Dewi Lestari dan Novel Canggih
31 05 2008
Sudah punya novel Dewi Lestari yang baru? Judulnya Perahu Kertas. Baru beredar di toko buku katanya sekitar Oktober atau November, tapi sudah bisa di unduh melalui halaman wap salah satu penyedia jasa ponsel besar di negeri ini.
Ada dua hal yang mendorong saya untuk buru-buru mengunduhnya: Pertama, saya penggemar berat karya Dewi Lestari. Kedua, saya paling suka bermain-main dengan teknologi baru macam ini, dan ketiga, saya kebetulan pelanggan penyedia jasa ponsel itu. Klop!
Maka jadilah Nokia N80 saya yang sudah cukup uzur harus bekerja ekstra keras, lebih keras dari sekedar bertelepon, ber sms atau membuka facebook mobile.
Hasilnya? Well, awalnya sempat kecewa karena tadinya saya pikir ini lanjutan novel-novel Supernova. Tapi ternyata ceritanya cukup menarik dan membuat saya terus rajin mengunduh bab demi bab hingga tetes pulsa terakhir, meskipun percayalah itu ternyata bukan hal mudah.. Ini dia beberapa catatan dari upaya mengunduh dan membaca sebuah novel dengan teknologi canggih.. Read the rest of this entry »
Comments : 8 Comments »
Categories : Buku
Gara-gara kekalahan Tim Thomas dan Uber Indonesia saya jadi teringat pada sosok Bajang Kirek. Pernah ada yang dengar namanya? Dia ini bintang bulutangkis dunia tahun 1995, pada saat Indonesia merayakan ulang tahunnya ke 50. Tidak ada yang tahu darimana dia berasal. Saat kejuaraan bulu tangkis dunia di Arab Saudi, Bajang Kirek muncul mewakili dirinya sendiri tanpa embel-embel sponsor sepeserpun.
Horeeee, gajiaaann..!! Waktunya menyumbangkan jatah gaji untuk para penulis (baca: beli buku hehe.. ). Sejak minggu lalu saya sudah mengincar
Ide tentang
Peristiwa itu datang susul menyusul pada satu hari yang sama seolah membawa pesan dengan tema khusus buat saya. Semua diawali di sebuah Minggu pagi yang indah di kota Jogjakarta. Ketika tengah sarapan di sebuah hotel butik yang nyaman dan asri, saya dibuat terperangah oleh artikel Asal Usul di harian Kompas yang ditulis oleh Mas Ariel Heryanto bertajuk 
Lho, kok fotonya beda dengan judulnya? Memangnya kenapa? Saya sendiri belum pernah melihat tampang
Kenapa sih tampang dia harus di pajang di cover buku cetakan terbaru “Catatan Seorang Demonstran”? Sementara foto Gie yang asli justru di pasang di cover belakang.. No offense. Saya bukan anti Nicholas. Tapi kok ya jadi rada nggak rela. Ya, mungkin ini untuk menarik minat pembaca muda yang nggak pernah tau siapa itu Gie. Tapi kok ya.. ah sudahlah..
Jujur saja, saya jarang membeli novel baru sebelum membaca resensi atau di rekomendasikan oleh teman-teman. Karena itulah ketika hari selasa kemarin saya menemukan novel baru di Gramedia Metropolitan Mall, Bekasi, saya sempat ragu. Novel bersampul serba hitam mengkilat itu sekilas mirip dengan Supernovanya Dee. Namun ketika melihat lebih jelas, ternyata bukan. Di depannya ada judul yang sangat singkat, namun cukup memicu rasa ingin tahu: “5 cm”. Nama penulisnya tercetak di bagian bawah: Donny Dhirgantoro. Hmm.. nggak kenal tuh. Saya juga merasa tak pernah membaca resensi atau promosi buku ini sebelumnya. Tapi tetap saja saya penasaran gara-gara judulnya. Sayang keingintahuan saya dihalangi oleh pembungkus plastik rapat yang kenapa tidak sekalian saja dibeli label besar-besar: “Maaf, beli dulu baru dibaca”. 













Recent Comments