Ia Yang Tahu Segala Jawaban

17 11 2004

Berhentilah bertanya!!! Ingin rasanya ia berteriak ke semua orang. Selama ini ia selalu merasa tahu semua jawaban. Semua orang yang datang kepadanya pun tak pernah lagi kembali begitu mendapat jawaban-jawaban darinya. Kepuasaan, kelegaan bahkan kebahagiaan bisa ia rasakan dari balik punggung-punggung yang perlahan menjauh darinya dan itu membuat ia semakin yakin bahwa ia tahu semua jawaban.

Hingga akhirnya suatu hari tiba-tiba saja ia menyadari ada yang berubah. Ia tak tahu apa. Yang ia rasakan hanya kegelisahan luar biasa yang memenuhi setiap rongga jiwanya. Tidak. Ia tidak kehilangan kesaktiannya. Ia masih bisa memberi kepuasan dan kebahagiaan pada orang lain dengan jawaban-jawabannya. Orang-orang pun masih datang padanya untuk mencari berbagai macam jawaban. Namun kini kegelisahan selalu memenuhi benaknya, dan setiap detik kegelisahan itu bertambah hebat. Saking hebatnya hingga membuat ia lari ketakutan.

Ia lari sekencang mungkin meninggalkan antrian kerumunan orang-orang yang ingin datang kepadanya untuk mendapatkan jawaban. Namun orang-orang itu justru mengikutinya kemanapun ia berlari. Ia tak acuh. Merekapun tak perduli. Ia terus berlari, merekapun terus mengikuti. Semakin lama jumlah mereka semakin banyak. Ia tetap tidak perduli dan justru berlari semakin kencang. Namun semakin kencang larinya, kegelisahan itu terasa semakin hebat dan justru membuatnya tambah ketakutan hingga ia berlari semakin kencang dan kencang..

Langit mendung, semakin lama semakin gelap. Ia tetap berlari dan terus berlari. Hujanpun akhirnya turun. Ribuan bulir air yang menghujam tubuhnya serasa berondongan mitraliur. Satu persatu bulir-bulir itu menjamah raganya, menembus jiwanya. Sakit terasa, namun cukup untuk menyadarkan kembali batinnya yang sudah nyaris mati. Agaknya ia semakin menyadari apa yang membuatnya gelisah luar biasa.. Ya.. Ia menyadari bahwa ia memang tahu semua jawaban, tapi ia sendiri tak tahu bagaimana caranya bertanya..

Ia pun berlari semakin kencang hingga tak ada lagi yang sanggup mengejarnya..

—-

* Buat Dina: Don’t even ask. Gue aja nggak tau dari mana asal tulisan ini.. It just popped out of my head.. I guess it’s my other self whose talking. Jangan-jangan gue kayak Sybil ya.. Ngeri nggak sih ..** Buat Mbak SA: Hehehe… bulan puasa aku hiatus dulu. BTW, aku suka banget ucapan hari rayanya..

*** Buat semua yang baca tulisan ini: Maaf Lahir Bathin..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: