Tuhan Itu Punya Sisi Pengasih

11 01 2006

Masuk akalkah jika Tuhan mengabulkan mimpi seorang miskin untuk mendapatkan mobil mercedes atau mercy? Jawabnya ada pada kisah seorang pria bernama Sulam. Dia adalah seorang pedagang bubur ayam keliling yang hidup serba pas-pasan bersama istri dan ibunya. Sang ibu sangat ingin pergi haji ke tanah suci. Saking inginnya pergi haji sampai sering menjadi bahan ledekan tetangganya. Sulam juga termasuk yang jadi korban ketika suatu hari ada yang menambahkan kata “Haji” di depan namanya yang tertulis di gerobak bubur. Sulam ingin sekali menghapus kata haji itu karena malu, namun sang ibu melarang karena menganggap itu adalah juga bentuk doa agar mereka bisa segera pergi haji.

Karena ingin menyenangkan sang ibu, Sulam selalu menyempatkan diri menyisihkan uang hasil jualan bubur ayamnya yang cuma beberapa ratus ribu itu untuk ditabung di bank. Dari hasil konsultasi dengan seorang ustad di Musholla, Sulam juga kemudian bersedekah dan meminta orang lain agar ikut mendoakan niat ibunya. Caranya gampang saja. Suatu malam ia bersama istri dan ibunya pergi ke panti asuhan yatim piatu dengan membawa serta gerobak jualan bubur ayamnya. Kepada pengasuh panti asuhan ia minta izin memberi makan anak-anak yatim di panti itu dan minta didoakan agar ibunya cepat naik haji.

***

Inilah cerita perdana dari Sinetron “Maha Kasih” yang ditayangkan di RCTI setiap hari Sabtu malam pukul 19:00 WIB atau 20:00 di Singapur. Sebuah sinetron yang buat saya sangat menyodorkan sesuatu yang baru di tengah maraknya apa yang dijuluki sebagai ‘sinetron kuburan’, sinetron yang menggambarkan orang-orang kualat yang mati dengan cara mengenaskan karena tidak patuh pada perintah Tuhan.

Karena menyodorkan sesuatu yang baru itulah saya kemudian tertarik untuk menceritakan misi sinetron ini dalam salah satu program radio saya. Alhamdulillah Ustadz Yusuf Mansur, salah seorang penggagas sinetron ini bersedia saya wawancarai via telepon.

Pada prinsipnya, cerita ini berangkat dari kumpulan testimonial yang didapat oleh Ustadz Yusuf Mansur, ketika membuka klinik konseling dan spiritual dari satu daerah ke daerah lain. Selama lima tahun beliau dan teman-teman melayani masyarakat, membantu keinginan mereka dengan jalan bersedekah dan akhirnya mendapatkan banyak sekali testimoni sedekah.

Ide inilah yang kemudian dilontarkan ke pihak Sinemart dan RCTI yang kemudian menjadikannya sinetron. Tak tanggung-tanggung, seorang Chaerul Umam bertindak menjadi sutradara, sementara skenarionya diolah oleh Imam Tantowi. Para pemainnya juga berasal dari aktor dan aktris terkenal seperti Mat Solar, Marshanda, Tora Sudiro, Desy Ratnasari, Didi Petet, Krisha Mukti dll.
Menurut Ustad Yusuf Mansur, kalau sinetron lain mungkin bertutur supaya orang menghindari perbuatan buruk maka Maha Kasih lebih tajam lagi kepada upaya mendorong orang melakukan perbuatan baik terutama melalui sedekah.

Contohnya saja tentang seorang perempuyan berusia 37 tahun yang tidak kunjung dapat jodoh yang nanti akan diperankan oleh Desy Ratnasari. Setelah balik dari berkonsultasi tentang kondisinya, dia langsung mampir ke masjid terdekat dan menanyakan apa yang bisa disumbangkan. Kebetulan masjid tersebut perlu donatur untuk lantai yang sedang di lelang. Permeternya 150 ribu. Si perempuan yang sudah 37 tahun belum punya jodoh itu bersedekah 600 ribu atau empat meter lantai. Subhanallah, dalam seminggu setelah itu, ada empat orang yang melamar dia.

Nah kisah-kisah seperti inilah yang menurut Ustad Yusuf Mansur bisa menjadi baik kalau disampaikan kepada pada orang lain supaya orang lain tergerak.

Yang menarik, setelah penayangan perdana, Ustad Yusuf Mansur mengaku mendapat komentar menarik dan mengharukan. Ada yang nonton kemudian paginya daftar haji, ada yang langsung mengajak ibunya berhaji. Ada yang mengaku, masya Allah, sudah lama saya tidak bersedekah dan malam itu selesai menonton dia pergi keluar rumah mencari orang-orang yang bisa dia sedekahi karena takut keburu mati. Efek seperti inilah yang beliau inginkan supaya terjadi gelombang kebaikan di tanah air dan negeri ini menjadi baik. Insya Allah..

Saya sendiri sebagai penonton cuma bisa berdoa semoga Ustad Yusuf Mansur dan mereka yang terlibat dalam pembuatan sinetron ini diberikan petunjuk oleh Nya untuk tetap konsisten pada misi mengajak orang menyebarkan kebaikan dan tidak ikut latah untuk kemudian berubah menjadi satu lagi ‘sinetron kuburan’.

Mohon maaf, bukanlah saya menganggap sinetron-sinetron ‘kuburan’ itu jelek. Sama sekali tidak! Karena saya yakin pembuatnya pun punya misi tersendiri yang juga baik. Sekali lagi, mohon maaf. Tapi rasanya sudah terlalu lama kita di tunjukkan pada hanya satu sisi dari Allah yakni sisi kemurkaanNya. Sudah saatnya kita diingatkan pula bahwa Allah juga punya sisi lain, yaitu sisi yang Pengasih dan Penyayang.

***

Oya melanjutkan cerita “Haji” Sulam tadi: Atas kebesaran Allah pastinya, Sulam memenangkan hadiah undian tabungan berupa mobil Mercedez New Eye terbaru. Awalnya ia menolak karena harus membayar pajak hadiah yang nilainya mencapai lebih dari 100 juta. Tapi ketika tahu bahwa harga ‘Mercy Jereng’ itu bisa digunakan untuk memberangkatkan haji orang sekampung, iapun pingsan.

Singkat cerita, Sulam sekeluarga bisa naik haji. Bahkan ia juga membawa serta orang yang iseng menulis kata “Haji” di depan namanya yang tertulis di gerobak bubur. Alasannya, orang itu dengan caranya sendiri sudah ikut mendoakan supaya ia dan keluarganya bisa naik haji.

Allah memang Maha Kasih!

Tabik!

~~~

UPDATE (11:50)
Saya baru saja terima sms dari Ustad Yusuf:
Alhamdulillah Maha Kasih mendapat animo penonton luar biasa menjadi program no 1 dengan rating 11% share 33.1% atau jumlah penonton 4,540.000 di 9 kota rating. tentunya di seluruh Indonesia penontonnya lbh besar lagi. mdh2an Maha Kasih terus akan menjadi favorit penonton. amien.

Tautan/Link Terkait:
– Wisata Hati Online: www.wisatahati.com
– Wisata Hati di Multiply: wisatahati.multiply.com
~~~

22 Responses to “Maha Kasih: Tuhan Itu Punya Sisi Pengasih” (Dari blog lama saya)
1. Nana Says:
January 11th, 2006 at 2:28 pm
aku gak nyangka ada sinetron yg bagus juga ternyata……
maklum, dah lama gak berani buka TV lokal, takut ngeliat ‘hantu2′ gitu….
Moga bisa jadi lokomotif untuk sinetron lain, tapi bukan menjiplak mentah2. Amin!

2. untoro Says:
January 12th, 2006 at 12:29 pm
alhamdulillah…
syukur ya animonya bagus
sewaktu ramadhan kemaren saya sempat mengikuti khutbah dari ust. yusuf mansur ini dan memang kisah2 yang diceritakan beliau amat “menyemangati” jiwa kita

3. lucy Says:
January 12th, 2006 at 12:48 pm
hai apa kabar ?
aku sempet juga nonton sinetron itu minggu lalu hari sabtu. Kayanya sih akan tiap minggu dengan cerita yang berbeda yah, mudah2an lebih bagus lagi. salam ah…

4. geblek Says:
January 12th, 2006 at 8:53 pm
saya belom sempat liat tuh pilem
traker pilem/senetron yg dapat kunikmati kiamat sdh dekat hbs itu yeah gak nonton lagi smua crita hmpr sama monoton itu2 saja. yah mgkn krn saya sendiri bukan pecinta senetron kale

5. rian Says:
January 13th, 2006 at 6:39 pm
Pemerhati Sinetron juga ya?
Terus terang saya belum nonton nih sinetron,
tapi dari cuplikan kisah diatas, sepertinya menarik juga ya… Kalo Sinetron “Tawakal” gimana mas!

6. Mas Tom Says:
January 14th, 2006 at 12:00 am
Oom JaF, saya belum sempat nonton… tapi kalo nggak salah sewaktu Idul Adha kemarin sempat diputar ulang oleh RCTI sekitar jam 13.00 WIB
Itu merupakan bukti kalau sinetron baru yang satu ini memang merupakan ‘penyejuk’ ditengah banyaknya sinetron-sinetron tentang azab yang semakin nggak keruan itu…

7. fajar Says:
January 15th, 2006 at 10:27 am
salam kang,..nice entries..Arrahman Arrahim ya mas Jaf,..:) wassalam…

8. Aji Says:
January 16th, 2006 at 8:38 am
nonton ah

9. amril Says:
January 16th, 2006 at 9:06 am
Pak Jaf, tayangan Pak Sulam si tukang bubur yang diberi anugerah Allah bisa menaikkan haji sang ibu itu memang sungguh mengharukan. Saya menontonnya tepat di Hari Idul Adha pada kesempatan kedua penayangannya (atas permintaan pemirsa RCTI yang begitu antusias). Salut untuk pak Ustad Yusuf Mansur dan tim kreatif yang menggagas sinetron ini.

10. Yudha Says:
January 16th, 2006 at 12:34 pm
Aduh … saya nonton 2 kali )
Berner Pak, jarang sekali sinetron seperti ini , tema ringan tapi kena sekali.
Walaupun awalnya kesel juga liat Ibunya Sulam ini yg di perankan Nani Wijaya yg pengen banget naek Haji, mungkin terpengaruh dari Bajaj Bajuri kali yah .. hehehe
Tapi pas akhir cerita … aduh jadi pengen ngongkosin ortu ke haji mudah2an bisa nih .. amiinn

11. zuki Says:
January 16th, 2006 at 6:08 pm
alhamdulillah …

12. fitra Says:
January 17th, 2006 at 9:00 am
saya nonton ini bener2 tersentuh, alhamdulillah semoga bermanfaat buat kita semua

13. Yaya Says:
January 20th, 2006 at 9:51 am
Nonton aaah besok insyaAllah

14. ida Says:
January 23rd, 2006 at 9:42 am
Subhanallah…seneng bgt baca postingannya pak:)kebetulan beliau salah satu ustd favorit kami sekeluarga. Oiya boleh nggak pak kita minta no hpnya, lewat imel aja gpp, maaf ya:)

15. ririn Says:
February 1st, 2006 at 9:11 am
Maha Kasih tiap episodenya menarik dibandingkan dengan episode sinetron yang inginnya memberikan hikmah tetapi buntut2nya berbau mistik atau tidak ada pengampunan dari Tuhan.

16. Yaya Says:
February 5th, 2006 at 12:24 pm
Yaya terharu bngt nonton yg episode anaknya dibuang hanya karena kakinya pendek sebelah

17. Ireth Says:
February 6th, 2006 at 1:10 pm
Wah.. aku suka “Saya Bukan Banci Kaleng”
Habis yang main si Aming.. dan menurutku si Aming lucu juga ya main sinetron kayak gitu.. dan aku suka ceritanya.. si Aming baik banget.. whihihihihi…
Akhirnya sinetron yang tidak atas nama Islam yang isinya malah mistis. Nice one..

18. boes Says:
February 18th, 2006 at 10:09 pm
sore kemaren saya mengambil obat di apotek.pemiliknya -apoteker- orang Trinidad. sebulan lalu saya juga mengambil obat ditempat ini, tidak bertemu dgn sang empunya. nah kemarin itu saya bertemu dia, dia gembira melihat saya sambil berkata: saya baru pulang dari Makkah, saya pergi haji.
Disana saya bertemu dgn kaum muslimin asal Indonesia dan Malaysia, katanya.
Begitulah kalau sudah ada ‘panggilan’ hati utk menunaikan rukun ke-5 ini. Dan apakah sang punya blogger ini nggeus ke Makkah? kalau belum, saya doakan, tapi kalu sudah, crita dong ye.
wassalam

Torontonian

19. ali Says:
April 17th, 2006 at 3:31 pm
seru banget maha kasih DILAMAR EMPAT PRIA. yang mainnya Desy, aktingnya mantap banget euy…tapi yang lainnya bagus2 juga kok! maha kasih emang beda dengan yang lain.

20. inayah Says:
April 17th, 2006 at 3:34 pm
menurut saya, maha kasih yang paling berkesan sewaktu yang mainnya Desy. aktingnya pas banget…kapan lagi ya desy di Maha kasih?

21. fany Says:
May 15th, 2006 at 2:16 pm
maha kasih bagus banget deh selalu bikin aku terharu. apalagi maha kasih spesial pemainnya ok-ok ceritanya juga ok-ok.diseringin dong tayangnya kayak sinetron bintang / cincin

22. Amaliya Says:
May 30th, 2006 at 1:57 am
Bersedekah haruslah dengan hati ikhlas dan tanpa pretensi, tanpa pamrih dan tidak mengharapkan balasan, apakah itu dari manusia atau pun dari Allah sekali pun. Setelah bersedekah, punt, titik, habis perkara! Bahkan tidak juga dengan iming2 akan mendapatkan surga, karena kalau kita bersedekah dengan mengharapkan balasan surga, berarti kita berbisnis atau bertransaksi dengan Allah… emangnya dagang…!
Namun, kadangkala… tanpa kita duga, setelah kita bersedekah, selalu ada kejadian yg ‘ajaib’.
Sudah lama, saya memimpikan meneruskan sekolah S2, tp berhubung belum ada dana dan gaji PNS tidak mencukupi, ya …. sabar aja lah. Iseng2 saya mendaftar beasiswa ke luar negeri, ke Aussie & Belanda, eh… ditolak. Ya sudah… memang belum saatnya.
Terpikir oleh saya, masih mending saya bisa sekolah sampai lulus sarjana, mereka yg gak bisa membayar SPP sekolah dasar masih banyak… mau sekolah SD aja susah.. apalagi kuliah…
Lalu saya mengambil seorang adik asuh via DSUQ, biaya per bulannya juga tidak seberapa. Baru 2 bln saya mengirimkan uang pendidikannya, Subhanallah…. saya dipanggil wawancara oleh salah satu pemberi beasiswa yg sebelumnya menolak saya, katanya ada yg mengundurkan diri & saya akhirnya diterima, disekolahkan ke Belanda selama 2 tahun…
Ya Allah… saya tidak mengharapkan balasan dariMu… saya ikhlas…
Namun kasih sayangMu begitu cepat Engkau berikan….Tidak terduga…
begitu INSTANT….. Saya yakin, inilah keajaiban dari sedekah yang selama ini kita lupakan…
Mudah2an cerita ini bisa menjadi renungan & mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT. Amin ya Robbal alamiin…
Subhanallah.. Terimakasih ceritanya, mbak. Semoga kita bisa memetik hikmahnya..


Actions

Information

5 responses

7 10 2006
Interview Dengan Ustadz Yusuf Mansur « JaF

[…] Catatan: Wawancara ini dilakukan via telepon pada hari Senin, 9 Januari 2006, sehubungan dengan penayangan perdana Sinetron “Maha Kasih” yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur bersama dengan SinemArt dan RCTI. Ulasannya dapat dibaca di sini. Terimakasih kepada Ustadz Yusuf Mansur yang telah bersedia di wawancarai. […]

5 11 2006
Dicari: Tuhan Yang Baik « JaF

[…] Dulu sih ada sinetron dimana Tuhan ‘kebagian peran’ cukup banyak dan salah seorang penggagasnya bilang pada saya bahwa ini adalah alternatif lain dari ’sinetron-sinetron kuburan’ itu. Tapi kini, sinetron itu juga sudah ikut arus dalam mengedepankan kekerasan, kekejian dan menyisakan Tuhan di bagian terakhir saja, sama seperti yang lain. […]

10 12 2006
Lawrance

Masuk akal juga sih… Tapi juga masuk akal jika Dia tidak memberikan… Semuanya masuk akal kok…

http://www.toilet-kecil.tk

23 07 2009
Interview Dengan Ustadz Yusuf Mansur « Sudahkah Anda Bersedekah Hari ini…?

[…] “Maha Kasih” yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur bersama dengan SinemArt dan RCTI. Ulasannya dapat dibaca di sini. Terimakasih kepada Ustadz Yusuf Mansur yang telah bersedia di […]

1 05 2010
Joe

Alhamdulillah…
Bersedekah, n bisa beri manfaat bg org laen.
Allah, trimakasih atas nikmat yg ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: