Little Mosque On The Prairie: Guyon Ala Muslim Kanada

12 01 2007

lmop-head.jpg

“American Idol.. Canadian Idol.. I say all idols should be smashed. Desperate Housewives?! Why should they be desperate when they’re only performing their natural womanly duties?” Ustad tua berjenggot dan bersorban panjang itu bicara berapi-api di atas mimbar sementara sepasang wanita berkerudung di antara para jemaah yang duduk di lantai justru membicarakan episode terbaru Desperate Housewifes.

Inilah salah satu adegan pembuka serial komedi situasi Little Mosque On The Prairie yang mulai mengudara tanggal 9 Januari lalu di televisi CBS, Kanada. Kesan komedi itu saja langsung tertangkap dari judulnya yang mengingatkan kita pada serial jaman dulu Little House On The Prairie.

Daya tariknya? Islam! Ya, serial komedi situasi ini bercerita tentang sebuah komunitas kecil masyarakat muslim yang hidup di sebuah kota pedalaman di Kanada bernama Kota Mercy. Kelucuan cerita ini berputar di sekitar upaya mereka untuk hidup di tengah masyarakat Kota Mercy yang tak jarang masih diliputi kecurigaan terhadap masyarakat muslim pasca tragedi 11 September di New York.

“Mum, stop it with the guilt. No, don’t put dad on. I’ve been PLANNING this for months. It’s not like I dropped a BOMB on ’em,” Lelaki ganteng berwajah TIMUR TENGAH itu tengah antri untuk check-in di BANDARA. Ia tengah berbincang dengan ibunya di ponsel. Seorang wanita bule yang antri di depannya menguping pembicaraan itu. Mendengar kata bom saja ia sudah nampak terkejut. “Well if dad think it’s SUICIDE, then so be it. This is ALLAH’s plan for me!” Wajah wanita bule itu mendadak pucat. Ia langsung keluar dari antrian. Seorang polisi kemudian datang dan menangkap lelaki tadi.

Lelaki tadi, Amar Sharif (Diperankan oleh Zaib Syaikh) diceritakan sebagai seorang pengacara sukses yang bekerja di kantor ayahnya di Kanada. Namun setelah membaca iklan di koran yang mencari seorang imam masjid, ia tergerak untuk melamar dan diterima. Namun ternyata baru sampai bandara saja ia sudah menemui masalah.

lmop3.jpgSampai di kota Mercy, masalah belum berakhir. Setelah kesulitan mencari tempat di kota tersebut, seorang pemuka muslim bernama Yasir (diperankan oleh Carlo Rota yang juga berperan di film seri 24), memutuskan menyewa gedung milik gereja untuk bisnis konstruksinya. Namun masalahnya dalam surat kontrak bangunan ia tidak mencantumkan bahwa bangunan itu sebagian besar akan dijadikan masjid. Seorang warga memergoki ketika komunitas muslim itu tengah sembahyang berjamaah. Warga yang ketakutan itu melapor kepada pendeta setempat, Reverend Magee (diperankan oleh Derek Mc Grath).

“I saw them bowing and moaning, just like on CNN.”

“They’re moslems. They pray five times a day.”

“You rented Parish Hall to a bunch of fanatics?”

“Don’t be paranoid. Many churches rent space to businesses. This is simply a pilot project.”

“Pilot? They’re training pilot?”

“Come down Joe. There’s nothing sinister about Yasir’s Construction Company.”

“Osama Bin Laden ran a construction company too..

Kelihatan sekali bahwa Zarqa Nawaz, pencipta serial komedi itu memanfaatkan ketidak tahuan sejumlah warga non muslim Kanada tentang Islam untuk membangun kelucuan-kelucuan. Namun justru lewat komedi yang menertawakan diri sendiri dan orang lain, Zarqa yang keturunan Pakistan itu berharap bisa meluruskan kesalahpahaman orang tentang Islam. Karena itulah, meskipun bercerita tentang komunitas Muslim, Zarqa justru menargetkan film ini juga kepada warga non muslim. Kesalahpahaman masyarakat muslim terhadap agama lain juga dijabarkan disini.

“Astaghfirullah.. I can see your belly bottom. You look like a protestant.” Imam tua itu melotot menatap anaknya yang memamerkan baju baru. Sebuah baju yang cuma setinggi dada.

“Dad, did you mean prostitute?” Sang anak membetulkan.

“No! Protestant!”

lmop2.jpgSejauh ini belum banyak yang bisa diulas lebih jauh terhadap serial ini, kecuali besarnya sambutan masyarakat Kanada. Maklum promosi serial ini digeber besar-besaran di televisi, media cetak bahkan billboard. Hasilnya rating edisi perdana serial tersebut mencatat angka 2 juta lebih penonton. Sebuah angka yang sangat tinggi untuk tayangan perdana televisi di Kanada. Zarqa sendiri yang memang di kenal sebagai spesialis komedi dan film bernafaskan kehidupan masyarakat muslim berharap film ini bisa menjadi jembatan bagi kerukunan beragama. Sejak adegan pertama saja sudah digambarkan si imam tua yang khotbah dengan latar belakang salib besar yang tersandar di dinding. Harapan itu juga mengemuka di bagian penutup yang menggambarkan adegan sang pendeta yang datang untuk menyerahkan surat kontrak baru dimana jelas tercantum klausul bahwa bangunan itu juga akan digunakan untuk masjid.

Sebagai seorang muslim, saya banyak menyebut kebesaran Tuhan di sela tawa ngakak ketika melihat edisi perdana serial ini. Namun itu cuma saya yang mungkin punya pandangan berbeda. Kalaupun ada yang harus di kritik untuk saat ini, hanyalah detil kecil yang sebetulnya berpontesi mengganggu terutama karena film ini dibuat oleh sesama muslim. Detil itu terkait dengan pembacaan ayat Quran dalam adegan sholat berjamaah, dimana ada sedikit kesalahan dalam pembacaan ayat yang diucapkan sang Imam.

Yang lainnya, secara umum masih diperlukan waktu untuk melihat seperti apa reaksi masyarakat pada umumnya dan masyarakat muslim pada khususnya, yang semoga tidak berujung seperti kasus kartun Nabi di Denmark yang mengguncang dunia. Kalaupun sejauh ini ada reaksi langsung, itu baru ditemui pada ratusan komentar di youtube. Ya.. ya.. saya tidak ada di Kanada ketika edisi perdana ini tayang. Saya baru melihatnya di Youtube beberapa hari kemudian.

Semoga siapapun yang menggunakan nickname Asifnana -yang mengupload film ini di youtube- diberkati oleh Allah, dan tidak dikecam oleh Youtube🙂. Moga-moga juga dia tergerak untuk mengupload episode-episode lainnya.🙂

lmop1.jpg

Little Mosque On The Prairie
Penulis: Alan Rae, Zarqa Nawaz, Rebecca Schechter
Sutradara: Michael Kennedy
Pemain: Neil Crone (Fred Tupper), Zaib Shaikh (Amaar), Arlene Duncan (Fatima), Sitara Hewitt (Rayyan), Carlo Rota (Yasir), Debra McGrath (Mayor Popowicz), Manoj Saad (Baber), Derek McGrath (Reverend McGee), Sheila McCarthy (Sarah)
Waktu tayang: Setiap Senin malam di Televisi CBC Kanada
Website: http://www.littlemosque.ca.

Edisi perdananya bisa ditemukan di YouTube dengan mengetikkan “Little Mosque On The Prairie” di bagian pencarian.🙂

Salam,

JaF


Actions

Information

18 responses

12 01 2007
aRdho

jadi sebenernya pak jaf suka apa gak sama acara ini?

12 01 2007
ita

wah penasaran pengin nonton..makasih pak infonya..segera meluncur ke yutub🙂

13 01 2007
endang

Thanks buat yg upload film ini ke youtube,mudah2an tdk ada anggapan negatif lg ttg kaum kita. Di 24 (horee…24 disebut2 di postingan ini..*mode norak*) ada jg bbrp teror menyangkut org muslim dan ada pelurusan ttg pemikiran yg salah thd Islam. Cuma,nontonnya emang hrs berpikiran jernih dan komplit, kalo gak malah jd sebaliknya. Kalo ada kesalahan mgkn jgn2 krn yg bikin film emang bukan muslim jd kurang menguasai. Tp itupun sungguh kita berterimakasih buat para bule yg mampu melihat kesalahan pemikiran thd Islam dan mencoba membantu meluruskan kesalahan itu. Semoga……

13 01 2007
endang

sori…tadi kurang teliti baca n blm nonton…lol….yah, gak tau jg kenapa bisa salah..hehehe

13 01 2007
maknyak

thanks Jaf atas “jawilannya”. Insya alloh senin ini gak akan lupa lagi. mau nonton episode ke dua di CBC. klo pun nanti kalah rebutan siaran ulangnya hari Rabu. udah nonton juga di youtube.

yg bikin film ini bisa diterima oleh kalangan mana-mana , ya karena film ini dikemas dengan bahasa komedi. Komedi itu universal. Bisa menyampaikan sesuatu yg mungkin sensitip tanpa menyakiti pihak terkait. so far di Canada oke2 saja dengan film ini.
jadi terpikir menggarap cerpen yg semacam “perempuan pengusung Tradisi” dalam bentuk komedi.
sempet di todong2 brbagai pihak untuk mengembangkan cerpen ini. kemarin2 saya bingung mengemasnya biar tak aa yg tersakiti. Sekarang kayaknya komedi menjadi jawabannya.

masalahnya, kapan mulai nulisnya? sekolah saja gak rampung2.

14 01 2007
arifkurniawan

Hehehe, lucu pak Jaf reviewnya. Asik sekali. Selamat juga atas buku dari Pak Budi. Sukur-sukur diulas juga disini. Hehehe…

14 01 2007
manusiasuper

YouTube I’m coming…

Semoga tidak bernasib malang dan dicerca oleh umat muslim sendiri. Maklum, kita masih terbiasa melihat sesuatu dari sisi “bahaya”nya dulu…

14 01 2007
Dhika

baru baca cerita sampeyan saja sudah ikut senyum2 ni kang🙂
sepertinya menarik buat ditonton, sayang koneksi lagi lemot gemulai *sigh

16 01 2007
yanti

baca reviewnya pak JaF kayaknya menarik, tapi males juga nonton dgn koneksi kayak gini. dan semoga “saudara2 kita” pun nggak uma ngeliat dari sisi negatifnya melulu🙂

18 01 2007
kakilangit

Kalo di luar negeri komedi kayak gitu pasti disikapi dengan canda tawa juga. coba di Indonesia, bukan canda tawa, tapi adu jotos.

18 01 2007
maknyak

episode yg ke dua ada di yutub apa gak ya?

aku baru nonton semalam. masalah yg diangkat adalah masalah diletakkan pembatas anatara perempuan dan laki2 di mesjid itu ketika sholat. kelompok modernis di wakili oleh sarah dan anaknya. sedangkan kelopok tradisional di wakili oleh sang ustadz.

karena Yasir mendukung diletakkan pembbatas, si sarah akhirnya meletakkan pembatas di kamar tidur mereka. hahahahaha. ah masih banyak lg

21 01 2007
neeya

pak.. makasih buat info ini. I found myself enjoying the 1rst episode I download in LOL😀
Seandainya penerapan sbenarnya bisa spt itu, sptnya kita bisa damai aman tentram dan tertawa🙂

21 01 2007
Pilem sitkom dengan nuansa muslim « PiNkSky

[…] « Taun Baru neh Pilem sitkom dengan nuansa muslim Januari 21st, 2007 Gara-gara postingan pakde JaF, aku jadi bela2in nyari episode pilem seri Little House on The Prairie yang keluaran CBC Canada. […]

23 01 2007
Oskar Syahbana

@maknyak: Udah ada tuh edisi keduanya. Beneran lucu! Sampe harus ku save ke komputer🙂

24 01 2007
fay

Assalamualaikum wr.wb. keknya asyik ya liat serial TV kayak gitu..kapan ya ditayanken di TV-TV di negeri kita? daripada nonton sinetron cinta segitiga…:D

23 02 2007
ayu

aduh pengen liat, tapi kalau lewat yutub laamaa……banget ngaksesnya.

28 01 2008
rully

menanggapi komentar dari pak endang (atau bu?), ttg muslim di beberapa film barat.

ada satu episode dari serial kesayangan saya, criminal minds, yang berusaha meluruskan pandangan barat ttg muslim secara keseluruhan. bahwa terorisme itu bukanlah gambaran dari muslim secara utuh.
itu merupakan salah satu episode paling keren bagi saya.

sayangnya, keinginan pihak barat untuk memahami muslim tidak disertai oleh sikap sebagian umat muslim sendiri yang mencampur adukkan urusan politik dengan agama.

28 04 2008
salim

untuk link lokalnya bisa cari di http://www.indowebster.com, saya pernah liat beberapa ada beberapa link… HTH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: