* Sebuah tanggapan untuk iklan di halaman 5 Kompas Rabu, 20/05/09.
Andai Kamu Orang Indonesia
Maka pedulilah pada nasib negeri ini, 101 tahun lalu, sekarang, atau bahkan seribu tahun lagi.
Andai kamu orang Indonesia, maka pedulilah dengan semua yang kaulihat di seluruh negeri ini, bukan cuma di jantungnya, apalagi hanya sebuah tempat yang kalian sebut Shopping Town. Apalah artinya semua barisan mahakarya di Jalan MH Thamrin itu kalau rakyat masih banyak yang sengsara.
Buat apa menara yang menggapai mega-mega angkasa kalau di bawah masih ada yang menggapai-gapai kelaparan? Apa artinya Shopping Mall yang menjanjikan seribu satu pengalaman, kalau seribu yang lain masih bingung mau belanja makanan dengan apa hari ini? Apa enaknya tinggal di Private Residences yang menghembuskan pesona keindahan nan abadi, kalau masih ada yang rumahnya terendam lumpur keserakahan?
Andai kamu orang Indonesia, kamu harus ambil pusing dengan kebangkitan nasib bangsa ini, bukan sekedar dengan simbol-simbol materialistik yang kau sebut simbol kebanggaan sejarah itu.
Tapi yakinkah kamu orang Indonesia? Bergetar hebatkah hatimu ketika tidak usah jauh-jauh dari hotel hebatmu yang baru selesai dipugar itu, ada orang yang ditendang-tendang seperti anjing karena dianggap mengotori keindahan kota? Indah terdengarkah kumandang Indonesia Raya di telingamu…?
Siapa sih yang tak bangga melihat negeri ini tidak takluk oleh zaman? Kami semua juga percaya bahwa sekecil apapun yang kita lakukan pada negeri ini akan membuat bangsa ini semakin besar. Tapi kecil menurut ukuranmu, luar biasa besar artinya bagi orang lain yang tidak seberuntungmu.
Kebangkitan Nasional buatmu kawan, KEPEDIHAN NASIONAL buatku!
UPDATE: Memenuhi permintaan beberapa teman yang belum sempat lihat iklan aslinya, saya pasang linknya di bawah ini. Iklan termahal, sekaligus terburuk menurut saya.. Buruk layoutnya, buruk bahasanya, buruk rasa sensitifnya pada keadaan..











mas ta taruh link mas ini di FB sayah. dan seperti kebanyak komen pada umumnya saya mo ketik ini
pertamax
hehehe.. pertamaxnya diterima.. makasih linknya
Mas..andai kita peduli..hikhikhik
bagus………………… oke dech…………………
bagus… asyik dapet pengetahuan baru
pertama kali aku baca iklan itu di kompas aku juga agak kaget dengan kata2nya. sempat bingung sebentar, apakah harus menanggapinya dengan kebanggaan, atau kemarahan.
dan akhirnya yang ada adalah marah campur eneg..
dan kita memang haruss perduli
Saya tak pernah merasakan “mewah”nya membaca koran. Saya hanya bisa membayangkan emosi apa yg coba di gugah mas jaf bwt pembacanya.
Untuk nge link ke iklan itupun bukan soal murah bg saya sebab jatah pulsa ngenet saya cuma 5 rb seminggu.
Tetapi mas rane, saya meraskan betul betapa “penghinaan” itu menohok hati nurani saya, saya terluka karenanya seperti juga saya terluka karena mega
saya bangga jadi orang indonesia..
me too…