Berbuka Dengan ‘Madu Dan Racun’

30 09 2006

http://flickr.com/photos/rane

Di Indonesia mungkin namanya Pujasera alias pusat jajan serba ada. Tapi di sini ia disebut Hawker Centre. Bedanya kalau di Indonesia ia kebanyakan ada di mall-mall, di sini ia adalah tempat makan paling murah, merakyat dan nyaris ada di semua tempat pemukiman rumah susun, termasuk di belakang blok tempat kami tinggal. Ke sanalah sore tadi kami memutuskan pergi berbuka puasa setelah seharian terkurung di rumah akibat hujan yang konsisten mengguyur sejak pagi bahkan sesekali masih menyisakan rintik-rintiknya, membuat kami malas pergi jauh-jauh.  

Sekitar 5 menit menjelang waktu buka. Semua meja nyaris penuh dengan orang yang tengah asik makan. Suasana dingin membuat perut tambah lapar. Kalaupun ada yang hanya duduk saja bisa dipastikan muslim yang tengah menunggu waktu berbuka seperti kami. Di meja sudah tersedia Milo hangat untuk saya, teh o untuk istri dan tuan putri kecil kami serta epok-epok untuk sekedar membatalkan puasa sembari menunggu pesanan nasi goreng dan omelette seafood yang kami pesan dari salah satu kedai halal.  Suasana tambah ramai.

Tak jauh dari kami beberapa orang tengah sibuk dengan sound system. Ah, waktunya karaoke mingguan, hiburan rakyat penghuni rumah susun di lingkungan kami. Dua boks speaker besar, satu televisi 21 inchi, serta ampli dan tape deck terpasang sudah. Lagu pertama mulai terdengar yang membuat saya dan istri saling berpandangan heran karena nadanya sangat akrab di telinga tapi kami lupa judulnya. Seorang engkoh Cina atau disini dianggil apek yang sedari tadi memegang mikrofon mulai tarik suara sambil menatap tulisan di layar televisi. Suaranya menggumam tak jelas tapi rasanya ia seperti mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia. Nadanya makin tidak asing di telinga. Kamipun tertawa lebar ketika ia sampai di bagian refrain: “Madu di tangan kananmu, lacun di tangan kilimu.. Aku tak tau ape yang akan kau belikan padakuuuu…

Hahaha… “Madu dan racun” rupanya.. Sebuah lagu yang mengembalikan kenangan pada era tahun 80an di kampung halaman tercinta, Indonesia. Tanpa sadar kami pun ikut bersenandung, sementara yang lain hanya bertepuk tangan atau menggoyangkan kepala sambil tertawa melihat gaya si apek bernyanyi. Benar-benar hiburan rakyat.

madu1.jpgTak lama, di sela-sela suara cemplang si apek dan suara musik yang pecah dari speaker murahan itu sayup-sayup terdengar suara lantunan adzan dari radio di kedai yang menjual makanan India halal. Suaranya makin lama makin kencang. Ah, waktunya berbuka. Sebagaimana layaknya norma yang saya tahu, saya pun menantikan musik karaoke dimatikan untuk menghormati suara adzan maghrib sambil menghirup Milo yang mulai dingin. Tapi masalahnya ini bukan kampung kami nun jauh di Bekasi sana. Si apek masih terus bernyanyi, yang lain masih terus bertepuk tangan atau menggoyangkan kepala menikmati “madu dan racun” yang agaknya sudah akrab di telinga banyak orang.

Saya dan istri hanya bisa celingak-celinguk memperhatikan suasana sekeliling. Tidak ada yang nampak terganggu. Beberapa orang muslim mulai melahap hidangan pesanan mereka dengan santai. Tuan putri kecil saya pun sibuk melafalkan doa berbuka puasa. Tangannya menengadah sebagaimana layaknya orang berdoa. Matanya melirik nasi goreng hangat yang tengah disendokkan istri saya ke piringnya. Suasana makin hingar bingar.

Ah, tiba-tiba saya rindu suasana bulan puasa di kampung halaman. Saat-saat begini pasti hanya suara adzan yang mendominasi. Disana mungkin si apek yang tengah karaokean ini bisa dilempar botol madu atau diracun orang sekampung kalau nekat  nyanyi waktu adzan hehe.. Saya pun kangen makanannya. Saat begini di meja pasti sudah tersedia kolak ubi dan kolang kaling yang legit atau es blewah yang segar. Belum lagi aneka kue-kue jajanan pasar pengganjal perut sebelum makan besar.

“Ayah, nggak boleh bengong..” Suara si Tuan Putri Kecil membuyarkan lamunan, mengembalikan saya ke suasana di hawker center yang makin ramai. Si apek sudah digantikan oleh seorang encim dengan dandanan menor. Lengkingan suaranya melantunkan lagu yang di telinga saya lebih terdengar sebagai sindiran.. 

Oh won’t you please play a song, a sentimental song, for my sentimental friend over there.. We’ve been so long apart, make it go right to the heart, of my sentimental friend over there..”

Yah, mungkin saya lagi sentimentil saja. Maklum sudah 5 tahun lebih tidak pernah merasakan suasana bulan puasa di kampung halaman. Saya melirik anak dan istri yang tengah asik melahap makanan mereka. Untung ada mereka. Kalau tidak suasana bulan puasa saya pasti hambar.

“Selamat datang di Singapura,” istri saya tersenyum sambil mengangkat gelas teh-o nya yang sudah tinggal terisi setengah .

Singapura,
Suatu Sabtu yang malas di Bulan Ramadhan, 2006. 


Actions

Information

14 responses

1 10 2006
IndraPr

Hehehe.. mungkin karena hawker centre-nya yang “multi cultural”, Pak JaF. Kapan mau mampir ke daerah rumah saya, nanti saya ajak berbuka puasa di Al-Ameen atau Al-Azhar, hawker centre muslim dekat rumah. Suasananya pasti beda.🙂

1 10 2006
tukang nggedeblues

meski saya di indonesia, tepatnya di solo, saya juga sering merindukan suasana berpuasa di kampung, khususnya di rumah. berbuka dengan teh – karena saya nggak suka kolak pisang – atau susu, plus penganan khas wonosobo, oh, tempe dan bakwan khas wonosobo, i miss you. atau saat sahur dengan menu utama gudeg. bapak memang biasa membeli gudeg untuk menu sahur kami. meski tiap hari makan gudeg selama sahur puasa, hampir tidak ada yang komplain bosen, oh, i miss you gudeg menu sahur.

sudah empat atau lima kali puasa ya, saya melewatkan hari-hari ramadan di solo. dulu waktu masih kuliah, saya masih bisa pulang dua atau tiga hari di rumah, bahkan seminggu, saat bulan puasa. sekarang, maksimal sehari. yah. tak apalah. setidaknya ini indonesia, dimana saat adzan maghrib adalah saat yang menyenangkan buat yang berpuasa, karena tidak ada suara apek nyanyi madu dan racun dengan suara cempreng …. hehehehehehe

selamat berpuasa, bang !!!!

1 10 2006
JaF

Pak Indra: udah lama tuh pak nyari Al Azhar.. Dimana sih tempatnya?

Irf Blues Man: gile benerrr.. wonosobo kan deket bos.. Mulih lah sekali2. Tapi jangan pake sendal gunung lagi hehehe.. Salam dari si apek madu dan racun hehehe

2 10 2006
Endang

Aduuhh…hampir semua blogger di luar Indonesia sedang kangen suasana puasa di negeri kita. Tapi yg disini, di mall2 terutama, kok kayaknya sama dgn gambaranmu. Kmrn sabtu gw di Mall nunggu buka, gak ada tuh pengumuman buka puasa spt yg gw harapkan,Ne..terasanya kalo di rmh krn ngadepin TV. Yg paling asik itu puasa di daerah,bukan kota besar ya…mmmm

2 10 2006
JaF

Endang: Kalo Bekasi masuk daerah atau kota besar? hehe.. begitulah.. kata orang bule “You don’t know what you got ’till it’s gone..”.

3 10 2006
Anggara

kayaknya asik juga kalau bisa mampir ke hawker center singapura

4 10 2006
Hany

Nunggu buka sambil melototin jam, hehehhehe….😀

4 10 2006
Endang

Cibubur itu msh agak kota, tp Bekasi…hiii,…ndesooo….hahahahatp enak kan…

5 10 2006
Hari Sudibyo

Numpang lewat dan salam kenal

5 10 2006
Mela

wah sama… walopun aku bukan di luar… tapi tetep kangen juga euy sama suasana rumah… anak kost nii… bunda rama adik… miss u… malang… ntar lagi aku datang… tungguin ya…

6 10 2006
dini

om jaf, klo di rumah ku madu dan racunnya buat bangunin sahur..lengkap kecemprang2 ama bedug ..rame deh pokoknya

8 10 2006
zuki

saya suka sekali makan di hawker centre, murah, banyak pilihan, dan banyak yang pedas hehehe … cuma memang yang namanya adzan itu … bisa bikin hati meleleh dan air mata berlinang ….

16 10 2006
IndraPr

“Pak Indra: udah lama tuh pak nyari Al Azhar.. Dimana sih tempatnya?”

Pas banget seberangnya Beauty World Centre, 10 menit dari rumah saya. Kalau dari Clementi, sekali naik bus 173. Kapan mau berbuka puasa sama-sama disana?🙂

6 10 2011
Habriyanto

Pa Indra dan Pa Jaf asik banget membaca tulisannya, salam kenal dari ku odng, pengen sekali aku diajak jalan-jalan oleh bapak, dimana alamat dan nomor telpon bapak? Aku ada rencana ke Spore Januari nanti, mau ketemu bapak ya spy diajak muter2 Spore hehe….beneran!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: