Ayam Singapura

7 10 2006

Ini cerita tentang ayam betulan. Jadi jangan berpikir macam-macam🙂 Entah kenapa sejak menginjakkan kaki di negara pulau ini sekitar 6 tahun lalu saya sering sekali mendengarkan cerita tentang “Ayam Singapur” ini dalam berbagai versi dan semua terkait dengan kehidupan anak di negara modern ini. Ceritanya begini..

Saya pertama kali tahu cerita ini dari artikel di salah satu surat kabar lokal. Kalau tak salah ingat, itu adalah artikel di kolom surat pembaca yang ditulis seorang guru TK. Ceritanya suatu hari si guru TK meminta anak muridnya untuk menggambar seekor ayam. Namun ia kaget melihat hasil gambar beberapa muridnya. Seorang anak misalnya menggambar apa yang disebutnya sebagai paha ayam goreng ala KFC. Sementara anak yang lain menggambar ayam utuh yang sudah ‘meninggal’ dalam keadaan klimis tak berbulu dan siap dimasak.

Saya tertawa ngakak tapi sekaligus prihatin dengan kisah sang guru ini. Separah itukah pengetahuan anak-anak kita sekarang? Tapi pertanyaannya sekarang adalah, buat apa mereka tahu semua itu? Bukankah sekarang memang zaman serba mudah? Bukankah selama ini kita bekerja keras banting tulang untk kenyamanan hidup anak cucu? Lihat saja hasilnya sekarang. Semua serba mudah, semua serba instan. Apa tidak nyaman itu?

Too comfortable.” kata seorang teman warga Singapura keturunan Cina. Dia ini masuk dalam generasi terakhir di negara ini yang masih merasakan hidup di kampung-kampung sebelum pemerintah memutuskan memindahkan lebih dari 80 persen warganya ke rumah-rumah bersusun. Konsekuensinya tentu saja ada hal-hal yang harus dikorbankan. “Mana boleh piara ayam?” katanya mengingat masa kecilnya. Wah, saya jadi teringat masa kecil juga. Di rumah kakek dulu di Mataram sering kami berebutan bangun pagi dan lari ke kandang di belakang rumah. Yang lebih dulu sampai kemungkinan besar akan sarapan telur itik goreng di bawah tatapan ‘ngiler’ yang lain. Itu juga kalau itiknya lagi ‘mood’ untuk bertelur..

Seorang tour guide Melayu yang pernah saya kenal malah memutuskan membawa anaknya ke Pulau Ubin beberapa bulan sekali. Itulah satu-satunya pulau di Singapura yang masih menyimpan suasana kampung dari masa lalu. Lebih ekstrim lagi dia pernah membawa anaknya liburan ke rumah pembantunya di sebuah kampung di Jawa. Anaknya senang sekali bisa berenang di kali, main di sawah, memetik sayur di kebon dan ‘dolan-dolan’ dengan anak di kampung pembantunya itu. Justru si bapak yang pulang dengan diare karena tidak cocok dengan makanannya hehehe..

Ya agaknya anak-anak kita memang perlu tahu sisi lain dari hidup serba nyaman yang dijalaninya sekarang. “Let them appreciate what they have now, and not to take their live for granted,” kata kawan Chinese Singaporean saya. Hmm.. betul juga. Selain itu menurut saya nyamannya kehidupan sekarang amat berdampak pada kondisi tubuh mereka. Kena hujan sedikit sudah pilek. AC kamar mati, rewel. Padahal dulu saya bisa hujan-hujanan berjam-jam, naik sepeda di bawah terik matahari, mandi di kali, makan makanan yang rendah tingkat higienisnya dan alhamdulillah sehat-sehat saja.

Saya jadi ingat anak sendiri. Seingat saya sih dia pernah melihat wujud ayam hidup bahkan senang memegang anak ayam piyik. Wohoho.. anak siapa dulu.. Tapi eits, agaknya saya tidak boleh terlalu bangga juga. Soalnya waktu sedang membantunya bikin PR ada soal yang intinya menjelaskan hubungan antar benda satu dengan benda lainnya. Salah satunya berbunyi begini: “Where does coconut come from?” Sudah jelas-jelas di situ ada gambar pohon kelapa tapi tetap saja dengan enteng dia menjawab:

..from NTUC!*

Ya secara teknis benar juga sih, tapi ….

—————-
* NTUC: Nama jaringan supermarket besar di Singapura.

Catatan: Artikel ini pernah saya tulis di blog lama saya yang hilang atau tepatnya kehilangan databasenya, dan saya berusaha tulis ulang lagi berdasarkan ingatan semata.. Thanks a bunch, Mike and the gank..


Actions

Information

14 responses

7 10 2006
Yuliazmi

Walah om JaF… tuan putri tak pernah lihat kelapa masih di pohonnya kah? hehehehehe….

Ayooo pulang ke Indonesia, banyak pohon kelapa sekalian liat siamang memetik kelapa😀

7 10 2006
Devi

hahahaha…serius?? ck ck ck…untung di jakarta masih bisa melihat ayam hehehehe

7 10 2006
IndraPr

Hahaha… secara teknis, putrinya betul sih menjawabnya, Pak JaF.🙂 BTW, sekarang dilema juga sih, agak takut juga “memperkenalkan” anak-anak kita dengan ayam “beneran”, takut ketularan flu burung…

8 10 2006
Hany

Wehehehhe… Brarti kalo ditanya: Dari mana datangnya lele?
Jawabnya: Dari Ayam Penyet Ria van Lucky Plaza duong, yeah.

8 10 2006
JaF

Yuli: Wah… bisa ketakutan dia liat monyet bisa metik kelapa hehehehe

Devi: Hati.. hati.. kayaknya nggak lama lagi anak-anak Jakarta juga nggak bisa lihat ayam. Salah satu alasannya liaht di jawaban pak Indra tuh.. hehehe

Pak Indra: Tul pak.. Terakhir saya ke Pangandaran sama anak-anak Singapura yang bawa bantuan, ada yang panik lihat ayam hehehehehehe Takut ketularan flu katanya hehe

Hany: Salah! Lele datangnya dari Restoran Ojolali Van Lucky Plaza.. rasanya lebih nendang. Coba ndiri deh.. kekeke..
Saya pernah trauma di Ayam penyet. pesen lele, taunya udah bau hehehe

8 10 2006
coni

halo Pak JaF…salam kenal ya…emang bener kok…di sana kalo anak ditanya….where does the chicken come from??? from Cold Storage :))

11 10 2006
Wahyu

Jadi inget mau nyanyi “ayam-ayam ayam bebek…”

12 10 2006
tukang nggedeblues

hihihiihihii………..beruntung saya masih hidup di negara yang kampungnya masih banyak, masih bisa lihat ayam berkeliaran, masih ada banyak pohon yang bisa dipanjat *skg gak pernah panjat pohon lagi ding. pohon jambu di depan rumah kos saya udah ditebang … hiks* dan meski gak jago gambar, tapi kalo disuruh nggambar ayam bisa mengimajinasikannya dengan utuh, tidak hanya sekadar pahanya….hehehehehehe

beruntung juga buat tuan putri, karena masih bisa pulang kampung ke desa bapaknya di indonesia, dan tidak melulu tinggal di rumah susun yang tak ada pohon kelapanya….hehehehehehe.,

lebaran mudik gak bang?

12 10 2006
nYam

jangan kata anak-anak, temenku aja ga bisa bedain mana pohon mangga+rambutan. dah jelas daunnya beda gitu😦

19 10 2006
CK

pertama biar cenik ngakak dulu huahuahuahuha, putri pak jaf lucu deh, tapi emang bisa di bilang betul juga ya hehhee..klo ga NTUC ya Coldstorage, carefour, gaint. tapikan phon kelapa di spore juga kan ada pak jaf tuh di pinggiran pantai.

13 11 2006
dahlia

omJAF…ngak kuat liat kumisnya kolonel omJAF. tapi om dahlia tau dari mana asalnya ayam…..KAMPUS !!! hehehehehe

8 12 2006
iriani

hallo omJAF salam kenal, seru juga ya dengar ceritanya. Btw bisa ngak omJAF kasih tau gimana caranya memesan guide singapura yang berbhs melayu soolnya dalam liburan natal nanti saya mau kesana pak. thx for infornya.

8 12 2006
YANG PUNYA BLOG

IRIANI: How do I contact you? Saya punya telepon beberapa guide melayu. Kalo perlu email saya saja di jafmail @gmail.com ya..

30 10 2007
mei che

Salam kenal,
Jawaban yg tepat sekali😀
Kalau anak saya : “They went to the orchard to …..”
Jawabnya: “do some shopping”, hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: