:Becoming Dew
23 01 2007
Kawan-kawan, teriring rasa sesal yang mendalam saya harus mengumumkan rencana launching sebuah album yang rasanya bakal menarik minat para penggemar berat puisi Sapardi Djoko Damono dan juga duet legendaris kampus Ari-Reda. (Menyesal karena saya tidak bisa datang buat launchingnya hiks..
)
Oke, tanpa berpanjang-panjang saya ingin ikut berbagi bahagia dengan akan diluncurkannya album “:BECOMING DEW” oleh dua orang idola jaman kampus dulu (dan masih jadi idola saya sampai sekarang
). Becoming Dew adalah album Musikalisasi Puisi karya Pak Sapardi Djoko Damono yang ke empat setelah Hujan Bulan Juni, Hujan Dalam Komposisi, dan Gadis Kecil. Detil lengkap silahkan baca terus..
Judul Album: Becoming Dew
Penyanyi: Ari Malibu dan Reda GaudiamoWaktu:
Jumat, 26 Januari 2007
Jam 8 Malam
di Warung Apresiasi - WAPRESS
(Sebelah Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan)Puisi-puisi Pak Sapardi yang di lagukan dalam album itu:
Don’t tell me
Akulah si Telaga
Hujan Bulan Juni
Pada Suatu Hari Nanti
Ketika Kau Tak Ada
Kartu Pos Bergambar Jembatan ‘Golden Gate’ San Francisco
Sonnet: X
Lima Sajak Empat Seuntai
Metamorfosis
Pada Suatu Pagi Hari
Aku Ingin
Ketika Berhenti Di Sini
Informasi lengkapnya silahkan klik link berikut untuk membaca ‘undangan’ lanchingnya dari mereka untuk anda semua para penggemar puisi, penggemar Pak Sapardi, penggemar Ari Reda, penggemar musikalisasi puisi, penggemar seni dan siapa saja.
Informasi tambahan silahkan klik link berikut ini:
:: Siapa Sapardi Djoko Damono? (TokohIndonesia.com)
:: Siapa Ari & Reda? (Blog)
:: Apa itu Musikalisasi Puisi? (artikel Kompas)
:: Apa kata Pak Sapardi? (Kompas)
:: Memperkenalkan puisi lewat musik (Artikel Kompas)
:: Ulasan album sebelulmnya (Blog + link ke blog lain yang juga mengulas soal ini.)
* Buat Mbak Reda, thanks buat “Lima Sajak Empat Seuntainya”. You guys are the best!!














Pak sebenarnya saya tertarik untuk datang, namun tanggal tersebut bertepatan dengan hari di mana saya ujian.
Puisi sebenarnya saya suka tetapi tidak suka-suka banget. Di saat hati penat memang membaca puisi merupakan sebuah hiburan untuk renungan.
thanks, jaf
Oke…aku dulu sering dengar namanya, tp gak pernah nonton. Sampai Endah pernah nyebtin juga soal ini saat dia mau nonton ama elo. Entah kenapa, gw gak pernah nonton ato denger mereka nyanyi, jadi ya bertanya2 terus deh ttg mereka. kyknya kalo dulu tuh krn gw sering buru2 pulang buat latihan nari ya…n gw dapet gambarannya dari blognya Ari reda itulah…Hope you can tell me more later by YM…
saya punya salah satu album ini … tapi jadinya agak kecewa … tadinya mengharapkan untaian puisi, tapi malah jadi lagu. gregetnya jadi hilang …
apa kabar pak?
ada di jogja gak?