Dunia Paralel: Benarkah Ia Ada?

8 04 2007

Ide tentang dunia paralel selalu menarik perhatian saya, terutama sejak saya menonton film Sliding Doors (1998) yang dibintangi si cakep Gwyneth Paltrow. Karena itulah ketika saya menemukan buku berjudul sama di Gramedia Jogjakarta dalam kesempatan tugas ke sana awal Maret lalu, saya langsung saja menyambarnya dari rak tanpa pikir panjang lagi.

Dunia Paralel sebetulnya bukan buku baru. Dia terbit tahun 2006 lalu dan ditulis oleh Micki Mahendra yang belakangan saya temukan blognya disini. Tokoh sentralnya adalah Vian, seorang sutradara wanita muda. Suatu hari hidup mempertemukannya dengan seorang novelis bernama Medi di bandara yang tengah hiruk pikuk karena berbagai penerbangan yang tertunda gara-gara cuaca buruk. Pertemuan singkat yang cukup intens dan sempat menautkan hati keduanya hingga ke suatu titik dimana mereka merasa ditakdirkan satu sama lain, meskipun pada akhirnya mereka harus kembali ke kehidupan masing-masing. Dalam novel itu mereka digambarkan kembali bertemu dan sempat ‘mencoba’ kembali menyatukan hati yang terpaut di bandara waktu itu. Namun upaya itu gagal, karena magnet dari kehidupan masing-masing rupanya lebih kuat untuk kembali memisahkan keduanya.

Adalah cara Micki menarik ulur kehidupan percintaan kedua tokoh sentral dengan alur maju mundur yang membuat cerita ini menarik. Diawali dari pertemuan keduanya di bandara lalu alurnya maju jauh ke masa depan dimana seorang nenek (hayo tebak siapa) tengah bercerita dengan cucunya, lalu kembali ke masa lalu dan seterusnya. Alur maju mundur yang sebenarnya sederhana sekali. Memang ada kesan di tengah jalan alur ceritanya sempat kedodoran namun Micki sanggup menariknya kembali ke alur cerita semula dan menutupnya dengan cara yang sangat menarik. Sebuah penutupan yang di satu sisi melegakan pembaca yang sudah keburu kepincut dengan kisah cinta Medi dan Vian, namun disisi lain juga terasa menyakitkan karena keduanya sebenarnya tidak bisa dikatakan bertemu. Apa maksudnya, wah.. kalau saya ceritakan disini ya nggak seru dong.

Sayang, buat saya ada sedikit bagian yang cukup mengganggu yakni ketika Vian diceritakan mengembangkan sebuah film yang dilatarbelakangi konsep dunia paralel. Saya sebut menganggu karena ide dunia paralel itu sebetulnya milik Medi yang pernah diceritakan pada Vian ketika mereka tengah bertemu di Bandara. Tidakkah Vian sadar itu? Tidakkah Medi keberatan idenya di ‘comot’ begitu saja bahkan kemudian Medi terlibat membantu produksi film tersebut? Tidakkah penulisnya sadar tentang hal ini? hehe..

Ketertarikan saya pada konsep dunia paralel membuat saya membeli novel ini. Micki melihat konsep ini dari sisi lain yang berbeda dari yang selama ini saya pahami, meskipun saya harus sedikit bersabar untuk menafsirkannya karena ia tidak dikembangkan lebih dalam di novelnya. Mereka yang tertarik pada ide dunia paralel mungkin baru akan menemukan jawabannya beberapa belas lembar menjelang akhir dan mungkin saja langsung bisa menebak bagaimana sang penulis mengakhiri cerita ini.🙂

Great piece of work, Mick.. 🙂 Membuat saya makin bertanya-tanya, benarkah dunia paralel itu ada? Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini, walaupun bisa jadi ia hanya pembenaran dan tempat pelarian dari mereka-mereka yang belum puas dengan dunianya sekarang sehingga berharap jalan cerita hidupnya di dunia yang paralel akan lebih bagus hehehehehe…

Judul Buku: Dunia Paralel
ISBN: 979-794-026-8
Penulis: Micki Mahendra
Penerbit: MediaKita

ps: Buat yang tertarik, saya pernah menulis tentang Dunia Paralel di blog lama (http://www.geocities.com/ranehafied/c2w/dunia_paralel.htm)yang masih bermukim di geocities. :p


Actions

Information

3 responses

9 04 2007
joerig

wah topik menarik … saya jadi inget film “quantum leap” … saya sejak dulu tertarik dengan ide dunia pararel dan “other dimensions”, mungkin pak JaF bisa sharing bbrp links ttg ide/teori tsb … untuk menambah pengetahuan …🙂

11 04 2007
Fadillah Soraya

Mungkin dunia mmg berjalan paralel.
Hanya saja, kemampuan manusia tak mampu menjangkaunya. Bukankah Tuhan tidak terikat ruang, waktu dan tempat? Nggg..

Halah, ngomong apa sih saya?😀

20 07 2009
neng®atna

dunia paralel itu kalau saya pikirkan, cuma dimensi dalam otak loh. beda cabang di otak, beda hasil dimensinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: