Pencuri..

6 05 2006

Suatu saat, suatu masa, di tengah perjalanan hidupnya yang entah tinggal bersisa berapa lama, ia berkeputusan menjadi seorang pencuri. Ini luar biasa. Yang ingin dicurinya pun maha luar biasa.

“Tuhan!!”

“Tuhan???”

“Ya! Tekadku sudah bulat. Aku ingin mencuri Tuhan!”

“Ya, Tuhan.. Kau baik-baik saja, kan?”

Ia tersenyum. “My dear friend, aku penat, capek! Aku lelah mencari. Aku sudah mencari kemana-mana dan yang kudapat cuma manusia. Semua tempat, semua sumber di kolong bumi yang bisa kujangkau sudah kucari. Yang kutemukan masih saja manusia, manusia dan manusia!!”

Kutepuk bahunya perlahan. “Kawan, kau mungkin hanya sedang lelah. Istirahatlah sejenak. Mungkin ini saatnya kau menarik nafas dalam sedalam-dalamnya dan akan kau sadari bahwa kau memang manusia. Aku manusia, kita semua manusia. Mengapa harus kita ingkari kemanusiaan kita?”

Ia tersenyum. Wajahnya sumringah. Ada kilasan cahaya yang terpantul dari genangan air di matanya. Kucari bayanganku di sela-sela bola matanya seperti biasa. Tak ada. Jangan-jangan dia sedang stress atau malah gila! Yang jelas dia bukan dirinya sendiri.

“Justru karena kusadari aku manusia, kau manusia, kita semua manusia maka kuputuskan menjadi seorang pencuri. Mungkin hanya dengan cara itu aku bisa menemukan Nya”. Genangan bening di matanya nyaris tumpah.

“Mengapa mencuri?” tanyaku heran. “Mengapa tak minta saja? Banyak orang pandai di muka bumi ini. Orang yang tahu dimana kau bisa menemukan Tuhan, bahkan mungkin bersama Tuhan setiap hari. Orang yang dengan senang hati akan memberi jika kau minta.”

“Sudah! Dan pada akhirnya aku yang manusia ini hanya menemukan manusia juga. Karena itulah kuputuskan untuk lebih baik mencuri Nya.”

“Mengapa?” Ada sesuatu berdesir dalam aliran darahku, meremangkan bulu kuduk. Ada rasa tenang yang sangat aneh menjalar di dalamku..

“Kawan, segala sesuatu yang diciptakan pasti meninggalkan jejak penciptanya. Dalam setiap manusia pasti ada sifat pencipta Nya. Ada Tuhan! Nah, kucuri itu dari siapapun, si pandai, si bodoh, si miskin, si kaya, si tua, si muda, si hidup, si mati. Aku mencuri dari siapa saja, lalu kemudian lari sekencang-kencangnya sebelum mereka sadar. Sadar akan kemanusiaannya. Aku bahkan lari lebih kencang lagi setelah mencuri dari diriku sendiri. “

“Hei, kalau begitu, bagi-bagi lah hasil curianmu. Biarkan aku juga ikut menikmati!” Ada sesuatu dari kata-katanya.

“Silahkan saja,” katanya. “Tapi kau curilah sendiri. Jangan sampai aku tahu. Kalaupun kau terang-terangan minta padaku, paling kau hanya akan kuajarkan bagaimana cara mencurinya dariku. Karena aku mencuri hanya untukku. Ya, hanya untukku! Karena cuma pencuri bodoh yang membagi-bagikan hasil curiannya ke semua orang. Karena cuma pencuri yang lebih bodoh lagi yang memamerkan hasil curiannya.”

Rasa itu menjalar lagi ke seluruh tubuhku. Rasa tenang yang sangat amat aneh. “Kalau begitu ajari aku mencuri Tuhan!” pintaku.

“Lha, kita kan sedang melakukannya. Tidakkah kau rasakan?” Ia tersenyum lebar. Tangannya terentang tak kalah lebar.

“Kawan..” kutatap matanya. Perlahan bayangan wajahku muncul di bola matanya yang mulai mengering. “Kau benar! Aku mulai melihat manusia dalam dirimu,” kataku. “Lihat, semakin panjang dan banyak kau bicara, semakin muncul kemanusiaan itu dari dalam dirimu.”

Ia mengerjapkan mata berulang kali. Menarik nafas panjang. Genangan itu muncul lagi. “Kalau begitu cepatlah pergi! Lari! Cari orang lain yang bisa kau curi lalu lari sekencang mungkin sebelum mereka menjadi manusia kembali..!”

Akupun lari dan tak pernah lagi bertemu dengannya. Sejak itu pula aku tak bisa berhenti berlari kecuali saat kutemukan ‘mangsaku’.

Ya, kutupuskan untuk juga menjadi pencuri.

Pencuri Tuhan!

&&&


Actions

Information

One response

28 08 2006
ririn

nice short story…mengaharu biru🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: