sini gara2 iklan ini, sampe ada kecelakaan mobil terjun dari lantai pun dikira msh serinya iklan ini….wah…menyesatkan juga nih..

2 06 2007
dian

Ha..ha..ha, iklan garing uabiss, banyak banget yang ketipu. Eh, tapi tetangga gue pada suka banget dan pada ngarepin seandainya beneran ada.

13 06 2007
asri

gatel pgn komen.. iya, garink..rink..rink! sebagai salah satu keluarga dari bank dimaksud, selain malu y kupikir cm “drpd buat iklan mahal ga puguh gitu, mending buat ningkatin kesejahteraan karyawannya dong?” secara dah bbrp tahun ga ada tuh naik gaji.. hiks.. pdhl laba terus naik dan oks bgt katanya.. (lho koq curhat??)

25 09 2007
Dony Alfan

Corny? It sounds so unique. Bahasa iklan cuma dua: Beli! dan Konsumsi!

1 12 2007
onyvay

Ini ada cara untuk mengatasi puting beliung (ulur-ulur / lesus)

Cara ini sudah dikenal oleh masyarakat jawa pada umumnya khususnya di daerah pedesaan. Mungkin kita sudah tidak mengenal lagi.

Begini caranya:

Apabila kita melihat Puting Beliung tersebut ajaklah oarang beramai-ramai untuk
bertepuk tangan dan bersorak sorai, pokoknya bikin kegaduan yang terpenting adalah bertepuk tangan wajib dan harus di lakukan oleh orang banyak.

Pada nantinya angin trsebut akan lenyap dengn sendirinya, barangkali memang konyol tapi pantas untuk di coba karena pada jaman dulu cara ini cukup efektif !!!!

Mudah-mudahan hal ini bisa membantu heheheheh

:)) =)) (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: