Pada Suatu Hari Ketika Ada Yang Terluka

5 04 2007

cnangis.jpgJujur saja saya pernah tidak perduli dengan kenyataan bahwa mendownload musik MP3 dari internet, baik melalui P2P Sharing atau lewat puluhan layanan website itu melanggar hak cipta. Pembelaan saya adalah bahwa itu adalah untuk kepentingan sendiri dan tidak untuk disebarluaskan. Lagipula, dimana lagi saya bisa mendapati beragam lagu-lagu lama yang sudah tidak diproduksi lagi kalau bukan mencari di internet. Ya, saya pernah tidak perduli, sampai kemudian seorang kawan -yang kebetulan musisi dan dan sudah menghasilkan beberapa album- mengeluarkan uneg-uneg di blognya. Seorang kawan yang ironisnya saya kenal ketika tengah mencari sebuah lagu yang sudah lama tidak diproduksi lagi.

Kawan saya itu bukan musisi kelas industri besar yang albumnya diproduksi oleh major label terkenal. Bersama kawan-kawannya yang lain, dia memproduksi albumnya secara independen, dengan modal yang berasal dari usaha sendiri dan saya tahu mereka harus melalui perjuangan panjang untuk bisa menghasilkan album musik yang sudah lama di idam-idamkan olehnya dan juga pstinya para penggemar musikalisasi puisi karya Pak Sapardi Djoko Damono.

Suatu hari ia mendapati salah satu albumnya bertajuk Gadis Kecil yang diluncurkan pada tahun 2005 lalu sudah bisa di download dengan bebas melalui salah satu layanan website di internet yang belakangan makin populer di kalangan ‘pemburu’ musik mp3. Iapun mengajukan pertanyaan yang rasanya wajar saja keluar dari dirinya: “adakah pemuatan lagu itu telah dimintakan ijinnya pada yang membuatnya? atau setidaknya pada pemilik sajak?“. Jawaban tak kunjung didapatinya dan konon sang pemilik situs marah karena merasa terganggu. Iapun tak paham mengapa? Bukankah yang seharusnya marah itu adalah dirinya? Di blognya ia pun menulis..

hari ini,
saya kembali melihat apa yang telah kami perbuat selama ini.
mungkin buat banyak orang, ini kerja kecil.
tetapi buat kami, ini sungguh istimewa.
karena kami membuatnya dengan hati, dengan rasa,
dengan tenaga dan segala yang kami punya.
begitu selesai, kami ingin karya ini bisa dinikmati banyak orang
dengan cara yang seharusnya.

ketika kemudian ada yang mengambilnya begitu saja,
tanpa memberi kabar terlebih dahulu,
hati kami terluka.

sangat.

Saya bisa merasakan perih lukanya karena tahu betapa panjang dan berat perjalanan yang harus ia dan kawan-kawannya lalui untuk akhirnya bisa menghasilkan karya seperti ini.  Apalagi mereka bukan pemusik dengan dukungan modal besar. Toh, kecintaan pada dunia yang digelutinya itu, serta kepedulian pada para penggemarnya yang terus menuntut mereka mengeluarkan album baru yang membuat mereka kembali bersemangat berkarya setelah sekian lama terhenti.

Mungkin luka kawan saya itu akan bertambah perih kalau saja ia tahu tahu bahwa situs yang ditemukannya itu baru satu dari sekian banyak situs dimana albumnya, dan juga album-album sebelumnya, bahkan yang terbaru sekalipun, bisa di unduh dengan mudah. Sangat amat mudah!

Saya tidak paham pada urusan hak cipta dan segala tetek bengeknya itu. Tapi seperti kata kawan saya itu di blognya, pasti ini ada penyebabnya. Bisa jadi karena karyanya sangat bagus dan digemari, bisa jadi karena cd atau kaset mereka susah didapat, atau juga karena soal perilaku dan kurangnya penghargaan pada karya orang lain. Mungkin saja dia benar, karena kita tidak pernah bisa tahu pasti ada apa dibelakang niat seseorang.

Okelah, anggap semua orang punya niat baik. Namun ini yang justru teramat menakutkan buat saya (dan ini adalah kecurigaan terbesar saya selama ini), yaitu jangan-jangan banyak yang tidak paham bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka menganggap bahwa internet itu dunia yang bebas, dunia yang serba gratis. Kalau sudah begini, kan repot urusannya.

Pada hemat saya, ketidaktahuan itu sebenarnya bisa diatasi dengan mencari tahu. Yang paling sederhana misalnya bisa dimulai dengan membaca Terms of Service di berbagai layanan uploading file di internet yang selama ini sering kita gunakan. Coba misalnya baca TOS di multiply tentang hak cipta (Copyrights and Trademark).

Satu hal lagi yang tidak kalah menakutkan dari hal semacam ini adalah matinya kreasi, punahnya kreatifitas. Menyangkut hal ini, menarik bahwa untuk memperingati Hari Hak Cipta Intelektual sedunia tahun ini, World Intellectual Property Organization memilih tema “Encouraging Creativity“.

Kawan-kawanku yang tercinta, posting ini tidak bermaksud menggurui para pengunggah dan pengunduh mp3 di luar sana, karena saya terus terang tidak punya pengetahuan luas soal urusan hak cipta ini yang ternyata cukup rumit aturannya. Saya sendiri masih suka tergoda mengunduh mp3, apalagi kalau itu lagu-lagu yang lumayan langka. Toh, saya ingin mengingatkan diri sendiri sembagi berbagi cerita tentang luka seorang kawan yang pastinya merasa sangat dizalimi dan saya takut, jangan-jangan ia dizalimi bukan karena kesengajaan, tapi karena ketidaktahuan..

Apalagi yang lebih mengerikan daripada menyakiti orang lain tanpa kita sadari..?


Actions

Information

22 responses

5 04 2007
aRdho

😦

5 04 2007
qureyoon

waduh … berat ini …

5 04 2007
neeya

memang mengerikan itu pak. karena yg menyakiti tidak tau siapa yg telah disakiti. tapi juga seandainya ia tau dan tetep pura2 gak tau??? Aduuuhh…

5 04 2007
endang

untung gak hampir gak pernah donlod……*tetep aja pernah…soriiii….*

6 04 2007
Bajangkirek

Stop piracy, start downloading?
Duh, jadi gak enak…

7 04 2007
subadri

Bukankah itu semua konsekuensi para blogger? Kalau blogger tersebut lebih memanfaatkan yang tersembunyi maka mereka diserang, makanya kita hanya bisa berbuat apa yang kita inginkan saja dan menjalani konsekuensi tersebut.

Sunguh tak diduga dan disangka-sangka, cayo teruss bang

7 04 2007
Mr. Geddoe

Hmm…

Kebijakan baru; bajak hanya para musisi major label😛
Hmm, tapi beberapa musisi luar malah kesannya fine-fine saja tuh dibajak. Duitnya soalnya mengalir dari live show kecil-kecilan. Apa di Indonesia masih sangat bergantung pada penjualan kaset, ya? Mengingat sistem single juga belum populer…

Hmm… Jadi salah tingkah…😦

9 04 2007
dwiagus

saya lebih suka encouraging creativity untuk dinikmati seluruh dunia …..
jangan sampai masalah hak cipta ini mengurangi akses tiap orang terhadap sebuah karya cipta, yang mestinya bisa dinikmati dan berguna menjadi berkat buat banyak orang ……

10 04 2007
tukangdonlot

Gw sering donlot, tp ga pernah donlot album2 indie or lagu indo… cm donlot musik barat yg MAJOR LABEL . soalnya gw yakin, mereka itu biar lagunya kita donlot tetap aja kaya raya.

so stop donlot lagu indo n indie kasian musisi… klo musisi asing yg major, ya monggo

11 04 2007
chielicious

Hmm..saya juga punya beberapa teman musisi , di jalur indie juga..beberapa dari mereka malah ga keberatan tuh musiknya di bajak, SELAMA hak cipta dari lagu2 bajakan ini asli..pemusik di jalur indie kan lebih mengandalkan show dibanding penjualan album, dan setau saya sieh royalti yang di dapat dari penjualan album itu ga terlalu banyak -baik musisi major maupun indie- dengan adanya mp3 bajakan ini juga mereka lebih mudah dikenal karena penyebarannya lebih mudah dan luas..

well tergantung anda mo diliat dari sisi mananya.. ^_^

ini bukan pembelaan diri lo ya heheh

toh klo emang udah sayang ama sang musisi pasti bakalan beli yang cd aslinya juga..sperti saya ini..suka banget ama Mew ampe nyari cd aslinya…sampe dapet.. ^.^

22 04 2007
boy

donlot lah yang kaya, belilah yang gak kaya.🙂

9 05 2007
gadisbintang

saya termasuk mereka yang doyan meng-upload lagu di multiply. jujur, lagu Dua Ibu dan Ari-Reda pun ada di playlist saya. tapi saya tak meng-upload semua. hanya satu, atau dua lagu. maksudnya, biar orang dengar–dan kalau mereka tertarik, saya menyertakan alamat, tempat mereka bisa membeli CD aslinya. salahkah itu, Pak JaF? (kalau iya, biar saya delete playlist itu) ^_^

20 08 2007
Miss Leopard

wah klo akyu siy blon pernah ngedownload ndirian, paling dapetnya dah berbentuk file dari temen yang doyan download.
tapi apa itu termasuk salah satu kategori yang dibilang indah ya??

17 09 2008
sukocok

copyright ? what the fuck with that shit..
semua yg ada di dunia berikut variannya ada gratis !!!!

21 09 2008
SEKOLAH SETARA MADRASAH DINIYAH - Perniagaan Yang [Pasti] UNTUNG BESAR!

[…] kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

21 09 2008
PENDIDIKAN PERSAMAAN SLTA - :: MOHON MAAF BAGI SEMUA ::

[…] kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

21 09 2008
IJAZAH KESETARAAN - Konsorsium Solo - Masyarakat Solo Peduli Kemanusiaan

[…] kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

21 09 2008
UJIAN PERSAMAAN SMA - Alif -Jadi Shaolin Kungfu?- TentuTidak

[…] MOHON MAAF BAGI SEMUA :: Membaca kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

22 09 2008
BELAJAR SETARA IBTIDAIYAH BELAJAR SETARA TSANAWIYAH - Almamater Kami [UNJ - ITB]

[…] kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

29 10 2008
PENDIDIKAN PERSAMAAN MADRASAH - {joke} Movie Title (in java language)

[…] MOHON MAAF BAGI SEMUA :: Membaca kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

16 01 2009
Alat Penghemat Gas LPG » Blog Archive » Paket - Alif -Jadi Shaolin Kungfu?- TentuTidak

[…] MOHON MAAF BAGI SEMUA :: Membaca kedua blog ini: Pak Rane & ” Dunia Ari Reda “ membuat saya terhentak dan berpikir. Betapa saya merugikan […]

5 08 2009
radenluki23

intelektual property (copyright, paten dsb) adalah produk/paradigma kapitalisme, dia mempunyai kesempatan untuk menggudangkan kekayaannya dari setiap produk dan jasa yang dijual. kalaupun ada yang keberatan para artis, blogger, siapa pun dia mempunyai mental kapitalisme. coba lihat seni-seni tingkat tinggi sperti patung-patung michaelagelo, karya bethoven, vivaldi dll apakah mempunyai inteletual property ?? berapa modal yang mereka habiskan untuk menghabiskan karya seni tingkat tinggi tersebut ?? kalau lah ada hak cipta itu masalah pihak ketiga, studio rekaman dll (pihak poduser, distributor) yang menghasilkan uang dari sana… itu resiko mereka. kok karya2 seni dibuat untuk menghasilkan keuntungan pribadi. rakyat kecil jelata tidak bisa menikmati karya-karya seni kalau masih memakai sistem kapitalisme. mencari uanglah dengan konser2, panggung dll biarkan sistem natural apa adanya. jangan dikotori pihak2 ketiga yang mencari keuntungan.
kalau ada yang keberatan dengan pendapat saya silahkan kirim : yayanguki@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: