Bandot Tua, Jakarta Post dan Indonesiaku Yang Malang

2 05 2007

Membaca artikel di Jakarta Post edisi 29 April 2007 lalu, ada rasa geram tak terkira, berbalut kesedihan mendalam. Artikel itu bercerita tentang seorang kakek pensiunan pilot asal Inggris berusia 72 tahun bernama Sheldon Archer. Si kakek ini punya istri bernama Mbak Yuyun yang umurnya 23 tahun. Perbedaan umur buat saya bukan masalah. Pernikahan pria bule dengan perempuan Indonesia juga bukan soal buat saya. Tapi, kata-katanya si kakek dalam wawancara dengan Jakarta Post itulah yang bikin saya marah besar sekaligus sedih betul.

This is keeping me young. I’ve always been associated with beautiful women and this is the best relationship I’ve ever had,” katanya kepada Duncan Graham, kontributor Jakarta Post tentang hubungannya dengan Yuyun. Si kakek melanjutkan bacotannya dengan memuji perempuan Indonesia yang menurutnya jauh lebih hebat dibanding perempuan di Inggris yang ia sebut menjijikkan. Hidup di Indonesia juga katanya lebih nyaman dan ia serasa seperti di surga. “I was treated like Beckham. They are so sensual,” katanya.

Ya, baguslah kalau mereka bahagia dan wajarlah kalau si kakek bangga. Tapi ternyata si kakek ini punya ‘bacot’ yang ekstra ‘bocor’ kalau tidak bisa dibilang bodoh.

Let’s face it; every middle-aged man has a fantasy of making it with a young girl — just ask Bill Clinton. Here in Indonesia fantasy can become fact.” Kampret!

Lebih lanjut si kakek bandot ini bilang, perbedaan umur budaya bukan masalah, demikian juga dengan masalah perbedaan agama yang ditemuinya ketika ia mau menikahi Mbak Yuyun.

I had to become a Muslim to marry. I just mumbled a few words I didn’t understand. I’m not religious and Yuyun isn’t serious about religion.” Masya Allah!

Kegeraman saya sampai pada puncaknya ketika si kakek dengan bangga mengaku ingin berbagi ‘keberuntungannya’ di tempat tidur dengan perempuan Indonesia seperti Mbak Yuyun. Untuk itu dia dan istrinya mendirikan apa yang mereka sebut “Internet Dating Agency” melalui internet.

Bandot-bandot lain yang tertarik cukup membayar 20 dolar Amerika atau sekitar 180 ribu perak untuk mendapatkan kontak dengan salah satu perempuan itu dan selanjutnya terserah mereka untuk menjalin hubungan. Mau layanan lebih? Cuma 1.500 dolar, si kakek dan istrinya akan menjemput ‘klien’ mereka di airport dan memperkenalkan pada perempuan idaman mereka.

Once we arrive in Probolinggo, my wife Yuyun will introduce you to drop-dead, gorgeous women from villages and small towns who just love Caucasions; don’t care much about your age or financial status and who will love you as a person, not as a meal ticket. Imagine walking down the street or through a store where all the women smile and wave at you, wanting to meet you. Would you like a wife who never complains, nags or refuses sex? One who devotes her life to making you happy? ” Kata-kata itu ditulis dengan huruf merah besar-besar di halaman depan situs mereka lengkap dengan foto-foto si calon istri.

Bangsat!! Sebagai orang Indonesia saya tersinggung berat. Coba saja lihat situs ‘dating agency’ mereka itu di sini kalau anda mau tahu mengapa saya memaki. It looks more like prostitution to me, grandpa!

Marah di satu sisi, sedih di sisi lain. Harus diakui bahwa kemiskinan masih melanda banyak warga negara kita. Wajar kalau banyak yang kemudian tertarik memperbaiki dan memutuskan untuk menikah dengan bandot macam si kakek Sheldon ini.

Indonesian women list being faithful at the top of their requirements in a man. There’s a bit of hero worship. They like white skin,” kata si bandot.

Sedih. Betul betul menyedihkan. Sangat amat menyedihkan Betapa malangnya Indonesiaku.. :(

~~~

Catatan Penutup Buat JAKARTA POST:

Di mata saya si kakek bandot Sheldon ini memang bodoh, tapi Jakarta Post menurut saya lebih.. well.. lebih mengherankan lah. :)

Entah apa yang ada di otak si kontributor dan editor koran tenar Indonesia itu ketika memutuskan menerbitkan artikel ini. Kenapa juga mereka melihatnya dari angle pernikahan diantara mahluk Tuhan yang terpaut usia jauh berbeda?

Apa pula maksud mereka dengan menyertakan contoh-contoh pasangan artis barat yang juga menikah dengan usia terpaut jauh, untuk pelengkap di akhir cerita?

Hello… can’t you see the real story here..? Did I miss something? Helllooooo…. Yang punya Jakarta Post itu orang Indonesia bukan sih? Helllooooooooo…….

Memang sih Indonesia lagi menarik banyak investor asing. Investor lho! Bukan bandot-bandot asing.

…atau jangan jangan saya saja yang tidak paham bahasa Inggris ya? Coba anda baca artikel ‘menarik’ itu disini dan ceritakan pada saya apa reaksi anda..

Link Terkait:

- The Unspun Blog
Maverick Kid


Actions

Information

97 responses

2 05 2007
Gabrielle

Based on pengamatan pribadi ya… sebenernya menurut saya hubungan semacam ini adalah “give and take”. Si Kakek benar, perempuan Asia (baca: Indonesia) banyak yang jadi pemuja white guys. Jadi si bule bandot membeli kesetiaan Yuyun dengan uang, dan Yuyun menjual kesetiaannya dengan rasa bangga — karena mungkin dia merasa lebih “mengangkat” kalo statusnya berubah menjadi “nyonya londo”.

Sebenarnya, bukan cuma perempuan macam Yuyun yang punya pemikiran se”dangkal” ini. Yah, pastinya Yuyun nggak secantik Anna Nicole Smith almarhumah dan Sheldon nggak sekaya suami Miss Smith almarhum, tapi tetep aja menurut saya motivasi mereka kurang lebih sama: Uang, dan mungkin juga (mudah-mudahan) cinta.

3 05 2007
ananta

sama, saya juga kesal dan marah….

3 05 2007
Dodol Surodol

Saya sudah cukup lama mengikuti tulisan-tulisan Duncan Graham. Menurut saya, posisi yang diambil oleh Graham (dan, dengan ekstensi, Jakarta Post) adalah, sesuai judulnya “Features”. Mereka menggali hal-hal “menarik” dalam kehidupan di Indonesia (dalam hal ini, Jawa Timur, domisili Graham) dan menuangkannya dari sudut pandang seorang “bule”.

Sepanjang penangkapan saya, penulis tidak mengambil posisi mendukung atau menentang. Ia sekadar menunjukkan, ini lho, ada yang kayak gini di sekitar kita, menarik ya? Dalam artikel ini, penulis (dan Jakarta Post) tidak berusaha mempromosikan pernikahan bule-gadis lokal ataupun pernikahan dengan jurang umur dalam.

Dengan geramnya Bapak JaF, saya rasa tujuan presentasi penulis sudah tercapai: ia berhasil membangkitkan reaksi yang keras dari pembacanya. Berarti artikelnya memang menarik.

3 05 2007
Admin

Gabrielle dan Ananta: Exactly my point. Dalam kacamata perempuan, masak sih hal seperti ini tidak mengganggu? Wong saya aja yang laki terganggu!! Dan buat saya itu menyedihkan sekali, karena kita apalagi pemerintah nyaris tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kenyataan ini. Tidak masalah kalau keduanya bahagia. Tapi sudut pandang si kakek itu benar-benar menyebalkan dan merendahkan perempuan, bukan cuma di Indonesia lho..

Dodol Surodol: >Nice name, btw hehe. Terimakasih sudah menunjukkan blognya Om Duncan. Memang benar, tulisan beliau itu menarik banget dan membuka mata pada sebuah fakta yang mungkin tidak pernah nampak di keseharian kita.

Netra? Sekilas lintas memang tulisan itu terkesan netral. Tapi coba lihat angle nya secara keseluruhan. Saya menangkap kesan dia menulisnya dari sisi pernikahan dengan jurang umur dalam. Bagian penutup dimana dia bercerita tentang contoh selebritis bule yang menikah dengan perbedaan usia terpaut jauh, menurut saya sangat mungkin bisa ditafsirkan sebagai upaya untuk membenarkan tindakan si kakek Sheldon. (baca: woi.. konco2 bule, hayo dateng ke Indonesia. Di sini banyak perempuan muda, cakep dan mau melayani kita habis2an. Murah lagi..!)

Don’t get me wrong. Pernikahan beda usia yang jauh bukan masalah buat saya. Saya, paling tidak, kenal 3 orang teman yang menikah dengan bule yang usianya jauh sekali. Adalah sudut pandang si kakek dalam melihat pernikahannya ini, dan caranya berbagi ‘kebahagiaan’ serta bagaimana Jakarta Post telah memuatnya yang membuat saya sebagai orang Indonesia tersinggung..

3 05 2007
ambar

Saya sendiri ditawarin untuk ‘menjual diri’ di rubrik dating seperti itu. Betul yang mengganggu ia menggunakan pangsa pasar wanita asia yang mimpi dengan bule. Atau sepertinya ingin menggali keuntungan dari tipe2 bisnis mafia kayak Russian Bride itu. Buat saya Duncan enggak salah, mengungkap fakta yang ngg mengenakkan memang selalu kontroversi. Tapi itu nyata bukan?
Saya sih memandang positif, lebih positif lagi kalau Jakarta Post memberikan features tentang perempuan yang memakai bisnis itu. Kegagalan ataupun keberhasilan. Lebih imbang.

3 05 2007
Admin

Mbak Ambar: Betul mbak. Emang itu nyata terjadi. Namun menurut saya Duncan terkesan sangat naif dalam tulisannya dengan memilih angle pernikahan beda usia. Toh, seperti anda bilang, ia telah menguak sebuah fakta bahwa itu ada di sekitar kita.

Ya kita sebenarnya ndak tahu apa bisnis si kakek itu jelek atau enggak. Mungkin aja niatnya baik. Tapi coba lihat website “An Asian Wife” mereka.. dari kata-katanya dan tampilannya, buat saya saya sangat menghina dan merendahkan perempuan..

Thanks for visiting. Lagi traveling dimana nih? :)

3 05 2007
endang

pasti Ibu Kartini sedih sekali ketika perempuan Indonesia tidak bisa membela haknya sendiri seperti ini dan kemauannya untuk berbakti pada suami lalu dimanipulasi sedemikian buruknya. Tapi memang beginilah komsekuensi dunia yang semakin materialistisdan duniawi bgt, baik dari si bule maupun dari sisi si perempuannya. Dan untuk Indonesia, sepertinya kehancurannya memang akan datang dari sisi ‘mata duitan’ orang-orangnya dalam hal apapun. Ngelus dada aja mkiran mental kayak begini….beruntung “bule” yg nikah ama gue itu bener2 baik ……*ehm…ehm…bule nih yeee..*


JaF-Hallah.. bule.. itu mah pak le.. :)

3 05 2007
Hedi

Angle-nya memang ga bener. Kalau mau menulis feature pernikahan beda usia/budaya/ras, saya pikir masih banyak narasumber yang lebih pas. Harusnya feature ini pake angle sebuah sisi miring nan gelap.
Saya pikir, feature ini kan mirip dengan kawin kontrak (arab dan bule) atau prostitusi. Aneh kalo angle-nya begitu.


JaF-nah tuh.. kirain saya sendiri yang melihatnya begitu.. Thanks Hedi

3 05 2007
Ollie

Sangat merendahkan perempuan…

3 05 2007
arul

Buangzat………

3 05 2007
retno

speechless aku pak jaf.
disgusting….

4 05 2007
amriltgobel

Sialan benneer si Bandot Bule tua itu! Kalo dia ke Indonesia, awas lu ya ta’ sobek-sobek!! Beneran nih!

*duh kepalaku jadi berasap! *

4 05 2007
laksono

ya inilah potret bangsa kita… masih aja mau dijajahsama bule…
kayaknya kembali lagi faktor ekonomi..
semuanya hanya demi uang dan materi…

sedih

4 05 2007
rusle

memang kalo membaca postingan ini berhak kita memaki dan melaknat secara apa yang mereka gambarkan dan malah lakukan terhadap bangs akita sudah benar2 merendahkan martabat kita…
sayangnya, karena alasan ekonomi, ada juga bangsa kita yang rela merendahkan dirinya seperti ini…
tak tahu tanggung jawab siapa…
tapi kalo saya mau menyudutkan tugas pemerintah lah ini dan kita sbg masyarakat…
saya pernah dengar ada hadist, entah shahih entah palsu, tapi muatan politis sosialnya bagus sekali
“tak berhak seorang pemimpin berpakaian mewah sekiranya masih ada rakyat nya yg tak berbaju..
tak berhak seorang pemimpin makan enak kalo sekiranya masih ada rakyatnya yag tak makan…
entah shahih entah dhoif, tapi saya teramat setuju hal ini…
jabatan itu amanah dengan tanggung jawab beraaaaatttttt bukan untuk narsis…heheh

JaF-Pak SBY baca Jakarta Post nggak ya?

4 05 2007
Pribumi

yang artis juga jangan ngasih contoh jelek ya, sehingga rakyat jelata jadi terinspirasi dengan Bule geblek kaya begitu.


JaF- Ini menarik.. apa mungkin ada hubungannya antara fenomena artis kawin sama bule dengan menginspirasikan rakyat..? Saya pikir sih agak kejauhan.. Bule nggak semua kayak si kakek itu

4 05 2007
macangadungan

hahahah…’
bkin malu…kesannya perempuan indo asal bule pasti oke.hiks..tp klo mo protes ke perempuan2 itu ato ke bulenya, malah bkin mikir..emang kita bisa ngidupin mrk?kalo ga da bule2 bandot itu,trus yg naikin derajat mreka siapa?yg ngasi makan en kehidupan yg lebih bae bwt mrk sapa?emang org kita ada yg bisa en mau?
hiks,jadi pusing..

JaF-Saya termasuk yang memilih untuk tidak terlalu mempermasalahkan kawin bule dengan orang lokal. Mungkin itu memang terbukti bisa meningkatkan kehidupan para gadis desa itu. Tapi masalahnya, kalau sampai ‘mempromosikan’ dengan cara yang dilakukan si kakek itulah yang benar-benar merendahkan martabat perempuan, bukan cuma di desa tapi semua perempuan. Iya nggak sih?

4 05 2007
subadri

Rasanya tulisan atau katakanlah postingan seperti ini bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan log pak Jaf. Namun karena pak Jaf sudah mensensor kata demi kata dan mungkin hal demikian tidak terjadi.
Tkangsayua say;
indonesia, indonesia kenapa mesti ada yang mau mengatakan hal sedekimian, kalau suka dengan salah satu kenikmatan lebih baik “makan” sendiri saja, jangan di gembar-gemborkan, kok makan dibagi-bagi, kurus ntar.

JaF-persis Ri.. cara dia berbagi pengalaman itu mungkin terkesan naif, tapi buat saya itu menggambarkan kesombongan beberapa orang barat yang sangat memandang rendah bangsa lain dan menganggap diri mereka lebih tinggi derajatnya dan lebih beradab kehidupannya..

4 05 2007
anthonysteven

Ini adalah konsekuensi dari keterpurukan budaya bangsa ini.
Makanya pendidikan harus ditingkatkan biar derajat bangsa ini terangkat. Bukan jadi bangsa yang sedikit-sedikit anarkis dan tidak punya harga diri. :-( sedih

4 05 2007
rara

typeless gue..
duh..

menghina Indonesia banget! :( sekaligus merendahkan kaum wanita di Indonesia :(

5 05 2007
Tukang Kritik

Duncan Graham justru sedang berjasa menunjukkan kenyataan. Mungkin menyakitkan tapi apa boleh buat kalau begitu faktanya? Lagi pula, diakui atau tidak, sebagian pria/perempuan Indonesia cenderung punya semacam colonized mind dalam urusan apapun, termasuk urusan asmara dan senggama dengan pria/perempuan kulit putih.
Tapi ya sudahlah, sekadar tahu saja, Duncan Graham juga mengawini perempuan kulit sawo matang di Malang.


JaF-entah ya.. tapi buat saya si Duncan sebenarnya sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Hanya saja angle yang dia pilih itu kok bisa lolos di Jakarta Post.. itu yang saya pertanyakan.. Soal beliau kawin dengan perempuan Indonesia, itu sama sekali tidak masalah kan?

5 05 2007
mia76

Well urusan hubungan si kakek ama Yuyun-nya sih I don’t care, urusan mereka, bukan urusan gw. Urusan cewek2 yang mau aja dimasukin ke website itu juga bodo amat, urusan mereka juga…

Yang gw nga terima tuh tulisan dia di website itu yang macem:
Imagine walking down the street or through a store where all the women smile and wave at you, wanting to meet you. Would you like a wife who never complains, nags or refuses sex? One who devotes her life to making you happy?

Sheesh…

5 05 2007
gerry

luar biasa menjijikkan dan saya setuju kalo ini memang menjatuhkan martabat bangsa. It’s not about a grandpa marriead a teenager, it’s more abut a grandpa is making “somethin” for being a pimp. Memang lucu cara pandang Jakarta Post dalam menanggapi ini.

Nah itu komen sy diatas dalam bentukmarah2 sedikit.

Bagaimana kalau dari sisi ini? Si kakek ini seorang opportunist sejati. He knows exactly what he is doin. Indonesia ini negara dengan cara npandang sempit, begitu ngeliat bulu yg kepikiran langsung dollar. Wanita desa mau naik martabatnya kalo jalan ma bule. Menurut analisa saya sih di negaranya sana, dia termasuk a loser dengan angan-angan tinggi, trus suatu hari dia ambil miniatur globe, diputar sambil tutup mata, dan tertunjuk-lah Indonesia. So here he is.

6 05 2007
zuki

hmm … di dunia ini rasanya tidak ada yang benar-benar netral kali ya. Emang JP mungkin mempublikasikan ini sebagai bagian dari fungsi pers, begitu juga om Duncan … but still … di sisi mana anda berada? Setiap orang punya hak untuk punya ‘bacot’ ‘ekstra bocor’ – meminjam istilah pak JaF hehehe – tapi kalau semua cuma sibuk mengurus hak dan dan melupakan kewajiban, mau jadi apa kita …

Setuju banget pak …

7 05 2007
gadisbintang

saya pernah berkunjung ke wesite-nya. seorang teman memberi link-nya setahun lalu. buat saya, situs si Om Bandot ini benar-benar nggak berprikemanusiaan. saya ingat, ada kalimat yang terjemahannya kurang lebih begini: “di UK Anda bisa dituntut atas dasar pelecehan seksual ketika menyentuh anak kecil. Tapi, di Indonesia, semua orang sangat ramah. Anak-anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan dan siapa pun bisa memeluk mereka.” Nggak bangeettt!!!! belum lagi informasi-informasi tendensius tentang para gadis ‘jualan’-nya itu. sungguh, sebagai orang Indonesia, saya merasa terhina.

7 05 2007
Sheldon Archer, a 72 years old British and he really IS an opportunist « Gerry’s Blog

[...] by at anotherfool and there was a big headline on his latest post, which I assume quite intense “Bandot Tua, Jakarta Post dan Indonesiaku Yang Malang”. I read and I was quite shocked with the article itself. I feel anger and somehow [...]

8 05 2007
foo

Maybe It’s a different kind of love between Mbak yuyun and GrandPA sheldon

Well, Just think about it guys, In Indo, mungkin di pikiran hati mbak yuyun , daripada gua nggak makan di Indonesia, jual badan jadi prostitusi haram,
mendingan gua secara legal kawin sama kakek bule, toh si kakek juga umurnya paling maximum 8 tahun lagi, Dan jangan lupa looh budaya si Bule itu demen beli yang namanya Life insurance!

Pikiran si kakek Sheldon di artikelnya sangat memperlihatkan keinginan
machoistic egonya sombongnya white guy. Padahal , white women di negrannya aja kagak bakalan ada yang mau sama si kakek

Jangan kuatir lah ngapain ribut ribut sama bule ngeBacot, Mungkin saja Penis-nya bisa berfungsi saja tidak bisa, Bule Kan
Banyak yang Impotent dan Kagak Jalan Penisnya cuman ajee mereka pinter Nge bacot.

Kasihan di indonesia ini dibo Hongi Bule mau aja

8 05 2007
satriabatubara

Memang negeri kita makin sableng aja Om. Tapi ya gi mana lagi, orang-orang udah pada mata duitan semua. Jangankan perempuan-perempuan kampung yang rindu perubahan nasib, lha wong yang udah pintar-pintar dan berpendidikan tinggi juga rela jual harga diri bangsanya.

8 05 2007
My_Sea

Aduh, sedihnya abis baca artikel tsb.
Shot!!itu si bandot bikin geram.
Sedih memang bahwa hal ini ada di negeri tercinta. Tapi kalo’ mo dilihat, banyak loh di ibukota pun, perempuan2 yang berlomba-lomba punya pasangan “bule”, entahlah diiming2i apa. Gue sebagai perempuan Indonesia, malu banget!! Ayolah perempuan Indonesia, stand on your feet!!jangan mudah di bo’ongin!!

9 05 2007
farid

wah, bule suka “daun muda”….kurang ajar.

9 05 2007
sa

dpt link ini dr milis pembaca kompas.. wakaka.. tetangga deket, ternyata.. omongi beginian toh. (apa itu nick alias mu di milis2???? :D)


Bukan.. nick gue di milis pembaca kompas sama dengan email gue yang biasa kok.. :) Siapa yang posting disitu?

kok gitu aja marah, jap? hehe.. justru komen spt inilah yg diharapkan dr penulis si artikel. ‘mengata2-i’ kembali tulisan yg diangkat dr pengalaman pribadi. ingat, pengalaman pribadi. sejelek apapun yg ditulis, itulah kenyataannya. mungkin, kata2 spt itu msh terlalu ‘menohok’ (buat indonesia) ya.. tp hey.. if that’s the real thing, don’t blame him to tell the truth atuh. :D
mengapa jakarta post menulis demikian?? coba tengok kompas (edisi lama sihhh).. ada jg tulisan senada yg ditulis oleh koresponden wanita di belanda. bicara hampir sm spt ini tp dr sudut pandang wanita indonesia (yg notabene menikah dg org indo.. jd ya sudut pandangnya jg beda gt). bikin panas??? banget.. temen2 wanita yg se’nasib’ amat sgt tdk suka dg artikel beliau. tp setelah si panas meredam, kami bisa liat… ini salah satu taktik bagaimana ‘menjual’ oplah, menambah klik (jk onlen), hampir senada dg entertainment. menulis yg ‘sopan’ dan rapih, tdk menarik utk dibaca kek nya ya. tdk akan membuat org menulis balasan spt dirimu kek nya ya.. :)

JaF-bukan soal itu Sa.. Mau jual oplah mah terserah mereka lah.. Buat gue yang jadi masalah adalah, kenapa angle seperti itu yang mereka pilih? Padahal kalau mau dilihat dari angle pelecehan perempuan atau angle lain selain perkawinan beda usia, dia tidak akan kehilangna unsur kontroversialnya kan? (baca:nambah oplah.. :) )

why don’t you write something an article like this (isi blog mu gt loh) in JP?
tp hilangkan si ‘b’ si ‘k’… malu ah.. pake ajak2 b dan k. :D

JaF-Not a bad idea.. soal si ‘b’ dan ‘k’ mah menurut gue masih sopan ketimbang memaki dengan ‘b’ dan ‘k’ yang lain? :)

10 05 2007
INDAH

wachh itu bukan dasar cinta dah pasti money…….tapi belum tentu si kakek bisa muasin yuyun pasti deh yuyun bentar lagi cari selingkuhan heehheeh hussstttttttt…

10 05 2007
Indri

Sudah pasti banyak orang yang kecewa, tapi memang apa yang dia katakan tidak semuanya salah. Secara, gadis-gadis yang dia temui kan gadis desa yang lugu, berpendidikan rendah…yang kalau ditanya cuma bisa mesem-mesem. Apalagi kalo ditanya pake bahasa Inggris, ga ngerti kaleeee!!
Soal website An Asian Women, numpang tanya deh? itu pelacuran terselubung bukan yah? :P

JaF-Indri, saya juga berpikir buruknya seperti itu.. Jadi terkesan seperti perdagangan perempuan nggak sih?

Also check my comments on Shisy Kozzy

15 05 2007
IndraPr

Saya maklum kalau banyak orang Indonesia (termasuk saya sendiri) yang kesal terhadap “sang bandot tua” itu, tapi tidak sepatutnya kita menyalahkan Jakarta Post (atau Duncan Graham) dalam hal ini. Justru kita harus menghargai usaha mereka yang mengangkat isu ini.
Memang menyakitkan, but that’s the fact. Sama halnya dengan fakta bahwa banyak pembantu Indonesia di Singapura yang pacaran sama pekerja Bangladesh. Mau gimana lagi? :) Justru yang namanya “borok” seperti ini lebih baik diangkat ke media massa [dengan harapan ada yang bisa take action untuk mengatasi masalah ini], jangan malah ditutup-tutupi.

JaF-Nggak nyalain sih pak. Emang dia sudah benar-benar mengangkat fakta yang mengejutkan. Mungkin karena saya pembaca Jakarta Post juga ya pak, makanya agak gemas lihat angle pennulisannya yang kok tumben nggak Jakarta Post banget.. … Apa jangan-jangan disengaja ya pak?

17 05 2007
mia76

pak, bolehkan saya mem-feature blog post ini di blog saya?

JaF-Mia, boleh banget.. Silahkan.. Saya coba tinggalkan pesan di blogmu, tapi ternyata harus sign up dulu ya hehehe

17 05 2007
miund

Akhirnya seorang lagi yang sependapat. Kemarin saya baru berbincang-bincang via YM dengan seorang sahabat yang tinggal di Australia dan bersuamikan pria asing, dan saya disadarkan bahwa isu ini sudah menjadi isu lintas kelas.
Bila ditulis dari kaca mata seorang ‘bule’, tentu angle yang diambil tidak mencakup rasa marah sebagai cerminan nasionalisme kita bangsa Indonesia. Jadi cukup disembunyikan dibalik isu perbedaan usia yang memang tidak masalah. Seorang ‘bule’ tidak dapat merasakan betapa sakitnya perasaan kita, orang Indonesia, sehingga tulisan yang niatnya dibuat netral tersebut menjadi tidak netral sama sekali dan tidak jelas arah dan tujuannya. Saya tidak menyalahkan Jakarta Post, karena bila artikel tersebut tidak terbit, tentu kita tak akan tahu dan mempermasalahkan hal ini sama sekali sehingga akan tetap dipandang tolol oleh para orang asing dari berbagai negara.

JaF-setuju banget.. tidak ada yang salah memang dari perspektif orang bule..

Yang saya sangat sayangkan adalah approach penulisannya yang lolos meja editor. Bila saya adalah pemegang wewenang di Jakarta Post, maka angle tulisan Bapak Duncan Graham akan saya arahkan supaya lebih bersifat investigatif, mengingat beliau tak akan pernah dapat merasakan bagaimana rasa sakit yang dialami sebagian dari kita.

JaF-Thanks. You got my point.. Coba jadi tulisan investigatif.. Pasti lebih bagus.. Dari sisi tulisan lho..

Kebenaran itu sakit, tapi saya pikir lebih baik memikirkan cara mengobati sakit tersebut dan MENCEGAH sebagian orang-orang asing yang tidak tahu apa-apa tentang Indonesia untuk berbuat seenak perutnya di negara ini.
Terima kasih, Pak, sudah mampir di blog saya. Dan terima kasih sudah menanggapi tulisan saya dengan serius. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia yang masih punya rasa nasionalisme dan tidak malu untuk menunjukkannya. Ini patut dibanggakan. Salut untuk Anda, dan salam kenal kembali :)

JaF-Saya yang terimakasih karena anda bisa nangkep poin tulisan saya di atas.. :)

18 05 2007
G

Saya gak ngerti kenapa anda marah dengan JP. Menurut saya, tulisan Duncan Graham itu witty. Quotes dan pertanyaan2 yand digunakan secara halus menampilkan ketidak-setujuannya. Terbalik dari anda, justru saya merasa ini tulisan yang tajam tapi halus. Seperti acara humor sitcom lawan mr. bean: yg satu main kata2, yang satu jelas dengan gerakan fisik. Jelas yg main kata2 lebih memerlukan otak untuk diartikan. Graham mengangkat masalah yang NYATA. Don’t shoot the messanger.

JaF-Definitely it’s not the messenger I’m shooting at. It’s the messengger’s ‘basket’ :)

Kalau memang ada wanita2 Indonesia yang sudi dijual untuk urusan ekonomi, siapa anda untuk terhina? Apa anda mau dan sanggup mengangkat derajat ekonomi mereka SEMUA?

JaF-Ohh buat saya nggak masalah kalau si grandpa itu mau mengangkat derajat ekonomi mereka. Itu bagus. Bagus banget. Si grandpa bisa pensiun dengan tenang, punya istri muda, cakep dan perhatian, sementara di negaranya mungkin dia bisa jadi udah masuk panti jompo. But keep it for himself, or at least promote it in a more ‘civilised’ way lah.. Siapa saya? Saya orang yang amat TIDAK RELA, jika perempuan (baca: bukan cuma bangsa saya sendiri) diperlakukan demikian. Coba anda tengok situs asian-wife mereka dan bayangkan kalau itu adik anda yang fotonya dipajang disitu dan dituliskan seolah-olah mereka itu barang dagangan… That’s my point, buddy.. :)

Kedua, bagian terakhir mengenai umur memang kelihatannya out of place. Namun dia juga ingin bilang bahwa di sini masalahnya bukan umur, tetapi segala faktor yg dia kemukakan diatas. Coba dibaca ulang dan menyeluruh deh.

JaF-Justru karena sudah membacanya berulang-ulang saya penasaran dan minta pendapat pembaca yang lain, apa mereka juga menangkap hal yang saya tangkap…

Don’t get me wrong. I find the whole business disgusting but, who I am to judge because I don’t live the impoverished lives of these girls and I thank Graham for bringing this issue to light.

JaF-There you go.. You got my point also.. It’s damn disgusting isn’t it? Who am I to judge? Well I and perhaps other people have every right to do that. Siapa coba yang dirugikan dari pernyataan si kakek itu? Bukan cuma gadis2 yang di ‘tawarkan’ si kakek, tapi juga perasaan banyak orang. I choose to care. I choose to judge because it concerns me. I you think you are in no place to judge, I respect your decission, man!!

Overal, thanks for reminding. Banyak yang memang kritik tulisan saya dan nggak ngerti kenapa saya juga ‘marah’ sama Jakarta Post.. But, yes I definitely thank Graham for surfacing this issue. Hanya saja saya melihat tulisan itu anglenya aneh dan seolah mengesampingkan masalah intinya yaitu pelecehan perempuan. Saya berpikir mereka bisa menulisnya dengan lebih bagus agar fakta yang sudah bagus ini bisa lebih terungkap dengan jelas… That’s all.. Makanya saya minta pendapat pembaca yang lain, apa mereka menangkap kesan yang sama. Soalnya saya sudah baca berulang-ulang dan tetap kesan itu yang saya tangkap.. Hasilnya ada yang setuju dengan saya, ada yang tidak. It’s just fine with me.. That’s the beauty of perception.. :)
..well maybe I should brush up on my reading and writing in English ya.. :) Again thanks banget Mr G :)

19 05 2007
yon's revolta

Namanya juga media mainstream bang, beda dengan blog ^_^.

Itu yang saya heran mas. Padahal kan ini bisa jadi berita besar (baca: oplah.. oplah.. oplah) hehe

19 05 2007
AudreyCornu

Phew.
‘Panas’ juga bacanya…
Merendahkan cewek Indonesia banget ya.
Tapi memang itu kenyataan di tempat-tempat tertentu sih… Jangankan Probolinggo, di kota-kota besar seperti Jakarta aja masih banyak orang yang mikir:
Bule = kaya+berpendidikan+ganteng.
Oiya satu lagi, experienced in bed.
Walaupun untuk kasus si ‘Bandot’ ini tiga yang atas ngga berlaku juga ya…
Entah yang terakhir. :)

Waduh.. yang terakhir saya nggak ikutan hehehehehe

26 05 2007
suara anak bangsa

BANGSAT BANDOT TUA

PERGI KAU DARI TANAH AIR GUA
DASAR PENGHIANAT

GET OUT YOU GRANDPA !!!!! OR I WILL KICK YOUR ***

aku tak rela cewek indonesia dibohongin
daripada bule mening ama aku aja

10 06 2007
Rani

Sebenarnya pernikahan beda usia itu tidak masalah bukan? itu fakta yang banyak ditemui di Indonesia. maksudnya bukan hanya bandot bule aja bandot2 orang kita juga banyak yg doyan daun muda, hanya saja kebetulan yg di wawancara dan ditulis Duncan itu adalah bandot bule tua yang tolol, engga salah juga kalo dia juga dapetnya perempuan muda, pura2 lugu dan tolol juga. pls deh kejadiannya aja di pelosok desa gitu lo.

12 06 2007
viva

sebenarnya perempuan seperti yuyun lah yg harus disalahkan karna memberi kesempatan pd si bandot tua u/menginjak harga diri wnt ind tp semua kembali pd individu msg2 sy yakin bahwa org spt yuyun tdk pernah dkt pd agama makanya bisa ngelakuin tsb, actually masih banyak lagi wanita asia (bukannya cuma di indonesia lho…) yg mempunyai pemikiran orang yg di jajah kayak si yuyun yaitu sgt meng-agung2 kan org2 barat..ujung2nya ya apalagi kalo bukan duit,mereka mengira bahwa semua bangsa asing (orang barat) itu kaya..padahal dinegara mrk jg byk yang hanya bekerja menjadi cleaner,pembersih jalan bahkan gelandangan…bahkan kalo disuruh pilih antara laki2 indonesia yg berpendidikan dgn bule tua yg udah mau mampus pun mrk jg tetap akan memilih si bandot tsb…bisalah demi gengsi biar bisa punya embel2 nama wong londo gitu loh….

14 06 2007
Lina

Menurutku, bagus tuh ada tulisan Duncan Graham yang ngangkat masalah ini. Selama ini, kita cuman tahu dari kasak-kusuk, gosip, ato kejadian yang nggak pernah terdokumentasikan tentang gimana bule memandang perempuan Indonesia. Pemburu cowok kulit putih, murahan, gampangan, nurut, nggak pinter.

Tentu nggak semua bule yah… don’t get me wrong… ada banyak bule yang masih punya otak tentunya dan punya equal mindset bahwa banyak perempuan Indonesia yang punya pride dan dignity, dan tentunya tidak akan mudah dibikin mainan seperti itu.

Sedihnya, kenyataannya memang banyak ditemui perempuan-perempuan yang demikian mendewa-dewakan bule. Asal bule aja, dibela mati-matian, biarpun udah jelas si bule itu merendahkan dan melecehkan mereka.

Setuju ama pendapat anda yang bilang bahwa ini bukan masalah kawin dengan orang yang lebih tua atau kawin dengan orang asing semata-mata. Ini masalah mindset kita. Siapapun mereka, kalo kurang ajar apa nggak perlu ditendang keluar?? Siapapun kalo melanggar hukum, apa nggak sepatutnya juga dihukum?? Kalo orang Indonesia yang melanggar hukum di luar negeri dijatuhi hukuman berat, kenapa mereka yang jelas2 nginjek hukum dan harga diri bangsa di negara kita sendiri malah dibiarin nyantai??

Lihat tuh berapa banyak pedofili kulit putih berkeliaran cari mangsa di Bali. Lihat berapa banyak bandot asing yang cari kesempatan kawin kontrak hanya beberapa bulan di jakarta, di puncak, mungkin juga di probolinggo.

Sedih juga. Kayak perempuan sudah tidak punya alternatif lain selain jual badan. Padahal sama-sama punya otak. Perempuan desa atau perempuan kota, dari kelas bawah atau kelas atas, semua punya otak. Cuman jarang dipake, karena memang lebih cepat hasilnya kalo pake jalan pintas. Nggak usah susah-payah, nggak perlu modal, gemerincing dollar mengucur berlipat ganda. Menyedihkan!! :-((

Saya juga punya pasangan orang asing. Tapi juga tersinggung-lah kalo mendengar perempuan kita dipandang rendah seperti itu. Kalau saya mah, say NO to bule like that. Peduli amat mereka dari mana, kalo mereka nggak bisa respek ama kita, ya tendang aja. Beres. Emang dunia udah kehabisan stok apa, sampe bule kacangan-pun disamber???

15 06 2007
Alvin, Ca

Weleh…weleh…. mbak, mas, Bpk/ibu;
Saya sedih, mau marah sebetulnya, tapi sama siapa? Org kita yg marah2, eh itu sepu dan wanita muda belia kok ya happy2 aja. Yg perlu ditambahkan di sini adalah untuk melindungi wanita2 muda Indonesia dari penyakit2 yg dibawa bule2 ini (termasuk AIDS juga). Lah gimana masa depan bgs Indonesia kl generasi mudanya penyakitan semuanya?

Sudah semestinya pemerintah, terutama mentri kesejahteraan rakyat/ mentri kewanitaan (masih ada gak ya?) memberikan penyuluhan2, bahkan ketrampilan2 tangan buat anak2 wanita ini, shg mereka bisa mandiri dan gak tergantung dari org asing yg bawa duit dan kasarnya beli mereka dan kel.nya.

Masih untung dik Yuyun ini masih tinggal di Indonesia. Kl ia tinggal di LN, sudah pasti wanita muda ini sengsara/ nelongso banget; selain kena diskriminasi, cibiran dari masyrakat luas (terutama madame2/ mrs bule2) sampai ada yg dipekerjakan di rumah2 bordil. Alhasil nama Indonesia di LN makin terpuruk, dah gak bisa export minyak/ beras, malah export wanita2 muda belia yg maaf jadi spt pelacuran. FYI, Wanita2 muda ini ada yg meninggal di tangan ‘suami’nya alias ‘germonya’ atau malah ada yg sampai bunuh diri, habis tidak seindah bayangan mereka tinggal di LN dgn suami bule yg dah sepuh. Di LN ada banyak organisasi yg mencoba memperbaiki nasib anak2 ini walaupun susah (krn mentalnya sudah salah dari sononya.)

Semoga ada organisasi di Ind yg CARE utk penanganan hal2 spt ini, kl perlu buat UU yg bisa menjerat bisnis semacam ini. Peace …

15 06 2007
Q Newt

kenapa pada ribut lha kawin itu enak! emang cewe-cewe yang pada bodo mau aja diajak kencan dikawini ditinggal pergi

17 06 2007
Yolanda

Hello guyssss……
Yes…aku juga sedih ya baca fenomena itu! Memang itu gak masuk akal, serendah itukah wanita- wanita indonesia? apakah menikah hanya untuk menaikkan derajat atau apa sebenarnya fungsi lembaga pernikahan ??? Kalau menyalahgunakan arti pernikahan lebih baik tidak menikah sama sekali. Kalau pernikakahan dengan ‘caucasian’ hanya untuk gengsi, martabat, dan uang…..”how stupid”!!! Kenapa begitu terbelakangnya cewek2 indonesia yang berfikir seperti itu??? Kecuali jika memang menikah berdasarkan cinta!!! It’s not a problem….!!! Tetapi menikahlah berdasarkan cinta!!!!! Jika kamu orang timur, dan menikah dengan orang barat… “nothing wrong about that!!!” tetapi please note….”Menikah dengan cinta itu berbeda, dengan menikah hanya sekedar untuk materi. Im Indonesian and Im married with Dutch. We get along well ! Berbeda umur 8 tahun….! It’s not because of material…it’s more than just money!!!!! So…apakah itu masalah jika kita menikah dengan warga negara asing??? mengapa harus menjadi semcam fenomena yang…uupssss…. please…….. im speechless…. ! Saranku untuk semuanya ..”pada daasarnya semua orang sama. Hanya cara berfikir, cara bertindak, dan budaya…..” Jadi please… jangan juga jadi negative thinking untuk orang yang menikah dengan warga negara asing……. tetapi mesti ingat bahwa pernikahan yang sehat adalah pernikahan yang lebih dari sekedar materi, dan gengsi, itulah cinta sejati !!!

19 06 2007
didonk

gila, tadi malem (18/06/2007) acara empat mata tukul di trans7 nampilin bandot tua itu aa si mbak yuyun nya, dan they’re very proud. :( *sigh* edan.

30 06 2007
sandra

aduh si bandot tua itu bikin kepala aku panas ni,,, aduh kasihan sekali itu ma yuyun ya ,, well menurut aku perbedaan usia sebanyak itu sangat sangat salah apalagi the way si bandot tua itu perlakukan mba yuyun dengan tidak layak maksud aku dengan tidak layaknya ya itu merendah kan marabat dia sebagai wanita(tapi mba yuyun nya sendiri happy ) komentar mba lina di atas benar bahwa tidak semua bule seperti itu ,, sebagian memang seperti itu mungkin di karenakan budaya mereka bergonta ganti perempuan bagi mereka itu adalah wajar wajar saja so,, kehidupan bebas di luar negri itu khan biasa,
the reason mba yuyun menikah dengan si bandot tua ini mungkin dia pikir akan merubah hidup dia terus tercukupi finaciali kalau sexualy sich kayaknya nga mungkin ya ,, 72.. lucky dia kalau dia bisa get hard ,, tapi aku pikir sebenranya bule itu tidak seperti apa yang di pikirkan mba yuyun ,, si bandot tua ini cuman taking advantage of her but mba yuyunya happy dengan imbalan dia so ,, what can i say ,,, just so wrong

5 07 2007
susmia martres

ya deh..jangan negative thinking ma cewek indonesia yg nikah ma bule.nyari bule juga pilih-pilih dong…gimana karakternya,pola pikirnya,mapan juga penting loh(itu mah nomer 2 lah).aku nikah ma orang prancis,mualaf,orangnya baik,masih muda lagi,n mapan tentunya,we made a happy family with a cute son

24 07 2007
sarah

Well, that’s the reality of our country. We can’t accuse someone else as the guilty one. The spouse and also us, as Indonesian, are guilty. Have we ever thought how, we, ourselves, make an opinion about foreign people? To be honest, most Indonesian, will respect them and think that foreign people are ten hundred times much better than us. What has made this kind of opinion formed? Let’s ask to ourselves, and find the truth answer. When you’ve found it, please change your opinion about foreign people. They aren’t better than us!!!even they have more money. Mind it bro and sist!

17 08 2007
Sunflower

Yolanda i totally agree with you, married with bule is nothing to shame about dan bukan sesuatu yang harus di tanggapi dengan gelengan kenapa, basically all people are same/equal and if two very different people from different religion/ethnic/nation decide to get married and if they happy together why not !!! as long as they have right reason to marry, LOVE and not matery.
Yang bikin saya marah adalah tulisan grandpa itu di websitenya, very stupid and degrading, he must be some old narrow minded bule…………….!!!!

Saya juga wanita Indonesia and married with Dutch, punya anak satu and we are very happy, kami tinggal di Singapore and Bali, kami berbeda usia hanya beberapa tahun and my husband really respect and love me, saya university graduated and come from good familly and when i married him my reason is nothing but love as i was independence woman with good carrieer………

Happy Independence day……………..!!!

25 08 2007
jack

Sebenarnya yang salah ya yang ngurus bangsa bernama Indonesia kenapa rakyatnya nggak makmur, padahal indonesia negara kaya, pada situasi tertentu himpitan ekonomi dan budaya membuat rasa malu dan adab telah hilang. Kalo semua udah terjadi dan manusia udah nggak punya apa2 lg ya cara instan dipilih , ya jualan “badan”. na dalam prespektif ini si ‘bule” jadi pilihan paling baik dari yang terburuk knapa,? duit lebih banyak , relatif tidak “kasar” ( becouse have lot of money ) n perhatian. Na orang2 tertentu memanfaatkan itu jd bisnis. Lalu siapa yang Kacau..?? Kita semua

7 09 2007
Merem-Melek

….Supply demandnya sudah memadai utk di organisir…

Pantes aja, saya punya kenalan seorang sekretaris, sering foto telanjang dirinya sendiri utk modal kenalan by internet dgn laki2 “londo”. Minimal setahun sekali dia bisa dapat free holiday di luar negeri utk “bulan madu’.

Ampuni kami ya Tuhan………

18 09 2007
Chantal

Sudah lama memang saya pernah diberi url tentang asian-wive website. Awalnya saya kira it was a laugh, tetapi begitu sayang makin meng-explore isi web tersebut yang tidak lain hanya berkisar tentang penjualan wanita seperti pasar daging. Maaf kalau saya menggunakan term ini, tapi itu lah yang saya rasakan.
Terbatas mengenai Yuyun dan Sheldon (an old fart bastard) true kalau kalian memang bahagia (well good for you) tapi masalahnya adalah they are trying to sell other womans yang bahkan diantaranya tidak mengetahui tentang urusan website tersebut dan keberatan bila foto mereka dipajang.
Sangat disayangkan memang, tapi itulah salah satu realita yang jelas terpampang dihadapan kita.
Saya sendiri juga tidak yakin dengan kepolosan seorang Yuyun seperti yang digambarkan Sheldon. You are just such a fool-old-wanker!

22 10 2007
martin

sungguh menjjikkan..
mungkin si bandot ude ga ada kerjaan disana..jadi cari gwean n kenikmatan disana.. mungkin klo disana bayarnya mahal..miris..
bagi para wanitanya..lebih baik produk lokal daripada produk luar tapi ude lapuk,peot, mending produk lokal..kan ude di oles mak erot..
di luar negeri mana ada ma erot..hahaha

31 10 2007
Adi Utama

Yach segitunya, lha wong anggota DPR aja ya bisa ngesek bebas gitu.
Mereka berpendidikan, terhormat, kaya jual dobosan.
Lha kok si Bule ama Yuyun disalahin ? Gimana sampeyan itu.
Klo webnya ya emang ngga pantes ditampilin, tapi ya baeknya gak usah
ditanggapin.

7 11 2007
dedi setiyawan

terima kasih jakarta post telah mengungkapkan apa yang menjadi realita saat ini. pendidikan rendah mungkin salah satu faktor penyebab banyaknya wanita indonesia memilih instan cepat kaya. invansi film asing juga menambah figur orang asing mayoriytas kaya. jika saya boleh berusul, jangan salahkan bule yang memperdagangkan wanita berkedok pernikahan beda umur sampai kapan pun hal tersebut akan selalu terjadi. tapi bagai mana pemerintah lebih mementingkan perkembangan perindustrian indonesia dibanding isu isu lainnya.

25 11 2007
santi

wah kalo di US kita namain tuh kakek ,dirty old man

15 12 2007
bon_bon

baik buruk.benar salah.itu bkn urusan gw..slagi itu gak ngrugiin kt..terserah kalian..toh smua ini gak ngrubah itu smua sm skali..mslh d negara kita mmg sllu brda dlm lingkaran SETAN..

15 12 2007
bon_bon

mantan gw bbrp hr kmrn married ma bule 65th..moga ia bhagia ya..amien..
sedih sih jk kalian tau alasannya..

1 01 2008
danisby

Tua tua keladi
makin tua makin tdk tau diri !

Go to hell “Bandot Tua”

18 01 2008
lala

wah nyebelin juga tu kakek!
tp sbnrnya si yuyun juga salah. si kakek kan m’ucap syahadat tp g tau artinya. brti dy t sbnernya blm masuk Islam. Gila tu kakek. mcitrakan perempuan2 indonesia seolah2 qt itu gampangan. Kayanya pola pikir perempuan ind(t’utm yg msh lugu) perlu diubah nih. Bs aja kan si bule d negara asalny cm gelandangan?

tp liat sisi baiknya deh, kl bnyk perempuan ind kawin sm bule, dlm bbrp taun k dpan,org indonesia cantik2. baca deh sejarahnya bangsa india. aslinya dia bangsa arya yg “buruk rupa” (bwt org india yg baca, maaf). tp liat deh artis2 india skrg cakep2. it krn kedatangan bangsa dravida k india

18 01 2008
sandra

emm….. memang terlihat malang Indonesia itu.. tapi kita juga memang tidak punya hak untuk mencerca indonesia, ataupun menghakimi indonesia.. toh apa kita dapat merubah indonesia menjadi hal yang kita inginkan. dalam sisi lain.. saya juga sering kalo mendengar dan melihat bahwa image wanita indonesia oleh pria asing itu banyak yang tidak baik.. karena mereka merasa kalau orang indonesia itu bisa di beli dengan uang.. emm, ya susah juga untuk membalikan image indonesia di mata mereka. namun kita bisa merubahnya mulai dr diri kita.. saya juga sedih juga seh, lihat wanita indonesia yang di kawin kontrak lalu di tinggalkan, atau bertemu di diskotik lalu tidur dengan orang yang belum kita kenal.. huh, serem.. tapi ya mau di bagaimanakan lagi.. toh yang menjalaninya merasa enjoy aja.. mereka meresa asik dengan kelakuan mrk sendiri.. ya semoga, dengan usaha para wakil rakyat, indonesia akan menjadi lebih baik…dan membentuk manusia – manusia yang mandiri… dan hidup orang yang tidak mampu pemerintah dapat menjamin/ setidaknya mencukupi keperluan pokok mereka….

28 01 2008
sandra

itu suaminya atau meryuanya yah? apa ngga malu yah yuyun??? kalo lu tgal sperti gw di USA pasti deh udah di lihat sebelah mata.

28 01 2008
sandra

upsss maksud gw mertua nya si yuyun

1 02 2008
FEBE

wahhhhhhhh wanita indonesia rendah sekali nilainya , aku sebagai wanita indonesia juga kesel dengan grand pa sheldon . aku punya pengalaman dengan pacar , pacarkoe asli perancis . waktu pertama kita bertemu di kolam renang bukan pub or discotik nah disini aku bersyukur banget pada allah swt . .. amien. dia pernah mengatakan wanita indonesia cheap deh , kalau cantik i juta , sedang 500 ribu , jelek bisa 300 ribu or lebih rendah , setelah dia berhenti cerita ganti aku yang mengeluarkan kata kata meski hati miris dengarkan orang asing mengatakan seperti itu . aku katakan pantas kamu bisa mengatakan seperti itu karena kamu meihat prostitusi , karna dia sehabis kantor kongkow di pub or discotik . coba kamu keluar dari lingkungan hotel and masuk ke lingkungan sehat mata kamu bisa melihat seperti apa wanita indonesia .wanita indonesia diluar kehidupan malam banyak yang mandiri dan berpendidikan juga mempunyai norma agama dalam hidup , nah …. wanita inilah yang disebut WANITA INDONESIA SEJATI .
banyak bule menilai wanita indonesia keliru karena mereka melihat dan survey dikehidupan malam atau disebut P E R E K .

1 02 2008
ummie kamsia

mbah sheldon larissssssssssssssssss neng indonesiaku , akeh sheldon teko neng indonesia soale ngampang gaet wedokan enom , coba neng negorone ora ono sing ngelem makane mlayu neng indonesia , he…. he….. , wanita indonesia jadilah seperti kartini , benasir bhutto , eva peron , dadi ndak butuh mbah mbah bule maneh .eva peron biyen pelacur tapi pinter and hight classs lho .

6 02 2008
Selendro Pelog

Soal isi tulisan Jaf saya setuju banget, satu pemikiran. Saya juga kesel sama pasangan Sheldon dan Yuyun ini.
Gak jelas banget pernikahan macam apa mereka ini. Baru ketahuan di acara Empat Mata, saat mereka jd bintang tamu/nara sumber dgn tema kontak jodoh, si Yuyun ini ternyata bhs Inggris nya blegak bleguk. Si TUkul tanya A, diterjemahin sama Yuyun ke Sheldo X. Si Sheldon bilang Y, diterjemahin F ama Yuyun.Kesian sekali.
Ini jd gambaran bhw pernikahan mereka menurut saya cuma kedok,demikian pula webiste mereka itu.
Se cinta2 butanya kita, kalo gak bisa komunikasi dgn pasangan gimana caranya?
Liat aja di website mereka. ada Sheldon menggambarkan tentang Yuyun yg jarang marah (ya iyalaaaaaaaaaaaaaaah..wong gak ngerti sheldon ngomong apa) kecuali kalo petugas bank ada yg reseh ato bikin problem (giiran uang, yuyun paham banget). belum detil2 lain yg kalo kita awas,isinya bukan memuji Yuyun tp gak lain membuat konsep Yuyun adalah simbol perempuan Indonesia yg pasif,mudah disetir,goblok,gak mata duitan (secara transparant), murah, disuruh apa aja mau.
Pokoknya, nyebelin..nyebelin…

16 02 2008
geraldloveari

Wah semua comment tampaknya mencerca…
Suami saya orang bule,tua lagi,umur kita terpaut 30 tahunan,kita ketemu di internet,kenapa saya menikah dengan dia…
alasan uang?mungkin itu salah satu alasannya.
siapa sih yang ngaa butuh uang?semua juga mau,(sampai banyak terjadi KORUPSI di negeri kita semua juga karena kepengen uang)

Dulu saya kuliah jurusan bahasa inggris dan ngaa tamat,ngaa punya biaya,mau cari kerja susahnya minta ampuuun,kalau ngaa punya koneksi atau uang sogok ….akhirnya nganggur.

Mau jadi pegawai negeri Wah….uang sogoknya banyak buanget…sampai nolnya gak keitung…
Sementara ortu di kampung minta di balikin modal bekas kuliah,mau balikin modal gimana kalo cari kerja aja susah…gimana ngaa stress tuh..

Akhirnya jadi TKW lah saya,cara cepat dapat uang setidaknya gajinya lumayan,tapi ala maak kerjaaan bak kayak budak,di maki-maki,kerja 24 jam,what can I do? Just to survive,supaya orang di kampung bisa makan,supaya adik-adikku bisa mendapat kehidupan yg layak,supaya ibu bapakku bebas dari utang….

Mungkin Mbak-mbak atau mas-mas yg comment di atas beruntung,punya ortu kaya (hope its not from corruption),yang ngaa perlu atau pernah mikirin susahnya cari makan buat sehari.

Kadang saya mengkhayal,kalo aja di indonesia banyak lapangan pekerjaan pemerintah memperhatikan warganya….wah ngaa perlu nih saya jadi TKW atau menikah dengan cowok yg umurnya seumur bapak saya.Yang ada para pejabat malah memikirkan kepentingan pribadi….NO ONE HELP

orang-orang sekitar bisanya cuma mencaci bilang Perek,cewek ngaa bener or bla…bla.. segudang perkataan yang sangat merendahkan martabat seorang manusia,sok munafik…coba pikir apakah kita manusia sempurna?????

Mungkin Mbak yuyun atau cewek yang sign up in their website punya masalah yang sama dengan saya….apalagi sekarang kehidupan tambah sulit,yang kaya makin kaya,yang miskin tambah miskin….yang punya harta dont care….

Untuk perempuan seperti saya apa yang saya bisa harapkan,orang tua ngaa punya,pendidikan ngaa tinggi,cari kerja ngaa bisa,cari suami indo paling mentok di madu…atau di jadikan simpanan.

So,jika ada cowok bule menawarkan,bisa traveling ke luar negeri,hidup terjamin,dapet uang belanja 10 X lipat dari gaji jadi TKW,bisa bantu ortu,biayain adik kuliah,punya deposito di bank buat hari tua,punya rumah sendiri, hidup jadi berubah 360 derajat,masa depan suram berubah menjadi cerah…..siapa yang ngaa akan tergiur (termasuk saya)

Saya tahu pasti di dasar lubuk hati yang paling dalam mbak Yuyun (atau saya)berharap dapet suami yang soleh,seagama,sebangsa,but kenyataan berkata lain….life must go on,I guess I have to take the decision and take the risk…Bad or Good…..

Thanks

25 02 2008
Sitha Pinet

A very great post. Plus, comment yang masuk menambah kaya pembahasan ini. Thank you all for sharing.

Website-nya Papi Sheldon itu pernah kami bahas juga di milis perkawinan campur. Dan tentu saja kami semua menggeram marah. But benar juga bahwa faktor kemiskinan di negara kita masih tinggi (mungkin semakin tinggi ya gap-nya antara yg kaya dan miskin) sehingga terlibat dan bergabung dlm bisnis yg dibuat Papi Sheldon menjadi salah satu alternatif.

JAF, saya link blog Anda ke blog saya ya? Minta ijin dulu nih…

25 02 2008
emkaha

Wah..wah…..soal perkawinan campur sih saya setuju2 saja, yang saya kurang setuju perbedaan umur yang terlalu jauh, lha khan bisa dibilang ‘pédophile’, tetapi ya memang susah ya, karena kemiskinan masih ada dimana2 begitu juga dengan kurangnya pengetahuan, maka yang perlu dicegah adalah jangan sampai ‘para papi’ merajalela dinegara kita tercinta….

27 02 2008
belleafa

Keterlaluan, tapi ya sedih kok orang kaya begitu bisa tinggal dinegara kita sih, meremehkan dan merendahkan wanita Indonesia khususnya dan para wanita pada umumnya….!!!!!

22 03 2008
siapaaja

Aneh… buat para beberapa komentator… lah wong yang koment dan merendahkan cewek Indonesia itu kan si grandpa Sheldon Archer, kok kesannya para komentator nih marahnya dengan semua bule, trus semua bule dijadiin sama kayak si sheldon archer, trus semua cewek Indonesia yang kawin sama bule kesannya disamakan banget seperti si mbak yuyun. Please deh kalau kasih komentar itu langsung tunjuk orangnya, jangan mengeneralisirkan gitu. Trus aneh juga ya kok kita tuh sensitif banget, kalau bule yang salah ngomong dikit aja langsung deh kita mencak2, padahal di Malaysia dan di Saudi Arabia sana banyak para TKW kita yang di buat persis kayak anjing, dan diperkosa sampai hamil trus dibunuh pula, kita diem2 aja, nggak ada protes nya, jarang kasih sorotan dengan hal2 kayak gini. Trus juga memangnya bandot tua yang doyan daun muda cuma si Sheldon Archer saja ?, pria Indonesia juga banyak tuh yang merendahkan perempuan dari bangsanya sendiri, kenapa kita tidak kasih sorotan dengan yang kayak gini ??, buktinya saja sampai ada novel dan sinetron yang judulnya SITI NURBAYA, yang dikawinkan sama bandot tua sesama bangsa , ras, dan agama hanya gara2 uang, dan itu terjadi sejak jaman baheula !!. Dan menurut saya juga perbuatan si mbak Yuyun jauh lebih baik kawin dengan si bandot Sheldon Archer yang single (widowed) barangkali, daripada perempuan2 Indonesia yang merebuat suami orang atau menjadi selingkuhan para cowok2 Indonesia yang punya harta. Jadi buat beberapa komentator please be wise kalau kasih komentar. Manusia tidak ada yang sempurna .

5 04 2008
cewek baek2

yah….tapi kenyataanya banyak cewek indonesia yg tdk mempermasalahkan hal itu. tapi ga semua cewek indonesia nikah ma bule gara2 uang atau gengsi. ada jg kan yg mw memperbaiki keturunan, atau emg suka cowok2 bule…biar tar anaknya kaya CINTA LAURA.

20 04 2008
ummie kamsia

hi … semua semuanyaaaaaaaaaa ……….

akhir semuanya aku setujuuuu cuma cara sheldon agak diperhalus dikittttt, pkoknya gimana image wanita kita ada harga dirinya . mbak yuyun , jadi kartini untuk membantu wanita indonesia yang pengen dapet bule . gimana caranya mbak yuyun …

28 05 2008
Clementine

wat bon-bon..ceritain donk koq ex loe bisa nikah ma bule tuir gitu..penasaran neh..asli deh

29 05 2008
sorcieus

When there is demand, there is supply.
Seperti beberapa orang yang meresponds di atas, banyak wanita yang menikah dengan bule dengan alasan untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Jadi sebenarnya kedua belah pihak sama-sama di untungkan. Orang asing ingin punya trophy wife, orang Indonesia ingin memperbaiki ekonomi keluarga.
Saya tau beberapa orang Indonesia yang setelah menikah dengan warga negara asing, harus kirim uang setiap bulan ke Indonesia dalam jumlah besar. Beberapa malah mempunyai keluarga yang menuntut untuk di belikan rumah, mobil dan lain lain.

Seperti kata “Siapasaja” di atas, mengapa orang Indonesia tidak sibuk membantu TKW di luar negri daripada mengurusi hal ini yang notabene wanita-wanita nya RELA menikah dengan orang-orang asing tua.

5 06 2008
Emma

If we see the context of Sheldon and Yuyun got married, Honestly, I have no problem with that. It’s their life. They want to marry young, old, or same age partner, I don’t think it’s a big deal. We should mind our own business and just wish them a happily ever after marriage. They both are grown people for God’s sake. They must have their own reason or background to make such decision. Whatever it is… Money, love, status, etc.

But my problem is… to make the business out of it. Something like mail order bride or so called “Agency”. It is an offense to me. Luring sex predators, criminals, or abusive people to take advantage on naive and innocent Indonesian women. I’m not saying there were no good men out there with good intentions. But using third party with profits… Oh please! Give me a break!
If they create a free website to facilitate social networking, that’s different story.

23 06 2008
Deb

it’s obvious, they both aren’t ‘educated’ people! mulut kok kayak tempat sampah! aduhhh panassss gw bacanya!!! kasian bgt deh cewe2 indonesia lain yg mampu, berkecukupan, berpendidikan, and even have more money than those bastards, jadi ikutan kena cap jelek juga =( orang kampung mau diapain jg tetep aja ga brubah

23 06 2008
Deb

maaf deh, saya sangat kurang setuju dengan pendapat yg mengatasnamakan alasan ekonomi, toh banyak kerjaan yang bisa dilakukan wanita2 itu.. contohnya dengan menjadi pembantu, tukang cuci, tukang pel, pembersih wc di mall.. and people will more appreciate it. saya cuma kasian sama cewe2 indonesia lain yang *lagi2* berkecukupan, berpendidikan, berpenghasilan yg bahkan lebih tinggi dari si pasangan asingnya, bener2 cinta sama si pasangan tapi harus kena imbas dari kelakuan ‘jambo2′ bau kencur itu..

3 08 2008
pheshyRer

It’s amazing

6 08 2008
makerot

kadang kita tidakhabis fikir, bagaimana itu bisa terjadi. saya sebagai wanita indonesia merasa malu dan marah. ketika melihat dan mendengar hal tersebut.
tapi mau di kata apa kita tidak bisa berbuat apa2.
wanita indonesia yang masih muda seperti yuyun ini akan selalu di pandang sebelah mata. apabila saya melihat pasangan wanita indonesia yang masih muda dan pasangan pria eropa (bule) masih saja di pandang sebelah mata.
akan lebih baik kita memilih pasangan dengan umur yg tidak jauh berbeda.
wasalam

20 08 2008
dian roosilawati

pedofile atau siti nurbaya ?
Kalau pikir ke arah positif, mungkin ada baiknya tidak memperdagangkan perempuan tapi buat seperti kontak jodoh tidak dengan biaya mahal.

Tapi di LN sangat terasa perbedaan warna kulit, tidak mudah berteman dengan tidak sebangsa, mereka menganggap remeh sekali bangsa asia afrika mereka mikir kulit berwarna setaraf budak.

Siaran berita di Paris 13/08/08 menyinggung ttg kelahiran bayi meningkat di kalangan bangsa kulit berwarna yg membuat kontrol ketat imigran ke eropa.

cinta itu buta ?

10 09 2008
Absolutely DjogYes » Blog Archive » Hidup itu Kesal Dengan Dating Service milik Sheldon dan Yuyun

[...] satu blog yg isinya mirip dgn pandanganku tentang website itu atau pasangan itu adalah blog di wordpress. Jelas, isinya gak jauh2 dari [...]

16 09 2008
Anita

Dalam hal ini realitanya kedua belah fihak (Pria asing tsb dan wanita Indonesia tsb) ,si ceweknya juga mau kan? nggak nolak kan? artinya kan PILIHAN dia juga karena dia MAU,dan ujung2nya toh alasan ekonomi,bisa bantu keluarga,itu toh yg ada di idea mereka…sekarang jangan cuman marah2 menunjuk si bule,nah liat aja foto pengantin mereka, si cewek merangkul mesra si bandot tua itu kan? terlihat bahagia kan?

19 09 2008
Baliwall

Welehh … lebih asyik baca comments dalam bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris di blok lain. Lebih terasa dan lebih kena dengan selerah Indo-nya.

Untuk aku, artikel itu adalah salah satu pilihan hidup dan masih banyak pilihan lain … terserah mau pilih mana … tapi kalau sudah dipilih ya benar-benar di nikmati …

Welcome all to Bali – http://www.baliwall.com

8 10 2008
Sheldon Archer, a 72 years old British and he really IS an opportunist : gerryology.com

[...] by at anotherfool and there was a big headline on his latest post, which I assume quite intense “Bandot Tua, Jakarta Post dan Indonesiaku Yang Malang”. I read and I was quite shocked with the article itself. I feel anger and somehow [...]

22 10 2008
Chiko

enak banget jadi bandot bule seumuran kakek gue tinggal di Indonesia yang kaya raya tapi ternyata ‘peyempuannya masih guoblog2 en senengnya emang dijajah begini!, gak usah juga nyalahin mbak yuyun yang dengan santainya menjual harga diri en gampang banget dikawinin ini,tapi U liatlah!duwit emang berkuasa, kita semua menangis melihat keterpurukan dan moral bangsa yang ‘dibeli’ dengan sangat murah oleh bandot duncham! grandpa it is too exciting become as a rich man like U …
then u will got a fee coz promoting this cheap chick to all people in over the world! under the hand of mbak yu2n as your Director of Sales and Marketing of cheap chickZ …U such of Ass_Hole

22 10 2008
Oom Djoko_pamulang

ya sudah jangan dicaci maki gitu,buat aku sih sing penting dua2nya saling cinta dan saling menguntungkan too..?Mbak yuyun dapat kekayaan en kejayaan dan barokah duniawi bisa bantu bapak ibu dan keluarganya yang memang bener2 kere ,daripada jadi gembel yang berkepanjangan ya lebih baik dikawinin kan uenak too … banduot duncham juga enak dapet ayam kampung dengan harga paling murah dibawah harga pasar,seger,muda wes ngono tempiknya juga masih rapet en wangi … jadi sama2 di untungin tooo…
tapi ya jangan di promosin keluar negeri dong, dengan bangga u talk in JP that ayam indon ni paling murah dan gampangan pake dijemput limousine dari bandara segala ,ojo ngono kon CUUKKK!!!tak pateni kon…

5 02 2009
adhiguna

Kalau sama2 mail order bride kenapa gak sama cewek Rusia aja? ketauan cakep2.

6 03 2009
dawna

gara2 perempuan murahan kek yuyun, nasib banyak perempuan indo lain yg baik2 dan nikah dg bule bukan karena uang jadi ikut2an dianggap miring.

jangan dipikir semua perempuan yg bersuami bule di indo itu gold digger, ada yang nemu jodohnya pas kuliah di luar negri dan ga semua suami2 bulenya mereka itu udah tua. contohnya gue. tapi herannya kalau di indo, semua rata2 mandang sinis sama perempuan yg bersuami bule.

harus diakuin sih kalau banyakan perempuan indo juga emang murahan. buta ama kulit putih. dipikir kalau suami bule derajat naik dan banyak uang. ck ck ck…bodohnya perempuan2 indo itu…..

11 03 2009
Jannes Sibuea

Poverty”
Kemiskinan”
Pauvre”

Itu lah jawaban paling tepat..
Mungkin Pendidikan juga………

Yahhh kita berjuang melawan kemiskinan..
Caranya……hmmmmmm

10 04 2009
Ary Eko Nugroho

Oke itu cuma pengaruh kolonialisme ratusan tahun lalu. Ya diakui atau tidak memang perempuan Asia pada umumnya dan Indonesia khususnya bangga juga lho dikawini bule. Entah apa motivasinya yang jelas mereka bisa belajar bahasa Inggris gratis bonus kawin. OK

26 04 2010
Meimura

Yaaa dasar Bandot…kiranya memang banyak yang bakal jadi Bandot, uang negara banyak kebocorannya yang mustinya untuk rakyat raib. Nah kayak yang diributkan dinuia perpajakan itu apa bukan Bandotan.

26 08 2010
yan anderson

udahlah .gak usah salig menghujat.kalo kedua pihak mau ngapain kita yg repot.mending urus diri sendiri,mind ur own busines.suami gue juga bule.tapi dapetnya diluar,umur kami juga terpaut jauh.but im happy with my life.kita punya seorang jagoan kecil yg tampan..emang sih cara mengiklankan biro jodohnya agak ektrim.tapi mau gimana lagi.kalo dua2nya mau emang kalian berhak melarang..marilah berpikir secara dewasa

8 04 2011
Mimin

miris.. :(

25 08 2012
ella elviana (@ellaelviana)

@yan anderson: bukan itu masalahnya, tapi intinya adalah apakah bisnis seperti ini legal? itu yg masih dipertanyakan penulis

5 12 2012
Info Acara Seminar

Memang orang kita kalau lihat bule langsung tersepona, walau udah tuwir ya Info Jadwal Seminar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: