Hari ini saya memutuskan untuk menghapus akaun friendster saya. Dalam proses penghapusan, saya harus mengisi form dan salah satunya menanyakan apa alasannya. Cuma dua pilihan yang saya tick: (1) Tidak lagi tertarik dan (2) beralih ke layanan social networking lain yaitu Facebook!
Tapi jangan ge-er dulu, facebook. Saya bukan tergila-gila sangat pada kalian. Ini hanya bagian dari upaya saya untuk mulai menghapus satu persatu akaun social networking dan juga akaun-akaun lain yang sudah bertebaran dan jarang mendapat perhatian. Friendster saya malah sempat dihujani spam saking lamanya tidak ditengok.. Mungkin spam ini bahasa lain dari sarang laba-laba di alam nyata hehe
Mungkin seperti anda saya sangat suka menjajal berbagai bentuk layanan networking di internet. You name it: 43things, blog.com, blogspot, digg, diary, facebook, flickr, fotolog, friendster, imeem, jaiku, lastfm, linkedIn, Live Journal, multiply, muxlim, mybloglog, my heritage, my opera, myspace, odeo, orkut, pitas, plaxo, plurk, pownce, reunion, shelfari, twitter, vox, xanga, wordpress, wiki, yahoo360, youtube.. fiuhh.. masih banyak lagi yang bahkan alamatnya saja saya sudah lupa. Ini bahkan belum termasuk puluhan milis yang juga saya ikuti tapi tidak aktif
Kalau ada iklan yang taglinenya How low can you go, maka tagline buat saya adalah How many can you take? atau orang Betawi mungkin bilang: kemaruk amat sih luh, tong ?
Banyak akaun blog yang saya daftar, misalnya, akhirnya berakhir mubazir jadi one post wonder (istilah ini ketemu di blognya Enda) atau bahasa lainnya sampah digital! Hehe
Tapi bukan berarti saya tidak akan coba-coba kalau ada layanan lain. Bedanya, saya akan membiasakan diri untuk menghapusnya setelah puas mencoba. Bukan apa-apa.. Buat apa coba punya banyak akaun social networking kalau tidak terurus? Ujung-ujungnya kehidupan saya di alam maya malah didominasi oleh aktifitas approve sana, approve sini, nge add sana, nge add sini.. Kadang saya berpikir, jangan-jangan saya ikut semua layanan ini karena trend saja, ujung-ujungnya malah dibuat kerepotan sendiri hehe
Jadi, waktunya berbenah.. Bersih-bersih sampah di alam maya, dimulai dari friendster. Habis itu blogspot, dan entah apa lagi. Bagaimana memilih yang harus dihapus? Hmm.. ini subyektif sekali. Tapi saya pribadi lebih memilih yang sudah lama tidak aktif. Itu saja.
Trik lain yang juga saya lakukan adalah, kalau ada orang yang saya kenal mengirim invite untuk sebuah layanan social networking baru, saya akan kirimi dia kembali dengan undangan ke layanan yang sudah saya gunakan dan dimana banyak kawan-kawan saya berkumpul.. Fair enough?
Oya, buat mereka yang juga mengalami masalah seperti saya, ini ada dua posting menarik tentang masalah serupa. Mungkin bisa membantu, karena si penulis juga menyertakan hasil survei tentang layanan social networking yang menurutnya terpercaya.. bukan sekedar trend semata hehe
Udah ah.. mulai bersih-bersih lagi..
Singapura, 23 Juli 2008
JaF














saya masih di fs. satu2nya.
masih ada yang di fs kok
Pak Rane, “I’m no longer interested in using this kind of service” dan “I switched to another social networking site” kok rasanya kontradiktif ya? Gak interest lagi sama networking service model fs, tapi beralih ke networking service facebook? …
hehehe, usil amat si Dogol ngurusin yang begituan…
JaF: hehe.. penafsiran saya adalah tidak tertarik dengan layanan FS. Bukan layanan seperti FS. Emang usil nih hehehe
Udah balik ke Singapura lagi, om?
JaF: udah pak. Mau ngajak makan di Al Azhar?
kalo lupa password apalagi bahkan alamatnya…….gimana ngapusnya? ben wae lah…..
jaF: ya mau diapain lagi kalo lupa. Kebetulan aku kalo daptar ini itu, nama akaun sama password selalu sama sih
No offense, but saya setuju dengan komentar pak Gojo diatas..
bila FS terbengkalai, yakin masih bisa mengurus Facebook? Padahal kan dari segi member, FS jauh lebih banyak, dan tentunya anda akan lebih banyak menerima testi, comment, message, friend request, dan sejenisnya dibanding dengan facebook. Jadi logikanya, anda bisa lebih berkegiatan bila pake FS dibanding bila pake Facebook.
JaF: tidak offended kok bos
FS terbengkalai karena memang tidak pernah saya tengok. FB mah setiap hari saya buka entah di kantor maupun di rumah, malah juga sering di handphone. Tapi agaknya ini cuma masalah pilihan. Karena lebih sering pakai FB saya merasa lebih familiar saja. Jadi FS tak hapus, daripada kebanyakan akaun malah jadi sampah
lagi pula saya lebih banyak invitation di FB dan lebih aktif disana dibanding FS. Itu aja kok. Jadi emang lebih ke selera pribadi kali ya..
Walah, betul juga ya. Tampaknya perlu ditiru nih menghapus akun-akun yang mubazir
jadi malu karena saya justru kebanyakan dan emang banyak yang terbengkelai :p dan FS sayah emang sungguh2 terbengkelai. tapi kalo mo nutup/hapus, jadi sayang :p
berarti selama masih bisa dipelihara ya di pertahankan aja kan, tapi iya sih kok jadi kebanyakan yah, tapi masih pengen nahan – nahan sih nggak tega sih, malah fs ku ada 3 eh malah maenan facebook dan malah tambah bingung ajah
Jadi ingat, FS saya juga sudah lama gak ditengok hehehe
Saya masih di fs, soalnya banyak teman2 lama di situ, malah facebook yang terbengkalai ^^
Latahan 2.0