Sapardi, Gadis Kecil dan Dua Ibu

2 07 2005

Mas, Sapardi itu siapa sih?

Pertanyaan ini masuk ke kotak surat elektronik saya suatu hari. Si pengirim adalah salah seorang teman blogging yang sering sekali berkunjung ke weblog saya. Suatu hari dia menemui banyak sekali posting di weblog saya tentang “Musikalisasi Puisi karya Sapardi Djoko Damono”. Rupanya dia penasaran dan berkirim email ke saya untuk mencari tahu siapa gerangan si Sapardi itu.

Jujur saja awalnya saya nyinyir mendengar pertanyaan yang saya anggap sangat amat bodoh itu. Hari gini nggak kenal Sapardi?, batin saya. Untung saja sikap saya itu ‘diselamatkan’ oleh seberkas ingatan ke sekitar tahun 1990 silam. Saat itu seorang kawan baik memperdengarkan lagu di sebuah kaset bertajuk “Hujan Bulan Juni”. Waktu itu saya tertarik mendengarkan karena diantara yang menyanyi adalah duet Ari dan Reda yang dulu sering pentas di kampus dengan lagu-lagu era Simon and Garfunkel. Bisa dikatakan keduanya ini sudah menjadi legenda di kampus. Sampai-sampai beredar kabar bahwa Hujan Bulan Juni itu adalah album pertama Ari-Reda padahal tak lain ia adalah album pertama musikalisasi puisi Pak Sapardi. Itulah persinggungan pertama saya dengan karya-karya Sapardi Djoko Damono dan juga dunia puisi. Gara-gara kaset itulah saya jadi rajin mengumpulkan puisi-puisi beliau dan juga puisi lain, termasuk pula mencoba menulis puisi sendiri. Jadi bisa dikatakan saat itupun saya sempat bertanya “Sapardi itu siapa sih?”

Musikalisasi puisi. Dari namanya saja bisa ditebak bahwa ia tak lain adalah bentuk penyampaian puisi lewat irama musik. Idenya adalah untuk lebih memperkenalkan puisi di kalangan masyarakat luas. Sebenarnya cara ini bukan hal baru, namun dapat dikatakan bahwa lewat karya-karya musikalisasi puisi Pak Sapardi, ide ini mendapat sambutan hangat. Menurut Dissi, album Hujan Bulan Juni habis terjual 2500 album dalam kurang dari seminggu, lalu diperbanyak lagi sebanyak 1500 album. Tahun 1996 dikeluarkan lagi album kedua bertajuk Hujan Dalam Komposisi yang terjual habis sebanyak 2000 album.

Gadis Kecil
Kini, sembilan tahun setelah Hujan Dalam Komposisi, lahirlah “Gadis Kecil” yang berisikan 11 puisi karya Sapardi Djoko Damono. Ada yang sudah pernah di musikalisasi kan, ada yang sama sekali baru. Penyanyinya adalah dua orang ibu yang sejak album pertama dan kedua sudah terlibat, yakni Reda Gaudiamo dan Tatyana Soebianto (Nana Soebi). Kedua ibu ini pulalah yang sekaligus menjadi produser album ketiga musikalisasi puisi Pak Sapardi. Mereka lah yang banting tulang memodali proyek ini.

Meskipun mereka menjanjikan sesuatu yang baru, namun dari segi musik album ketiga ini coraknya masih tidak jauh beda dari album pertama dan kedua. Kalaupun ada yang membedakan, tak lain karena iringan musiknya yang lebih sederhana, serba akustik, tapi di telinga saya terdengar lebih indah nan rancak. Ini tak lain karena yang terlibat mengiringi musiknya bukan orang-orang sembarangan. Ada Jubing ‘Satria Bergitar’ Kristanto dan Umar Muslim pada gitar, Bambang ‘Budjel’ Dipuro pada flute, Henri Lamiri pada biola dan Mark Willianto pada bas.

Yang tak kalah penting adalah mereka yang terlibat ‘menafsirkan’ puisi itu ke dalam lagu. Selain Reda dan Nana, ada AGS Arya Dipayana dan Umar Muslim yang bertugas membuat komposisi musiknya. Hasilnya, seperti saya katakan di awal tadi, meskipun masih ada ‘bau-bau’ dari album sebelumnya, harus diakui ada sejumlah komposisi yang bagus bahkan sangat bagus buat ukuran telinga saya. Pertama kali memutar CD Gadis Kecil, yang pertama saya cari adalah yang sudah pernah akrab di telinga saya, seperti “Aku Ingin”, “Hujan Bulan Juni”, “Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka” dan “Nokturno”. Di antara ke empatnya, yang paling mengejutkan buat saya adalah komposisi “Aku Ingin”, yang di awali dengan paduan gitar dan gesekan biola yang terdengar sangat dramatis (saya tak tahu harus menggunakan istilah apa selain kata itu.)

Kesan dramatis itu juga terasakan pada intro tiupan flute Mas Budjel dalam komposisi “Hutan Kelabu” yang buat saya benar-benar berhasil membawa ‘gambaran’ suasana temaramnya hutan yang tengah diguyur hujan. Coba mainkan track 6, pejamkan mata anda, simak paduan lirik dan musiknya. Mungkin anda pun akan menangkap penafsiran suasana yang sama dengan saya.🙂

Dalam musikalisasi puisi, unsur komposisi menurut saya paling penting. Ia memang tidak harus menafsirkan isi dan makna puisinya, karena Pak Sapardi sendiri pernah bilang, penafsiran sebuah puisi itu bebas dilakukan oleh siapapun. Saya pun sangat setuju akan hal itu. Namun demikian berbeda dengan penafsiran sebuah puisi biasa, proses penafsiran sebuah puisi yang sudah dimusikalisasikan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana sang komposer memasukkan unsur musik ke dalamnya. Paling tidak itulah yang saya rasakan ketika mendengarkan album ini.

Secara keseluruhan ada sebuah ‘pengalaman’ menarik dari mendengarkan komposisi demi komposisi dalam “Gadis Kecil”. Sangat bisa jadi ini adalah subjektifitas saya karena saya memang menyukai kesederhanaan sekaligus kerumitan yang bisa dihasilkan dari paduan alat musik yang dimainkan secara akustik. Tetapi di antara semua pengalaman itu, tak ada yang menyamai kebahagiaan sekaligus keterkejutan saya ketika mendengarkan komposisi musik dari puisi favorit saya yakni “Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta”. Bahagia karena harapan saya agar suatu saat puisi ini masuk dalam album musikalisasi puisi benar-benar terwujud. Terkejut karena saya sama sekali tidak menyangka bahwa puisi yang menurut saya sangat bernuansa sufistik ini akan ditafsirkan dengan nuansa riang gembira dan ternyata terdengar sangat bagus. Memang benar bahwa tak ada yang bisa menguasai penafsiran atas sebuah puisi, bahkan tidak juga sang penulis puisi itu sendiri.

Pak Sapardi pun agaknya mengakui hal ini. Ketika saya temui usai pentas perdana Gadis Kecil di Warung Apresiasi, Kemang, beliau mengakui sangat terkejut mendengar komposisi “Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta” yang menurut beliau sangat bagus.

Kepada Kompas, Pak Sapardi juga tidak mempermasalahkan kalau puisinya kelak akan lebih dikenali sebagai karya lagu ketimbang puisi. Apalagi, kata beliau, jelas lagu lebih populer daripada puisi.

Tapi yang jelas, kalau memang kelak hal itu benar-benar terjadi, misi album ini untuk lebih memperkenalkan masyarakat pada puisi jelas berhasil. Walaupun mungkin tak banyak yang tahu bahwa Pak Sapardi lah sang penulis puisi, tapi pada suatu hari nanti, nama beliau pasti akan selalu ada di sela-sela bait, larik dan huruf karyanya, meskipun kemudian hanya dikenal sebagai lagu ketimbang puisi.

Bukankah itu yang beliau inginkan, seperti tergambar dalam puisi yang kemudian banyak dikenal sebagai kredo kepenyairan seorang Sapardi Djoko Damono..

PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

Sapardi Djoko Damono, 1991.

Bekasi, suatu hari di akhir Juni 2005 yang masih juga hujan.

_________

nb: CD Gadis Kecil bisa didapatkan di sini

nb2: Profil Lengkap Sapardi Djoko Damono: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sapardi-damono/index.shtml

nb3: Ulasan lain tentang “Gadis Kecil”:
Menyasikan Lahirnya Gadis Kecil (Neenoy)
Musikalisasi Puisi Dua Ibu (Dissy)
Gadis Kecil (Salju Di Paris)

Anda ingin menambahkan link lain di sini? Silahkan tinggalkan nama dan alamat link anda di bagian komentar atau email ke: jafmail @ gmail.com.


Actions

Information

24 responses

5 07 2005
neenoy

setuju banget sama tulisan ini. setuju banget komposisi ‘aku ingin’ yang baru, dramatis. setuju banget ‘saja-sajak kecil tentang cinta’, sangat bagus…

hehehe :)–>

23 08 2006
Satrio

Salam…
Mas (bener ya ?), saya sudah lama nyari album2 musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, tapi sampai sekarang belum berhasil. Wah surprise banget begitu baca ulasan Sampeyan. Satu pertanyaan penting saya : di mana saya bisa cari album2 tsb ? Mungkin Sampeyan bisa bantu, wah saya senang sekali karena sudah lama saya cari-cari. Terima kasih. Salam… (Satrio, Surabaya)

3 10 2006
DeE

mohon infonya tentang karya puisi apapun

18 10 2006
gembi

gadis kecil tuh salah satu must-have album buat pecinta berat puisi indahnya pak sapardi. lebih dari itu, secara musikalitas, aku kagum sama dua ibu. soft, easy listening, tanpa harus terpatok sama gaya musik pop kekinian. akustik… mesmerizing… musik dan puisinya jadi klop emosinya.

1 12 2006
olive

kira kira dimana yaa bisa dapet CD album itu…
hiks nyari kmana2 ngga dapet dapet… hiks…

10 02 2007
dhani

SAlam kenal

halo, nama saya dhani.kebetulan saya lagi search di google denga keyword : puisi aku ingin, dan keluar blog ini.
saya lagi butuh banget cd/kaset yang memuat lagu puisi “Aku ingin” untuk upacara pernikahan saya.
apa ada cara buat saya untuk mendapatkan cd “gadis kecil” ini ?
thx banget sebelumnya

19 02 2007
nonoyz

aku lg butuh kandungan makna yg trdapat dr puisi aku ingin niy! buat melengkapi tugasku!
thx b 4

5 04 2007
Pada Suatu Hari Ketika Ada Yang Terluka « JaF’s The Name

[…] hari ia mendapati salah satu albumnya bertajuk Gadis Kecil yang diluncurkan pada tahun 2005 lalu sudah bisa di download dengan bebas melalui salah satu […]

22 06 2007
lina

senandung di gadis kecil nya sapardi dua ibu .. adalah teman dikala susah senang. hujan panas, galau tenang. meredakan amarah. menimbulkan inspirasi. membangunkan kreasi. trimakasih sapardi. trimakasih dua ibu. seperti botol ketemu tutup-nya🙂

tapi dimana saya bisa dapatkan cd-nya? kepingin menjadikan kado istimewa untuk beberapa teman baik saya.

4 07 2007
Musikalisasi Puisi SDD « Caplang Hati

[…] musik. Karena saya bukan ahlinya, masih banyak sumber lain yang bisa Anda lihat seperti punya JAF dan juga Ibu Neenoy atau bahkan situs resmi pasangan Ari-Reda. Saya bukan ahli sastra, jadi cuma […]

5 08 2007
Iwan

minta tolong siapapun,….. aku mencari CD “Gadis Kecil” setidaknya berikan info dimana aku bisa mendapatkanya,….terima kasih
Semoga amal baik anda dibalas Tuhan YME,….Amin

21 10 2007
raisha

Sekarang saya adalah orang yang bingung, bingung tentang yang namanya musikalisasi puisi. Perlu hati dan pendirian yang mantap bagi saya untuk menyatakan bahwa sebuah pengertian -diantara banyak pengertian- musikalisasi puisi adalah benar dan dapat diterima dengan lapang dada serta dapat meliputi semua pengertian dan pendapat yang berkembang sekarang ini.

Saya tidak meyalahkan pendapat-pendapat yang ada, tidak pula membenarkan sepenuhnya keberadaan pendapat-pendapat tersebut, hanya saja saya rasa kesimpangsiuran tentang “musikalisasi puisi” masih harus banyak dibenahi.

Salam hangat untuk semua

28 11 2007
yulia

ini ttg apa sih puisinya? (aku ingin by sapardi) plis jawabannya.dan background dari puisi ini apa ya???? thx

15 01 2008
alexander

aku lg mo nyari cd musikalisasi puisinya sapardi….
kira2 dimana aku bs dptkan cdnya ya?
tlg dong kl ada info….

8 02 2008
Pembacaan dan Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono « JaF’s The Name

[…] mengenalkan si Tuan Putri Kecil pada karya-karya SDD. Dia sendiri suka sekali dengan ‘Gadis Kecil’ yang sudah di musikalisasikan oleh Reda dan […]

16 02 2008
mind.donnyreza.net » Blog Archive » Pada Suatu Hari Nanti

[…] secanggih karya-karyanya? Elegan sekali.  Saya ‘nyolong’ puisi di atas dari blognya om Jaf.  Biasanya, kalau soal puisi-puisi si Kakek Romantis ini, Oci suka ‘cerewet’ […]

3 05 2008
sugeng budi yanto

ketika lagu itu hadir mampu memaknai hidupku.Semangat dan menghargai hidup.

12 06 2008
lala

mmm, hujan di bulan juni…kumpulan puisi favoritku, sampai saat ini.
sayang gak di publish lagi,,malah gramedia sekarang ternak teen-lit.
btw, salam kenal,aku mampir untuk berteduh.

19 09 2008
Novy M. Takarina

Lagi dan lagi… saya butuh banget CD musikalisasi puisi. Berhubung saya guru Bahasa Indonesia, saya ingin memberikan contoh konkret buat murid-murid saya. Memang saya bisa menjelaskan dan memberikan contoh, dan mereka bisa melakukannya, tapi wawasan kan tetap harus diperluas dan diperkaya. Jadi, tolong, ya…

14 11 2008
dYna..

Pak Sapardi…

kemarin aku diberi tugas oleh guruku untuk…

menampilkan musikalisasi puisi di depan kelas…

aku sering ikut lomba termasuk musikalisasi puisi itu…

guruku…teman-temanku banyak yang tak tahu apa musikalisasi puisi itu…
oleh karena itu…aku cari informasi ke bapak…
eh ternyata bapak telah menciptakan karya musikalisasi puisi tersebut…nah saya ingin punya kasetnya pakkkkk…

bole..ya..??

aku bisa dapat cd-nya dimana??

10 12 2008
denbei joko windoro

… dari “gadis kecil”, meski “aku ingin” mendapat apresiasi paling heboh, aku lebih tenggelam dalam “hatiku selembar daun” dan melayang di atas rerumpun “hutan kelabu”. Apa boleh buat, Reda dan Nana berhasil membuat rangkaian bunga yang dipetik dari taman kecil Sapardi, meletakkannya dalam sebuah vase yang dibuat dari tarian jemari Jubing dan Umar, dan dihias ornamen melodius hembusan nafas Budjel, serta dialiri bening jeritan biola Henri Lamiri yang meriap dari kedalaman mata air bas Mark Willianto.
Salute!!!

4 10 2010
ngekngok

oh sapardi… hujan di bulan juni mengingatkan aaku sama dik yuni

19 04 2011
Chika Riki

Aku ingin mencintaimu..dengan sederhana..
dengan kata, yang tak sempat, diucapkan kayu kepada api yang.menjadikannya abu…

Aku ingin mencintaimu..dengan sederhana
dengan isyarat yg tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…

4 11 2014
mahisaajy

Puisi-puisi Sapardi memang sungguh sederhana, sehingga terasa dalam sekali maknanya.

salam: http://mahisaajy.web.id/blog/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: