5 Cm: Gue Banget!

10 06 2005

Image hosted by Photobucket.comJujur saja, saya jarang membeli novel baru sebelum membaca resensi atau di rekomendasikan oleh teman-teman. Karena itulah ketika hari selasa kemarin saya menemukan novel baru di Gramedia Metropolitan Mall, Bekasi, saya sempat ragu. Novel bersampul serba hitam mengkilat itu sekilas mirip dengan Supernovanya Dee. Namun ketika melihat lebih jelas, ternyata bukan. Di depannya ada judul yang sangat singkat, namun cukup memicu rasa ingin tahu: “5 cm”. Nama penulisnya tercetak di bagian bawah: Donny Dhirgantoro. Hmm.. nggak kenal tuh. Saya juga merasa tak pernah membaca resensi atau promosi buku ini sebelumnya. Tapi tetap saja saya penasaran gara-gara judulnya. Sayang keingintahuan saya dihalangi oleh pembungkus plastik rapat yang kenapa tidak sekalian saja dibeli label besar-besar: “Maaf, beli dulu baru dibaca”.

Setelah menimbang-nimbang antara membeli buku ‘misterius’ itu atau cetakan terbaru ”Catatan Seorang Demonstran-nya“ almarhum Soe Hok Gie, saya akhirnya memutuskan ‘adu nasib’ dengan novel baru ini. Taruhannya saya bakal kehilangan uang hampir 50 ribu perak.

So here we go.. Saking penasaran, keluar gramedia saya langsung masuk ke salah satu restoran fast food di sebelah, pesan coke, cari tempat duduk di pojok dan mulai merobek-robek plastik bening yang membungkus rapat buku itu dengan penuh rasa dendam plus penasaran. Cuma perlu waktu dua jam di restoran itu, 45 menit di dalam angkot plus setengah hari di rumah untuk menghabiskan buku itu.

“5 Cm” berkisah tentang lima sahabat: Arial, Zafran, Riani, Ian dan Genta. Mereka sudah 7 tahun saling kenal. Masing-masing mereka punya karakter tersendiri dan itu dijelaskan di bagian awal. Ke lima sahabat itu punya kekompakan yang unik. Mereka punya selera musik yang hampir sama, punya mimpi yang sama, suka berbagai jenis film kecuali film India. Alasannya karena mereka merasa semua persoalan di dunia pasti ada jalan keluarnya namun bukan dalam bentuk joget. (hehe.. saya suka banget alasan ini)

Singkat kata, dan memang juga singkat diceritakan dalam novel itu, ke lima sahabat ini memutuskan untuk berpisah sementara karena mereka merasasudah ada di ambang titik jenuh antara satu sama lain. Mereka sepakat untuk jumpa kembali tiga bulan kemudian.

Alur cerita kemudian berpindah ke kisah masing-masing dari ke lima orang itu dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada seniman yang akhirnya mengalah pada kenyataan dengan menerima orderan disain dari salah satu partai politik yang lagi kampanye. Ada yang sibuk menyelesaikan skripsi nya dalam masa hanya dua bulan, sudah termasuk penelitian yang ditolak terus dan pengolahan data (hmm.. saya harus belajar sama dia). Ada yang lagi magang di stasiun televisi. Ada yang sukses dengan bisnis Event Organizer-nya dan ada yang sibuk dengan urusan pacaran. (apalah artinya sebuah cerita tanpa unsur cinta.. hehe)

Tepat tiga bulan mereka akhirnya kembali bertemu dan bersama melakukan ekspedisi ke gunung Mahameru. Cerita pun berlanjut pada suka duka perjalanan mereka berlima. Sebuah perjalanan yang digambarkan sebagai memberikan banyak pelajaran mengenai kehidupan pada diri ke limat sahabat itu.

Habis deh..

Itu baru gambaran umum. Secara spesifik novel ini memiliki ciri khas, yakni pada gaya penulisannya. Saya tidak tahu apa istilah yang tepat kecuali “gue banget!”. Bukan karena saya generasi MTV, tapi mungkin karena setting waktu dimana ke lima sahabat ini berada adalah masa-masa yang dekat sekali dengan era-era saya kuliah dulu. Karena itulah, membaca novel ini membuat saya merasa dilempar kembali ke masa-masa itu, masa-masa yang penuh kenangan. Generasi yang manakah itu? Dari tahun lahir si penulis, saya hanya bisa beranggapan bahwa itu adalah generasi yang lahir di tahun 70-an ke depan. Lihat saja pada deskripsi yang ditulis di halaman 5..

Mereka yang pada dasarnya adalah anak baik-baik yang suka film, musik, chatting, ngobrol, suka nyela Primus dan suka khilaf. Mereka yang penggemar berat Smashing Pumpkins, Blur, Frank Sinatra dan grup band underground yang namanya bagus , juga band Jepang yang ngerilis ulang lagu Goggle dan Voltus, penggemar berat Iwan Fals yang masih sering bingung dengan lagu-lagunya Slank. Mereka juga fans berat Debbie Gibson, New Kinds on The Block, Phil Perry, Earl Klugh, Spyrogyra, Sade dan Jamiroquai (walaupun cuma tahu satu atau dua lagu).

Masih di halaman yang sama, saya merasa novel ini memang sangat gue banget, terutama ketika membaca bagian berikut ini..

Kelimanya juga masih suka berantem, siapa yang paling bagus antara Joy dan Delon, Beckham atau Zidane, Mansyur S atau Irfan Mansyur S, RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap) atau Buku Pintarnya Iwan Gayo, Album Minggu atau Selekta Pop, Lyra Furna atau Happy Salma … dst

My goodness, sudah lama saya tidak membaca Buku Pintar nya Iwan Gayo atau nonton Album Minggu ini. Saya hanya bisa tersenyum sendiri saat membacanya. Semua icon-icon yang pernah hadir pada masa lalu saya muncul kembali di sini. Ada yang masih ingat choki-choki atau wafer superman, atau mamie dan taro? Gile benerrr..

Bukan hanya itu, si penulis juga sangat pandai mengolah kata-kata dengan cerdas tapi jenaka dan seringkali membuat saya tertawa nyengir. Di halaman 24 misalnya ia menulis:

Kenapa bisa monopoli? Padahal di mobil tadi mereka sepakat di umur yang sekarang ini mereka harus bisa memainkan sesuatu yang intelek, yang perlu otak. Sebelumnya mereka diharapkan pada pilihan ludo, halma atua ular tangga. Kalau main ludo sama halma, pasti ada satu orang yang bengong. Kalau main ular tangga, Ian, Zafran dan Riani dari dulu fobia sama ular, sedangkan Genta rada takut sama ketinggian.

Satu hal lain yang saya lihat dari novel ini. Si penulis pastinya orang yang rajin baca berbagai macam buku, rajin nonton berbagai filem (sampai hafal dialog-dialognya) dan juga rajin mendengar berbagai macam musik (sampai hafall lirik-liriknya). Soalnya, di novel ini bertebaran lirik-lirik lagu, mulai dari Ermy Kullit sampai Indonesia Raya, mulai dari The Beatles sampai The Corrs bahkan sampai soundtrack Dunia Fantasi alias Dufan (siapa coba yang masih hafal lirik lagu Dufan.. hehe). Benar-benar refreshing buat di baca, sekaligus menggali memori.

Unsur lain yang juga menarik minat saya adalah deskripsi si penulis saat menggambarkan perjalanan ke lima sahabat itu menuju gunung Mahameru. Gunung tertinggi di pulau Jawa. Si penulis sangat detail menggambarkan perjalanan mulai dari stasiun senen hingga ke puncak gunung. Setiap kota, yang dilalui dideskripsikan dengan sangat tepat bahkan saat menggambarkan rute untuk naik ke Mahameru, saya merasa benar-benar ada di situ, menggigil kedinginan di Ranu Kumbolo atau justru menggigil ketakutan di Arco Podo yang mistis. Sayang si penulis tidak mengutip lirik lagu Mahameru-nya Dewa 19 yang menurut saya cocok sekali jadi soundtrack kalau novel ini dibuat filem. Saya juga sempat berharap di novel ini ke lima sahabat itu akan mampir ke tugu tempat ditemukannya jasad Soe Hok Gie. Bukankah mereka juga aktifis mahasiswa yang ikut menggulingkan Suharto? Hehe.. maaf terlalu banyak maunya ya..

Okelah, secara keseluruhan saya acung jempol sama novel ini. Sangat worth reading. Kalaupun ada bagian yang mengganggu saya itu pastinya adalah bagian dimana para sahabat itu mendiskusikan Plato, Socrates hingga ke konsep waktu dan ruangnya Albert Einstein yang menurut saya masih terlalu berat meskipun berusaha dijelaskan dengan bahasa yang sangat ringan. Akibatnya bagian itu agak njomplang dibanding bagian lain dari novel ini.

Bagian lain yang menurut saya juga sedikit mengganggu adalah bagian akhir, dimana kemudian digambarkan kehidupan ke lima sahabat itu 10 tahun kemudian, saat mereka sudah menikah dan punya anak, terutama di bagian ketika tokoh Ian yang sangat mengagumi Happy Salma kemudian di ceritakan benar-benar kawin dengan Happy. Kenapa nggak suka? Pertama terkesan terlalu dibuat-buat, walaupun ini memang cuma novel. Kedua gua nggak rela Ian kawin sama Happy Salma.. hahahaha… halllahh!!

Sekali lagi acung jempol buat Donny Dhirgantoro. Buat saya anda memang belum secanggih Dewi Lestari yang memang sudah kampiun (tolong dicatat, saya menulis kata ‘belum’ bukan ‘tidak’). Tapi saya pasti akan protes kalau ada yang bilang novel anda masih di bawah karyanya Fira Basuki.

Oya, mungkin seperti saya, andapun akan bertanya: apa makna 5 Cm yang dijadikan judul novel ini? Jujur saja awalnya saya tak paham, termasuk ketika membaca bagian dimana unsur 5 Cm itu dijelaskan. Tapi setelah membaca ulang, -ooohh itu toh maksudnya- saya jadi paham. Hebat dan dalam sekali maknanya. Apa maksudnya? Baca sendiri atuuuh… masak mau diceritain semua.. Pantes aja ini buku di bungkus plastik dari tokonya.. hehehe..

***


Actions

Information

29 responses

10 06 2005
durin

pak Jaf pinter deh bikin review. Eh tapi pak Jaf emang jago nulis ding🙂

10 06 2005
vivianty

selekta pop? wolooh itu acara yang gag pernah vi3 lewatkan..
snack mami juga.. yang bungkusnya kecil2..

10 06 2005
iFa

choki-choki..wafer superman…ahh..cemilan favorit tuh..kayaknya mesti beli ni buku deh^^;

11 06 2005
bee

hahahaha… bener2 deh review-nya pak jaf nih, jadi pengen beli buku ini juga. emang dah jarang buku berlatar belakang masa2 itu. pasnya buat kita2 ini pak jaf, yg mulai kuliah S1 di tahun2 90-an (lahir di tahun2 70-an). novel2 bacaan generasi ini biasanya karya2 Fredy S , Abdullah Harahap, Motingge Busye, Kho Ping Hoo, dlsb. btw, orang2 ini kabarnya gimana ya?
kalo boleh saya tambahin, buku ini: “kita banget!”😀

12 06 2005
JaF

Durin: Terimakasih.. haduuhh jadi malu.. gubrak!! *kepentok monitor kompi*

Vi3: Wah, inget juga sama snack Mamie.. Hmm.. jadi mikir, apakah ada korelasi kesukaan pada snack Mamie dengan ukuran tubuh.. hahaha

IFa: iya. baca sambil ngemil wafer superman.. hehe.. Jaman saya dulu, kalau ulang tahun beli wafer superman banyak-banyak trus dibagi2 deh ke temen sekelas.. hehe

Bee: Setuju!! Kita bangetss.. hehe.. Nah lho.. ketahuan suka baca Fredy S. hehe Hebatnya, novel2 Freddy ini banyak lho dijual di Singapura.. Kalo saya mah penggemar Motinggo Busye, tapi yang jaman dulu. Era2 nya Putri Seorang Jendral.. hehe..

12 06 2005
Retno

ya pak jaf, jd pingin baca buku itu deh saya, apa daya :((

itu generasiku juga tu, ada album minggu, selekta pop, debbie gibson, new kids on the block, waw gak kuat wakakakaka…

ada yg kurang nyebut makanan jaman dulu: beng beng, mamee, silver queen, coklat ayam, coklat superman.

duh, betapa indahnya masa kita dulu, dibandingkan skrg😛

12 06 2005
Dini

Wah, thx bgt resensinya! Jadi kangen ke gramedia matraman, tempat mangkal dulu, trus makan baso di depannya itu tuh… Jadi penasaran pengen baca, saya generasi Debbie Gibson, walopun gak suka banget sama NKOTB, hehe. Makasih, salam kenal juga…

13 06 2005
ririn

udah dua bulan gak ke gramedia, jadi ingin beli nih buku🙂

thanks pak jaf atas review buku 5cm..
dan gaya cerita pak jaf membuat i seolah-olah udah baca buku itu..

20 06 2005
Mang Q

Wah,
keliatannya menarik. Biasanya kalo ada novel baru dari penulis baru aku langsung ambil. Tapi trip ke Gramed kemaren aku sudah habis banyak buat beli novel lain dan buku-buku non fiksi.

Next trip kali yah…

22 06 2005
JaF

Retno: Yes.. betul.. the good old days. Rasanya pangen balik ya.. hehe.. BTW, makasih udah di ingetin soal coklat ayam. Nyaris lupa. Padahal dulu itu modal buat deketin cewek jaman smp.. hahaha

Dini: Salam kenal juga. Wah jadi kangen bakso deket gramedia. Masih ada nggak ya?

Ririn: Trims kembali. Ditunggu komentarnya ya setelah baca.

MangQ: Kata penulisnya di beberapa gramed memang sold out. Dua minggu lalu saya ke Gramedia Matraman, udah nggak ada. Terakhir liat ada di Gramedia di Gatot Subroto.

To all: Ini ada review yang menarik lagi dari Dapit di : http://dapit.multiply.com/reviews/item/19

Hidup dunia membaca!!🙂

22 06 2005
BundaZidan&Syifa

wah bener nih mesti beli bukunya, *langsungbukainibuku.com* oya Bakso Erik masih ada lho Pak..

4 07 2005
Anonymous

ehm..jadi bangga deh saya, walaupun saya cuma temennya doni si penulis buku itu..tapi bangga banget. karena pede bahwa doni juga sedikit banyak terinspirasi sama saya, si the only ‘perempuan’ dalam persahabatan kita, walaupun doni bilang (bukan elo, nis!). penasaran banget pengen baca, soalnya saya lagi kuliah di malaysia, dan bukunya ga ada di sini (ga ada gramedia sih ..hehehe)
trimakasih atas apresiasinya (apaan sih ya, sok as behalf banged..)

9 08 2006
dapit

yes.. gue banget en hari gini banget.. kata mas dhony dia lagi nyiapin materi buat buku ke-2nya.. kita tunggu aja yah. hihi..

trims.

10 10 2006
yanti

5 Cm = 5 Cowo Matre? *maksa*

aku jadi pengen baca nih🙂

14 01 2007
rahmei

5 cm,dkenalin lwt tmn… pas baca sesuai seperti review di atas!

17 01 2007
Inkha

Yupz…..Setelah baca buku itu, aku jadi sering mikir kata-kta yang di tulis oleh si penulis, maknanya dalemmmmmm…. bngt. n enak bangt bwt refsresing otak. Aplgi, gaya penulisannya OKe BeGeTe….Pkoke, aku acungin 10 jempol kali ye…klo jempolku jmlahnya 10..

17 01 2007
t-@ Lahay

waa……..MAU JADI RIANINYA DONZZZZKKK !! enak banget (emangnya makanan ??? he..he..l)

19 02 2007
cheya

sama…. 5 cm… gw banget juga!!! aku sukaaaa banget…..

17 04 2007
djrono

salut buat om jef,
maren wa ama atu temen jalan ke gramed ( rutinitas senin sore sebener nya), g ada niat untuk bli buku dari kostan (duit cuma cukup buat makan ampe akhir bulan), eh sial na ampe disitu kita be2 g sanggup nahan ntuh duit yg pas2an mo nyamperin kasir na, dan mo nginap disitu.😦 bujuq ) setelah pilih2 dan dengan pertimbangan,bolak baik naek turun g karuan mengingat budget yg emang g memadai (sssst kere) akhir na kami memutuskan buat ambil 2 buku….dan…duit masih sisa Rp 28 ribu kepalang leper mending g makan sekalin, kudu nyari buku yg price na g lebih dari 20 ribu, mengingat ongkos angkot 2 orang 4 rb + rokok ama mie buat malam, kita udah g liad lagi penulis ama sinopsis na ( cuma liad harga) lama bgt bolak balik, udah mepet (jam 9 – 10) gramed mo tutup akhir na pada detik2 terakhir wa putus kan buat ngambil “THE Messenger”. ……dan ternyata wuiiiiiih buku ini GW bgt…..salut buat Om dan tante yg dah nulis * ngedip* =)) hoohooo
NB : sebenernya kita juga tertarik ama buku “5CM” tapi mengingat kantong lagi, dari pada dapet satu buku dengan 49 ribu, mending dapet 2 buku dengan 70 ribu (esai pendidikan-mangunwijaya + cerpen – seno g ajidarma) dan kita puas..PUAS..PUAS bgt…………

16 05 2007
saya

yup..setuju..buwat Nigh buku…. dua jemPol deh!!!
sebenarnya dah dari taon laLu aq liat tuh buku di Gramedia Makasar…yah belom sempat beli dagh dimutasi keManado..(tau degh Gramedia MaNado…bulan kemaRin baru ngeluarin…tapi akhirnya..) *apasih maLah comment msLah gramedia…

….buku wajib niH…heheh…
5 cm…indoNesia Bgt!

13 08 2007
benQ

Waah…bener banget pa’
cerita ini emang baguuuusss banget,
jadi ngiri sama kekompakan mereka berlima,,,,
lima sekawan yang bego-bego pinter haha…
saya juga setuju sama comment-nya pa jaf tentang akhir
cerita dimana ian akhirnya married sama Happy,
kenapa coba….
tapi sekali lagi saya beruntung di kasih pinjam sama temen,,
thanx 4 nanang,ina n k iang…

8 11 2007
drei

buku ini ada bloopers nya

Deniek : ‘Dua tahun lalu temen kita meninggal di Mahameru’ – atau persis dua tahun lalu – (ketika naik jip dari Tumpang)

di Nisan temennya dia tertulis Wafat: 17 Agustus 2000
berarti kejadian naek gunung itu tahun 2002. Tapi di surat Deniek di kertas folio menyinggung2 masalah Tsunami Aceh (terjadi tahun 2004 akhir), David Beckham hijrah ke Real Madrid (2003)

29 12 2007
Zafran

pengen jadi genta donk…..tapi temen2 manggil zafran…….aduh…………

12 02 2008
Tedy Winanto

TOP ABIS TUCH BUKU… !!! Gw baca tuh buku cuma satu hari, pertama beli di toko-nya para toko buku (???)… gw langusng pulang, ga pake lama langsung baca (kebetulan lagi libur gawe) nah dari gw baca ampe selesai (cuam sehari) gw tuh ngerasa harmonisasi dari sang buku… dari ketawa habis, semanagt yang berkobar (waktu ian rujuk laagi sama skripsinya), trus juga ada rasa bahagia waktu genta, arial, ian, riani, zafran sama dinda (adeknya arial) ketemu di restoran padang deket stasiun, trus rasa haru saat genta, zafran dinda, sama riani beli nasi sama mbok2 yang jual nasi kemaleman… juga semangat Indonesia Raya saat mereka berhasil menaklukan ganasnya Mahameru… Juga ilmu filsafat yang dikeluarkan zafran… gwjadi tau siapa aristoteles !!!

pokoknya tuh buku GW BANGET DECH ( Sori kalo sama yach )…

” bila kamu punya angan, cita-cita atau mimpi…
Taruh disini.. didepan kening kamu…
biarkan dia menggantung 5 cm didepan kening kamu…
agar dia tak pernah lepas dari mata kamu…
dan kamu akan terus mmengejarnya sebagai mimpi kamu.. hingga dapaat !!! ”
( ….5 cm (dengan sedikit improvisasi dari gw……… )

Top banget ga tuh filosofi dari 5 cm !!1 pas di akhir cerita gw baru tau aarti dari judul tuh buku !! geblek emang…. Huahahah🙂

23 07 2008
Lina_Kahmal

Alhamudillah 5 cm baru sekarang bisa dibaca…..ini juga boleh pinjam dari temen…mang dah beberapa bulan aku ma temenku nyari nih buku…..tp nyari buku di Balikpapan agak terbatas ..maklum cmn punya toko gramedia 1 buah aja di Balikpapan…
Alhamdulillah boleh nitip minta beliin nih buku ama temen yg dibandung dan Alhamdulillah lagi nemu juga tuh buku diBandung..sampai akhirnya ditangan kita dan udah kelar dibaca juga.
Well…aku sungguh terkesima sekali baca buku ini…belum pernah baca buku yang hampir ditiap halamannya disisipkan lyric dari berbagai jenis lagu2…dari hey jude-nya The Beattles sampai lyric yang diciptakan oleh WR Supratman…our national anthem Indonesia Raya…looks like mas Donny sang penulis orang yang sangat kaya sekali pengetahuannya tentang musik dan yg pasti dia sangat hobby sekali ngedengarin musik…hmmm just like me (i think..he..he..narcis)… Aku ga bisa bayangin what would be like our life without any music…huh pasti sepi baget …untungnya si penulis ga suka lagu2 india yah..klo ga dia juga pasti akan sisipkan lyric2 dari lagu2 india…he…he…
Btw..the point is i learn so many things in this book…
Bagaimana indahnya sebuah persahabatan dimana tidak ada penghiatan diantara mereka…masih membekas sekali ketika membaca tentang prinsip para sahabat tersebut bahwa mereka pantang sekali untuk membicarakan kejelekan seseorang disaat orang tersebut tidak sedang berada disitu..karena tidak akan membantu sama sekali untuk menjadikan orang tersebut menyadari kesalahan dan kekurangannya tidak akan membantu untuk menjadi lebih baik…I wish i have so many friends yang punya prinsip dan pemahaman seperti genta dan kawan2nya..(yah…that what friends are for)…Pemahaman yang seperti itu yang sangat sulit kita temui dijaman sekarang ini.
Bagaimana untuk menjadi seseorang yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain..bagaimana membuat orang lain bahagia dan membuat orang lain bernafas lebih lega karena karena ada kita disitu…dan
bagaimana meraih sebuah mimpi dengan penuhkerja keras dan penuh kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.
Sungguh hanya 5 cm tapi berarti lebih dari seribu kilometer manfaat dan kebijaksanaan yang didapat dari buku 5 cm.
5 cmm…aku bangetttsss………

Buat Pak Jaf…salam kenal yah…
Maaf yah klo commentnya kepanjangan…ups ga nyadar klo dah nulis kebanyakan….

18 09 2008
ratukutubutara

pengen kasi coment.. tapi last commentnya aja taon 2005.. huhuwww..

17 02 2009
fie

uuuh…my favorit novel dech…banyak bangaet pelajaran yg dapet qta ambil,,,bener bener inspirasi yg hebat…lam kenal,ye…sesama pengagum dony

24 03 2010
reanty_fenti

5 cm,, merupakan salah satu buku yang terbaik yang pernah saya baca
buku ini mengajarkan pada kita bagaimana care’a untuk menghargai alam serta semua yang ada dan berada dissisi kita

30 08 2010
Faizal | Akselera

sama 5 cm gw banget jugam,,mantap gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: