Membaca berita di detik.com dan juga di okezone.com, saya jadi diingatkan pada kata-kata seorang senior di kampus dulu, saat membujuk saya mencalonkan diri di pemilihan ketua senat. “Dalam politik itu yang ada hanya kepentingan semata. Lupakan moralitas,” katanya. Oke deh kakak!
Ya namanya juga politik! Toh tetap saja yang ‘mengganggu’ pikiran saya adalah karena berita itu terkait dengan sosok yang dikenal luas sebagai pembawa ajaran moral, meskipun ada bagian dalam diri saya yang menasihati bahwa bagaimanapun, orang-orang seperti mereka juga manusia seperti saya, bukan Tuhan Tapi salahkah kalau saya merasa terganggu? Jangan-jangan memang pikiran saya saja yang sedang susah melihat sisi positifnya. Bagaimana menurut anda? ..

*keterangan gambar: hanya hasil karya iseng untuk sekedar mengusir rasa terusik, sekalian pengisi blog komikstrip saya yang sudah lama kosong














wakaka…. sah aja kok kalo ngerasa keganggu, tergantung yg mandang aja. Malah smakin genjar aja kliatane ntu orang² menggunakan backround sebagai aji mumpung, mumpung punya nama dan dikenal orang banyak. Ga jauh beda ma artis, hehe…
memang sih dalam pulitik itu tak ada kesetiaan abadi, yang ada kepentingan yang abadi, klo lagi penting disini yah disini, penting distu yah disitu
Bagi saya Aa Gym masih jauh lebih baik daripada pengecamnya jadi kok rasanya saya kurang setuju sama tendensi yang dimaksudkan sama Jaf dalam ilustrasi diatas
Kapan pulang ke Bekasi boss ? Nanti traktir mie ayam didepan Lapangan Persikasi deh
artikel anda :
http://politik.infogue.com/
http://politik.infogue.com/namanya_juga_politik_
promosikan artikel anda di http://www.infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca.salam blogger!!!
yah.. dua orang itu lagi mas?
bosen….
saya tidak merasa terganggu dengan mereka.. yang jelas mereka gak penting buat saya.. hehehe
Ahh politik….
kapan y politik bisa jadi kyk olahraga?? fairplay dan solidaritas
*dari belakang ada yg nyahut..olahraga juga ada doping tuh….*
Rghkghkghgk….
hahahaha…namanya jg politik lah
‘Dalam politik yang ada hanya kepentingan semata’
Hal inilah yang membuat keluarga besar males terjun dalem politik. Malahan pernah golput… Sebaik apapun tujuan orang dalam berpolitik, dalam perjalanan politiknya, tujuan itu bisa tenggelam dan tergantikan, dan banyak sekali faktor yang bisa menyebabkannya… Salah satunya adalah kondisi ‘arus’ politik sendiri. Akan sangat susah seseorang melawan ‘arus’ yang sudah ada…
ya itulah politik….. gimana caranya biar nggak ada rasa individualistik ya….
menurut saya para ahli agama tidak perlu ikut terjun ke politik, karena bila semua ikut, siapa dong yang menjadi penasihat bangsa ?
Lahh… kang JaF… sekarang udah ganti… bukan AA Gym lagi… sekarang yang menebar aura positive itu NENG SILLY…
APAAA???? NENG SILLY???? $!)!*%)@*)!&@)%&!)^!)*@!&$)!&%!)*@!)$&)@!
[sama juga boong, hahahahaa]
hehehe tak ada musuh abadi……
Politik memang seperti itu.Tetapi ada harapan baru untuk Indonesia.Insya Allah Partai Keadilan Sejahtera. (eh,.koq malah kampanye)
wag gak tahu ya, tapi politik sekarang kelihatannya semakin parah apalagi didominasi para tetua atau kaum yang dah bau tanah semua……