Daeng Basse
3 03 2008di pusaramu
kuletakkan seikat tanda tanya
terbungkus koran hari selasa
bergambar mahasiswa di kotamu
sedang asik perang batu
Bekasi, 02 Maret 2008
*Untuk Daeng Basse (almh) dan Bahri (alm) serta segerombolan anak muda yang katanya generasi penerus, harapan bangsa, pembela rakyat kecil…..














Puisinya sangat menggugah hati pak. Sungguh saya terharu saat menangkap ironi yang menyesakkan didalamnya.
saya bersimpuh
membawa kembang tujuh wangi bersepuh
tahniah buat bunda
disana, di negeri damai sana
tiada lapar lagi kau kan rasa, bunda
disana hanya ada tawa, damai
dan kau tentu bahagia bersuamikan bidadari terindah
amin
Ironis nya lagi, penguasa nomer 2 negeri ini, dengan kerjaan bisnis yg menggurita, berasal dari sana.
Turut berduka cita….
sangat dsayangkan… apalagi pembangunan ekonomi di makassar sungguh sangat luar biasa, tapi disertai kemunduran jiwa sosial juga..
[...] di sebuah kota berdebu, seorang blogger asal Makassar menorehkan puisi yang sahdu melepas sang [...]
Whew, Indonesia…negara yang serba ironis
Turut berduka cita juga. Sedih melihat ini semua … sementara mereka para pejabat negara kelihatannya cuek2 ajah, bah
Indonesia ku tercinta
Sudah cukup korban berjatuhan dinegeri ini, berikutnya terserah anda
ayo..indonesiaku, jangan jadi down begini, kekerasan adalah perbuatan orang yang tak terpelajar..
Aih…..sungguh miris…..
(Kalau batu yang dilemparkan itu dikumpulkan, mungkin bisa menjadi istana pembesar negeri….)
[...] di sebuah kota berdebu, seorang blogger asal Makassar menorehkan puisi yang sahdu melepas sang [...]
dalem mas dalem banget