Logika Dalam Soal Ulangan Umum

23 06 2008

Ulangan umum sudah usai. Waktunya bagi rapot sebentar lagi. Bagi seorang ayah yang anaknya baru mau (Insya Allah) naik ke kelas dua Sekolah Dasar, ini jelas peristiwa besar buat saya. Saya sendiri tipe orang yang tidak perduli soal ranking atau nilai, karena buat saya yang terpenting adalah proses, bukan hasil akhirnya. Dan salah satu bagian penting dari proses itu adalah logika berpikir. Bagi saya, tanpa menghargai proses, institusi pendidikan hanya akan melahirkan robot-tobot kecil bagi bangsa ini.. Naudzubillah..! Amit-amit..!

Nah, justru karena itulah pikiran jadi terganggu ketika saya menelusuri kertas-kertas ulangan umum Tuan Putri Kecil saya yang sudah dibagikan oleh guru, lengkap dengan hasilnya. Saat itu saya sedang membolak-balik lembar ulangan umum yang dikeluarkan oleh otoritas pendidikan pemerintah daerah sebuah kabupaten di Jawa Barat ketika  menemukan beberapa soal yang menurut saya sangat aneh. Coba lihat soal-soal berikut ini dan katakan apa saya yang aneh atau soal ini yang aneh.. Read the rest of this entry »





Bocah 10 Ribu Dolar

2 04 2008

fian.jpgMengikuti berita tentang bocah 9 tahun yang kabur dari rumah membawa uang orangtuanya sebesar 10 ribu dolar, jujur saja hal pertama yang terpikirkan di kepala saya adalah: kenapa juga si bocah harus beli Play Station, handphone dan mainan lainnya? Kenapa bukan iMac 17 inch dengan sistem operasi Leopard, iPhone atau kamera DSLR Nikon D1? Sepuluh ribu dolar, gitu loh! Bukan dolar Singapura apalagi dolar Malaysia pastinya.

Tapi cukup dengan sekali mengejapkan mata dan setelanan air liur saja, bayangan benda-benda ‘laknat’ (laknat karena tak terbeli hehe..) itu langsung hilang dan beralih ke kehidupan nyata saya sebagai orang tua dari seorang anak yang usianya hanya berselang satu tahun dengan si bocah itu. Read the rest of this entry »





maaf

12 10 2007

maaf2007.jpg.. rasanya tidak ada kata yang lebih pantas selain “maaf“.

Maaf, Lahir dan Batin..

Semoga berkah Allah di bulan Ramadhan semakin menerangi jalan kehidupan kita..

Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan mendatang..

Semoga hidup jadi lebih baik..





Home..

25 09 2007

Orang bule menyebutnya home untuk membedakannya dengan house. Apapun namanya, ketika kita tengah jauh darinya, apalagi menjelang lebaran begini, sering ia dirindukan. Kalaulah hidup ini sebuah browser internet ya gampang saja, tinggal pencet gambar rumah di deretan menu atas.. klik! beress! Tapi ini hidup nyata. Di sini tak sedikit yang sampai harus berjuang keras membuat rencana dari jauh-jauh hari agar bos, kawan sekantor dan yang terpenting, dewi rezeki (ditambah ketersediaan tiket pesawat, kapal laut, kereta atau bis) semua berpihak pada kita, supaya kita bisa meng ‘klik’ home saat lebaran. Selamat berjuang ya, kawan-kawan..

Kalau boleh tahu, apa arti home buat anda? Buat saya, ia berarti sebuah tempat dimana kita bisa merasa nyaman, merasa betah.. Itu saja. Ada satu cukilan lirik lagu yang buat saya selalu berhasil menggambarkannya dengan tepat:

I’m going to the place where love and feeling good don’t ever cost a thing. And the pain you feel’s a different kind of pain. (Chris Daughtry, Home, 2006)

..dan entah kenapa, pagi ini saya rindu sekali pada home itu. Ah, mungkin karena suasana mendung yang menggelayut di atas kota Singa pagi ini. Mendung yang selalu berhasil menyodorkan rasa sepi yang nyelekit :)

Jadi, apa arti home buat anda?





Ramadhan 2007

12 09 2007

Alhamdulillah Ramadhan datang lagi. Bagi saya itu artinya berpuasa di tengah lingkungan yang mayoritas non muslim namun justru membuat puasa jadi lebih nikmat. Artinya waktu ‘musim dingin’ telah tiba karena saat kadar gula turun, tubuh cenderung akan merasakan dingin apalagi ditambah AC kantor yang minta ampun suejuknya.

Artinya harus pasang alarm double dan bangun lebih awal karena harus masak dan makan sahur sendirian walau Alhamdulillah masih ada dua stasiun televisi Indonesia yang bisa ditangkap disini dan membawa nuansa ramadhan di kampung halaman ke ruang tamu saya. Artinya sesekali saya akan berkunjung ke kawasan Geylang atau Arab Street untuk menangkap nuansa ramadhan di negeri Singa ini, sembari menikmati penganan khas air katira, kebab atau Burger Ramly.

Tapi yang terpenting, Ramadhan buat saya berarti kita diberikan kesempatan untuk kembali mengevaluasi diri, menyadari betapa besarnya nikmat yang telah diberikan Nya namun seringkali tertutupi oleh gerutuan ketidakpuasan saya sebagai manusia biasa. Terimakasih ya Allah karena Kau izinkan kami kembali bertemu dengan bulan suci ini.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan buat teman-temanku, saudara-saudaraku sesama muslim. Selamat menikmati berkah, selamat meraup hikmah. Lapar dan dahaga hanyalah nuansa.

Oya, Alhamdulillah, niat saya yang muncul di bulan Ramadhan lalu akhirnya terwujud di tahun ini, dan semoga bisa tuntas sampai ayat terakhir nanti. Proyek pribadi untuk membuat podcast terjemahan Al Quran dalam Bahasa Indonesia akhirnya dimulai beberapa minggu lalu, dan semoga bisa membawa manfaat bagi teman-teman yang lain. Jika berkenan silahkan kunjungi dan download mp3 setiap episode di alamat:

http://terjemahan-alquran.suarane.org

Jangan lupa tinggalkan kritik, komentar atau sekedar bersilaturahmi di sana.

Salam dari Singapura

Rane / JaF

*ilustrasi diambil dari disini.





Dan Putri Pun Ikut Berpuisi Dengan ‘Nyelaw’

9 09 2007

putri.jpgPuisi itu apa sih, bun?” tanya tuan putri kecil saya pada Bundanya suatu hari belum lama berselang. Sebuah pertanyaan yang rupanya membuka wawasannya kepada dunia puisi. Sang Bunda pun menyambut dengan senang hati. Maklum istri saya suka sekali berpuisi. Sebuah buku puisi pun dibelikan untuknya dan salah satunya dibacakan kepada saya melalui telepon dengan penuh perasaan. Tapi minatnya pada puisi tidak berhenti di situ. Di kesempatan lain ia pun memamerkan puisi yang dikarangnya sendiri berjudul “Bintangku” yang dibacakannya melalui telepon kepada ayahnya di seberang lautan sini :( Read the rest of this entry »





Garis Tangan

28 03 2007

hand.jpgAda yang bisa membaca garis tangan atau palmistry? Gara-gara menulis artikel tentang palmistry di radio untuk blog saya yang satu lagi, saya teringat pada cerita unik tentang garis tangan saya, seperti yang saya scan di sebelah ini. (ya.. ya.. emang kurang kerjaan hehehe).

Seingat saya, paling tidak ada dua orang yang pernah terkejut waktu melihat garis tangan saya itu, khususnya garis di tengah yang menyambung dari kiri ke kanan. Konon jarang ada yang garis tangannya seperti ini. Konon lho.. Saya sendiri tidak pernah tahu. Ini juga cuma dengar dari beberapa orang yang penasaran melihat keanehan di garis tangan saya. Read the rest of this entry »





NaNoWriMo

31 10 2006

Jalan hidup macam apa yang akan anda pilih jika bisa dilahirkan kembali di dunia ini? Siapapun bisa menjawab pertanyaan semacam ini dengan bantuan sedikit imaginasi ditambah harapan untuk hidup yang lebih baik. Tapi pernahkah ada yang mencoba menjadikannya kenyataan? Mustahil? Belum tentu! Ada yang mencoba mewujudkannya dengan mengambil jalan yang sama sekali berbeda dari orang kebanyakan, dan dia adalah tokoh dalam novel yang saya yang - semoga - akan selesai draft awalnya dalam satu bulan ke depan, dengan dukungan Nanowrimo. Siapa itu Nanowrimo? Read the rest of this entry »





Gara-Gara Sugeng

26 10 2006

sugeng1.jpgIni bukan cerita tentang Sugeng yang orang Jawa itu, tapi tentang bahasa yang biasa dipakai si Sugeng. Semua gara-gara salah satu sms ucapan hari raya yang saya terima dari mbak yang baik ini kemarin sore. Isinya begini:

Sugeng sonten pak jaf. Sugeng riyadi nggih. Nyuwun pangapunten menawi vi3 wonten salahipun. *terjemahin sendiri ya* Read the rest of this entry »





Dan Daunpun Ikut Khusyuk

24 10 2006

daon.jpgCoba lihat pohon-pohon itu. Tidak ada satupun daunnya yang bergerak!” Kata-kata ini diucapkan bapak bertahun-tahun lalu, ketika saya masih duduk di bangku SD, namun masih saja segar di ingatan hingga kini. Saat itu kami baru saja selesai sholat Ied di sebuah lapangan dekat rumah dan tengah bersiap menunggu khotbah Idul Fitri. Seperti biasa menjelang khutbah, beliau selalu mengingatkan saya untuk duduk tenang dan mendengarkan khutbah dengan khusyuk, sekhusyuk daun-daun di pohon yang tak satupun menggerakkan tubuhnya pagi itu.

Dan lebaran pun kembali tiba, entah sudah yang keberapa kalinya. Otak yang selalu rajin mencari logika ini mencoba memahami apa yang terjadi. Bisa jadi karena pagi hari belum ada angin sehingga daun-daun itupun enggan bergerak. Bisa jadi memang. Tapi jauh di dalam jiwa, daun-daun yang terdiam itu tetap merupakan sebuah keajaiban tersendiri yang akan saya bawa sampai mati.

Selamat Hari Raya kawan-kawanku tercinta. Saya yakin hari yang suci ini juga menyimpan kenangan tersendiri bagi anda semua. Maaf lahir batin. Semoga kita terus menjadi umat yang selalu khusyuk kepada Allah, sekhusyuk daun-daun di pohon pada pagi hari yang suci itu..

nb: Tahun ini tidak sempat kirim kartu lebaran. Cuma sempat bikin yang versi online saja. :-) Silahkan intip disini.