Saya tengah dalam proses membenahi kategori blog ini yang sudah mulai acakadut, ketika muncul ide untuk membuat kategori baru yang terinspirasi dari pola ngeblog seorang blogger idola saya. Saya menyebut kategori baru itu Gombalisme. Apakah gombalisme itu? Seperti namanya, ia terinspirasi dari blog milik Paman Tyo Gombal. Ceritanya begini: setelah sekian lama mengamati, saya melihat ada satu benang merah dari pola ngeblog beliau. Coba lihat contoh posting yang ini, ini, dan ini atau yang ini atau keliling sendiri lah di blognya. Apa pola yang terlihat? Saya sih melihat ada tiga pola:
- Beliau ini punya kejelian dalam mengamati hal yang printal printil, sekilas nggak penting malah sering lepas dari perhatian kita, tapi ternyata menarik dan penuh gizi.
- Ilustrasi-ilustrasi yang sangat orisinil dan sering bikin saya ketawa ngikik (cukup ngikik karena ngakak hanya saya persembahkan pada grup Srimulat) tapi lebih sering geleng-geleng kepala karena kagum.
- Gaya tulisan yang sederhana, tidak bertele-tele, tapi tetap kritis, tak jarang menohok.
Membaca posting-posting beliau itu ibarat minum Teh Botol Sosro. Seger, manis, ada pahit-pahitnya sedikit, terus kalau sekali minum cukup sebotol saja walau rasanya masih pengen sebotol lagi, tapi begitu nambah malah kembung.
Saya mengakui sangat terpengaruh pada gaya ngeblognya, bahkan pernah terpikirkan bikin blog baru yang meniru abis gayanya. Tapi berhubung saya tidak sanggup punya blog baru lagi (baca: tidak sanggup merawatnya) maka saya jadikan saja kategori baru: Gombalisme.
Anda bebas menilai apa motivasi saya melakukan ini. Yang saya mau sih, ini dilihat sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada yang bersangkutan, walaupun mungkin saja dilihat sebagai upaya untuk ngeles dari tudingan “Nyontek Pak Tyo nih yee..“, atau bahkan “Carmuk ni yee, biar dijadiin mantu” hehe.. Masa bodo! Blog blog ku dewe kok!
Semoga yang bersangkutan tidak keberatan namanya saya ‘resmikan’ menjadi sebuah gaya ngeblog dan kategori di blog ini. Kalau keberatan, ya kapan-kapan nanti kita bicarakan sembari nyeruput teh botol Sosro ditemani alunan suara Rod Stewart Palsu di Kedai Bakmi yang di Jatikramat itu lho, Paman. Duh, lupa nama kedainya apa.. Aahh.. Japos!
NB: Sejauh ini sudah ada satu posting yang saya masukkan kategori “Gombalisme” yaitu posting ini. Saya juga sudah punya beberapa stok posting hasil oleh-oleh mudik ke Bekasi dua minggu lalu dimana saya menyempatkan jepret-jepret sana sini dan masih tersimpan di dalam HP saya yang setia.
Salam,
JaF











Gombalisme, wah … faham baru nih
Gombal merupakan kata yang sudah ada sejak dulu dan sekarang makin banyak orang yang mempraktekannya.
Karena saya juga adalah pengagum anda, nanti saya bikin kategori baru juga deh diblog saya, Jafisme…*sambil ngikik…hihihihi*
Dan saya juga pengagum Pak Amril, jadi boleh dong nanti saya bikin kategori baru “Gobelisme”…
*ampuuuun Pak…. becandaaaa….*
Iya, setuju banget kalau tulisan paman yang itu sangat dahsyat!
si om memang cerdas mengolah tulisannya, tapi kalau untuk ngikutin gaya si om, nggak bisa deh kayaknya saya
)
Waduh. Ada-ada saja. Tapi, ehm, saya tersanjung — dan semoga gak tersandung. Terima kasih!
ehehhe, oom tyo bakal merasa tersaingi gak ya? ;P
Jafisme….??
Rasanya saya pernah dengar tahun lalu, dan belum kesampaian oleh para teman-teman pak JaF untuk nulis tentang jafisme. Dan kepengen juga baca versi dari jafisme.
dan untuk kesekian kalinya ada teman joger yang nulis seperti joger, yaitu seorang blogger
satu lagi fansnya paman
Merasa terinspirasi dengan blog laen why not?
Yang penting kan postingannya nggak jiplak persis blog yang menginspirasi dirimu bang.
bakalan ngakak nih GOMBALISME >> harus dikuasai dgn paradigma saya nih he he he …
boleh ga nih blog saya menggunakan Teknik GOMBALISME INI. ^&*&