‘Menghormati’ Mie Instan

15 04 2007

Tigabelas ribu tigaratus ton! Itulah jumlah mie instan yang masuk ke perut orang Singapura tahun lalu. Fakta ini dimuat di koran Sunday Times Singapura edisi hari ini yang disertai dengan 50 tips untuk memasaknya lengkap dengan gambar perempuan cantik nan bahenol yang bikin air liur saya menetes deras (karena melihat mie nya loh hehe). Dalam hati saya berteriak “Sudah waktunya!” Soalnya saya paling gemas dengan orang-orang disini yang tidak ‘menghormati’ mie instan yang disini umum dengan sebutan “Maggi Mee” (diambil dari salah satu produk mie instan yang populer disini, sama halnya dengan orang Indonesia yang suka sekali menyebutnya “Indomi”).

Bagaimana tidak menghormati? Mentang-mentang instan, masaknya cukup dengan merebus, masukkan bumbu dan srosooottt.. masuk perut dengan beberapa kali sedot. Saking instannya sampai telur rebus pelengkapnya pun di jual yang model instan di banyak toko-toko 7-Eleven. Kalau saya tuan Momofuku Ando, mungkin arwah saya tidak akan tenang di alam sana melihat bagaimana mereka meremehkan karyanya yang kini telah mendunia itu.🙂

Bertahun-tahun lalu, saat masih hidup sendiri di negeri pulau ini saya pernah mengajak serta dua orang kawan, satu melayu Singapur dan satu pekerja asal India untuk makan di rumah. Saya masakkan mereka indomi asli Indonesia yang rasa kari ayam yang bungkusnya kuning, lengkap dengan telor rebus, kornet, sawi dan tauge serta tak lupa taburan bawang goreng, persis seperti yang sering saya makan di Roti Bakar Edy jaman kuliah dulu. Sebagai pelengkap saya sajikan bala-bala alias bakwan gendut favorit saya yang agak gosong karena saya goreng ulang dari cemilan kemarin sorenya hehe..

Kedua kawan saya itu, entah dimana mereka sekarang, langsung jatuh cinta dan rela meninggalkan maggi mee favoritnya untuk selingkuh dengan indomi kari ayam yang bungkusnya kuning itu. Cara masaknya pun tidak lagi barbar tapi lebih beradab hehe.

‘Pakem’ Memasak Mie Instan

Kembali ke koran Sunday Times tadi, mereka memuat artikel tentang 50 cara memasak mie instan. Rata-rata tampak menarik dengan sajian yang mirip dengan apa yang bisa kita lihat di restoran-restoran mahal. Nama Indonesia juga terwakili di dua sajian diantaranya, yakni “Indonesia Mee Goreng” dan “Indonesian Beehon Goreng” yang dipersembahkan oleh pemilik sebuah restoran Indonesia di Singapura. Tapi sayang.. sayang sekali! Sajian mie instan yang justru khas Indonesia tidak terwakili disitu. Apalagi kalau bukan Internet alias Indomi Telor Kornet.

Dalam pendapat saya, walau nampak menggiurkan tapi ke 50 menu mie instan yang disajikan oleh Sunday Times itu sudah melenceng dari ‘pakem’ karena sebetulnya dia bisa saja digantikan oleh mie telor biasa yang bukan mie instan. Buat saya ‘pakem instan’ itu harus tetap dipertahankan, yakni menggunakan bumbu aslinya dan tidak ‘mengkhianatinya’ dengan bumbu lain apalagi yang diracik khusus. Pantang bagi saya untuk membuang bumbu aslinya hehehe..

Indomi ala Roti Bakar Edi adalah salah satu contoh racikan mie instan khas Indonesia. Kita bisa memilih sendiri jenis mie instan yang dikehendaki. Biasanya saya suka memesan pakai indomi rasa kari ayam yang bungkusnya kuning itu atau indomi rasa soto yang bungkusnya hijau. Kalau lagi mau yang segar-segar tanpa rasa macam-macam, saya pesan SuperMie yang bungkusnya putih.

Di jalan Margonda Raya, Depok dekat Gang Damai sebelah fotokopian dulu juga ada satu warung kecil yang indominya nendang banget apalagi kalau ditaburi dengan keju parut. Anehnya, mie racikan mereka itu enaknya kalau menggunakan mie merek Sarimi hehehe..

Sementara di kawasan puncak, tepatnya di parkiran Telaga Warna, dulu ada satu warung kecil yang punya cara sendiri untuk mengolah mie instan. Sawinya digantikan tauge segar yang gendut-gendut dan masih kriuk-kriuk saat dimakan karena dimasukkan terakhir saat mie sudah matang. Telurnya direbus bersama mie nya, kuahnya ditambahi sesendok mentega blue band dan ini yang paling mantap.. ditaburi irisan kecil cengek alias cabe rawit yang dijamin membuat mata melek dan kembali segar untuk melanjutkan perjalanan sampai Bandung. Inilah salah satu alasan kenapa saya selalu ngotot lewat puncak kalau mau ke Bandung. Entah apa tempat itu masih ada atau tidak sekarang.

Tapi dari semua racikan Indomi yang pernah saya cicipi, belum pernah ada yang sehebat racikan Pak Min, office boy di kantor saya dulu di daerah Perdatam, Selatan Jakarta. Dulu, setiap selesai siaran pagi, Pak Min sudah siap dengan sajian khasnya buat saya: Indomi rasa soto ayam (yang bungkusnya hijau) dengan sawi yang dibeli dari tukang sayur keliling dan telur bulet tiga perempat matang (kuningnya masih sedikit mentah) yang direbus terpisah. Tak lupa, selalu ada kejutan ala Pak Min, yakni bakwan gepeng yang ngumpet di dasar mangkuk. Bakwan itu dibelinya dari tukang Nasi Uduk di warung dekat kantor. Saat mie nya mulai tiris, bakwan itu sudah melembek. Wuaaaaaahhh… rasane rek.. Kalau ada yang lebih mantap dari istilah maknyus!! saya pilih itu hehe. Apalagi ditutup dengan kopi tubruk khas Pak Min yang bubuknya harus dimasak bareng dengan airnya hingga mendidih. Jadi tidak asal siram air panas, tambah gula dan diaduk.

Ah saya jadi kangen sama Pak Mien. Dimana gerangan dirimu sekarang, Pak’e? Semoga Allah terus memberikan berkah padamu dan keluarga, termasuk anak-anakmu yang pasti sekarang sudah SMA ya..

Begitulah kawan-kawan. Biar namanya mie INSTAN, tapi kita harus tetap memberikan penghormatan dengan meraciknya semantap mungkin dan jangan asal rebus saja.

Apakah anda punya cara lain memasak mie instan, atau tahu tempat dimana mie instan dihargai dengan cara penyajian dan rasa yang istimewa? Ayo bagi-bagi dong..


Actions

Information

31 responses

15 04 2007
Agam

tidak ada resep tertuliskah?
Jadi pengen…

15 04 2007
Hany

Haaaaaaaaaah… maksutnya apa ini. Pasti sebetulnya mau nostalgia.😀
Btw, indomi lain kompor lain rasanya.
Jadi…., pengen ke Kukusan aaaaaaah…..
Indomie Ayam Bawang a la Ceuceu dengan teh manis pekat dan bakwan goreng, yeah!

16 04 2007
Fitra

Waktu aku ke Sing sana, jalan2 ke Mustofa, nemu mie instant merek indomie, cuma sptnya bukan made in indo, setelah dicoba…whellleeehhh rasanya kok ga jelas gitu….bicara masalah mi instan…cuma indonesia dehh tempat…

16 04 2007
Fitra

eh iya Bang, kalo suka yg rasa kare gitu…udah nyoba mie instan mereknya Kare? whuiiihhhh mantabbbb dehhhh…..pedessshhhh…sluruuuuuppppp….(hahaha keong racun! tgl 23 aku mau ke Singaparna sana, mau aku bawain ga?!?🙂

17 04 2007
Fourtynine

Lagunya P-Project
“Kalau hanya makan Mie, gimana ga kurang giziiiiii”

19 04 2007
tuteh

whuihhhh.
tau gak pak? kalo diwarungnya mamatua, orang2 masih lebih suka sarimi ketimbang mi2 yang lain. tau tuh sarimi… hebwat banged rasanya (yang versi baru :p) jadi orang2 suka. katanya bumbu yang terkandung di sarimi itu pas, enggak berlebihan😀 hehehe….

*wit witttt…. kofer bukunyah :D*

Apakah anda punya cara lain memasak mie instan, atau tahu tempat dimana mie instan dihargai dengan cara penyajian dan rasa yang istimewa? Ayo bagi-bagi dong..

11 10 2009
dc

wah,maknyus bener gan ….. jadi pengen `meracik` indomie nih…..

19 04 2007
tukang nggedeblues

huakakakakakakakakakakak
huakakakakakakakakakakakakakakakaka

saya baru ketemu orang yang sangat menghormati mie instan, ya bung jaf ini …. hihihihihiihihihiihihihi. penggila mie instan, yang tidak rela kalau tuh mie dimasak hanya sekadar direbus … hihihihihi. wah, kalau cara memasak mie instan saya yang kadang sangat barbar waktu kuliah dulu (cuma disiram air panas doang, lalu ditutup rapat sampai mienya gak terlalu keras lagi) bisa2 saya digebuki bung jaf. “dasar barbar, dasar barbar,” teriak bung jaf berulang2 hihihihihihi ……..

bang, silakan menu mi instan favorit saya …. biar gampang, saya sebut pake indomie. tapi itu bisa diganti sarimi, supermi, mi sedap, dll dll
indomie goreng dua bungkus, plus sayuran sawi hijau … hmmmm
indomie rebus telur, dengan kuah tidak terlalu banyak … nyamnyam
indomie goreng polos, tanpa sayur tanpa telur … lumayan, buat ganjel perut
indomie goreng/rebus pedas, dengan sayur dan beberapa irisan daging ayam … mantap
indomie goreng/rebus bakso …. wow, maknyus
indomie goreng/rebus plus tempe/bakwan goreng …. rasanya …. enak juga

ayo, main ke solo, ntar tak traktir indomie rebus/goreng plus telur, yang walaupun tidak istimewa tapi saya jamin bikin bung jaf ngiler dan bakal nambah porsinya ….😛

NB : sungguh, saya membikin komentar ini dengan niat memprovokasi bung jaf. tidak ada niat lain selain PROVOKASI … hihihihihiihi

NB lagi : pernah liat iklan mie sedap dengan bintang titi kamal? berani taruhan, bung jaf pasti juga “kemropok” untuk nyoba mie itu, karena kata titi “megang banget!” :p

19 04 2007
kakilangit

dulu waktu masih SMA, aku sering masak indomi goreng yang dicampur sama indomi kare yang bungkusnya kuning itu. direbus dengan ditambah 1 sendok makan susu bubuk, dan cabe ijo yang masih utuh sisa beli gorengan. muantap cak…oiya kuahnya jangan banyak2, jadi kimplek-kimplek gitu😀

21 04 2007
manusiasuper

Halah, ngomongin mie sampe segitunya, bikin lapar..

OOT pak: the mesanjer sudah ada di toko buku Banjarmasin, sejak bulan kemaren seh, tapi saya belum beli. Selain keuangan masih tersedot ke hal lain, juga karena harapan dikirimi gratisan dari sang pengarang belum pudar.. *kedip-kedip*

23 04 2007
alaya

eh gue baru tau kalo indomie pabriknya udah banyak di luar negri, yg gue tau di malaysia, saudi sama nigeria!
tapi emang dari segala macem mie instant segala rupa, paling enak emang mie instant indonesia🙂

4 05 2007
Maminya JaF

Nak, nak… Jangan terlalu banyak makan mie, kasihan perutmu itu….

8 05 2007
satriabatubara

KOnon katanya, kebanyakan makan mi instan bisa bikin perut makin buncit. Contohnya saya, dulu saya kurus, tapi setelah makan indomie rebus plus telur tiap malam pulang siaran selama kurun waktu setahun, sekarang saya jadi ndut. Mungkin si Om JAF juga ngalami tuh!

21 05 2007
AudreyCornu

Lapar. 😀

Indomie memang paling enak… Rasa kari ayam dan ayam spesial paling mantap untuk eksperimen.🙂

Kuah ngga terlalu banyak, ditambah telur rebus atau telur ceplok goreng minyak… Ditambah kornet, keju parut (harus Kraft Cheddar), dimakan panas-panas.

Ahh… Jadi pengen.

22 05 2007
wiedy

untung di holland banyak yg jual indomie. kalo enggak…mati gw…
maklum anak kos

25 05 2007
arul

ho… ho…ho…. penyakit siap menyerbu

11 06 2007
johan

tapi emang bener juga mi instant sarimi itu yg paling sering kita temui di warung kopi pinggir jalan,indomie juga enak tapi jarang dijumpa diwarung kopi jalanan,mungkin harga yg lebih murah.its ok yg penting enak re.oh iya mi goreng indomie kenapa ngak ada ulasannya

12 12 2007
Yuliazmi

Ada Om… dijadiin martabak mie, kue ultah buat yayangku… ada tuh di posting lama di blog-ku ya😀

14 12 2007
Aria Rajasa

Wah bos, kalo di depok si paling enak di Dudung bos, di ujung barel deket Restoran Padang Siang Malam😀 Indomie kornet kejunya rekkk😀

~jadilaper..

14 12 2007
restianni

Jaman kuliah dulu sekitar tahun 1996 saya selalu masak indomie kari ayam (yang bungkusnya kuning) dgn tumisan bawang putih dan ulekan sambel.

1 siung bw putih di cincang dan ditumis dgn blue band kemudian tambah 1/4 sdt cabe uleg (cabe uleg ini sudah diuleg jauh2 hari dgn berbagai bumbu jadi kapan mau pake tinggal colek :P), kalau kehabisan bisa pake potongan rawit. tdk lupa juga tuang air secukupnya dan masukkan sawi, air mendidih masukkan indomie dan ceplok telur (aduk ringan telur agar menyebar di kaldu tapi tidak pecah)
racikan indomie ini favorite kakak ku yang lebih milih ngemil jus kacang ijo kotak daripada harus makan indomie Bukan buatan aku hahahaha…

Oiya… kelupaan salam kenal gara2 inget indomie special ku :>
Salam Kenal ya pak

18 12 2007
aNdRa

Bwahahaha…. lucu dan mengharukan pak.. gimana kalo kita bikin bendera dari jalinan kepang Indomie… kita kibarkan pada hari Sabtu-Minggu… kita buat akhir pekan sebagai hari menghormati Indomie😀
Kalo hari2 di kantor, Indomie hanya dicampuri telur ceplok rebus (diceploknya direbus bukan digoreng), sawi, cabe rawit iris, dan taburan bawang goreng. Tapi kalau hari Sabtu-Minggu, dirumah, biasanya Mama saya memasak Indomie secara lebih “beradab”. Favorit kami dulunya adalah rasa Baso Sapi (bungkus hijau muda) tapi skrg udah gak diproduksi lagi. Sekarang kami sukanya Ayam Spesial, diberi campuran sawi, irisan bawang putih agak banyak, siomay Fiesta, baso sapi yg beli di tukang bakso langganan, dan kalau lagi punya, sosis ayam Fiesta. Produk Fiesta bisa lihat di sini. Bumbu instan tetap dipakai semua, nanti setelah matang siap disantap, ditaburi bubuk lada merk Koepoe biar lebih mantap rasanya.

Nah kalau Indomie goreng, selain ditambah irisan2 di atas, kami suka mencampurkannya ke dalam nasi goreng, diaduk bareng jadi “nasi ruwet”, atau dihidangkan dalam satu piring, bersebelahan antara nasgor dan miegor. Heegghh….*jadi lapaarrrr*….😀

29 12 2007
ilhamsaibi

kalo di jogja ada indomie tante >>indomie tanpa telor😀
secara gak mo lebih ndut dari sekarang, makanya sering makan indomie tante

31 12 2007
danisby

indomie vs sarimi !
the winner is …………………….

3 01 2008
ilham

wah enak kayaknya tuh..
dan saya juga salut sama penghormatan mas sama mi instan…mmm…uenakk…

3 01 2008
Kiki Ahmadi

Indomie.. Seleraku!!!!

5 03 2008
Mas Tom

Oom Jaf, saya disini juga (terpaksa) jadi sering makan mie instan kalo pas nggak sempet masak, tapi mungkin cara masaknya cuma ‘sedikit beradab’, hehehehe…

Disini merek mie instan yang recommended apa sih Oom?

6 11 2008
The Conference - Tempat kita ngobrol...

[…] menarik adalah, tidak seperti di Singapura atau di negara lain yang menurut saya kurang menghargai mie instan🙂, orang Nigeria ternyata punya banyak cara menarik untuk mengolah Indomie buatan mereka. Lihat […]

25 11 2008
Loeky

Indomie emang enakkk……..apa ya koq bikin orang2 gila indomieeeeee

28 11 2008
Yohan

Indomie, supermie, sarimi itu ada bohongnya, waktu kecil dibikini mie, selesai direbus dan ditaruh dimangkuk kok nggak ada ayam/telurnya seperti bungkusnya. Kirain waktu kecil begitu dikeluarin dari bungkus ada ayam potongnya. huh !

9 03 2009
HIMALOGISTA | Indomie.. Seleraku… Ternyata Makanan Pokok Nigeria!!

[…] menarik adalah, tidak seperti di Singapura atau di negara lain yang menurut saya kurang menghargai mie instan  , orang Nigeria ternyata punya banyak cara menarik untuk mengolah Indomie buatan mereka. Lihat […]

6 12 2011
etikush

heheh kayaknya saya termasuk yang tidak menghormati mie instan… cuma asal rebus, kasih bumbu, lgsg sruput…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: