Coba lihat gambar di sebelah. Anda tahu benda apa itu? Yakin tahu? Saya juga dulu yakin 100 persen tapi ternyata salah. Ceritanya waktu minggu-minggu pertama tinggal di Singapura, saya dan seorang kawan pernah diundang kendurian oleh seorang tetangga orang Melayu.
Kami pun duduk mengelilingi sebuah meja panjang sambil menikmati -tepatnya menjarah tanpa malu-malu- berbagai masakan khas melayu yang sedap-sedap dan tidak terlalu asing di lidah, apalagi makannyapun pakai tangan dan di seling obrolan-obrolan seru. Singkat cerita, ketika tenggorokan kering karena kebanyakan makan, si kawan dengan santainya menyambar benda di gambar itu, menuang isinya ke gelas di hadapan kami dan langsung meminumnya sepuas hati meninggalkan suara menggelegak di tenggorokan. Saat itulah suasana berubah hening. Para tamu yang lain ternganga menatap kami, beberapa menampakkan nasi di mulut yang belum terkunyah sempurna. Ternyata oh ternyata, benda itu bukan untuk menyimpan air minum.. Read the rest of this entry »
Tigabelas ribu tigaratus ton! Itulah jumlah mie instan yang masuk ke perut orang Singapura tahun lalu. Fakta ini dimuat di koran Sunday Times Singapura edisi hari ini yang disertai dengan 50 tips untuk memasaknya lengkap dengan gambar perempuan cantik nan bahenol yang bikin air liur saya menetes deras (karena melihat mie nya loh hehe). Dalam hati saya berteriak “Sudah waktunya!” Soalnya saya paling gemas dengan orang-orang disini yang tidak ‘menghormati’ mie instan yang disini umum dengan sebutan “Maggi Mee” (diambil dari salah satu produk mie instan yang populer disini, sama halnya dengan orang Indonesia yang suka sekali menyebutnya “Indomi”).
Apa makanan paling enak dan khas Singapur? Kalau ada yang bertanya begitu, saya tanpa ragu akan menempatkan “Nasi Ayam Hainan” di peringkat pertama (walau masih banyak yang lain tapi nanti akan saya bahas di lain waktu). Tapi bukan nasi ayam di sembarang tempat ya. Sampai saat ini saya baru menemukan satu tempat makan Nasi Ayam Hainan di Singapura yang rasanya ‘nendang abis’ dan yang penting halal. Nah, ini yang mau saya bagi dalam posting saya kali ini. Siapa tahu ada yang mau ke Singapura, atau juga buat mereka yang sudah di Singapura tapi belum tahu. 

Sabtu kemarin indeks polusi udara di Singapura mencapai 150 psi atau rekor tertinggi dalam 9 tahun terakhir. Lewat dari 150 psi, seluruh penduduk diminta mengenakan masker atau jangan keluar rumah. Seorang tetangga satu blok tiba-tiba muncul dengan teori konspirasi baru ini:

Anda yang pernah merasakan tinggal di rumah-rumah susun di Singapura atau disini disebut HDB (Housing Development Board) bisa jadi pernah menemukan coretan-coretan khas seperti gambar di samping ini yang biasanya ditemui di dinding dekat daerah tangga atau di dinding dan pintu lift. Belakangan saya baru tahu bahwa itu adalah hasil kreatifitas para tukang tagih hutang.









Recent Comments