Gaby Oh Gaby..

25 06 2008

Sebuah cerita iseng yang kalau mau percaya ya silahkan. Masih ingat ‘misteri’ di balik lagu Tinggal Kenangan yang dibawakan oleh seorang cewek bernama Gaby atau Ega? Ah yang nggak tahu googling sendiri deh.

Singkat cerita, saya memutuskan untuk memasukkan cerita ini dalam salah satu laporan ringan buat radio tempat saya kerja, di akhir pekan lalu.

Programnya sih sederhana sekali. Cuma cerita tentang ‘misteri’ itu, terus saya putar sedikit cuplikan lagu versi aslinya yang katanya suara si Gaby nyanyi dengan gitar, terus juga cuplikkan versi terbaliknya. Soalnya katanya kalau lagu itu diputar terbalik akan terdengar suara si Gaby hiyyy..

Well, seperti biasa setelah selesai, paket ke mp3 dan kirim ke markas di Singapura, dengan subyek email yang asli iseng juga: Misteri lagu Tinggal Kenangan (Gaby) hiyyy…. :) . Disini cerita bermula.. Jreng…!

Read the rest of this entry »





DPR Mau Gugat Slank?

7 04 2008

Ya begitulah kata berita di Kompas yang barusan saya akses. Anda mungkin juga sudah baca. Konon kabarnya sih wakil rakyat itu tersinggung dengan lirik salah satu lagu yang dibawakan Bimbim dan kawan-kawannya waktu ikutan kampanye anti korupsi di KPK.

“Ada Grup Band yang lagi aktif mendukung KPK, membuat lirik yang menyakiti lembaga. Bunyi liriknya ‘DPR tukang buat UU dan korupsi’. Itu akan ditindaklanjuti lewat Bamus. Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau menjual memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara ini, kehormatannya ada di gedung ini. Ini rumah rakyat,” kata salah seorang wakil rakyat itu. Read the rest of this entry »





Memperkenalkan: Unduh Radio

6 04 2008

Dulu dia ada di ngobrol.org. Tapi setengah jalan, lagi-lagi ada masalah dengan hosting. Nah, setelah sekian lama hanya mengendap di kepala karena kebanyakan ide tapi kekurangan pelaksanaan, akhirnya daripada mengganggu tidur :) , saya coba wujudkan saja perlahan-lahan.

Jadi, kawan-kawan, anggap saja ini soft launching. Perkenalkan, u-radio.org. Obsesinya adalah semacam direktori tempat berbagi link dan juga ulasan tentang bermacam-macam podcast dalam Bahasa Indonesia. Tapi berhubung status masih ‘nafsu besar tenaga kurang‘, untuk sementara isinya masih podcast-podcast lama yang pernah dan akan saya buat di radio ini, serta juga beberapa review layanan podcast yang pernah saya dengar -setelah tentunya di unduh terlebih dahulu. Saya menyebut situs ini U-Radio atau Unduh Radio atau Radio yang bisa di unduh (dan tentunya didengarkan). Nama ini adalah bentuk tribute saya kepada dunia radio yang dengan teknologi podcast bukan justru terancam, tapi justru berpotensi lebih maju ke depan.

Selamat menikmati, dan tentu saja kritik dan komentar saya nantikan. Oya, saya juga mengundang anda yang tertarik dengan dunia podcasting atau radio untuk bergabung. Monggo…





Kakek Romantis

17 02 2008

pentas.jpgDua kata pada judul di atas saya ‘pinjam’ dari istilahnya Donny yang ternyata juga penggemar Sapardi Djoko Damono atau SDD. Ya, kakek romantis! Tidak ada yang salah dengan julukan itu karena memang SDD belakangan sangat amat dikenal dengan puisi-puisinya yang ber ‘aroma’ kan cinta. Karya puisinya Aku Ingin misalnya bahkan lebih terkenal dari nama SDD sendiri. Buktinya puisi itu pernah disebut sebagai karya Kahlil Gibran HAHAHAHA.. !

Maka ketika pada malam Jumat dan Sabtu kemarin Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki menggelar acara pembacaan dan musikalisasi puisi SDD, kesanalah para pencinta beliau berdatangan, bergabung dengan para ‘Valentino dan Valentina’ yang tengah merayakan ‘Hari Raya’ mereka yang memang bertepatan dengan momen tersebut. Saya yang memilih masuk ke kelompok pertama datang pada hari kedua bersama istri, adik dan seorang tuan putri kecil yang juga penikmat karya SDD. Read the rest of this entry »





Dhani Ahmad Kayak Ruthless Queen dan Sekeping Sejarah Musik Kita

1 01 2008

Ini mungkin berita basi bagi penggemar Dewa 19, tapi sejak Oktober lalu kelompok musik Indonesia itu meluncurkan single bertajuk “Cintaku Tertinggal di Malaysia” yang kabarnya dibuat khusus untuk tur mereka di Malaysia dan hanya bisa di unduh secara ekslusif oleh pelanggan penyedia jasa HP Celcom Malaysia.

Saya pertama tahu informasi ini dari blognya Paman Tyo Gombal dan penasaran untuk mengusutnya lebih jauh karena nada lagu tersebut dari awal sampai akhir memang mirip .. eh ralat persis dengan lagu Ruthless Queen yang dinyanyikan oleh kelompok progresif rock legendaris asal Belanda yang bernama Kayak (Om BR, Om Gatot, Om JSOP atau Paman Tyo sendiri pasti bisa cerita banyak soal group ini). Persis sama! Bedanya hanya di lirik saja yang berbahasa Indonesia.

Apakah musisi sekaliber Dhani Ahmad melakukan plagiarisme? Rasanya kelewatan kalau memang iya. Tapi ini cerita yang bisa saya dapat dari hasil ngubek-ngubek Google ditambah sedikit cerita tentang sekeping sejarah dunia musik kita yang ada kemiripan dengan ‘ulah’ Dhani itu. Begini… Read the rest of this entry »





Pak Harto, Bush, Paus, Ratu Inggris, dan iPod

6 11 2007

cang-ato2.jpg
Pak Harto punya iPod? Entah! Mungkin itu punya wartawan Gatra yang mewawancarainya di Cendana belum lama ini (dimuat di edisi 31 Oktober 2007). Mungkin juga punya Mbak Tutut, atau punya Mas Tommy, atau mungkin juga punya cucunya yang anggota Paskibraka itu. Tapi kalau itu memang punya Pak Harto, kira-kira lagu apa yang di muat di dalamnya ya? Read the rest of this entry »





A Musical Week :)

2 08 2007

siaran.jpgApa kabar, kawan-kawan? Bagaimana pekan anda? Pekan saya kali ini benar-benar diwarnai nada-nada musik. Semua berawal dari perkenalan dengan software Garageband yang membuat saya bersemangat lagi dengan beberapa ‘proyek-proyek’ an musik iseng yang lama tersimpan di hard disk komputer, di recorder handphone atau di otak.

Maka lahirlah kembali beberapa komposisi musik iseng, ditambah pula dengan ‘penemuan’ sejumlah karya musik orisinil dari kawan jaman kampus dulu. Mari.. mari.. saya ajak anda masuk ke minggu saya yang penuh dengan nada.. :)
Read the rest of this entry »





10 Tangga Lagu Favorit ala JaF #1

17 05 2007

Bangun lebih pagi dari biasanya, sambil makan mie rebus dan kopi panas, tiba-tiba kangen mendengarkan lagi lagu nya Dewa 19 jaman Ari Lasso dulu yang judulnya “Selamat Pagi” (dari album “Dewa 19″, 1992). Lagu ini selalu berhasil memunculkan semangat buat pergi ‘nyawah’ di pagi hari. Saking sukanya, sampai saya sering sekali mencuri-curi memutar lagu ini setiap siaran pagi dulu dengan harapan orang akan mendapatkan suntikan semangat serupa yang saya rasakan setiap kali mendengarkan lengkingan Cak Ari Lasso (sebagai orang keturunan Bugis, saya selalu ketawa setiap kali membaca nama vokalis yang satu ini. Yang ngerti Bahasa Bugis pasti tahu maksud saya hehehe). Bertambahlah satu lagi playlist di music player handphone saya yang terbatas kapasitas memorinya itu. Saking terbatasnya, saya harus menggusur satu lagu setiap kali mau menambahkan satu lagu baru. Jadilah ia semacam tangga lagu favorit pribadi, kayak di radio-radio itu lah hehe.. Read the rest of this entry »





:Becoming Dew

23 01 2007

Kawan-kawan, teriring rasa sesal yang mendalam saya harus mengumumkan rencana launching sebuah album yang rasanya bakal menarik minat para penggemar berat puisi Sapardi Djoko Damono dan juga duet legendaris kampus Ari-Reda. (Menyesal karena saya tidak bisa datang buat launchingnya hiks.. ;) )

Oke, tanpa berpanjang-panjang saya ingin ikut berbagi bahagia dengan akan diluncurkannya album “:BECOMING DEW” oleh dua orang idola jaman kampus dulu (dan masih jadi idola saya sampai sekarang :) ). Becoming Dew adalah album Musikalisasi Puisi karya Pak Sapardi Djoko Damono yang ke empat setelah Hujan Bulan Juni, Hujan Dalam Komposisi, dan Gadis Kecil. Detil lengkap silahkan baca terus.. Read the rest of this entry »





Bocah Gendheng

8 10 2006


Saya lagi tergila-gila nongkrong di you tube (ya.. ya.. basbang lagi) gara-gara menemukan bocah di atas lagi main gitar kayak orang gila (ini pujian, bukan makian). Gilanya lagi, dia memainkan salah satu komposisi kesukaan saya: “Canon in D Major“, satu-satunya Canon karya Johann Pachelbel, salah seorang dedengkot musik klasik era Baroque. Dasar bocah gendheng.. mainnya juga gendheng bener.. Kalaupun suatu hari anak saya punya pacar musisi, paling tidak dia harus bisa memainkan Canon nya Pakde Pachelbel segendheng ini. Kalau tidak, maaf ya nak.. sana.. cari guru yang bener dulu.. hue hehehehehe… Oya, ngomong-ngomong saya jadi penasaran, apa kira-kira komposisi ini bisa dimainkan oleh satria bergitar yang satu ini dengan ’senjata’ irf custom nya ndak ya? Lha Pakde Yngwie aja bisa kok… hehe.. (UPDATE: Saya nemu versi lain dari garukan model si Bocah Gendheng ini. Konon dia yang pertama mengaransemen versi canon rock ini. Namanya Jerry C ) Silahkan klik untuk melihat videonya si Jerry … Read the rest of this entry »