Jatuh Cinta Cuma Sekali

21 01 2005

Angin menyeret mendung, menggoyang beringin di seberang jalan. Daun keringnya gugur berhamburan di Otista Raya. Lagi-lagi aku ingat kamu.Waktu memang cepat berlalu. Jakarta memang banyak berubah. Tapi aku tidak. Jatuh cinta cuma sekali, dan itu pernah terjadi.

Aris Nugraha, Catatan Gunung Sahari, 1993

* “..jatuh cinta cuma sekali dan itu pernah terjadi”. Kata-kata itu muncul begitu saja suatu hari. Berhari-hari penasaran karena rasanya pernah dengar kata-kata ini, tapi nggak juga berhasil menggalinya dari kedalaman memori di kepala. Rasanya seperti ada tulang ikan yang menancap di tenggorokan. hehe.. Sampai akhirnya sms seorang teman kembali mengingatkan… Thanks, Buddy.. Udahnggak ‘ketulangan’ lagi..

** Ngomong2 soal puisi, sampai sekarang belum ada puisi karangan saya yang benar-benar terasa memuaskan buat saya pribadi. Bahkan sering malu baca puisi sendiri. But what the heck.. Siapa lagi yang harus menghargai buatan sendiri, ya kan? Check em out here

Advertisements

Actions

Information




%d bloggers like this: