Blogger Dapat Kartu Pers?

21 01 2007

peres.jpg(Updated: 22/01/07)
Kompas Cybermedia menurunkan sebuah laporan menarik tentang blogger di Amerika yang mendapat akreditasi untuk meliput persidangan di gedung pengadilan Amerika. Mereka yang mencatat sejarah itu adalah dua orang anggota Media Bloggers Association, MBA. Kalau lihat di websitenya, mereka ini sebuah organisasi non partisan yang antara lain bertujuan untuk mendukung pengembangan blogging atau citizen journalism sebagai sebuah media yang baru, sekalian menyokong kekuatan pers plus beberapa penjelasan lainnya.

“Coba di Indonesia bisa begitu ya. Pasti seru!” komentar seorang teman chatting. Sebuah komentar yang sudah bisa diduga bakal muncul. Maklumlah, negaranya si Tuan Bush ini memang seolah jadi kiblat jurnalisme yang sangat bebas. Terbukti, blogger saja bisa dapat akreditasi seperti layaknya media jurnalistik lain.

Saya langsung teringat pada kawan-kawan di ITS Surabaya yang menyelenggarakan seminar blog dan jurnalisme Desember lalu. Masih ingat betapa beberapa diantara mereka menghampiri saya dengan penuh antusias karena merasa mendapatkan suntikan semangat baru dalam blogging. Bahkan ada seseorang peserta muda yang bertanya tentang cara mendapatkan kartu pers.🙂

Tapi pada saat yang sama saya jadi teringat pada kawan-kawan blogger yang merasa blognya itu tidak penting karena membahas isu-isu sehari-hari yang sangat biasa, yang cerita tentang suami dan anak-anaknya, tentang pacarnya, tentang idolanya, tentang kucing peliharaannya, tentang tato barunya. Pokoknya hal biasa. Mundane, kata orang bule. Dibandingkan dengan blogger yang sudah dapat kartu pers di Amerika, mereka mungkin merasa bukan apa-apa walau kenyataannya menurut saya tidak demikian.

Kartu Pers Buat Blogger: Memangnya Perlu?

Tidak ada yang salah dengan ide memiliki kartu pers. Saya bahkan sangat mendukung kawan-kawan yang bergabung bersama membuat media di internet dengan engine blog dan menanyakan soal perlu tidaknya mereka memiliki kartu pers. Setahu saya hal ini belum diatur oleh para pembuat kebijakan di negeri kita tercinta, namun yang terpenting adalah mereka memiliki media yang jelas. Bukan media bodong..🙂

Kartu pers tentu akan berguna sebagai bentuk identitas ketika mereka akan menulis atau ‘meliput’ sebuah event, misalnya. Ini yang harus dipahami, walaupun seringkali harus diakui di Indonesia kartu itu juga berguna untuk hal lain seperti nonton konser gratis atau ‘jimat’ untuk lolos tilang polisi. (Buat saya ini lebih disebabkan karena ketidak mengertian orang tentang profesi wartawan saja, termasuk para polisi itu yang selalu gentar dengan jimat modern bernama Kartu Pers. Padahal cuma kertas biasa kok🙂 )

Akan tetapi buat saya yang penting bukan kartunya tapi pengakuannya. Karena itulah saya heran mengapa Kompas yang sudah hebat dan berpengalaman itu bisa terjebak dengan judul “Blogger AS Dapat Kartu Pers“. Mengapa harus kartu pers nya yang mendapatkan penekanan? Padahal di website media bloggers sendiri mereka berulang kali menggunakan kata credentials yang dalam penafsiran saya lebih mengacu kepada sebuah bentuk pengakuan. Kartu pers hanya salah satu wujud dari pengakuan itu dan bukan tujuan utama.

Jadi, kalau para blogger Indonesia ingin bercita-cita seperti teman-temannya di Amerika itu, menurut saya sah-sah saja bahkan bisa jadi akan menarik sekali. Soalnya saya percaya bahwa para Citizen Journalist memiliki sudut pandang dan akses yang sangat mungkin berbeda dengan jurnalis kebanyakan. Coba bayangkan sebuah jaringan media yang terdiri dari para blogger Indonesia yang notabene rakyat biasa yang tersebar di berbagai tempat di tanah air bahkan dunia. Bayangkan berapa besar jumlah mata dan telinga yang mereka miliki dan bayangkan betapa menarik dan berbedanya laporan yang bisa mereka sajikan dibandingkan media mainstream.

Ya sebetulnya tidak perlu membayangkan. Situs Ohmynews International, misalnya memiliki jumlah ‘reporter’ di seluruh dunia yang bisa bikin keder CNN sekalipun. Di Indonesia, media besar seperti Kompas, Media Indonesia atau Jawa Pos juga siap-siap saja dibuat keder dengan panyingkul, halamansatu atau wikimu.com dan situs jurnalisme warga lainnya yang saya yakin tengah dan akan terus berkembang.

Blogger menurut saya memiliki kelebihan dalam kemampuan membuat jaringan sehingga menjadi semacam media yang jauh lebih independen dengan sumber daya dan jaringan yang sangat besar: Jaringan para blogger Indonesia.

Namun sekali lagi, jika kita para blogger ingin meniru apa yang terjadi di Amerika itu, mungkin sudah saatnya kita nyolong ilmu dari para jurnalis. Pelajari etika-etika dan prinsip jurnalistik dalam membuat tulisan atau laporan yang akurat, terpercaya, bertanggung jawab, menghargai privasi orang dan lain sebagainya. Itu tujuan utama kita. Bukan sekedar untuk mendapat kartu pers. Kalau cuma sekedar kartu, siapa saja bisa membuatnya🙂

Kapan kita bisa memulainya? Sekarang juga bisa!! Namun yang paling penting adalah jangan pernah sekalipun merasa apa yang anda tulis di blog itu sebagai hal tidak penting. Anda mungkin tidak pernah menulis tentang perkembangan baru dunia IT, ikut mengulas kebijakan pemerintah seperti beberapa blogger di Amerika itu, atau membongkar kasus korupsi di Pemda, atau hal-hal lain yang sering disebut ‘serius’.

Bahkan kalau melihat blog-blog ‘tidak serius’ yang ada di internet, saya melihat sangat tidak sedikit yang dikerjakan dengan serius walaupun isinya mungkin hal-hal biasa dan sehari-hari. Anda menyempatkan waktu untuk ngeblog saja sudah menunjukkan keseriusan itu, bukan? Lagi pula jurnalisme itu tidak melulu harus cerita soal politik kok. Buktinya, infotainment saja (terlepas dari berbagai macam kontroversinya ya) sudah diakui sebagai bentuk jurnalisme di Indonesia, kan?

Mungkin kata kuncinya adalah “Setiap blogger punya keunikan yang diambil dari kehidupan sehari-hari di sekitar mereka.” Jadi mulailah dari situ. Mulailah dari apa yang anda tahu dan apa yang anda mau tulis, dengan gaya apapun, bahasa apapun. Jangan memaksakan diri menjadi orang lain. Sementara itu mulailah untuk mencoba menulis secara faktual dengan jujur dan akurat dan dengan menghargai hak serta privasi orang lain. Kalau semua blogger (siapapun dan apapun jenis blognya) sudah melakukan itu, bayangkan betapa menariknya informasi yang disajikan jaringan blogger Indonesia ini. Bayangkan…! Di kepala saya sih cuma ada satu kata:

DAHSYAT!!

~~~

Link terkait:

:: Website Media Bloggers di Amerika

:: Ulasan Washington Post tentang Blogger yang mendapat akreditasi

:: Center For Citizen Media


Actions

Information

19 responses

22 01 2007
endang

wah…jadi ndak minder lagi nih…btw, siap2 jadi pembicara seminar new media ?*sumpah gak ngeledek*

22 01 2007
Anang

saya mau dapat kartu blog pres nya hehe

22 01 2007
Luthfi

wah, auahsepet.blogspot.com Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server. Please visit the Blogger homepage or the Blogger Knowledge Base for further assistance.

22 01 2007
Anggara

kalau kartu pers jadi tujuan sih buat sendiri aja, toh banyak media bodong yang bikin kartu persnya sendiri, yang susah kan penegakkan prinsip

22 01 2007
philips vermonte

halo mas, trims sudah mengunjungi blog saya. I try to reciprocate…:-)

Blog Anda bagus sekali

salam

22 01 2007
kakilangit

kartu pers buat bloger? saya sepakat bukan masalah kartu persnya yang harus didapat, tetapi pengakuannya. itung-itung buat nyaingin media massa konvensional yang sekarang sudah terlalu dalam dililit kepentinga.

memang bloger nulisnya bukan tanpa kepentingan?
*kabuur…*

23 01 2007
prayogo

Saya setuju, namun bukan untuk kartunya, Karena kalau untuk kartunya saya terus terang bisa bikin, hanya modal sedikit uang bisa keluar kartu pers. Namun lebih kepada pegakuanya.

Dan memang alangkah baiknya para blogger indonesia, di saat menulis juga harus ada kaidah2 dalam nenulis. Misal gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar. Saya berusaha dengan keras supaya tulisan yang saya posting di blog saya memenuhi kriteria dari menulis itu sendiri.

Untuk pak JaF, terima kasih atas informasinya.

27 01 2007
manusiasuper

Blog kadang justru menjadi media alternatif, ketika ketika media konvensional sudah dicemari kepentingan-kepentingan politis, pribadi dan EKONOMI.

Jadi tetap lah menjadi independen, Go Blog!!

31 01 2007
Romulo

Saya setuju jika blogger diakui sebagai media online dan layak untuk memiliki id agar dapat dilindungi karena untuk membuat web cukup mahal dan blogger udah oke,maju terus teman…………….Jepang aja bisa maju dengan adanya media online yang warganya wartawan kapan Indonesia maju

31 01 2007
dahlia

dooooh ada 2 imajinasi peress neh…klo bukan peress dari meres ato julia peres kekekeke omJAF deh suka yang peres peres huahahahaha, kayaknya nana harus hati hati neh klo s’pore lage ntra disangka sapi itu tuh nana peress hihihi

16 05 2007
new blogger

wuih… asik banget tuh kalo bloger daper kartu pers, nggak bakal tanggung-tanggung jadi blogger nya.

8 08 2007
Bank Mandiri, Grow Up Please! - Hendy Irawan

[…] malah bisa dapat kartu pers: Kompas Cybermedia menurunkan sebuah laporan menarik tentang blogger di Amerika yang mendapat […]

19 10 2007
jomblo

????
kita lagi ngomongin apa’an sih????

17 12 2007
fadlol

kalau cuman kartu pers, dalam 1 jam saya bisa membuat dengan photoshop7, trus cetak pada kartu plastik. Namun makna dan pengakuan yang terpenting. Kode etik jurnalist sangat berat. ok

13 02 2008
Info Bank Mandiri » Bank Mandiri Grow Up please

[…] malah bisa dapat kartu pers: Kompas Cybermedia menurunkan sebuah laporan menarik tentang blogger di Amerika yang mendapat […]

5 02 2009
alta sugardo

ngg nga masalah sih ada kartu pers apa nga,yang penting niadnya…mau diapain tuh kartu,buat nerobos lampu merah,atau supaya bisa nanya2 sama orang lebih dalem lagi? berdasar pengalaman sih,malah lebih enak ngobrol sama orang,kalo kita jadi “orang biasa” tapi kalo udah pake kartu “pers” malah ada yang lari,malu malu(padahal nga di foto) atau cerita orisinil di lapangan jadi “keplintir” tapi saya dukung kalo blogger punya kartu pers,selama ada standarisasinya…jangan2 yang hobby nerobos lampu merah,pengen punya kartu pers bikin blog deh,biar dapet…hahahaha IMHO loh

22 10 2011
wahyu asyari m

dahsyat memang blogger!

13 10 2014
revida

Admiring the dedication you put into your site and in depth information you present.
It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t the same outdated rehashed material.
Great read! I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds to my Google account.

9 07 2016
CAH YOGYA

Menarik sekali, artikel ini sudah hampir 10 tahun dan terbukti sekarang di Indonesia muncul portal-portal online damedia mainstream pun malah cenderung mengikuti gaya artikel khas blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: