Logika Dalam Soal Ulangan Umum
23 06 2008
Ulangan umum sudah usai. Waktunya bagi rapot sebentar lagi. Bagi seorang ayah yang anaknya baru mau (Insya Allah) naik ke kelas dua Sekolah Dasar, ini jelas peristiwa besar buat saya. Saya sendiri tipe orang yang tidak perduli soal ranking atau nilai, karena buat saya yang terpenting adalah proses, bukan hasil akhirnya. Dan salah satu bagian penting dari proses itu adalah logika berpikir. Bagi saya, tanpa menghargai proses, institusi pendidikan hanya akan melahirkan robot-tobot kecil bagi bangsa ini.. Naudzubillah..! Amit-amit..!
Nah, justru karena itulah pikiran jadi terganggu ketika saya menelusuri kertas-kertas ulangan umum Tuan Putri Kecil saya yang sudah dibagikan oleh guru, lengkap dengan hasilnya. Saat itu saya sedang membolak-balik lembar ulangan umum yang dikeluarkan oleh otoritas pendidikan pemerintah daerah sebuah kabupaten di Jawa Barat ketika menemukan beberapa soal yang menurut saya sangat aneh. Coba lihat soal-soal berikut ini dan katakan apa saya yang aneh atau soal ini yang aneh.. Read the rest of this entry »
Comments : 15 Comments »
Categories : Apa Saja Lah, Pribadi dan Keluarga
Mengikuti berita tentang
.. rasanya tidak ada kata yang lebih pantas selain “maaf“.
Orang bule menyebutnya home untuk membedakannya dengan house. Apapun namanya, ketika kita tengah jauh darinya, apalagi menjelang lebaran begini, sering ia dirindukan. Kalaulah hidup ini sebuah browser internet ya gampang saja, tinggal pencet gambar rumah di deretan menu atas.. klik! beress! Tapi ini hidup nyata. Di sini tak sedikit yang sampai harus berjuang keras membuat rencana dari jauh-jauh hari agar bos, kawan sekantor dan yang terpenting, dewi rezeki (ditambah ketersediaan tiket pesawat, kapal laut, kereta atau bis) semua berpihak pada kita, supaya kita bisa meng ‘klik’ home saat lebaran. Selamat berjuang ya, kawan-kawan..
Alhamdulillah Ramadhan datang lagi. Bagi saya itu artinya berpuasa di tengah lingkungan yang mayoritas non muslim namun justru membuat puasa jadi lebih nikmat. Artinya waktu ‘musim dingin’ telah tiba karena saat kadar gula turun, tubuh cenderung akan merasakan dingin apalagi ditambah AC kantor yang minta ampun suejuknya.
“Puisi itu apa sih, bun?” tanya tuan putri kecil saya pada Bundanya suatu hari belum lama berselang. Sebuah pertanyaan yang rupanya membuka wawasannya kepada dunia puisi. Sang Bunda pun menyambut dengan senang hati. Maklum istri saya suka sekali berpuisi. Sebuah buku puisi pun dibelikan untuknya dan salah satunya dibacakan kepada saya melalui telepon dengan penuh perasaan. Tapi minatnya pada puisi tidak berhenti di situ. Di kesempatan lain ia pun memamerkan puisi yang dikarangnya sendiri berjudul “Bintangku” yang dibacakannya melalui telepon kepada ayahnya di seberang lautan sini
Ada yang bisa membaca garis tangan atau palmistry? Gara-gara menulis artikel tentang
Jalan hidup macam apa yang akan anda pilih jika bisa dilahirkan kembali di dunia ini? Siapapun bisa menjawab pertanyaan semacam ini dengan bantuan sedikit imaginasi ditambah harapan untuk hidup yang lebih baik. Tapi pernahkah ada yang mencoba menjadikannya kenyataan? Mustahil? Belum tentu! Ada yang mencoba mewujudkannya dengan mengambil jalan yang sama sekali berbeda dari orang kebanyakan, dan dia adalah tokoh dalam novel yang saya yang - semoga - akan selesai draft awalnya dalam satu bulan ke depan, dengan dukungan Nanowrimo. Siapa itu Nanowrimo?
Ini bukan cerita tentang Sugeng yang orang Jawa itu, tapi tentang bahasa yang biasa dipakai si Sugeng. Semua gara-gara salah satu sms ucapan hari raya yang saya terima dari
“Coba lihat pohon-pohon itu. Tidak ada satupun daunnya yang bergerak!” Kata-kata ini diucapkan 













Recent Comments