<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JaF's The Name</title>
	<atom:link href="http://anotherfool.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anotherfool.wordpress.com</link>
	<description>Blogging's The Game :) *hallah.. :) *</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 05:48:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anotherfool.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JaF's The Name</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anotherfool.wordpress.com/osd.xml" title="JaF&#039;s The Name" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anotherfool.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjajal Kindle, Alat Pembaca Buku Elektronik Yang Tidak Neko-neko</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/30/menjajal-kindle-alat-pembaca-buku-elektronik-yang-tidak-neko-neko/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/30/menjajal-kindle-alat-pembaca-buku-elektronik-yang-tidak-neko-neko/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[amazon]]></category>
		<category><![CDATA[buku elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[e book]]></category>
		<category><![CDATA[kindle 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama sebenarnya saya ingin punya Kindle, alat pembaca buku elektronik produksi toko buku online amazon.com, namun mereka tidak menjualnya di luar Amerika. Karena itu ketika amazon mengeluarkan Kindle 2 yang bisa digunakan di sejumlah negara, termasuk Jepang, cita-cita saya pun tercapai. Lewat tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan alat itu, sembari berharap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=905&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/img_3420.jpg?w=510" alt="" hspace="4" vspace="4" align="left" />Sudah lama sebenarnya saya ingin punya <em>Kindle</em>, alat pembaca buku elektronik produksi toko buku online <a href="http://amazon.com" target="_blank"><em>amazon.com</em></a>, namun mereka tidak menjualnya di luar Amerika. Karena itu ketika amazon mengeluarkan <em>Kindle 2</em> yang bisa digunakan di sejumlah negara, termasuk Jepang, cita-cita saya pun tercapai. Lewat tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan alat itu, sembari berharap suatu saat Indonesia pun akan termasuk dalam cakupan jangkauan mereka.<span id="more-905"></span></p>
<p>Sekilas pandang, kindle ini punya bodi yang menggiurkan. Ukurannya 20,3 x 13,4 cm atau kurang lebih sama dengan buku ukuran standar, dengan tebal cuma sekitar 0,9 cm atau sedikit lebih tebal dari pinsil. Beratnya sekitar 290 gram. Lebar layarnya 9 x 12 cm dengan resolusi 600&#215;800 pixel. Kindle mampu menyimpan sekitar 1500 buku elektronik dari berbagai format yang bisa diunduh secara nirkabel dengan sambungan 3G atau lewat sambungan USB ke komputer.</p>
<p>Untuk yang gila <em>gadget</em>, kindle jelas tidak seksi. Layarnya hitam putih (<em>gray scale</em>), bahkan ketika menunjukkan alat ini ke seorang teman yang gila gadget, dia mencoba menekan-nekan layarnya karena menyangka itu layar sentuh (touch screen) seperti iPod. Fungsi pemutar MP3 nya tidak memuaskan, baik kualitas suara maupun fungsi pengaturannya. Jangan pula tanya soal Wifi, karena tidak ada, kecuali sambungan 3G untuk membeli dan mengunduh buku baru. Video? Kamera? Jangan tanyalah!</p>
<p>Tapi justru kesederhanannya ini membuat kindle memang lebih cocok untuk para pencinta buku, ketimbang pencinta gadget. Mengapa? Karena tidak banyak fungsi yang sanggup mengalihkan perhatian kita dari hanya membaca. Malah Kindle mendukung kita dalam membaca. Fungsi kamusnya secara otomatis akan mencarikan arti suatu kata jika kursor berada di sebelah sebuah kata. Besar huruf  bisa diatur sesuai kenyamanan mata. Dan kalaupun mata penat, kindle bisa membacakan buku itu untuk kita lewat fungsi <em>text to speec</em>h, walau baru hanya untuk Bahasa Inggris.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/page_1.jpg?w=510" alt="" /></p>
<p>Layarnya pun dibuat dengan teknologi khusus yang disebut<em> </em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/E_Ink" target="_blank"><em>E Ink</em></a> atau kertas elektronik yang menjadikannya mirip lembaran buku dan bukannya seperti layar komputer yang memancarkan cahaya dan membuat penat mata. Warnanya yang masih hitam putih pun bukan masalah, karena kebanyakan buku juga hitam putih kan?</p>
<p>Singkat kata, saya sebagai pencinta buku sangat puas dengan alat ini. Saya pernah menggunakan perangkat lunak khusus di ponsel <em>blackberry</em> untuk mengunduh dan membaca buku elektronik. Layar kecil bukan masalah, namun godaannya terlalu banyak, seperti<em> twitter, facebook, browser</em>, <em>mp3 player</em>, kamera dan lain-lainnya. Dijamin dengan Kindle anda tidak akan teralih dari kegiatan membaca anda.</p>
<p>Soal harga, Kindle 2 memang relatif masih mahal. Sekitar 2,7 juta rupiah. Tapi harga bukunya relatif murah, bisa lebih murah sampai 20 – 30 persen dari harga buku biasa. Itupun sudah termasuk biaya koneksi internet lewat partner Amazon. Stok buku (untuk bahasa Inggris) yang bisa di beli di Amazon hampir 400 ribu buku, majalah dan koran dan nyaris semua buku baru ada versi kindlenya. Kalaupun lagi bokek, ada puluhan ribu buku gratis yang bisa diunduh dan itu bukan buku-buku kelas teri. Rata-rata karya sastra kelas dunia. Kalau ada waktu, andapun bisa mengklipping artikel-artikel di internet atau dan dimasukkan ke kindle dalam format PDF atau TXT. Selain itu karena tidak memakan banyak energi, baterei nya pun irit. Bisa sampai satu minggu.</p>
<p>Karena itulah, berbeda dengan kebanyakan <em>review</em> yang ada, saya justru berharap kindle tidak akan berkembang kelewat canggih sehingga justru mampu mengalihkan perhatian kita dari tujuan utamanya, yaitu membaca.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/page_2.jpg?w=510" alt="" /></p>
<p>Kalaupun ada yang harus ditingkatkan dari fungsi kindle untuk saat ini, maka itu adalah kecepatan prosesornya yang masih relatif lambat sehingga ketika kita membuka buku, apalagi yang jumlah halamannya sangat banyak, masih agak lambat.  Akan lebih baik juga kalau Kindle 2 ini memiliki media penyimpanan eksternal, meskipun sebenarnya buku-buku itu bisa di simpan di server amazon dan tinggal mengunduh yang hanya perlu dibaca saja.</p>
<p>Saya juga berharap suatu waktu (tidak terlalu lama, semoga) Kindle akan bisa digunakan di Indonesia, karena pastinya akan menjadi kabar baik bagi penggemar dan juga bisnis buku di Indonesia.</p>
<p>Semoga anda pun suatu saat akan berkesempatan mencobanya.</p>
<p><strong>Spesifikasi Kindle 2:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Ukuran:</strong> 13,4 x 20.3 cm , tebal  0,91 cm</li>
<li><strong>Berat:</strong> 290 gram.</li>
<li><strong>Layar baca:</strong> 9 x 12 cm,  600&#215;800 pixel, 16-level gray scale.</li>
<li><strong>Media penyimpan</strong>: 2 GB (efektif 1,4 GB) atau sekitar 1500 buku</li>
<li><strong>Format konten:</strong> Buku elektronik (AZW (standar kindle), TXT, PRC, MOBI, PDF), Audio (AAX, MP3), File lain yang harus dikonversi dengan mengirimnya ke email khusus yang disediakan kindle (HTML, DOC, JPEG, GIF, PNG, BMP)</li>
<li><strong>Daya tahan batere</strong>: Sekitar 1 minggu (jika fungsi 3G tidak aktif)</li>
<li><strong>Sambungan</strong>: 3G wireles dan mikro USB tanpa harus menginstall software apapun</li>
<li><strong>Audio:</strong> 3,5 stereo audio jack dan speaker stereo internal</li>
</ul>
<p>Informasi selengkapnya silahkan akses di <a href="http://www.amazon.com/Kindle-Wireless-Reading-Display-Generation/dp/B0015T963C/ref=amb_link_85791791_2?pf_rd_m=ATVPDKIKX0DER&amp;pf_rd_s=kindle-availability-messaging&amp;pf_rd_r=1Z7SP7EJ2VKAB8JQ12W5&amp;pf_rd_t=201&amp;pf_rd_p=499180351&amp;pf_rd_i=B00154JDAI" target="_blank">situs kindle di amazon.com</a>.</p>
<p>Salam dari Tokyo,</p>
<p><strong>Rane</strong></p>
<p>* artikel ini juga di posting di <a href="http://teknologi.kompasiana.com/2009/12/29/menjajal-kindle-alat-pembaca-buku-elektronik-yang-tidak-neko-neko/">blog kompasiana</a></p>
<p>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/905/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=905&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/30/menjajal-kindle-alat-pembaca-buku-elektronik-yang-tidak-neko-neko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/img_3420.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/page_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/page_2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Curigai Gerakan Koin Peduli Prita?</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/08/curigai-gerakan-koin-peduli-prita/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/08/curigai-gerakan-koin-peduli-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 15:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koran dan Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[koin]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak yang ditulis tentang gerakan Peduli Ibu Prita yang luar biasa berhasil menggerakkan rakyat. Saya hanya agak terganggu pada sebuah berita di salah satu media yang berjudul &#8220;Angelina Sondakh Curigai Gerakan Kumpulkan Koin untuk Prita&#8220;. Ya ini bisa jadi perdebatan sih, namun inilah pendapat saya. Setahu saya dalam jurnalistik kita harus membedakan antara fakta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=899&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/screen-shot-2009-12-08-at-11-47-38-pm.png?w=510" alt="" hspace="4" vspace="4" align="left" />Sudah banyak yang ditulis tentang gerakan Peduli Ibu Prita yang luar biasa berhasil menggerakkan rakyat. Saya hanya agak terganggu pada sebuah berita di salah satu media yang berjudul &#8220;<a href="http://www.detikhot.com/read/2009/12/08/210105/1256478/230/angelina-sondakh-curigai-gerakan-kumpulkan-koin-untuk-prita">Angelina Sondakh Curigai Gerakan Kumpulkan Koin untuk Prita</a>&#8220;. Ya ini bisa jadi perdebatan sih, namun inilah pendapat saya.</p>
<p>Setahu saya dalam jurnalistik kita harus membedakan antara fakta dan opini. Nah paragraf pertama berita ini saja sudah terkesan beropini dengan mengatakan bahwa di saat semua orang menunjukkan solidaritasnya, Angelina malah mencurigai gerakan itu. Dimana mencurigainya? <span id="more-899"></span></p>
<p>Ketika dilanjutkan di paragraf berikutnya, ada kutipan yang intinya mengatakan bahwa Angelina punya kekhawatiran sendiri terhadap gerakan ini dan ia berharap agar tidak berubah anarkis apalagi merugikan banyak orang. Di paragraf berikutnya ditulis harapan Angelina agar gerakan ini tidak memojokkan pihak tertentu meskipun ia memahaminya selama masih untuk menggalang kebersamaan. Sudah itu saja. Paragraf berikutnya mengulas soal latar belakang gerakan itu dan harapan Angelina untuk kampanye anti korupsi tanggal 9 Desember. Habis! Itu saja. Kalau saya editor, saya hapus berita ini karena tidak penting sama sekali. Kosong melompong!</p>
<p>Saya pribadi tidak menangkap hubungan judul dengan isi berita itu. Dimana unsur mencurigainya? Lagi-lagi ini bisa diperdebatkan. Apa kekhawatiran bisa disebut kecurigaan? Menurut saya tidak sepatutnya si wartawan menulis berita seperti itu. Selain berita itu tidak penting, tidak ada hal baru dan yang lebih parah lagi karena berita ini berpotensi memanasi sebuah kampanye yang seharusnya untuk tujuan damai.</p>
<p>Kalaupun mau kontroversial atau menghasut, menulisnya lebih lengkap dong. Apa kekhawatiran Angelina? Pihak mana yang menurut dia bisa terpojokkan dengan kampanye ini? Dan seterusnya.. Pancing dia untuk ngomong lebih kontroversial. Wartawan kan paling ahli urusan begini. Apalagi Angelina seharusnya jadi sumber menarik karena kita tahu dia itu kan orang Partai Demokratnya Pak Bete.. eh Pak Beye. Tapi kan media bukan untuk memanasi keadaan? Begitu kan? Atau teori jurnalistik sekarang sudah beda?</p>
<p>Gerakan Peduli Prita ini luar biasa menarik karena bisa menarik perhatian banyak orang dan menunjukkan bahwa rakyat tidak bodoh, dan bisa bersatu menghadapi kesewenang-wenangan. Namun di balik itu, gerakan rakyat sedamai apapun mudah sekali ditunggangi  lalu berubah jadi anarkis, dan media punya potensi besar untuk memanaskan keadaan. Contoh gampang saja, coba lihat <a href="http://www.detikhot.com/comment/2009/12/08/210105/1256478/230/angelina-sondakh-curigai-gerakan-kumpulkan-koin-untuk-prita" target="_blank">komentar pembaca</a> berita itu. Nyaris semua memaki-maki dengan kata kasar, kotor dan tidak pantas. Itukah yang dimaui media supaya dapat berita menarik? Tentu tidak dooong.. Atau memang teori jurnalistik sekarang sudah beda? Maklum saya jurnalis angkatan jadul.</p>
<p>Dukung Prita! Dukung secara damai tanpa anarki. Tunjukkan bahwa kita rakyat bisa bersatu, dengan atau tanpa mereka-mereka yang duduk di kursi kekuasaan di atas sana dan yang lebih penting lagi: kita bisa melakukannya dengan kesantunan! TIdak dengan kepongahan seperti yang ditunjukkan oleh RS Omni Internasional. </p>
<p>Salam,</p>
<p>Rane</p>
<p>*Artikel ini juga ditulis di <a href="http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/08/curigai-gerakan-koin-peduli-prita/">Kompasiana</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=899&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/12/08/curigai-gerakan-koin-peduli-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/12/screen-shot-2009-12-08-at-11-47-38-pm.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: &#8216;Oma Daleng&#8217;</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/11/14/cerpen-oma-daleng/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/11/14/cerpen-oma-daleng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 12:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=894</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Setelah lama tidak menulis cerpen, sebuah cuplikan berita di televisi ditambah kenangan masa kecil dulu membuat saya tergerak untuk kembali menulis. Oya, tokoh dan kisah di cerpen ini semuanya fiksi, kecuali anda menafsirkan sebaliknya. Ya itu namanya penafsiran hehe. Semoga berkenan.*** Daleng! Begitu kami biasa memanggilnya dulu. Tidak pernah ada yang tahu nama aslinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=894&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/11/siul.jpg?w=510" alt="" hspace="4" vspace="4" align="left" /><em>*Catatan: Setelah lama tidak menulis cerpen, sebuah cuplikan berita di televisi ditambah kenangan masa kecil dulu membuat saya tergerak untuk kembali menulis. Oya, tokoh dan kisah di cerpen ini semuanya fiksi, kecuali anda menafsirkan sebaliknya. Ya itu namanya penafsiran hehe. Semoga berkenan.</em>***</p>
<p><em>Daleng!</em> Begitu kami biasa memanggilnya dulu. Tidak pernah ada yang tahu nama aslinya. Nama itu muncul begitu saja gara-gara kecintaannya pada <em>Huckleberry Hound</em>, tokoh kartun anjing yang dikenal dengan ciri khasnya yang suka menyanyikan lagu rakyat Amerika “<em>Oh My Darling, Clementine</em>”. Nadanya mirip lagu berantai “<em>Sedang Apa</em>” yang biasa kami nyanyikan saat latihan pramuka di lapangan depan kelurahan.<span id="more-894"></span></p>
<p>Begitulah, setiap hari sepulang sekolah Daleng akan memimpin kami berpetualang menelusuri saluran-saluran irigasi yang membelah kampung dimulai dari belakang sekolah dasar kami terus sampai ke pinggir kampung. Biasanya ia akan berjalan gontai di depan, dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana pendeknya, sambil bersenandung “<em>Oma Daleng.. Oma Daleng.. Oma Daleng sekaraaan</em>g” disusul siulan berulang-ulang dengan nada yang sama. Nada siulan ‘Oma Daleng’ itu sudah menjadi seperti lagu kebangsaan bagi kami. Bak anak-anak bebek kami pun selalu setia mengikuti tubuh tinggi kerempeng bertabur koreng itu dengan rasa penasaran, karena tahu pasti ada saja hal baru yang akan ia lakukan bersama kami, teman-temannya. </p>
<p>Daleng bisa dibilang sosok pemimpin diantara kami berlima. Padahal ayahnya hanya supir truk<em> Fuso</em> yang pulang ke rumah seminggu sekali atau malah sebulan sekali. Beda dengan kami teman-temannya yang anak Kepala Irigasi, anak Dansek, anak Sekdes dan aku si anak Dokter Puskesmas. Tapi jiwa kepemimpinan dan petualangannya membuat kami selalu setia mengikutinya meski para orang tua kami dulu sering melarang bermain dengannya. “Mau jadi apa kamu berteman dengan anak berandalan kayak itu, Le?” begitu ibuku biasa bilang dulu.</p>
<p>Pernah kami diajak Daleng bolos sekolah untuk bermain <em>bledugan</em> atau meriam bambu yang di isi karbit dengan peluru kaleng-kaleng bekas susu cap bendera. Ia akan memasang bledugan itu di balik semak di pinggir saluran irigasi dan mengajak kami berpura-pura jadi tentara Amerika yang sedang bersiap menyergap musuh, persis di film <em>Combat</em> di TVRI lengkap dengan helm panci di kepala.</p>
<p>“Musuh” kami adalah mbok-mbok berkain yang setiap pagi selalu berjalan beriringan seperti penguin menelusuri pinggir tanggul dengan bakul penuh sayuran di punggung. Sesekali beberapa diantara mereka akan berhenti dan berdiri diam seperti orang mengheningkan cipta waktu upacara. Menurut Daleng, si mbok itu sedang kencing sambil berdiri untuk menghemat waktu perjalanan ke pasar. Betul saja, begitu mereka kembali berjalan, tanah berdebu tempat mereka berdiri tadi sudah digenangi air.</p>
<p>Kami selalu terbahak dan berteriak “Merdeka!” ketika melihat mbok-mbok itu terkejut lalu lari terbirit-birit sambil misah misuh saat mendengar ledakan meriam bambu kami disusul berondongan bekas kaleng-kaleng susu. “<em>Oalaah, cah uedaann!</em>!” begitu teriak mereka disusul ocehan dalam bahasa Jawa yang tak pernah kupahami artinya. Siapa suruh mengebom tanggul tempat bermain kami dengan air kencing!</p>
<p>Itulah Daleng yang super kreatif dan penuh daya khayal. Ia suka sekali muncul dengan ide-ide gila yang didapatnya dari buku-buku bacaan bekas yang selalu dibawa pulang ayahnya dari kota. Kami juga tidak kalah gila karena selalu menuruti saja apa maunya. Pernah suatu hari kami dibuat tercengang mendengar ceritanya tentang kisah persahabatan <em>Winnetou Kepala Suku Apache</em> dan saudara sedarahnya <em>Old Shatterhand</em> sang koboi dengan senapan pembunuh beruangnya yang terkenal, dari salah satu buku cerita karangan <em>Dr. Karl May</em>. Dari situlah Daleng muncul dengan ide untuk menjadikan kami berlima saudara sedarah dengan cara seperti yang dilakukan Winnetou dan Old Shatterhand di buku itu: menggores tangan masing-masing dengan pisau hingga berdarah lantas berjabatan tangan erat. Maka jadilah kami saudara sedarah, dan jadilah aku demam tinggi karena tetanus.</p>
<p>Bagi kami Daleng lebih dari seorang pemimpin. Dia seorang kawan yang setia dan suka sekali membela kami saat sedang kesulitan. Pernah suatu hari di musim kemarau yang terik kami berjanji untuk pesta singkong bakar hasil curian di kebun Lek Mitro di tengah padang ilalang luas di pinggir kampung. Padang ilalang itu luas sekali dan Daleng sering membakar tumpukan ilalang kering lantas  mengibas-ngibaskan asapnya dengan sarung untuk memberitahu kami dimana keberadaannya. Teknik komunikasi dengan asap ini katanya ditiru dari kebiasaan  suku Indian seperti yang pernah dibacanya. Aku yang sudah lama ingin melakukan hal yang sama hari itu sengaja datang lebih awal dengan berbekal sarung kesayangan bapak, sekotak korek api merek <em>säkerhets tändstickor</em> dan satu <em>jerrycan</em> minyak tanah yang kucuri di dapur ibu.</p>
<p>Namun rupanya aku tak sepandai Daleng. Api yang kunyalakan dari tumpukan ilalang kering itu malah merambat kemana-mana dan membakar seluruh padang ilalang yang luas itu. Daleng yang ternyata sudah berada di dekat situ dengan gagah berani menembus padang ilalang dan menemukanku tengah berjongkok sambil menangis ketakutan diantara kobaran api. Ia lantas membungkus tubuhku dengan sarung dan menggotongku berlari menembus padang yang mulai membara. Asap hitam membumbung sampai terlihat dari pinggir kampung. Dua mobil blangbir dari proyek irigasi dikerahkan untuk memadamkan kebakaran itu.</p>
<p>Petugas kelurahan akhirnya menemukan kami tengah terbatuk-batuk di pinggir padang yang sudah gosong. Kamipun di gelandang ke balai desa dan disidang. Aku menangis sejadi-jadinya, namun dengan gagah berani Daleng maju dan mengaku sebagai pelaku. Mukanya babak belur di hajar bapaknya yang supir Fuso itu. Namun keesokan harinya ia sudah muncul lagi di sekolah, berjalan gontai menelusuri lorong sekolah dengan kedua tangan di dalam saku sambil menyiulkan nada lagu kebangsaan kami: “oma daleng.. oma daleng.. oma daleng sekarang”. Aku berhutang nyawa padanya.</p>
<p>***</p>
<p>Daleng! Tidak ada yang pernah tahu siapa nama aslinya. Aku bahkan tidak pernah pamit kepadanya ketika beberapa puluh tahun lalu keluarga kami harus ikut bapak yang pindah tugas ke Jakarta. Aku hanya bisa berdoa semoga dengan modal sifat kepemimpinan dan kesetiakawanan semasa kecil dulu, ia kini sudah jadi orang besar. Minimal jadi lurah atau camat atau malah sudah jadi detektif polisi seperti <em>Steve McGarret</em> di film  <em>Hawaii Five-O</em>. Bagiku ia tinggal seberkas kenangan dari masa kecil yang menyenangkan. Kenangan yang nyaris terlupakan, sampai suatu pagi ketika aku tengah sarapan bersama istri dan anakku sambil menonton liputan pagi.</p>
<p><em>“Pemirsa, Jendral Kusno Sudarji pagi ini akan memenuhi panggilan Tim Pencari Fakta Kasus Skandal Korupsi Bank Suntril. Berbeda dengan kemarin saat ia menangis di DPR, pagi ini wajahnya nampak cerah. Kusno nampak berjalan keluar rumah sambil bersiul-siul dan naik ke mobil yang sudah menunggunya..”</em></p>
<p>“Kampret! Dungu!! Tolol! Dasar koruptor. Masih bisa sial siul. Bersiul lah sepuasmu di penjara nanti, goblok!” makiku sambil mengunyah krupuk udang sementara istriku sibuk menutupi telinga anak tunggal kami sambil melotot ke arahku. Namun kunyahanku seketika terhenti mendengar suara siulan dari televisi yang melontarkan kembali kenangan dari berpuluh-puluh tahun lalu. Nampak sesosok lelaki tinggi kurus berjalan gontai keluar dari dalam rumah dengan tangan di sakunya sambil bersiul.</p>
<p>Wajah itu sebenarnya sudah tidak asing lagi karena belakangan jadi sorotan. Bahkan baru kemarin ia tampil bercucuran air mata di layar televisi dan bersumpah atas nama Tuhan bahwa ia tidak pernah menerima uang suap milyaran rupiah seperti yang dituduhkan selama ini. Namun caranya memonyongkan mulutnya saat tengah bersiul itu melontarkanku ingatanku ke berpuluh-puluh tahun lalu, ditambah pula nada yang disiulkannya itu. Kubesarkan volume televisi. Ya Tuhan! Hanya satu orang yang kutahu suka menyiulkan nada seperti itu! Aku terhenyak tak percaya..</p>
<p>***</p>
<p>Kepalaku pusing tujuh keliling. Pagi ini adalah hari pertamaku sebagai salah satu anggota Tim Pencari Fakta yang baru ditunjuk Presiden untuk menyelidiki sebuah kasus korupsi besar yang melibatkan banyak petinggi di negeri ini. Pagi itu pula untuk pertama kali setelah sekian lama aku bertemu kembali dengan saudara sedarahku dari masa lalu.</p>
<p>Sore harinya akupun mengundurkan diri.</p>
<p>***</p>
<p><strong><em>Tokyo, November 2009</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/894/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=894&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/11/14/cerpen-oma-daleng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/11/siul.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Presiden “Go Blog”</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/10/29/presiden-%e2%80%9cgo-blog%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/10/29/presiden-%e2%80%9cgo-blog%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 16:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Politik (kus)]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Maaf! Tidak ada maksud subversif apalagi menghina sosok kepala negara dari judul di atas. Sumpah! Itu hanya untuk memancing perhatian saja. Maklum kan para pejabat kita belakangan ini sibuk sekali sehingga mungkin diperlukan sesuatu yang agak kontroversial untuk memancing perhatian mereka terhadap apa yang ingin saya sampaikan ini, yaitu -bisa ditebak dong- soal blogging. Jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=888&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/10/goblog2.jpg?w=510" alt="" hspace="4" vspace="4" align="left" />Maaf! Tidak ada maksud subversif apalagi menghina sosok kepala negara dari judul di atas. Sumpah! Itu hanya untuk memancing perhatian saja. Maklum kan para pejabat kita belakangan ini sibuk sekali sehingga mungkin diperlukan sesuatu yang agak kontroversial untuk memancing perhatian mereka terhadap apa yang ingin saya sampaikan ini, yaitu -bisa ditebak dong- soal blogging.<span id="more-888"></span></p>
<p>Jadi begini saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Rasa-rasanya <em>hare genee</em> sudah banyak orang yang tahu apa itu blog. Bahkan banyak pejabat kita yang sejak lama juga punya blog dengan tampilan apik, padat informasi, rajin diperbaharui dan banyak pula komentarnya. Sejak masuk istana 5 tahun lalu, Pak Beye juga sudah punya  “blog” di <a href="http://www.presidensby.info">www.presidensby.info</a>. Saya masih harus menggunakan tanda kutip di kata blog, karena kelihatan sekali situs itu masih &#8216;malu-malu&#8217; untuk disebut blog padahal secara teknis sudah mengandung unsur-unsur yang sudah pantas disebut blog.</p>
<p>Jadi apa yang sebenarnya kita harapkan dari blog para petinggi negeri ini? Teori-teori blogging yang sudah ditularkan para pakar blogging dalam berbagai kesempatan workshop ini itu di seantero nusantara rasanya sudah lebih dari cukup. Tapi perkenankan saya menyoroti satu aspek saja yang rasanya masih kurang dari blog para pejabat kita. yaitu sentuhan pribadi pemilik blognya.</p>
<p>“<em>Sampeyan gendeng opo? Wong ngurusi negara aja udah repot, lha ini lagi disuruh nulis blog sendiri. Apa kurangnya tim yang ngurusi blog.. eh situs saya itu?</em>” Mungkin Pak Beye akan bilang begitu. Mungkin.. Mungkin juga saya <em>ge er</em>, tapi kenapa tidak mungkin?</p>
<p>Tapi begini penjelasan saya –kalau ditanya Pak Beye-. Tanpa harus ngeblog, kita juga sudah tahu kok apa saja yang dilakukan presiden kita itu. Tapi ada satu hal penting yang selama ini jarang ditonjolkan, yaitu sisi pribadi beliau, sisi beliau sebagai seorang manusia biasa seperti kita yang mungkin juga makan nasi, sayur lodeh, tempe goreng atau ikan asin. Beliau lebih sering ditampilkan sebagai sosok yang kaku, menakutkan dan membuatnya terasa jauuuuh sekali. Lupa ya pak waktu kampanye dulu pernah menyanyikan lagunya Jamrud di A<em>kademi Fantasi Indosiar</em> dengan jaket kulit yang bikin ibu-ibu menjerit-jerit. Mana sisi itu sekarang?</p>
<p>Saya tidak mau dan tidak bisa mewakili suara para blogger di Indonesia, tapi yang ingin saya lihat dari blog seorang presiden dan juga para pembantunya adalah sisi manusia mereka. Pokoknya tentang mereka sebagai manusia biasa seperti saya dan anda, meskipun kebetulan saja mereka duduk di singgasana. Itupun karena kita yang mendudukkan mereka di sana, bukan?</p>
<p>Ada contoh menarik dari negeri tetangga. Semasa berkuasa dulu, Perdana Menteri Jepang <em>Junichiro Koizumi</em>, misalnya setiap minggu menulis satu artikel yang bisa dilanggani oleh rakyatnya via email. Biasanya beliau cerita tentang kegiatannya, kebijakan-kebijakannya dan pandangannya tentang suatu isu. Tapi yang menarik adalah karena beliau suka sekali menyelipkan sentuhan pribadi berupa komentar-komentar kecil tentang musim, tentang kesukannya pada baseball, bahkan pernah beliau  memperkenalkan seorang polisi asal Indonesia yang tengah belajar di Jepang tentang cara pengaturan lalu lintas sembari tetap serius membahas soal sistem lalu lintas di negaranya.</p>
<p>Contoh lain adalah Presiden Iran, <a href="http://www.ahmadinejad.ir/en/reading-or-writing/"><em>Mahmoud Ahmadinejad</em></a> yang pernah berjanji untuk  menyempatkan diri menulis selama 15 menit setiap minggu untuk menulis blog pribadinya, meskipun sejak pemilu terakhir, dia belum ngeblog lagi. Tulisannya serius, tapi tetap santai dan ditulis dengan gaya yang sangat personal tanpa harus menghilangkan wibawanya sebagai pemimpin negara. Di halaman utamanya blognya juga ditampilkan komentar-komentar pengunjung blognya dari berbagai negara, mulai dari yang memuji sampai yang memaki.</p>
<p>Oke. Bisa jadi semua itu juga dibuat oleh staf humas kepresidenan atas namanya. Bisa jadi! Tapi buat saya, itu justru menunjukkan bahwa para staf humas mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik untuk mencitrakan atasannya di mata rakyat! Bukan mencitrakan seorang pemimpin maha besar yang susah dijangkau, tapi seorang manusia seperti saya dan anda. Itu buat saya salah satu kegunaan praktis sebuah blog. Di luar itu sih tinggal baca koran saja.</p>
<p>Bayangkan kalau Pak Beye menyempatkan diri untuk secara pribadi mencurahkan isi hatinya di blog. Bisa seminggu sekali seperti Koizumi-san dan Tuan Ahmadinejad atau seenak udelnya sendiri seperti <a href="http://www.thedailybeast.com/blogs-and-stories/2008-10-09/fidel-the-blogger"><em>Opa Fidel Castro</em></a>. Masak sih tidak ada waktu? Masak sih harus menunggu pensiun? <em>Won</em>g menulis lagu saja bisa beralbum-album.</p>
<p>Sama seperti kita penasaran dengan kehidupan para artis, kita kan juga mau tahu sisi lain seorang presiden. Siapa tahu itu justru membuat kita lebih berempati pada tugas seorang presiden, atau malah bisa dipakai untuk juga menyebarkan kebijakan-kebijakan kepada kita, rakyat dengan cara yang lebih mudah  dipahami ketimbang menggunakan bahasa-bahasa tinggi itu.</p>
<p>Jangankan presiden. Seorang menteri seperti <a href="http://twitter.com/tifsembiring">Pak Tiffatul Sembiring</a> yang aktif ber <em>twitter </em>saja buat saya menarik karena dia menulis dengan gaya yang personal, lengkap dengan ciri khasnya, pantun! Anak muda sekarang mungkin akan bilang &#8220;<em>Pak Tif gaul geto looh&#8221;</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ayo dong Pak Beye.. Kapan mau ikut “go blog”.. ehm.. maksud saya ikut  <em>nge blog</em>?</p>
<p>Permisi..</p>
<p>Di posting pertama kali di <a href="http://new-media.kompasiana.com/2009/10/30/presiden-go-blog/" target="_blank">Kompasiana</a>.</p>
<p>Rane/ JaF</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=888&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/10/29/presiden-%e2%80%9cgo-blog%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/10/goblog2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dengan Semangat Bla Bla Bla</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/08/18/dengan-semangat-bla-bla-bla/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/08/18/dengan-semangat-bla-bla-bla/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik (kus)]]></category>
		<category><![CDATA[64 tahun indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[proklamasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 kita tingkatkan kedewasaan kehidupan berpolitik dan berdemokrasi serta kita percepat pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia yang bersatu, aman, adil, demokratis dan sejahtera.&#8221; Jalinan kata-kata di atas adalah tema perayaan Hari Kemerdekaan kita tahun ini. Saya pertama kali menemukannya di bagian header situs pribadi Pak Beye[1]. Lalu saat upacara di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=875&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/08/img_1556.jpg?w=510" alt="" /></p>
<p>&#8220;<em>Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 kita tingkatkan kedewasaan kehidupan berpolitik dan berdemokrasi serta kita percepat pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia yang bersatu, aman, adil, demokratis dan sejahtera</em>.&#8221;</p>
<p>Jalinan kata-kata di atas adalah tema perayaan Hari Kemerdekaan kita tahun ini. Saya pertama kali menemukannya di bagian header situs pribadi Pak <em>Beye</em><a id="ref1" href="#1"><sup>[1]</sup></a>. Lalu saat upacara di KBRI Tokyo, ada spanduk lebar membentang di lokasi upacara dengan kata-katanya persis sama dan ternyata.. oh ternyata itu konon kabarnya adalah &#8216;titah&#8217; dari Sekretariat Negara yang dikeluarkan bersamaan dengan logo HUT RI ke 64.<span id="more-875"></span></p>
<p>Ya sudah kalau begitu. Lanjutkan! Saya sih cuma penasaran saja ingin tahu siapa gerangan &#8220;<em>copy writer</em>&#8221; di setneg atau dimanapun yang muncul dengan susunan kalimat seperti ini? Apa pertimbangan pemilihan kata-kata seperti itu? Mengapa jalinan katanya harus seperti itu? Apakah ada aturan tertentu? Atau jangan-jangan ada template tertentu? Apa artinya? Apa artinya? Apa artinya? (Kalau ada yang bisa jawab tolong kasih tahu saya ya)</p>
<p>Ini mungkin tidak penting bagi anda. Tapi dari dulu model tema seperti ini selalu bikin saya bertanya-tanya karena sudah &#8216;menular&#8217; ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Modelnya selalu sama. Diawali kata-kata &#8220;<em>Dengan semangat bla bla</em>&#8221; dilanjutkan dengan &#8220;<em>kita tingkatkan</em>&#8221; atau &#8220;<em>kita sukseskan bla bla</em>&#8221; dan biar lebih mantap lagi, lanjutkan dengan kata-kata &#8220;<em>Menuju masyarakat yang bla bla bla</em>&#8220;. Sering sekali saya berdiri di depan spanduk dengan tulisan semacam ini sambil memeras otak berusaha memahami apa artinya. Ah, mungkin saya saja yang bodoh.</p>
<p>Mulai dari penataran P4, seminar dan workshop, perayaan hari besar agama sampai ke rapat RT/RW sekalipun temanya selalu model seperti ini. Bahkan pernah saat  diminta berbicara soal Komunikasi dan <em>Public Speaking</em> dalam Latihan Dasar Kepemimpinan senat mahasiswa sebuah universitas di Jakarta bertahun-tahun silam, hal pertama yang langsung saya pertanyakan adalah tema di spanduk mereka yang padat dengan kata-kata &#8220;dengan semangat&#8221;, &#8220;kita sukseskan&#8221; dan lain sebagainya. Saat itu jawaban yang saya dapat hanya &#8216;<em>cengiran</em>&#8216; dan tidak ada satupun mahasiswa yang katanya kritis itu yang bisa menjawab apa arti tema tersebut. Jangan-jangan dibuatkan oleh tukang spanduk.</p>
<p>Lagi-lagi ini mungkin tidak penting bagi anda. Tapi buat saya tema-tema model ini sudah waktunya diganti. Mengapa?</p>
<p>Pertama, gaya seperti ini sangat berbau &#8216;rezim&#8217; masa lalu yang memang sangat doyan memberondong masyarakat dengan jargon-jargon klise yang kosong makna.</p>
<p>Kedua, tema memang penting karena ia berfungsi merangkum sesuatu tujuan tertentu. Dan yang namanya merangkum ya harus singkat tapi padat dan yang terpenting mudah dimengerti. Bukan sampai satu paragraf.  Bayangkan tema itu ditulis di spanduk di jalanan dan anda berusaha membacanya sambil melintas naik motor. Baru terbaca sampai kata &#8220;<em>Dengan semangat proklamasi 17 Agustus&#8230;</em>&#8221; saja motor anda mungkin sudah keburu masuk got!</p>
<p>Saya tidak terlalu suka membanding-bandingkan, tapi ketika bicara tema hari kemerdekaan, saya jadi merasa harus mengacu pada dua negara tetangga kita Singapura dan Malaysia yang juga punya hobi bikin tema setiap hari kemerdekaan. Tema hari kemerdekaan Malaysia<a id="ref2" href="#2"><sup>[2]</sup></a> tahun ini adalah &#8220;<em>Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan</em>&#8220;. Sementara tema National Day Singapura <a id="ref3" href="#3"><sup>[3]</sup></a>tahun ini adalah &#8220;<em>Come Together &#8211; Reaching Out. Reaching Up</em>&#8220;. Ada memang warga di kedua negara yang menganggap tema-tema seperti ini cuma omong kosong belaka. Tapi paling tidak menurut saya jauh lebih jelas dan singkat. Oya, di tautan terkait di bawah anda juga bisa temukan tema-tema kemerdekaan kedua negara sepanjang sejarah.</p>
<p>Oke! Supaya tidak dibilang asal bunyi, saya juga mau coba mengusulkan tema untuk Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini yaitu: &#8220;Lupakan Perbedaan. Satukan Tekad&#8221;. Bukankah ini sejalan dengan imbauan Pak Beye yang meminta semua melupakan perbedaan pasca pemilu dan bersama bangkit dari krisis?</p>
<p>Ya.. ya.. mungkin kalimat itu tidak terlalu bagus. Tapi saya yakin banyak &#8220;copy writer&#8221; hebat di luar sana, termasuk yang ada di lingkaran para politisi kita. Coba lihat saja pemilu kemarin, betapa populernya jargon &#8220;<em>Lebih cepat lebih baik</em>&#8220;. Malah satu kata sakti &#8220;<em>Lanjutkan!</em>&#8221; terbukti ikut berperan  menggerakkan 60 persen lebih pemilih. Nah kalau kalimat itu saja bisa memotivasi rakyat untuk mencoblos, mengapa tidak cari tema bagus yang bisa menyemangati rakyat untuk melanjutkan kehidupan mereka pasca pilpres. Apalagi Pak Beye waktu pilpres kemarin katanya punya tim komunikasi politik hebat yang akan selalu dikenang sepanjang sejarah, yang namanya &#8220;Serigala Indonesia&#8221; atau &#8220;Rubah Indonesia&#8221; atau apa ya? Maaf saya sudah lupa tuh!</p>
<p>Merdeka !</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Tautan terkait:</strong></p>
<p>[<a id="1" href="#ref1">1.</a>] <a href="http://presidensby.info" target="_blank">Situs Presiden SBY</a></p>
<p>[<a id="2" href="#ref2">2.</a>] <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_Kebangsaan_Malaysia" target="_blank">Tema-Tema Hari Kebangsaan Malaysia</a></p>
<p>[<a id="3" href="#ref3">3.</a>] <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/National_Day_Parade" target="_blank">Tema-Tema Hari Nasional Singapura</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/875/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=875&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/08/18/dengan-semangat-bla-bla-bla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/08/img_1556.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buku Panduan Untuk Para Skeptis</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/07/23/buku-panduan-untuk-para-skeptis/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/07/23/buku-panduan-untuk-para-skeptis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 14:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandangan saya, manusia itu hidupnya sering terancam oleh sifat malas berfikir meski sudah dianugerahi otak oleh Tuhan. Seringkali kemalasan itu ditunjang pula oleh sifat rendah diri dan sifat mudah percaya secara &#8216;berjamaah&#8217;, alias mudah percaya hanya karena orang lain percaya, tanpa ada keinginan untuk membuktikannya. Coba lihat wujud kemalasan berpikir itu di sekeliling kita. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=850&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/07/fool2.jpg?w=510" alt="" hspace="5" vspace="5" align="left" />Dalam pandangan saya, manusia itu hidupnya sering terancam oleh sifat malas berfikir meski sudah dianugerahi otak oleh Tuhan. Seringkali kemalasan itu ditunjang pula oleh sifat rendah diri dan sifat mudah percaya secara &#8216;berjamaah&#8217;, alias mudah percaya hanya karena orang lain percaya, tanpa ada keinginan untuk membuktikannya.</p>
<p>Coba lihat wujud kemalasan berpikir itu di sekeliling kita. Bahkan ketika zaman katanya sudah tak berbatas dan semakin canggih, berkat teknologi internet, orang justru semakin malas berfikir. Pernahkah anda dengan mudah meneruskan atau memforward email yang berkisah tentang nasib buruk yang akan menimpa anda kalau tidak meneruskan email ini kepada 5 orang lain, atau email tentang ketimun yang saat dibelah membentuk tulisan <em>Allah</em>, atau roti bakar yang gosongnya mirip gambar wajah Yesus dan semacamnya, tanpa ada upaya untuk mencari tahu kebenaran isi email itu? <span id="more-850"></span></p>
<p>Dan kalau anda pikir hanya orang biasa seperti kita yang mudah tertipu, anda salah besar.  Seorang pengusaha Indonesia bisa percaya oleh salah satu bentuk penipuan paling kuno di internet yang dikenal dengan <em>Nigerian Scam</em><a id="ref1" href="#1"><sup>[1]</sup></a>. Ada pula seorang Presiden berpendidikan tinggi bisa percaya begitu saja pada orang yang katanya sanggup menciptakan bahan bakar dari air<a id="ref2" href="#2"><sup>[2]</sup></a>. Lebih parah lagi, ada pemimpin sejumlah negara adidaya yang bisa percaya begitu saja pada laporan bahwa ada negara lain yang memiliki senjata pemusnah massal, dan setelah negara yang jadi sasaran tuduhan itu digempur dengan pengorbanan materi dan nyawa yang tak terhitung, senjata itu terbukti tidak ada.</p>
<p>Dalam sejarahnya, manusia ternyata memang memiliki kemampuan luar biasa untuk ditipu dan juga untuk menipu namun ada obat untuk membantu menghindarinya, yaitu sikap <strong>skeptis</strong>. Nah kalau kalimat terakhir tadi, bukan saya yang menulis. Saya hanya mengutipnya dari apa yang ingin disampaikan oleh <strong>Richard Wilson</strong><a id="ref3" href="#3"><sup>[3]</sup></a> dalam bukunya <strong>&#8220;Don&#8217;t Get Fooled Again: A Sceptic&#8217;s Handbook&#8221;</strong><a id="ref4" href="#4"><sup>[4]</sup></a>, sebuah buku yang seperti judulnya menunjukkan pentingnya untuk selalu bersikap skeptis pada berbagai macam hal karena sifat manusia yang mudah tertipu dan menipu itu.</p>
<p>Richard melihat aksi penipuan itu dalam sejumlah kategori, seperti misalnya:</p>
<ul>
<li><strong>Pseudo News alias berita palsu</strong>. Contoh paling menarik dan tragis adalah berita yang dimuat sebuah surat kabar besar di Amerika di tahun 1990 tentang pengakuan seorang juru rawat Kuwait<a id="ref5" href="#5"><sup>[5]</sup></a> bahwa pasukan Irak menelantarkan bayi-bayi di tempatnya bekerja dengan cara mengeluarkan bayi-bayi malang itu dari inkubator dan membiarkan mereka tergeletak di lantai. Pengakuan ini memicu aksi militer besar-besaran ke Kuwait. Belakangan terbukti bahwa juru rawat itu adalah keluarga kerajaan Kuwait dan berita itu adalah rekaan sebauh perusahaan humas atau PR besar yang disewa kerajaan Kuwait. Oya, perusahaan humas<a id="ref6" href="#6"><sup>[6]</sup></a> yang sama itu ternyata pernah disewa pemerintah Indonesia di jaman Suharto, terkait masalah Timor-timur.</li>
<li><strong>Pseudo Science alias ilmu pengetahuan palsu</strong>. Ada banyak contoh yang ditampilkan. Salah satunya adalah tentang kampanye besar-besaran para produsen rokok dunia yang mengaku punya bukti ‘ilmiah’ yang membantah teori bahwa rokok merusak kesehatan. Bahkan ada juga cerita tentang bagaimana Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki dibuat percaya oleh temuan ilmiah yang membuktikan bahwa virus HIV bukanlah penyebab AIDS. <a id="ref7" href="#7"><sup>[7]</sup></a></li>
<li><strong>Teori-teori Konspirasi</strong>. Kalau anda termasuk penggemar teori konspirasi, anda harus baca buku ini untuk melihat bagaimana cara membuktikan kebenaran (atau ketidakbenaran) teori-teori yang nampak meyakinkan itu. Salah satunya adalah soal penenggelaman kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace di Selandia Baru<a id="ref8" href="#8"><sup>[8]</sup></a> atau tentang kasus 11 September di New York.</li>
</ul>
<p>Tidak ada yang baru sebenarnya dari buku ini. Pada dasarnya ia mengajari kita untuk tidak mudah percaya begitu saja mengenai segala sesuatu hal dan bagaimana kita bisa membuktikannya, demi kepentingan kita sendiri. Bukankah ini sesuatu hal yang harus dilakukan sebagai manusia yang mampu berfikir?</p>
<p>Berbagai kasus yang disajikan Richard dalam buku itu membuktikan bahwa ternyata kita sudah banyak bersikap “<em>take for granted</em>” terhadap berbagai hal, dan itu ternyata bisa berakibat fatal. Karena itulah, katanya, sikap skeptis itu diperlukan.</p>
<p>Oya, buku ini juga cocok buat para penggerutu seperti saya, karena membantu mengingatkan bahwa bersikap skeptis itu tipis batasannya dengan sikap sinis atau <em>nyinyir</em>. Keduanya memang sifat yang tidak mudah percaya pada berbagai hal. Namun sinis, kata Richard, selalu berasumsi buruk tentang segala sesuatu hal, sementara orang yang skeptis, selalu berusaha untuk mengumpulkan sebanyak mungkin asumsi.</p>
<p>Nah, apakah anda mau menjadi seorang skeptis, sinis atau masa bodoh. Pilihan tetap anda pada diri anda.</p>
<p>Selamat melanjutkan hidup, kawan..</p>
<p><strong>Rujukan:</strong></p>
<p>[<a id="1" href="#ref1">1.</a>] <a href="http://www.gatra.com/2007-09-26/versi_cetak.php?id=108100”" target="”_blank”">Pengusaha Indonesia yang tertipu Nigerian Scam</a></p>
<p>[<a id="2" href="#ref2">2.</a>] <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/27/1/112919/ilmuwan-prihatin-sby-percayai-blue-energy" target="_blank">Pak Presiden dan Blue Energy</a></p>
<p>[<a id="3" href="#ref3">3.</a>] <a href="http://richardwilsonauthor.wordpress.com" target="_blank">Blog Milik Richard Wilson</a></p>
<p>[<a id="4" href="#ref4">4.</a>] <a href="http://www.amazon.co.uk/gp/product/1848310528?ie=UTF8&amp;tag=agathonrwasa-21&amp;linkCode=as2&amp;camp=1634&amp;creative=6738&amp;creativeASIN=1848310528" target="_blank">Buku karya Richard Wilson</a></p>
<p>[<a id="5" href="#ref5">5.</a>] <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nurse_Nayirah" target="_blank">Suster Nayirah dan pengakuan palsu itu</a></p>
<p>[<a id="6" href="#ref6">6.</a>] <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hill_&amp;_Knowlton" target="_blank">Perusahaan Humas yang hebat itu</a></p>
<p>[<a id="7" href="#ref7">7.</a>] <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/934435.stm" target="_blank">Thabo Mbeki dan AIDS</a></p>
<p>[<a id="8" href="#ref8">8.</a>] <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sinking_of_the_Rainbow_Warrior" target="_blank">Penenggelaman Kapal Rainbow Warrior</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/850/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=850&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/07/23/buku-panduan-untuk-para-skeptis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/07/fool2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Groundswell ala Omni International Hospital</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/06/04/groundswell-ala-omni-international-hospital/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/06/04/groundswell-ala-omni-international-hospital/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 17:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Alam Saiber]]></category>
		<category><![CDATA[groundswell]]></category>
		<category><![CDATA[omni international hospital]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[Kasus Ibu Prita Mulyasari mengingatkan saya pada istilah ground swell [1] yang juga adalah sebuah judul buku yang sangat menarik dan rasanya ingin sekali saya berikan pada orang-orang humas di Rumah Sakit Omni Internasional Serpong supaya mereka berkaca. Buku itu intinya mencoba menjabarkan membantu kita memahami fenomena online dewasa ini dan bagaimana para manager dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=842&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/06/picture-2.jpg?w=510" alt="" hspace="5" vspace="5" align="left" />Kasus Ibu Prita Mulyasari mengingatkan saya pada istilah <em>ground swell [<a href="http://www.forrester.com/Groundswell" target="_blank">1</a></em><em>] </em>yang juga adalah sebuah judul buku yang sangat menarik dan rasanya ingin sekali saya berikan pada orang-orang humas di Rumah Sakit Omni Internasional Serpong supaya mereka berkaca.</p>
<p>Buku itu intinya mencoba menjabarkan membantu kita memahami fenomena online dewasa ini dan bagaimana para manager dan pihak perusahaan bisa memanfaatkannya. Saya menemukan satu definisi menarik dari buku ini dari boston.com:<span id="more-842"></span></p>
<p><em>&#8220;A new book by two researchers explains how companies&#8217; reputations can be tarnished by the cacophony of Internet commentary, and how they can fight back&#8221; [<a href="http://www.boston.com/business/articles/2008/07/20/broadsided/" target="_blank">2</a></em><em>]</em></p>
<p>Well, guess what? Telaaattt.. ! Rumah Sakit yang mengaku berkelas internasional itu kini menghadapi mimpi buruk karena &#8220;brand&#8221; mereka di sorot habis-habisan tapi dari segi negatif. Rasanya mulai dari masyarakat paling bawah bawah sampai ke tingkat presiden, bahkan sampai ke luar negeri sekalipun akan ingat nama Omni International Hospital, tapi sayangnya dari sisi negatif. Dan semua itu berkat &#8220;kehebatan&#8221; siapapun itu yang bertanggung jawab atas urusan Public Relation atau Humas rumah sakit tersebut.</p>
<p>&#8220;Mau kelas internasional kek, masa bodo. Ogah deh gue berobat di sana.  Udah kagak sembuh, eh masuk penjara lagi ntar.&#8221; Ini kurang lebih adalah komentar seorang teman di facebook, salah satu media dimana berkembang &#8216;gerakan&#8217; mendukung Ibu Prita <em>[<a href="http://apps.facebook.com/causes/290597/17139524?m=dd2af8af" target="_blank">3</a>]</em> yang kemudian merembet kemana-mana. Poster buatan Paman Tyo <em>[<a href="http://www.flickr.com/photos/enda/3592231640/" target="_blank">4</a></em><em>]</em> misalnya yang merupakan bagian dari gerakan Solidaritas mendukung Ibu Pritha sampai muncul di televisi segala. Atau coba google nama rumah sakit itu <em>[<a href="http://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=omni+international+hospital&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8" target="_blank">5</a></em><em>]</em>. Di urutan pertama mungkin muncul alamat situs rumah sakit tersebut tapi susah sekali di akses. Namun lihat urutan berikutnya. Semua cerita tentang masalalah Ibu Prita. Amboooiii.. kumplitlah sudah mimpi buruk orang Omni!</p>
<p>RS Omni International nampak memang berusaha memberikan &#8216;perlawanan&#8217; terhadap citra yang menurut mereka sudah dirusak oleh Ibu Pritha. Jadilah iklan besar setengah halaman di dua koran utama. Jelas biayanya mahal, tapi malah mubazir karena iklan dengan gaya yang super jadul itu malah mempertegas keangkuhan institusi besar seperti Omni. Tambah angkuhlah kesan orang pada mereka ketika Ibu yang masih menyusui seorang anak berusia 1 tahun itu sampai harus dipenjara gara-gara beliau menolak untuk mencabut kembali email yang berisikan keluhan terhadap pelayanan rumah sakit itu. Bos.. gimana cara nyabutnya? Itu email sudah berlipat ganda kesana kemari (atau seperti istilah anehnya ketua Mahkamah Konstitusi, sudah terkloning <em>[<a href="http://quicknotes.avianto.com/post/117359760/dan-itu-tidak-bisa-dihapus-kan-itu-bisa-puluhan" target="_blank">6</a>]</em> hahaha).</p>
<p>Bagi saya, kasus ini adalah pelajaran sangat berharga bagi perusahaan di Indonesia untuk mulai memperhatikan fenomena online ini.  Dulu, surat pembaca di koran adalah salah satu media ampuh. Tapi ini era online bung. Sebuah era yang sudah menyumbang pada keberhasilan satu orang presiden di Amerika sana, sementara di Indonesia telah menyumbang pada rusaknya citra seorang capres <em>[<a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/06/11414393/PDI-P.Laporkan.Facebook.Say.No.to.Megawati.ke.Bawaslu" target="_blank">7</a></em><em>]</em>, dan kini giliran citra sebuah rumah sakit yang katanya berkelas internasional itu..</p>
<p>Fenomena online yang terjadi saat ini bisa menjadi mimpi buruk bagi pihak perusahaan manapun, tapi bisa juga jadi mimpi indah, kalau mereka tahu memanfaatkannya..</p>
<p>Buku groundswell yang saya kutip di awal tulisan ini adalah salah satu referensi yang sangat bagus karena menyertakan kasus-kasus menarik, mulai dari kasus blogger Korea Selatan vs Dunkin Donuts <em>[<a href="http://globalvoicesonline.org/2007/05/04/korea-bloggers-and-donuts/" target="_blank">8</a></em><em>]</em>, kasus Digg.com dan bocornya nomor kode enkripsi dvd hd <em>[<a href="http://www.downloadsquad.com/2007/05/01/hd-dvd-key-fiasco-is-an-example-of-21st-century-digital-revolt/" target="_blank">9</a></em><em>]</em>, kisah Bob Lutz dan terobosannya dalam memanfaatkan blog dan masih banyak kasus menarik lainnya.</p>
<p>Dan kalau groundswell sampai diterbitkan ulang, saya akan usulkan pula untuk menyertakan contoh kasus Ibu Prita vs Omni International. Biar tambah super komplitlah mimpi buruk mereka hehehe</p>
<p><strong>Tautan Terkait:</strong></p>
<p>[1] <a href="http://www.forrester.com/Groundswell" target="_blank">Situs resmi buku groundswell.com</a>. Buku wajib baca bagi perusahaan atau institusi manapun kalau memahami fenomena online saat ini.</p>
<p>[2] <a href="http://www.boston.com/business/articles/2008/07/20/broadsided/" target="_blank">Ulasan tentang groundswell dari boston.com</a>.</p>
<p>[3] <a href="http://apps.facebook.com/causes/290597/17139524?m=dd2af8af" target="_blank">Dukungan bagi Ibu Prita di faceboo</a>k. Sampai menyebar ke televisi dan media cetak segala.</p>
<p>[4] <a href="http://www.flickr.com/photos/enda/3592231640/" target="_blank">Salah satu poster buatan Paman Tyo</a>, seorang blogger kondang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[5] <a href="http://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=omni+international+hospital&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8" target="_blank">Hasil googling &#8220;Omni International Hospita</a>l&#8221;. Betul-betul PR Disaster!</p>
<p>[6] <a href="http://quicknotes.avianto.com/post/117359760/dan-itu-tidak-bisa-dihapus-kan-itu-bisa-puluhan" target="_blank">Sudah &#8216;terkloning&#8217;</a>. Komentar &#8216;unik&#8217; ketua MK tentang kasus ini. (via blog Boy Avianto)</p>
<p>[7] <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/06/11414393/PDI-P.Laporkan.Facebook.Say.No.to.Megawati.ke.Bawaslu" target="_blank">Say no to Mega</a>. Contoh kerusakan yang bisa ditimbulkan di dunia online.</p>
<p>[8] <a href="http://globalvoicesonline.org/2007/05/04/korea-bloggers-and-donuts/" target="_blank">Kasus Blogger Korsel vs Dunkin Donuts</a>.</p>
<p>[9] <a href="http://www.downloadsquad.com/2007/05/01/hd-dvd-key-fiasco-is-an-example-of-21st-century-digital-revolt/" target="_blank">Digg.com dan bocornya kode enkripsi HD DVD</a>.</p>
<p>-rh-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/842/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=842&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/06/04/groundswell-ala-omni-international-hospital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/06/picture-2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Andai Kamu Orang Indonesia</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/21/andai-kamu-orang-indonesia/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/21/andai-kamu-orang-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 02:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koran dan Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[iklan kompas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[* Sebuah tanggapan untuk iklan di halaman 5 Kompas Rabu, 20/05/09. Andai Kamu Orang Indonesia Maka pedulilah pada nasib negeri ini, 101 tahun lalu, sekarang, atau bahkan seribu tahun lagi. Andai kamu orang Indonesia, maka pedulilah dengan semua yang kaulihat di seluruh negeri ini, bukan cuma di jantungnya, apalagi hanya sebuah tempat yang kalian sebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=832&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/05/hotelindonesia.jpg?w=510" alt="" hspace="5" vspace="5" align="left" /><em>* Sebuah tanggapan untuk iklan di halaman 5 Kompas Rabu, 20/05/09.</em></p>
<p><strong>Andai Kamu Orang Indonesia</strong></p>
<p>Maka pedulilah pada nasib negeri ini, 101 tahun lalu, sekarang, atau bahkan seribu tahun lagi.</p>
<p>Andai kamu orang Indonesia, maka pedulilah dengan semua yang kaulihat di seluruh negeri ini, bukan cuma di jantungnya, apalagi hanya sebuah tempat yang kalian sebut Shopping Town. Apalah artinya semua barisan mahakarya di Jalan MH Thamrin itu kalau rakyat masih banyak yang sengsara.<span id="more-832"></span></p>
<p>Buat apa menara yang menggapai mega-mega angkasa kalau di bawah masih ada yang menggapai-gapai kelaparan? Apa artinya Shopping Mall yang menjanjikan seribu satu pengalaman, kalau seribu yang lain masih bingung mau belanja makanan dengan apa hari ini? Apa enaknya tinggal di Private Residences yang menghembuskan pesona keindahan nan abadi, kalau masih ada yang rumahnya terendam lumpur keserakahan?</p>
<p>Andai kamu orang Indonesia, kamu harus ambil pusing dengan kebangkitan nasib bangsa ini, bukan sekedar dengan simbol-simbol materialistik yang kau sebut simbol kebanggaan sejarah itu.</p>
<p>Tapi yakinkah kamu orang Indonesia? Bergetar hebatkah hatimu ketika tidak usah jauh-jauh dari hotel hebatmu yang baru selesai dipugar itu, ada orang yang ditendang-tendang seperti anjing karena dianggap mengotori keindahan kota? Indah terdengarkah kumandang Indonesia Raya di telingamu&#8230;?</p>
<p>Siapa sih yang tak bangga melihat negeri ini tidak takluk oleh zaman? Kami semua juga percaya bahwa sekecil apapun yang kita lakukan pada negeri ini akan membuat bangsa ini semakin besar. Tapi kecil menurut ukuranmu, luar biasa besar artinya bagi orang lain yang tidak seberuntungmu.</p>
<p>Kebangkitan Nasional buatmu kawan, KEPEDIHAN NASIONAL buatku!</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>UPDATE:</strong> Memenuhi permintaan beberapa teman yang belum sempat lihat iklan aslinya, saya pasang linknya di bawah ini. Iklan termahal, sekaligus terburuk menurut saya.. Buruk layoutnya, buruk bahasanya, buruk rasa sensitifnya pada keadaan.. </p>
<p><a href="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/05/iklan.jpg" target="_blank"><strong>Silahkan klik disini untuk melihat!</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=832&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/21/andai-kamu-orang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/05/hotelindonesia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hasil Survey Blogger Indonesia 2009</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-indonesia-2009/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-indonesia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 16:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blogfam]]></category>
		<category><![CDATA[indopacific edelman]]></category>
		<category><![CDATA[survey blogger indonesia 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil Survey Blogger Indonesia 2009 yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=828&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2008/11/sobi-150.gif?w=510" alt="" hspace="5" vspace="5" align="left" />Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil <em><a href="http://anotherfool.wordpress.com/2008/11/16/survei-online-blogger-indonesia/">Survey Blogger Indonesia 2009</a></em> yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut yang menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia (61 persen dari responden) berhenti ngeblog setelah 2 tahun. Saya padahal berpikir hanya dalam hitungan bulanan. Soalnya memang ngeblog itu tidak mudah, membosankan dan memerlukan konsistensi. <span id="more-828"></span></p>
<p>Bagi saya, ini adalah wujud dari pendewasaan dunia blog Indonesia, setelah perlahan mulai meninggalkan masa-masa euphoria, masa narsis-narsisan, masa trend sesaat. Perlahan-lahan, para blogger itu otomatis mulai tersaring, dan yang bertahan adalah yang memang konsisten dan punya &#8216;passion&#8217; dalam ngeblog.  Ini nampak dari tingkat intensitas dan frekuensi ngeblog yang meningkat pada masa-masa awal ngeblog, lalu perlahan mulai stabil. Kenyataan ini juga ditunjang dengan hasil yang menunjukkan bahwa meski masih percaya pada media arus utama, namun kepercayaan sesama blogger ternyata cukup tinggi kalau sudah berkaitan dengan informasi yang mereka sajikan.</p>
<p>Survey ini membawa secercah harapan, terutama di tengah maraknya trend media jejaring sosial lainnya, seperti facebook yang konon telah merengut waktu orang untuk ngeblog. Memang facebook bisa jadi lebih trend saat ini. Tapi menurut dugaan saya, justru ini menjadi semacam saringan sehingga yang tersisa adalah blogger-blogger yang memang masih konsisten. Mereka-mereka inilah yang ikut menyumbang pada kekayaan konten internet di Indonesia.</p>
<p>Terus dari sini, kemana dunia blog Indonesia akan melangkah?</p>
<p>Dugaan saya adalah, blog semakin lama akan semakin mengarah pada blog-blog yang <em>niche</em>, blog yang lebih terfokus pada bahasan tertentu. Namun saya menolak <em>banget-banget </em>pendapat beberapa blogger &#8220;senior&#8221; yang terkesan mencoba &#8220;membawa&#8221; fenomena blogging ke arah yang menurut istilah mereka &#8220;lebih serius&#8221;.</p>
<p>Bagi saya, kelebihan blog adalah kenyataan bahwa setiap orang bisa punya media sendiri untuk mengungkapkan berbagai hal yang mereka inginkan dengan cara mereka sendiri. Mau ber <em>lu-gua</em>, mau cerita soal kucing  yang tadi pagi <em>keselek</em> tulang, mau cerita soal cowok di kampus yang yang<em> iih soo sweet</em>, mau cari duit lewat copy paste artikel demi menaikkan traffic, atau malah mau mengulas soal fenomena politik yang njlimet, atau ilmu pengetahuan lain, itu semua adalah bagian dari kekayaan konten internet Indonesia. Bebas-bebas saja kok. Blog itu kan dunia yang bebas!</p>
<p>Bagi saya, istilah serius itu lebih pada konsistensi dan tanggung jawab untuk berbagi informasi melalui blog. Blog-blog yang dibuat untuk sekedar iseng, main-main, atau <em>nggak</em> penting, menurut saya perlahan akan ditinggalkan orang, dan otomatis si penulisnya juga akan bosan sendiri. Kecuali dia ngeblog untuk dirinya sendiri. Rasanya nyaris mustahil ada orang yang bisa tahan ngeblog selama 2 tahun kalau hanya untuk iseng semata.</p>
<p>Jadi, berhentilah berpikir bahwa blog anda tidak penting dan tidak serius dan teruslah berkarya. Kalau blog anda benar-benar tidak penting, anda dan pembaca blog anda akan tahu apa yang harus dilakukan!</p>
<p>Ayo ngeblog terus!</p>
<p>Oya, yang mau lihat hasil survey secara rinci, silahkan lihat di bawah ini: (Terimakasih buat <a href="http://daengbattala.com">Pak Amril</a> yang sudah <a href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh">memasang hasil ini di internet</a> dan juga salut buat <a href="http://www.indopacedelman.com/">Indopacific Edelman</a> dan <a href="http://blogfam.com">Blogfam</a> untuk kerja kerasnya)<br />
<img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNDI4MzQ4NzExMjAmcHQ9MTI*MjgzNDg5ODkyNyZwPTEwMTkxJmQ9c3NfZW1iZWQmZz*yJnQ9Jm89Zjc2YTc*YmRlNTY3NGI3MzkzYjljYzg4YzFmODFjYTUmb2Y9MA==.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /></p>
<div id="__ss_1459388" style="width:425px;text-align:left;"><a title="Final Report Blogger Survey May09 Fresh!" href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh?type=presentation">Final Report Blogger Survey May09 Fresh!</a><span style="font-family:tahoma;font-size:11px;">.</span></div>
<p><strong><em>* catatan: cross posting dari sini:</em></strong><br />
<a href="http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/">http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/828/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=828&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-indonesia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2008/11/sobi-150.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNDI4MzQ4NzExMjAmcHQ9MTI*MjgzNDg5ODkyNyZwPTEwMTkxJmQ9c3NfZW1iZWQmZz*yJnQ9Jm89Zjc2YTc*YmRlNTY3NGI3MzkzYjljYzg4YzFmODFjYTUmb2Y9MA==.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Facebook dan Hak Asasi Anak</title>
		<link>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/17/facebook-dan-hak-asasi-anak/</link>
		<comments>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/17/facebook-dan-hak-asasi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 16:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane/ JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Alam Saiber]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hak asasi anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anotherfool.wordpress.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jaman sekarang kalau ngomong lucu harus hati-hati. Nanti bisa dibuat (status) fesbuk.&#8221; Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Tuan Putri Kecil saya saat melihat status di Facebook ibunya. Ini gara-gara suatu malam dia menuntut istirahat di tengah kegiatan belajar dengan alasan jarinya sudah &#8216;penyok&#8217; kebanyakan menulis. Penyok itu istilahnya sendiri hehe.. Maka jadilah peristiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=821&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/05/hamanak.jpg?w=510" alt="" hspace="5" vspace="5" align="left" />&#8220;<em>Jaman sekarang kalau ngomong lucu harus hati-hati. Nanti bisa dibuat (status) fesbuk</em>.&#8221; Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Tuan Putri Kecil saya saat melihat status di Facebook ibunya.</p>
<p>Ini gara-gara suatu malam dia menuntut istirahat di tengah kegiatan belajar dengan alasan jarinya sudah &#8216;penyok&#8217; kebanyakan menulis. Penyok itu istilahnya sendiri hehe.. Maka jadilah peristiwa itu diceritakan di status facebook istri saya. Untuk lucu-lucuan saja. Saya yang masih di kantor pun tertawa membacanya. <span id="more-821"></span></p>
<p>Tapi komentarnya seperti di awal tulisan ini mengingatkan saya pada obrolan sekilas dengan seorang teman mengenai media jejaring sosial yang tengah populer ini. Si kawan ini punya prinsip bahwa memasang foto atau cerita tentang kelakuan anak di facebook dan media sosial lainnya itu memang lucu dari sudut pandang kita orang tua, tapi berpotensi melanggar hak asasi dari sisi si anak.</p>
<p>Poin yang menarik dan ada benarnya. Siapa tahu si anak sebenarnya tidak ingin fotonya di pajang. Itu kan foto dia, jadi hak dialah untuk menentukan apakah akan memasangnya atau tidak.</p>
<p>Saya bisa memahami pendapatnya, karena anak perempuan saya sejak kecil saya larang untuk di tindik telinganya dan dipasangi anting yang lucu dan imut-imut, seperti kebanyakan anak perempuan lainnya. Bagi saya, biarlah dia yang nanti memutuskan saat sudah besar apakah akan ditindik atau tidak. Toh itu telinga dia, bukan telinga bapak, ibu dan keluarganya.</p>
<p>Kembali ke facebook. Media jejaring sosial ini memang sudah jadi bagian hidup keluarga kami, termasuk si Tuan Putri Kecil yang baru berusia 9 tahun. Pulang sekolah, yang dilakukan pertama olehnya  adalah memeriksa apakah ada pesan di facebooknya dari teman dan keluarga di Indonesia. Kangen dengan tantenya di Indonesia, dia akan chatting di facebook. Kalau ada foto bagus, dia akan minta ibunya atau saya untuk menguploadnya. Malah sesekali dia sudah bisa meninggalkan pesan video di facebook. Semua dia lakukan atas keinginan sendiri, dan kami bebaskan dia untuk melakukannya, tentu dengan sepersetujuan dan pengawasan kami orang tuanya. Tidak pernah kami izinkan dia berfacebook sendirian tanpa pengawasan apalagi membiarkannya meng-<em>invite</em> orang lain atau meng-<em>approve</em> orang lain untuk jadi teman. Harus ijin dulu!</p>
<p>Namun pernyataannya tadi, walau disampaikan dengan bercanda, kembali mengingatkan kami orang tuanya bahwa sebagai anak dia pun punya hak asasi. Oke deh Put.. Lain kali Ayah sama Bunda akan izin dulu ya sebelum cerita-cerita tentangmu di facebook. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jangan sampai nanti dia mengadu ke Kak Seto di Komnas HAM. Apalagi Kak Seto sudah ada dalam jaringan pertemanannya di facebook hehehe&#8230;</p>
<p>Nah, apakah anda sudah memahami hak asasi anak anda? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anotherfool.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anotherfool.wordpress.com/821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anotherfool.wordpress.com&amp;blog=306980&amp;post=821&amp;subd=anotherfool&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anotherfool.wordpress.com/2009/05/17/facebook-dan-hak-asasi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0daed80182334845e1792d983617da23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rane</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anotherfool.files.wordpress.com/2009/05/hamanak.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
