Muslim Fun Day?

4 08 2006

islamleisure.jpg

Saya baru membaca sebuah berita menarik dari Reuters. Intinya, sebuah taman hiburan terbesar di Inggris membatalkan rencana kegiatan yang disebut “Muslim Fun Day” karena kurang peminat. Rencananya kegiatan itu akan dilakukan tanggal 17 September mendatang. Di sana selama satu hari penuh akan disediakan makanan serba halal, aturan berpakaian yang ketat dan tempat sholat dimana-mana. Musik, judi dan dan alkohol akan dilarang selama hari itu. Bahkan sarana-sarana hiburan yang ada di taman hiburan itu akan dibuat terpisah berdasarkan jenis kelamin.

Muslim Fun Day itu di organisir oleh sebuah perusahaan bernama Islamic Leisure Ltd yang menyewa taman hiburan tersebut selama sehari penuh. Menurut situs internet mereka, Islamic Leisure terfokus pada penyediaan kebutuhan hiburan komunitas muslim di Inggris, dengan pertimbangan karena banyak fasilitas hiburan di negara itu yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat muslim. Karena itulah perusahaan tersebut bekerjasama dengan berbagai bisnis hiburan di Inggris untuk menyediakan fasilitas yang kondusif berdasarkan aturan Islam dan pada saat yang sama tetap mempertahankan unsur “fun” atau kesenangan. “Bringing Islam and Leisure Together!” itu kata-kata yang tertulis di website mereka. Muslim Fun Day sedianya adalah proyek perdana sekaligus terbesar mereka namun – seperti dilaporkan oleh Reuters- gagal karena kurang peminat.

~~~

Phiuuhh… Perasaan saya campur aduk membaca berita itu. Saya pribadi selalu berusaha untuk menghargai perbedaan yang ada di kalangan saudara-saudara saya sesama muslim dalam menjalankan kehidupan keberagamaannya karena merasa tujuan kita tetap sama pada akhirnya nanti. Yang berbeda hanya cara menjalaninya saja. Namun ada hal-hal yang buat saya cukup mengganggu dari berita ini:

Pertama, meskipun berita ini ditulis oleh kantor berita sekaliber Reuters, tapi kantor berita terkenal itu justru menempatkannya dalam kategori “Oddly Enough” atau berita-berita aneh. Berita Muslim Fun Day ini ditempatkan sejajar dengan cerita-cerita seperti seorang wanita di Frankfurt yang menelpon polisi karena sang suami tidak mau melayaninya secara seksual, atau seekor anjing penjaga di sebuah pameran boneka yang mengamuk dan merobek-robek isi perut Mabel yang tak lain adalah boneka beruang kesayangan mendiang Raja Rock ‘n Roll Elvis Presley.

Kedua, berita ini mengesankan bahwa masyarakat muslim sangat ‘desperate‘ dengan hiburan. “Bringing Islam and Leisure Together” dalam persepsi saya adalah kata-kata yang sangat menyedihkan. Memangnya menjadi muslim tidak identik dengan kesenangan? Apa pendapat anda?

Ketiga, berita ini semakin menguatkan kesalah kaprahan banyak orang bahwa umat muslim sangat bersifat ekslusif dan tidak mau bergaul. Buktinya, Reuters saja menempatkan berita ini pada kategori berita aneh. Padahal pada saat yang sama bisa dikatakan kita tengah berjuang untuk keluar dari berbagai bentuk salah kaprah yang diarahkan pada agama hebat ini.

Sekali lagi, saya sangat amat menghargai perbedaan di kalangan muslim sebagaimana saya menghargai penganut agama lain. Adalah sah-sah saja ketika banyak komunitas muslim yang mungkin merasa perlu mengambil langkah ekstra untuk menjaga keislaman mereka dan keluarga apalagi jika mereka hidup di negara yang mayoritas non muslim. Saya tahu persis seperti apa susahnya mencari tempat sholat, seperti apa susahnya mencari daging halal, susahnya menjelaskan pada orang yang sudah berbaik hati mengundang saya makan bahwa saya tidak makan babi atau susahnya untuk mematuhi aturan agama saya pada saat orang di sekeliling saya punya cara hidup lain yang tak jarang bertentangan dengan ajaran agama saya. Tapi itu tidak mengurangi kesenangan hidup saya sebagai manusia yang juga muslim.

Namun ketika sebuah taman hiburan besar kemudian di ‘Islamkan’ apalagi dengan dalih “Bringing Islam and Leisure Together” dan diberi nama “Muslim Fun Day” pula, ini bagi saya sangat menyedihkan. Saya pribadi tak akan memerlukan hal-hal seperti ini untuk sebuah kesenangan dan sangat mungkin ini yang dirasakan oleh sekitar 1,7 juta muslim di Inggris sehingga acara itu kekurangan peminat dan terpaksa dibatalkan.

Ah, saya jadi teringat pada pernyataan Ustadz Quraish Shihab dalam sebuah ceramah di Singapura beberapa tahun lalu. Dalam sesi tanya jawab yang diwarnai pertanyaan mengenai kehidupan muslim di negara mayoritas non muslim, beliau pernah berkata: “Allah menurunkan Islam itu sebagai agama yang sangat mudah. Kita lah yang cenderung membuatnya jadi serba sulit.” kata beliau yang langsung disambut gumaman “Allahu Akbar” dari para hadirin ketika itu. Dan ketika seorang jemaah mengatakan bahwa mereka hanya ingin berusaha menghindar dari dosa kepada Allah, beliau tersenyum dan menjawab: “My dear friend, God is not stupid!” dan gumaman Allahu Akbar kembali terdengar di berbagai penjuru ruangan.

Salam dari Singapura!🙂


Link terkait:

 

 


Actions

Information

8 responses

4 08 2006
gerry

tadi begitu baca judul nya, saya jg mikir “aren’t we moslem fun enough..?” hahaha persepsi negara yg minoritas Moslem, terutama Eropa, susah sekali untuk dirubah. Seperti yg ditulis Bang JAF, that they might find it really odd/weird if we Moslem can really have some fun…..ada cara merubah persepsi ini?

7 08 2006
Dhika

🙂, insyaAllah saya muslim dan agaknya saya masih bahagia2 saja..
justru tuduhan yg menyatakan saya ndak bahagia yang akhirnya bikin saya bener2 ndak bahagia… *ngomong apa coba…

8 08 2006
awan

assalamu’alaikum wr wb…

menarik…menarik…
orang2 barat emang tertutup sekali pikirannya ternyata… mereka kira kalo ga ngikutin pemikiran mereka, ga ada kebahagiaan :))

9 08 2006
i er ef

kalo reuters berlaku seperti itu, itu mungkin karena mayoritas orang2 di reuters non muslim. dan masih sering terjadi sampai sekarang, pandangan miring dari orang non muslim terhadap muslim, kan? so, bisa jadi berita itu dikategorikan aneh karena pandangan miring itu tadi.

menjadi Islam adalah menyenangkan.

11 08 2006
tuteh

ih bener tuh pak…
tapi bukan kah orang2 mikir being muslim ituh enggak bahagia… mongken dari maraknya berita di televisi tentang gerakan2 kelompok muslim yang suka nuntut ini itu dari pemerintah? tyuz pengen ngerubah ini itu dengan ajuan UU bla bla bla bla?
yang suka nuntut ituh… sering ngerasa kurang kan, pak?
ah sutra laaaaaaahhh😀 hihihi… saya sih sate2 ajah… eh, sante2 ajah😀 intinya, balik lagi ke hati… dosa ato pahala, bukan manusia yang ngukur, tapi Allah SWT ataw El Shaday ituh kekek…

met wiken paaaaaak!

salam dari ende! :p
*wew*

15 08 2006
aribowo

ya harap maklum lah, soalnya kan tuh acaranya sedianya bakal di laksanakan di lingkungan minoritas muslim, jadi gag bisa berharap banyak

22 08 2006
farahPutri

Huaaa..sedih deh..kok acaranya jadi kayak semacam dangdut fun day ya??menyedihkan deh..kenapa sih kalo mo buat acara2,apalgi yang berkaitang dengan suatu agama itu gak survei dulu,gak mikir baik2..gemana gak kurang peminat??dikiranya being moslem itu tottaly nerd kale ya??

salam dari Jakarta Selatan!semangka!!eh..semangat!!

23 08 2006
Lia

Being muslim is not fun adalah prejudice dari kalangan non muslim. Kita ga bisa nyalahin propaganda media aja, kalo ada juga muslim yg membuat eksluvitas sendiri. Sangat disayangkan ya Pak, plan & syiar utk Muslim Fun Day tidak tercapai. Maybe next time…. Keep up the spirit!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: